Sunday, March 11, 2007

Bersama Allah di Arafah dan Mina

Inilah sebait puisi yang tertulis di padang arafah... Ketika aku merenung sendiri mencoba memahami arti semua perjalanan haji. Ternyata aku tak bisa menemukan jawabnya! Kecuali hanya bisa menghapus air mata yang terus. Semoga tulisan ini bisa sedikit mewakili bagaimana suasana hati para jama'ah yang sedang menunggu saat-saat wukuf yang mendebarkan hati di padang Arafah saat itu.

Arafah,...
Sebuah padang yang lengang dan sepi
Bukit berbukit tanpa penghuni
Saat delapan dzulhijjah, ketika tergelincirnya matahari
Datang manusia dari berbagai pelosok negeri Talbiyahpun mulai bergema,
Takbir membahana, langit dunia pun belah sudah... dan istighfarku mulai merintih...
ya Allah, ya Rabbi,
tiada terhiraukan lelahnya badan lelahnya kaki semua kini telah datang..
sungguh gemetar badan ini ya Allah,
lebih gemetar lagi hati kami...
takutku, rinduku, menyatu dalam dada kecil ini. Tuhan,
Kini tangan-tangan kami yang kotor ini
Telah terangkat di depan dada kami
'tuk mohonkan ampun atas dosa yang tiada pernah terhitung lagi.
Ya Allah,
Malam ini...berjuta orang tertidur lelap dibuai mimpi
Sementara,
air mata kami habis
Mengiringi dzikir dan istighfar kami.
Ya Allah, Kami datang menyaksikan keagunganMu Kami datang karena panggilanMu,
Kami datang...
Kami datang ya Allah...
...Astaghfirullaahal adziim...