<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759</id><updated>2011-07-28T13:11:41.743-07:00</updated><title type='text'>Quran-et-Sains</title><subtitle type='html'>Blog ini merupakan kumpulan sains yg digali dari Al-Qur’an &amp; cerita sufistik yg sarat hikmah. Disusun sbg sebuah ikhtiar pengobat jiwa, agar jiwa tidak kering &amp; gersang. Siapa tahu, ditengah gersangnya padang sahara kehidupan, anda temukan mata air yg bukan fatamorgana. Siapapun bisa mengambil hikmah sesuai dengan kadar kesadarannya masing2 tdk terbatas oleh usia. Harapan kami semoga blog ini akan menyehatkan jiwa pembacanya Semoga Allah tidak menutup cintaNya bagi orang2 yg telah merasa jauh.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>465</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4943550922465665051</id><published>2007-05-20T07:42:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:45:35.094-07:00</updated><title type='text'>Jangan Genit Pada Allah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;(Sebuah Pengantar Ringan)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking agung dan besarnya ampunan Allah kepada hamba-hamba-Nya, sampai-sampai Nabi Muhammad SAW, bersabda; "Seandainya seluruh muka bumi ini tak ada manusia yang berdosa, maka Allah akan menciptakan makhluk manusia lain yang akan berbuat dosa. Dan ketika manusia itu bertobat, Allah pun terus mengampuni."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa dahsyatnya ampunan Allah dan kekuasaan Allah. Seandainya manusia model Bush pun sirna di muka bumi, bahkan seluruh muka bumi bertobat kepada Allah, maka tak ada lagi perang, penjahat, dan preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tak ada lagi pelacuran, perselingkuhan, perjudian, pembantaian, dan pemerkosaan. Allah akan tetap menciptakan manusia-manusia model Bush baru. Manusia-manusia Dajjal baru, bahkan para pemaksiat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kebesaran Allah. Kebesaran bukan saja berujung basa-basi ritual, tetapi fakta semesta. Betapa memang peluang dan pintu taubat itu terbuka lebar-lebar, selebar keluasan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jangan menyesali perbuatan keji Anda jika penyesalan Anda hanyalah ungkapan atas kesementaraan nafsu, kejahatan, dan birahi Anda. Karena itu penyesalan di dunia ini hanyalah keluhan atas "rasa hilang" dan "rasa bersalah" atas perjanjian manusia dengan Allah yang disepakati di zaman dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak di akhiratlah penyesalan yang sesungguhnya terjadi. Semua orang menyesali hidupnya di dunia dan ingin dikembalikan ke dunia. Di akhiratlah sebuah pembenaran mutlak terjadi ketika semua manusia mengatakan; "Benarlah para rasul itu...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada juga manusia yang tidak menyesal. Yakni orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, orang yang tahu haknya sebagai hamba dan haknya terhadap sesama. Karena hal demikian merupakan kesimpulan dari ajaran agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekadar menyesali kebejatan Anda, berarti Anda telah kehilangan rasa cinta. Kalau hanya menyesali birahi Anda yang liar di tempat maksiat, berarti Anda telah kehilangan titipan Allah dalam proses ujian peningkatan derajat Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya menyesali tindak korupsi dan kemalingan Anda, maka Anda hanya akan terbuang dari interaksi sosial kemanusiaan yang harmoni. Kalau hanya menyesali perzinahan, pemerkosaan, pembunuhan, dan pembantaian Anda, maka Anda seperti kehilangan ke-Maha Indah-an Ilahi dalam maujud ekspresif sifat-sifat agung-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa Anda menumpuk pahala jika Anda merasa hebat dengan amal Anda. Lalu Anda kehilangan Allah saat beramal. Allah tiba-tiba sirna dari hati Anda sebagai tumpuan segalanya. Karena Anda bertumpu pada amal Anda, prestasi ibadah Anda, dan keakuan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa Anda menumpuk kejahatan dan dengan rasa kecewa serta frustasi, lalu Anda membangun lembaga hitam kejahatan. Jika sesungguhnya ampunan Allah itu lebih besar ketimbang kejahatan dunia seisinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa Anda dikejar rasa bersalah, berdosa, putus asa untuk menghadap Allah, padahal sebelum Anda melakukan tindak dosa, Allah lebih dahulu melambaikan tangan agung-Nya. Allah menyapa dan menghampiri agar Anda minta ampun dengan segala cinta-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh... di dunia ini jangan terlalu genit kepada Allah. Jangan terlalu su'udzon pada Allah. Jangan sering merasa hina dina sampai Anda ingin menjauh dari Allah. Sebab, terkadang Allah menakdirkan hamba-Nya berbuat maksiat agar si hamba justru lebih mendekat kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4943550922465665051?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4943550922465665051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4943550922465665051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/jangan-genit-pada-allah.html' title='Jangan Genit Pada Allah'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-1083913942989202100</id><published>2007-05-20T07:39:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:41:31.511-07:00</updated><title type='text'>A...B...C...Itu Adalah Allah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Suatu hari seorang sahabat Nabi bertanya; `Wahai Nabi, apabila Al-Qur'an itu bukan makhluk? Lalu apakah huruf hijaiyah, alif, ba', ta', sampai ya' itu makhluk atau bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huruf hijaiyah itu bukan makhluk," jawab Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alif itu adalah salah satu dari nama Allah. Ba' juga nama Allah, ta' juga nama Allah....hingga ya'. Bahkan A...B...C...D...E..dan seterusnya itu juga nama-nama Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini dikutip oleh seorang wali besar Syeikh Abdul Qadir al-Jilany dalam kitabnya Al-Ghunyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika Allah saja bersembunyi di balik tirai huruf-huruf yang kelak dari huruf itu membentuk suku kata dan dari kata membentuk kalimat, maka setiap kalimat yang baik dan bermanfaat - yang bisa mengubah jiwa kita, pastilah tidak lepas dari rahasia Ilahi yang tersembunyi di balik huruf-huruf-Nya. Karenanya, jika Anda berkata jorok, berdusta, berbohong, menggunjing, memaki, menyakiti dengan ucapan, sesungguhnya Anda telah memanipulasi susunan kata-kata yang terdiri dari Asmaul Husna untuk sebuah kejorokan, kekejian, kejahatan, dan kedustaan. Itulah awal dari sebuah dosa yang muncul dari kata dan wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sufi ketika ditanya apa anti ucapan-ucapan atau kalamullah dalam Al-Qur’an? Ia hanya akan menjawab; "Ooouh, artinya, semuanya Allah... Allah... Allah... Dari surat Al Fatihah sampai Al Falaq, An Naas, dan seterusnya, semuanya artinya Allah...." Kalimat seorang sufi ini meneguhkan betapa seluruh huruf dalam Al-Qur’an itu adalah Asmaul Husna. Karena itu kita harus suci lahir dan batin ketika membaca Al-Qur’an. Sebab kita sesungguhnya sedang berdzikir menyebut nama-nama Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan cinta Allah, semakin luhur ketika Allah "sengaja" menirai di balik sesuatu yang tak pernah terduga oleh para hamba-Nya. Termasuk bersembunyi di balik huruf-huruf itu, sampai huruf itu menjadi simbol dari nama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sadari bahwa seluruh suara dan ucapan kita sesungguhnya juga deretan nama-nama Ilahi, kita pasti akan berdzikir kepada Allah. Qiyaaman (ketika berdiri, aktif, dan bergerak), wa qu'uudan (ketika diam, sunyi, dan tak bergerak), wa'ala junuubihim (ketika kita tidur lelap dalam kefanaan hamba), hanya karena kita sadar betapa nafas, simbol, anugerah, dan cahaya Ilahi terus menerus mengitari gerak gerik hati kita, suara yang lahir dari mulut kita, bahkan keluar masuknya nafas kita.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-1083913942989202100?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1083913942989202100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1083913942989202100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/abcitu-adalah-allah.html' title='A...B...C...Itu Adalah Allah'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4174948984460394208</id><published>2007-05-20T07:37:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:38:52.893-07:00</updated><title type='text'>Allah Itu Tidak Ghoib</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak kecil, begitu akrab di telinga kita yang menyebut bahwa Allah itu gaib. Bahkan sering orang menegaskan; "terserah yang gaib-lah!", dan sebagainya. Konotasi gaib karena Allah tidak bisa dilihat secara kasat mata oleh kita dan kelak kegaiban Allah sejajar dengan kegaiban hal-hal gaib lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tidak satu pun asma dan Asmaul Husna (nama-nama agung Allah) yang menyebut bahwa Allah itu gaib, tahu bersifat gaib, atau punya nama al Gaibu di Asmaul Husna. Tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegaiban Allah itu muncul hanya karena kegelapan kosmos spiritual kita saja yang membuat diri kita terhalang melihat Allah Yang Maha Nyata, Maha Jelas, Maha Dzohir, Maha Batin, Maha Terang Benderang, dan pemilik segala maha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, tak satu pun di jagad semesta ini yang bisa menutupi Allah. Kita mengatakan Allah itu gaib hanya karena menutup diri sendiri saja sehingga tidak bisa melihat Allah. Oleh karenanya Ibnu Athaillah as Sakandary dalam kitab Al-Hikam menegaskan: Bagaimana bisa terbayang ada sesuatu yang menutupi Allah, padahal Dia tampak pada segala sesuatu. Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu menutupi Allah, sedangkan Allah tampak di setiap sesuatu. Bagaimana bisa dibayangkan sesuatu bisa menutupi Allah, padahal Allah itulah yang hadir untuk segala sesuatu. Bagaimana dapat dibayangkan jika sesuatu itu menutup Allah, sedang Allah sudah ada sebelum segala sesuatunya ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana segala sesuatu menutup Allah, sedangkan Allah itu lebih jelas ketimbang segalanya. Dia adalah Yang Maha Esa. Tak ada yang menandingi dan menyamai-Nya. Dia lebih dekat dari urat nadi Anda sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana di atas mempertegas betapa Allah itu tidak gaib. Yang gaib justru hawa nafsu kita ini. Manakala kita tidak bisa melihat Allah di balik jagad semesta ini, berarti mata hati kita sedang dikaburkan untuk melihat nurullah (cahaya Allah). Sebab itu, kita harus melihat Allah di mana-mana, kapan saja tiada batas waktu terhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurullah adalah awal dari muroqobah kita dan muraqobah adalah awal dan musyahadah (penyaksian Allah dalam jiwa), dan kelak baru mengenal Allah dalam arti yang sesungguhnya. Inilah ma'rifatullah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4174948984460394208?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4174948984460394208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4174948984460394208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/allah-itu-tidak-ghoib.html' title='Allah Itu Tidak Ghoib'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-8740538939791961009</id><published>2007-05-20T07:35:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:37:15.829-07:00</updated><title type='text'>Pohon Kegelapan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;"&lt;em&gt;Dan ketika Kami katakan kepada Para malaikat, "Sujudlah kepada Adam!" Maka mereka pun bersujud, kecuali iblis. Ia membangkang dan merasa besar diri dan ia tergolong orang-orang yang kafir&lt;/em&gt;." (Qs Al Baqarah : 34)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bahwa perintah sujud kepada Adam bukan bentuk penyembahan malaikat kepada Adam. Tetapi sebagai bentuk penghormatan karena kedudukan Adam lebih tinggi dibanding semua makhluk itu. Para malaikat taat dan tunduk kepada Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara iblis yang memiliki potensi keraguan dan kesangsian mengabaikan perintah Allah itu. Iblis mengabaikan perintah itu karena dia terhijab dari pemahaman hakikat Adam. Hijab itu adalah bentuk wujud Adam saja yang dilihat oleh iblis. Wujud formal dan tekstualnya sehingga iblis kehilangan hakikat Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau iblis tahu akan makna-makna hikmah samawiyah pada diri Adam, pasti ia akan tetap dalam mahabbah menuju ridho Allah ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis sendiri termasuk kalangan jin, yaitu kelompok makhluk dari alam malakut paling bawah yang sudah berbaur dengan potensi-potensi kebumian. Ia tumbuh dan terdidik antara fenomena malaikat-malaikat langit untuk memahami makna-makna yang bersifat parsial. Kemudian ia dinaikkan sampai pada ufuk rasional. Karena itu tidaklah aneh jika ada sejumlah binatang yang memiliki "kecerdasan" mendekati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menolak terhadap perintah Allah justru karena iblis mengabaikan akal budi dan hikmah yang ada pada dirinya. Sehingga memunculkan sifat takabur terhadap format Adam yang terbuat dari tanah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis terhijab dari memandang hakikat-hakikat Adam dari balik gumpalan tanah itu. Sehingga ia tergolong orang yang kafir sejak azali yang terhijab dari cahaya-cahaya akal budi dan cahaya "perpaduan" ciptaan. Apalagi dan cahaya-cahaya kesatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, Allah ta'ala selanjutnya berfirman: Dan Kami katakan; "Wahai Adam, hunilah surga, dirimu dan isterimu, dan makanlah kalian berdua, makanan semau kalian. Dan janganlah kalian berdua mendekati pohon ini (Pohon khuldi), yang menyebabkan kalian berdua termasuk orang-orang yang zalim." (Al Baqarah 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah hakikat isteri Adam itu? Ia adalah nafsu yang namanya Hawa. Karena berinteraksi dengan jasad yang bersifat gelap. Hidup itu sendiri jika dimetaformakan pada warna adalah warna hitam. Sebagaimana hati disebut Adam, karena kata Adam itu berkaitan dengan fisik, tetapi tidak bersifat lazim pada karakter. Karena kata adamah berarti kelabu, yaitu warna yang diarahkan menuju warna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan surga tempat ia diperintah untuk menghuninya itu adalah langit alam arwah yang menjadi raudhatul quds (taman suci). Di sanalah keduanya diperintahkan untuk mengkonsumi apa saja. Dari segala makna, hikmah, dan ma'rifah yang sesungguhnya merupakan konsumsi kalbu itu sendiri. Sekaligus menjadi hidangan ruhani dan segala maqam, martabat, derajat, dan tingkat-tingkat spiritual selamanya tanpa ada batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon larangan yang secara hakiki tidak boleh didekati oleh Adam dan Hawa' merupakan pohon dzulmah (kegelapan). Karena seluruh elemen duniawi ada di dalam pohon tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-8740538939791961009?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8740538939791961009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8740538939791961009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/pohon-kegelapan.html' title='Pohon Kegelapan'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-3936803706409479525</id><published>2007-05-20T07:31:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:33:05.047-07:00</updated><title type='text'>Orang Bodoh dan Orang Pandai</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Orang pandai adalah orang yang tidak pernah merasa pandai. Orang bodoh adalah orang yang tak pernah merasa bodoh. Orang pandai, akan menjadi bodoh ketika kejernihan pikirannya diracuni oleh ide-ide bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang bodoh manakah yang disebut bodoh ketika orang ini tidak pernah mengikuti hawa nafsunya? Seorang Sufi besar Ibnu Athaillah mengatakan; “Mana ada orang pandai kalau ia mengikuti nafsunya dan mana ada orang bodoh kalau ia mengekang nafsunya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kebodohan tampak di mana-mana. Bahkan di ketiak setiap orang yang mengaku dirinya cendekia hanya karena ada satu virus hawa nafsu ketika menyelinap di urat nadi mereka. Lalu rakyat semakin bodoh ketika mereka terhempas dalam kepiluan putus asanya. Karena lapisan-lapisan kekecewaan telah menghimpit mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi mereka terlalu trauma dengan senjata. Bahkan apa yang disebut dengan pendidikan bangsa ternyata mundur sekian puluh tahun dibanding pendidikan tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi betapa sombongnya mereka yang di atas pundak-pundak mereka itu ada kewajiban yang harus dipenuhi. Kesombongan yang membuat telinga dalam dada dan mata yang ada di balik dada, bahkan sentuhan dari kedalaman dada tersumpal semua oleh perasaan sombongnya. Kesombongan yang menuding orang lain bodoh dengan kacamata kebodohannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita tidak ingin ada limbah kebodohan nasional ini membanjiri generasi berikutnva. Kalau kita jujur, man kita akui saja kebodohan itu. Kita akui pula kezaliman itu. Kita akui juga pula kelemahan itu. Semuanya agar kita bisa memasuki sebuah proses "pabrikan kecerdasan" bangsa. Yaitu tazkiyatun nafs atau pembersihan jiwa agar kita bisa meraih tathirul qulub (penyucian hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang melakukan pembersihan jiwa berarti telah menyiapkan diri untuk menerima cahaya-Nya. Mereka yang membeningkan hati berarti akan siap menerima anugerah-anugerah-Nya. Mereka yang mengakui ketololan dan kebodohannya berarti siap menerima pencerahan-Nya. Mereka yang mengakui kezaliman dirinya berarti akan meraih ampunan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi siapakah yang mau mengakui semua itu di tengah-tengah arogansi psikologis yang membebal seperti saat ini? Siapakah yang berani mengakui kesalahannya di tengah-tengah tabir tebal dosa-dosanya yang menyelimuti ampunan-ampunan Tuhan? Siapakah yang mau mengakui kekotoran hatinya di saat kotoran menjadi makanan sehari-harinya. Masya Allah!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-3936803706409479525?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/3936803706409479525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/3936803706409479525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/orang-bodoh-dan-orang-pandai.html' title='Orang Bodoh dan Orang Pandai'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-6574319473526554582</id><published>2007-05-20T07:29:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:31:18.934-07:00</updated><title type='text'>Melihat Allah di Gang Dolly</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Gang Dolly di Surabaya sudah lama telah jadi ideologi besar dunia. Penganutnya telah ikut menebar virus di seantero nusantara. Karena Gang Dolly jadi ideologi syahwatisme, kultur, dan sebagian dijadikan sebagai "agama" para petualang syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari gang inilah, seorang mahasiswa peserta pengajian di tempat saya bertanya;&lt;br /&gt;"Apakah seseorang bisa bertemu Allah dan menyaksikan Allah di Dolly atau di pusat perjudian Las Vegas?"&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini pertanyaan berani. Wajar, karena baru saja saya menjelaskan tentang bagaimana menyaksikan Allah itu. Bagaimana pula penampilan Allah dalam kehidupan jagad semesta ini, termasuk jagad baik dan jagad maksiat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagad peradaban maupun jagad kriminal? Jagad ekstase Ilahiyah dan jagad eksotisme paha-dada koran seks?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa!" Saya katakan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena siapa pun harus bisa menyaksikan Allah di mana-mana. Termasuk di tempat tumpahnya sperma hina yang haram itu. Dolly misalnya atau sejenisnya. Di tingkat lokal, pinggir jalan, rel kereta, sampai di hotel berbintang, Dollisme sama sekali tidak bisa menghapus pandangan hati seseorang kepada Allah. Hanya saja, ketika kita menyaksikan Allah di masjid, di tempat ibadah, atau di tempat mana kebaikan ditaburkan, rasanya kita begitu jelas melihat Allah dengan keagungan-Nya. Maka di sanalah sesungguhnya penampilan Allah dengan baju nama-Nya: Yang Maha Kasih, Maha Melindungi, Maha Merahmati, Maha Mengampuni, Maha Lembut, dan Maha Mengangkat derajat hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah Allah itu juga ada di Gang Dolly atau di perjudian Las Vegas? Sama saja! Tetap ada. Hanya saja nama Allah yang tampil di sana adalah nama-Nya Yang Maha Menghina, Maha Menyiksa, Maha Membalas atas perbuatan hamba-Nya, dan nama-nama-Nya yang memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia yang sadar, ia akan tahu ketika ia ingin meliarkan nafsunya. Maka ia akan tergugah, jangan-jangan Tuhan sedang menghina saya. Jangan-jangan Tuhan sedang menyiksa saya, lalu saya ditakdirkan mengikuti aliran Dollisme. Jangan-jangan Tuhan menyiksa dengan makian yang menjijikkan saya, ketika saya mau berjudi, mau korupsi, mau maling uang negara, atau mau menipu rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dengan kesadaran akan penampilan Allah di mana-mana, tanpa ada ikatan warna, ruang, waktu, dan bentuk, sesungguhnya Anda akan bisa mengendalikan diri Anda dalam segala hal.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, belajarlah melihat Allah tidak hanya di tempat ibadah. Tetapi di balik ketiak para pelacur atau di balik tumpukan kertas setan dalam togel, bahkan di balik gambar angka yang penuh dengan api neraka, atau di balik uang korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (gang) Dolly itu dalam bahasa Arab artinya orang yang tersesat. Tapi, toh pernah disebut agar kita bukan termasuk golongan orang yang tersesat. Waladh-Dholliyn.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-6574319473526554582?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6574319473526554582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6574319473526554582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/melihat-allah-di-gang-dolly.html' title='Melihat Allah di Gang Dolly'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-1736331832358821</id><published>2007-05-20T07:27:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:28:51.822-07:00</updated><title type='text'>Membersihkan Rumah Tuhan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Seluruh semesta raya ini tidak ada artinya apa-apa dibanding Allah. Berarti segala yang ada, tidak ada yang mampu menampung Allah. Segalanya tidak bisa menjadi tempat semayam Allah. Kecuali hati hamba-Nya yang beriman. Maka di sanalah Allah bersinggasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati orang yang beriman adalah rumah Allah. Dan karena itu, hati kita adalah amanah Ilahi untuk dijaga, dirawat, dan dirias agar menjadi elok. Hati kita adalah ruang di mana pertemuan dialogis (munajat) antara hamba dengan Rabb berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila hati kita tidak bersih, ruang jiwanya tidak bercahaya, sudut-sudutnya tidak aman dari ancaman syetan, tentu tidak ada lagi harapan untuk sebuah istana Ilahi dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjaga dan membangun rumah Tuhan dalam jiwa, ada dua cara yang dilahirkan oleh tradisi keagamaan kita yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama tradisi tazkiyatun nafs yaitu tradisi membersihkan kejahatan jiwa yang dimulai dengan tobat. Dalam jiwa kita ada sisi gelap yang dipenuhi oleh virus-virus paling menjijikkan. Dimulai dengan virus iri-dengki, lalu berkembang menjadi virus takabbur, riya, ujub, mencintai dunia, kedzaliman, kefasikan, kemunafikan, dan kemudian akan menjurus pada kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua virus itu harus dibersihkan melalui taubat dan dzikrullah. Dari sinilah muncul paradigma kedua melalui tathirul qulub. Yaitu menyucikan hati melalui riasan etika atau akhlak hamba dengan Allah ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyucian hati berbeda dengan pembersihan jiwa. Kalau penyucian hati lebih menekankan pada riasan pasca pertobatan, lalu ia memasuki wilayah spiritual dengan riasan-riasan maqamat demi maqamat. Sedangan pembersihan jiwa adalah upaya untuk melakukan asketisme secara total. Baik lewat tobat, zuhud, wara', dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua proses itu lama sekali tidak tergantung dengan lifestyle dan penampilan orang per orang. Orang yang dengan jubah dan jenggot serta tasbih di tangannya belum tentu ia orang suci atau sufi. Jangan-jangan karena ia pamer jubah dan jenggot malah muncul riya' dan takabur atas nama syiar. Siapa tahu justru mereka yang berpenampilan perlente dengan dasi dan jas dandy serta sepatu mengkilat malah lebih dekat dengan Allah ketimbang Anda yang memakai baju-baju religius?&lt;br /&gt;Jangan-jangan mereka yang pakai rok mini itu memiliki keakraban asketik dengan Allah dibanding Anda yang berjilbab. Siapa tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wilayah ruhani, baju dan bendera harus dibuang. Bahkan prestasi amaliyah sebagai tempat gantungan masa depan di akhirat pun harus dikubur habis-habis. Pada saat yang sama, hanya Allahlah tempat bergantung. Bukan amal, bukan prestasi, dan bukan pula hasrat-hasrat luhur. Bahwa kita memang sedang beramal bagus. Itulah indikator bahwa kita berada dalam lindungan Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebaliknya ketika kita berbuat mungkar dan maksiat itu pertanda kita sedang dihina oleh Allah. Astaghfirullah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak jika dua cara pembersihan dan penyucian hati itu berlangsung, kita akan memasuki ruang zinatul asrar. Yaitu ruang rahasia yang menjadi manifestasi kemahaindahan Ilahi. Maka di sana rumah Tuhan, bukan saja bersih, tetapi telah menjadi arasy yang hakiki.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-1736331832358821?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1736331832358821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1736331832358821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/membersihkan-rumah-tuhan.html' title='Membersihkan Rumah Tuhan'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4636843449170370144</id><published>2007-05-20T07:26:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:27:40.949-07:00</updated><title type='text'>Di Sini Bunuh Diri, Di Sana Iblis Berpesta</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Bunuh diri marak kembali di negeri ini. Tanda-tanda zaman kita telah mencapai nucleus gelapnya ketika iblis dengan bermilyar-milyar setannya menggerakkan pesta ritual melalui gebyar peradaban liar. Lalu limbah-limbahnya adalah keputusasaan, kekecewaan, frustrasi, lalu bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bisa membayangkan ketika Michael Jackson menyihir jutaan penonton, kemudian histeria itu telah mencapai orgasmeus ekstasenya. Kemudian dengan tiba-tiba ia berteriak; "Mari kita lakukan bunuh diri masal!" Apa ya, yang bakal terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, bunuh diri masal pernah dilakukan aliran sesat Kristiani dan begitu juga di beberapa negeri Afrika. Bahkan Asia juga pernah terjadi. Tapi bunuh diri individual, rupanya tak kalah pentingnya untuk disimak dengan segala kekecewaan kita. Kenapa mereka lakukan bunuh diri? Apa yang menjadi tujuan mereka yang bunuh diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis memang mencekam. Pada hari-hari terakhir ini, dunia kita seakan mengerikan. Manusia puas ketika membunuh sesama manusia dan rasa puas itulah gema dari pesta-pora iblis dan setan-setannya. Puncak pesta itu justru datang ketika manusia membunuh dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Sebab, satu orang bunuh diri bisa memberikan energi besar yang luar biasa bagi milyaran setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bunuh diri menganggap sebagai jalan terakhir atas keputusasaan pada kehidupan. Jalan terakhir yang semakin gelap yang diyakini sebagai cara mudah menyelesaikan masalah. Tetapi itulah jalan terakhir memasuki gerbang raksasa keputusasaan, sumber dari segala sumber masalah kehidupan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bunuh diri, manusia kehilangan Tuhan. Saat bunuh diri manusia telah menuhankan dirinya sendiri, lalu ia "membunuh" Tuhan yang bersemayam dalam kalbunya. Seketika kegelapan paling hitam mencekik rasa Ilahiyahnya sampai batas di mana berhala kegelapan adalah persembanhan atas kekecewaannya. Mereka yang bunuh diri menjadi kafir. Dia telah menciptakan berhala yang tentu saja anti-Tuhan. Bunuh diri ini berbeda dengan sebuah perlawanan terhadap diri sendiri atau membunuh ikon nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi pernah bersabda; "Matilah engkau sebelum engkau mati." Hadits ini bukan hadits untuk bunuh diri. Tapi hadits untuk hidup yang hakiki. Matikan nafsumu, sebelum nyawamu mati. Matikan egoismemu sebelum engkau kembali pada Aku yang hakiki. Agar dirimu bisa menikmati hayatul qalbi (hidupnya hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mematikan hawa nafsunya berarti telah mampu mengendalikan nafsu itu sendiri. Juga mampu mengendalikan sekaligus jiwanya untuk hidup bersama Allah. Mereka yang bersama Allah senantiasa jauh dari imajinasi tentang bunuh diri, apalagi kekecewaan sampai pada batas; "Ingin mati saja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Allah berarti bersama cahaya Ilahi. Cahaya yang mengusir kegelapan, bahkan kegelapan paling mengerikan, bunuh diri!.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4636843449170370144?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4636843449170370144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4636843449170370144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/di-sini-bunuh-diri-di-sana-iblis.html' title='Di Sini Bunuh Diri, Di Sana Iblis Berpesta'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-2101382257393428291</id><published>2007-05-20T07:24:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:25:52.040-07:00</updated><title type='text'>Pelacur pun Bisa Lebih Mulia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pelacur jangan dihina. Walaupun ia telah melakukan aksi penjajahan syahwat Anda hingga Anda terjebur dalam sirkuit kebinatangan. Kenapa? Siapa tahu akhir hayatnya ia husnul khotimah (baik di akhir hayatnya), sedangkan Anda su'ul khotimah (buruk akhirnya). Hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang germo di Subaraya, Jawa Timur, benar-benar mengagetkan umat. Kenapa? Karena ia melakukan tindak penggermoan itu demi untuk pendidikan anak-anaknya. Dan anehnya anak-anak germo yang kini mantan pelacur itu menyekolahkan anak-anaknya semua di pesantren. Bahkan diantara putra putrinya mahir ilmu agama dan hafal Al-Qur’an. Tidak jelas, apakah anak-anaknya itu tahu pekerjaan ibunya seperti itu atau tidak. Namun ketika ditanya kenapa ia melakukan penggermoan itu? "Ini adalah pekerjaan, dari pada saya korupsi seperti pejabat-pejabat itu atau maling, kan lebih mulia seperti ini, sama-sama enaknya...."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi di Madiun. Seorang pelacur meninggal 10 tahun silam. Ketika kuburnya digusur oleh pembangunan, tubuh dan kafannya masih utuh, mulus, dan tak sedikit pun berubah. Subhanallah. Entah taubatan nasuha seperti apa yang dilakukan pelacur itu, tetapi seluruh warga kampung itu menyaksikan bahwa ia memang seorang pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para germo maupun pelacur di atas tentu hidupnya lebih luhur ketimbang seorang pejabat yang KKN, seorang pimpinan parpol yang mengatasnamakan kepentingan rakyat, tetapi sesungguhnya melakukan kejahatan terhadap rakyat. Pelacur itu lebih mulia, bahkan ketimbang kiai, yang melacurkan ilmu agamanya untuk dunia, menperjualbelikan ideologi dan keyakinannya untuk kepentingan sesaat belaka. Bahkan yang mencari popularitas untuk kepentingan perut dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Anda jangan bercita-cita jadi pelacur atau penjahat. Mereka pun dalam hidupnya tak terbayang, sekali pun dalam mimpi, untuk menjadi pelacur dan penjahat. Kecuali para pejabat yang mengincar jabatan basah dan empuk demi meraih setoran dan peluang KKN di sana. Mereka ini memang sejak dini bercita-cita jadi raja KKN, cita-cita hina dina yang lebih hina ketimbang pelacur dan penjahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bangunsari, Surabaya, setiap Kamis sore ada pengajian yang dihadiri ribuan pelacur. Mereka fasih membaca Al-Qur’an, berkerudung, dan berjilbab. Tapi aksi penjajahan syahwat itu mereka lakukan demi uang dan krisis ekonomi. Paling lama 10 tahun mereka melacur dan setelah mendapatkan jodoh atau modal ekonomi. Kemudian mereka berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, mengumpulkan modal ekonomi seperti mereka ini lebih mulia ketimbang wakil rakyat atau pejabat yang aji mumpung. Lalu mengumpulkan uang untuk kepentingan dirinya dan keluarganya. Sementara pelacur yang diwakili aspirasinya terbuang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali para pelacur itu tidak memiliki parpol. Jika ada pelacur yang jadi wakil rakyat, pasti banyak terkuak betapa pelacuran politik di Senayan lebih memuakkan ketimbang pelacuran di sepanjang rel kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta di atas mengingatkan kejahatan-kejahatan George W Bush dan Tony Blair di Irak. Atas nama Tuhan dan kemanusiaan, mereka melakukan tindak kejahatan paling sadis sepanjang sejarah. Bahkan seorang penjahat atau pun seorang pelacur akan sangat menentang kejahatan dua manusia jahat itu. Tetapi memang demikianlah jalannya sejarah. Kita lihat saja bagaimana Allah meruntuhkan kekuatan Amerika dan Inggris yang bertahun-tahun hidup dalam keangkuhan dan kesombongan. Hingga akhirnya nanti kehancuran budaya, kemanusiaan, dan peradaban AS-Inggris lebih hina dibanding keruntuhan dan kekalahan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah bersama orang-orang yang menjerit hatinya, yang tertindas posisinya, yang dilempar harkatnya. Bahkan Allah pun bersama seorang pelacur yang hatinya setiap malam menangis dan menjerit oleh ketertindasan sosial ekonomi, lalu jeritan itu didengar Tuhan, bahkan tangis taubatnya meluluhkan kasih sayang-Nya sebagaimana pelacur di Madiun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa orang-orang tertindas, tersingkir, dan terjepit sangat mustajab (dikabulkan). Begitu juga doa orang-orang fuqoro' dan kaum miskin. Karena itu, jangan hina mereka, karena jika mereka enggan berdoa. Maka kalian para orang kaya, orang yang berkuasa yang sewenang-wenang, nanti Anda akan runtuh dalam kehinaan Anda sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-2101382257393428291?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2101382257393428291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2101382257393428291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/pelacur-pun-bisa-lebih-mulia.html' title='Pelacur pun Bisa Lebih Mulia'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7154829574803853057</id><published>2007-05-20T07:23:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:24:17.839-07:00</updated><title type='text'>Kejahatan Itu Takdir Juga</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sosio-psikologis kejahatan biasanya muncul dari watak potensial yang dikukuhkan oleh dorongan lingkungan kejahatan. Bisa karena protes terhadap kehidupan sosial atau karena ada DNA kejahatan yang mengalir pada dirinya. Tetapi sesungguhnya, apakah tindak kejahatan itu termasuk skenario Allah atau murni perbuatan manusia? Sebab, ada kalanya orang berbuat nekat karena protes pada sesama, protes pada kehidupan sosial, juga protes terhadap Tuhan. Ada gugatan yang mereka saksikan lewat aksi jahat itu sebagai protes, atau lebih banyak kejahatan itu muncul sebagai mafioso komunitas gelap dalam jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut logika syariat, kejahatan - dengan alasan apa pun juga - adalah bagian dari usaha dan rekayasa manusia. Karena itu manusia mendapat sanksi yang tegas dalam syariat. Dalam Al-Qur’an ditegaskan, "Apa saja yang buruk, itu datang dari dirimu, sedangkan apa saja yang baik, datang dari Allah." Artinya, jika seseorang itu tidak berselaras dengan kehendak Allah yang tertuang dalam aturan-aturan-Nya, maka pada saat yang lama kita terlempar di jurang kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi menurut hakikat, tindakan baik dan buruk itu adalah takdir Allah sebagaimana kita yakini dalam rukun iman pada takdir. Baik dan buruk itu dari Allah. Tetapi dunia hakikat itu hanya wilayah Allah, bukan wilayah manusiawi. Wilayah manusiawi hanya bisa beraksi di syariat. Soal koordinasi dengan dunia hakikat, Allah sendiri yang mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hakikat Nabi Adam AS, semua itu tidak salah. Sebab beliau tidak bisa lepas dari skenario takdir Allah yang memang harus demikian sebagai lakon hidupnya. Tapi cara pandang ini hanya berlaku pada situasi dan kondisi yang berlalu dan terlewati. Sebesar apapun dosa yang kalau kita yakini sebagai bagian dari rencana dan takdir Allah, maka dosa itu akan kecil sekali. Tapi, sekecil apapun sebuah dosa yang kita rencanakan, lalu kita kaitkan sebagai takdir Allah, maka rencana itu pun sudah merupakan dosa yang amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pelaku dosa besar di masa lalu, Anda jangan merasa bahwa yang sudah berlalu itu, Tuhan tidak akan campur tangan. Bahkan semuanya bagian dari cerita dalam riwayat hidup Anda yang sudah digaris Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar apa? iya, agar Anda lebih optimistis menyambut masa depan Anda bersama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa ada ayat, bahwa semua yang jahat itu dari manusia, sedangkan yang baik dari Allah? Benar. Keburukan dari kita manakala ditinjau dari segi logika dan syariat. Bahkan puncak pemikiran logis pun akan menjustifikasi setiap perbuatan baik memang dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun, menurut dunia batin dan hakikat batin kita yang menjadi wilayah iman kita, baik dan buruk itu dari Allah juga. Namun, dunia batin tidak bisa dilogika dalam akal. Hanya gerak-gerik batin saja yang memahami. Sehebat apa pun akal dan fikiran Anda pasti tidak akan menerima baik dan buruk itu dari Allah. Makanya jangan menyombongkan akal Anda, malah Anda nanti bisa jadi penjahat secara diam-diam.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7154829574803853057?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7154829574803853057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7154829574803853057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/kejahatan-itu-takdir-juga.html' title='Kejahatan Itu Takdir Juga'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7801514546936551633</id><published>2007-05-20T07:22:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:22:44.081-07:00</updated><title type='text'>Inul dan Kekasih Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ainul Rokhimah, gadis Pasuruan, Jawa Timur, itu telah mengebor goyangnya sampai ke ubun-ubun kebudayaan. Lalu, limbah banjir dari aliran sungai seni bangsa kita menggeliat dengan bau anyir antara protes, keluhan, simpati, dan kebutuhan menikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Inul muncul di permukaan sekarang ketika para pemimpin kita sudah tidak waras lagi, para ulama dan ustadznya sudah terselubung duniawi, dan kesenian kita kehilangan hakikat keindahannya? Apakah Inul bagian dari setan atau justru sebaliknya? Apakah Inul memang diturunkan Tuhan untuk mengoyak kelelapan para tokoh, kealpaan para ulama, kesetanan para ahli KKN, atau kemunafikan para pemimpin kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inul hadir tepat pada waktunya. Pas dengan puncak syahwat kebudayaan kita. Dia berdiri di titik poros antara dua gelembung; pantat nafsu kebinatangan kita, dan memutar bagai arus gelombang yang melemparkan akal sehat kita. Lalu sambil tertawa terbahak-bahak, seakan Inul melambaikan tangan; “Aku tidak ada urusan dengan jurang-jurang bencana yang kau gali dengan ambisi nafsumu. Aku bebas dan merdeka. Karena aku dihadirkan Tuhan untuk menyeleksi manusia yang masih punya peradaban dan manusia yang berselimutkan kegelapan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu betapa dahsyatnya gelombang Inul bisa mengalahkan gelombang protes atas Amerika Serikat yang hendak menghantam Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah lambang dari Allah melalui Inul. Ketika Allah ingin menjerumuskan hamba-hamba-Nya dalam kehinaan, agar kekasih-kekasih Allah terpilih dalam radius yang jauh dari putaran bor pantat Inul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Inul adalah sinisme terhadap keseharian kita, kesenian kita, politik kita, dan turut mewakili daya dorong atas kriminalitas kita, sekaligus penyimpangan yang sudah lama berkedok atas keindahan kita. Lalu kemunafikan kita dalam dua mata, satu tertutup untuk memprotes hadirnya tarikat syahwat Inul. Sementara satu mata kita menikmatinya sampai kita berani melawan instrumen Tuhan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuilah, kemunafikan telah menjadi rasa bangga Anda. Dan Anda pelihara bertahun-tahun dalam jubah alibi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih munafik lagi mereka yang kontra Inul. Setiap hari dengan bangganya, memanfaatkan kehadiran Inul sebagai musuh bersama untuk kepentingan politik mereka atas nama kesucian Tuhan. Ini adalah kebusukan moral paling jahanam ketimbang goyang pantat atau pun kentut Inul sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Inul menyadari dan punya pilihan. Betapa kehadirannya adalah lambang dan degradasi peradaban dan ia membawa misi besar dari Tuhan. Bahwa kehadirannya adalah untuk memperingatkan kealpaan dan kejahatan eksotisme yang menjadi industri ekonomi dan politik kita. Asal ia menyadarinya, siapa tahu, Inul kelak menjadi kekasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab setelah mission imposible-nya sukses, Inul kembali dalam goyangan dada yang tidak lagi mengebor magma setan dalam perut bukit pantatnya. Tetapi mengebor kedalaman hati untuk tahlil, yang maksyuk dalam tauhid alam semesta raya. Siapa tahu!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7801514546936551633?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7801514546936551633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7801514546936551633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/inul-dan-kekasih-allah.html' title='Inul dan Kekasih Allah'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-2853961634606255447</id><published>2007-05-20T07:19:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:20:55.787-07:00</updated><title type='text'>Gus Mus dan Inul</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Masih soal Inul Daratista. Tampaknya, saat ini, di berbagai penjuru kota di tanah air ini, goyang Inul tidak hanya menciptakan Inulmania. Mahasiswa pun tak segan membahasnya. Dan hasilnya, Inul kini sudah jadi kiblat penyanyi dangdut di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi Inul tidak hanya sekadar jadi kiblat dangdut saat ini. Tapi juga telah melahirkan sebuah mahakarya seorang ulama besar di negeri ini, KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Gus Mus yang terkenal sebagai kiai dan budayawan, seniman serba bisa, telah mendapatkan ilham besar dengan menggoreskan lukisan Inul di atas kanvas. Saya jadi agak tersedak, bukan karena lukisan yang dianggap kontroversial, lebih dari kontroversi Inul. Tetapi saya ingat tulisan saya beberapa saat lalu, "Inul dan Kekasih Allah." Siapa tahu, kelak Inul justru yang menjadi kekasih Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam maha karya Gus Mus, Inul sedang menari, meliuk-liuk, sementara dalam goyangan itu, ia dikelilingi para kiai yang sedang berdzikir. Sungguh luar biasa, bagaimana kritik Gus Mus terhadap dunia ulama mutakhir Indonesia. Khususnya pada MUI yang paling punya hobi berteriak; haram! haram! haram! Layaknya seorang pesilat yang baru saja belajar beberapa jurus, sudah petentang petenteng kayak ayam jago yang menantang siapa saja dengan kokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru kalau kita menyimak karya Gus Mus itu, mestinya para ulama menangisi dirinya sendiri. Bagaimana seharusnya mereka tafakkur dan tadzakkur, taqarrub dan mujahadah di hadapan Allah, memohon ampun, dan ridho-Nya. Malah yang terjadi sebaliknya. Mereka lebih banyak mengumbar arogansi dan retorika seperti taman kanak-kanak di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau toh nama Allah sering disebut, dzikir digelar, mereka tak lebih dari dzikir syahwat, taqarrub nafsu dengan bibir dan fakir menyebut nama Allah, tetapi hatinya mabuk dalam syahwat duniawi, mengikuti goyang pantat syaithani, serta setumpuk proposal yang disodorkan kepada Tuhan. Seakan-akan mereka paling berhak mendapatkan prioritas "sowan" kepada-Nya. Sungguh ironis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka benarlah Gus Mus dengan goresan ke-Inulannya. Ternyata, dengan mudahnya, Allah menyeleksi kualitas ulama kita melalui goyang Inul. Dan yang paling rendah kualitasnya justru yang paling protes terhadap Inulisme. Jangan-jangan ini ibarat kotoran ayam yang semakin dibungkus-bungkus malah semakin merebak. Semakin menandingi goyang Inul lewat protesnya, semakin menunjukkan kerendahan kualitas spiritualnya di depan Allah. Jangan-jangan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa bedanya Inul dengan Gus Mus? Sama. Artinya sama-sama kontroversial, sama-sama NU-nya, sama-sama seniman, sama-sama memiliki kemampuan menggoyang, sama-sama hobi berdzikir. (Ah, Anda kan tidak tahu bagaimana gemuruh hati Inul dalam taqarrub di hadapan Allah? Yang Anda tahu hanya pantatnya bukan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaannya? Bedanya hanya tipis antara Gus Mus dengan Inul. Gus Mus adalah sosok yang datang mewakili gugusan cahaya keindahan dan keagungan Ilahi untuk merobek kemunafikan budaya keagamaan, sementara Inul datang juga membeberkan sebuah lanskap budaya yang menunjukkan betapa munafiknya mereka yang sok mengharamkan Inul. Jika Inul bisa bergandeng tangan dengan Gus Mus, orang-orang yang arif justru akan memandang dengan mata sejuk dan bibir tersenyum: "Teater Ilahiyah, memang dahsyat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Mus menggoyang budaya melalui ketajaman penanya, kuas-kuasnya, dan mutiara katanya. Sedangkan Inul menggoyang budaya melalui pantatnya untuk menunjukkan betapa para pemimpin dan tokoh-tokoh kita seringkali menggunakan pantat dan sekitarnya dalam menyelesaikan perjuangan bangsa ini.&lt;br /&gt;Seperti Joko Tingkir dengan Kebo Ndanunya yang mengamuk itu. Kerbau Joko Tingkir adalah lambang betapa para raja, para pemimpin ketika itu tak lebih bodoh dari kerbau, dan hal demikian hari ini bisa kita lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya sekitar pantat Inul dengan wajah pemimpin kita, bahkan sebagian tokoh agama kita? Nah sekali lagi, jangan-jangan Inul diciptakan Tuhan untuk membuka mata kita karena mungkin dia sudah jadi kekasih Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-2853961634606255447?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2853961634606255447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2853961634606255447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/gus-mus-dan-inul.html' title='Gus Mus dan Inul'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-2182187329717280081</id><published>2007-05-20T07:18:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:18:53.223-07:00</updated><title type='text'>Sadisme, Dakwah dan Kesenian Kita</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sadisme ternyata tidak hanya merambah masyarakat preman, tetapi muncul premanisme di kesenian kita. Kalau sadisme preman memang kasar, fisik, dan kelihatan oleh mata kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sadisme kesenian kita? Tidak kasat mata, tiba-tiba seorang seniman sudah terluka jiwanya, terbunuh karakternya, dan terkulai masa depannya. Ini tentu lebih sadis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadisme juga muncul di dunia politik ketika seorang yang kritis harus terpasung tangan kakinya. Terbungkam mulutnya dan terkekang aktivitasnya. Sadisme juga muncul dalam agama. Ketika pemikiran agama harus divonis hukuman mati oleh tokoh yang mengatasnamakan tokoh agama atau dengan membunuh karakter pemikiran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya sudah banyak orang yang tidak sabar untuk mengikuti langkah sadisme George W. Bush yang telah membunuh secara sadis lewat alibi perangnya di Irak. Rupanya, hobi membunuh ini telah benar-benar nyata sebagaimana diramalkan oleh para malaikat. Di saat mereka protes kepada Allah, kenapa harus manusia yang punya hobi menumpahkan darah dan merusak tatanan bumi yang harus dijadikan khalifah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, memang sudah banyak manusia yang keburu nafsu ingin menjadi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kini banyak orang terpasung karakternya secara sadis oleh kesombongan dan kemunafikan. Inilah yang disebut sebagai amar ma'ruf nahi mungkar sepihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepihak yang lain, berisi lahan kekuasaan dan wilayah sakralnya. Banyak iri dan dengki atas nama amar ma'ruf nahi mungkar. Bahkan atas nama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak atas nama rakyat lalu rakyat jadi perasan keringat untuk dijadikan pestanya. Banyak jubah lengket di tubuh, tetapi hanyalah kain gombal yang dipenuhi dengan bau apek kebusukan hatinya.&lt;br /&gt;Banyak tasbih diputar-putar di tangan dan dipamerkan atas nama tetapi ternyata hanya ingin menyiarkan kebanggaan hatinya atas amal perbuatan riaknya. Ini sungguh sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu sebuah kejahatan? Anda bisa menilai sendiri. Kira-kira kejahatan paling sadis itu yang ada di sebelah mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perjuangan memang membawa dampak iri dan dengki. Setiap kesuksesan juga membuahkan sikap segolongan orang yang sinis. Setiap kejatuhan juga tidak jarang membuahkan sorak sorai pesta para pendengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian kita sesungguhnya telah lama ternoda. Yang menodai adalah para penikmat, industri, dan para seniman itu sendiri. Dan noda paling menyedihkan adalah noda kefasikan dalam dunia seni. Yaitu, seni dan seniman yang hanya mengumbar kata dan kreasi. Tetapi tanpa ruh dan hati, apalagi filosofi masih kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian yang mengumandangkan ayat-ayat Al-Quran dan dzikir dalam teaterikal sembari menangis-nangis pun bisa lebih berbahaya dan membahayakan eksistensi agama. Karena agama dijadikan alat profanisme, propaganda, dan pelampiasan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masyarakat kita akan menilai, bahwa keindahan yang luhur saat ini tidak ada yang melebihi kejujuran dan ketulusan. Dan jika seni disampaikan dengan tidak jujur dan tulus, justru menjadi bagian dan kriminalitas seni itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para seniman mesti bersatu untuk memboikot premanisme psikologis terhadap kreativitas seni. Anda bisa bayangkan, jika Anda seniman, lalu sudah banyak seniman menjadi dewa, tuhan-tuhan kecil, dan berhala. Lalu secara diktator ia menyiapkan penjara, terali besi jiwa, dan pedang-pedang keangkuhannya untuk membabat seluruh kesenian. Itulah tradisi kekuasaan kesenian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkesenianlah yang indah dan merdeka. Karena itu para ulama dan kiai, jika berdakwah mesti dengan seni yang tinggi. Bukan seni yang mengerikan dan sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah dakwah Anda akan ditinggal lari umat manusia sebagaimana dalam Al-Quran. Memang, kita sudah kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, rasa maaf dan ampunan. Termasuk dalam kesenian kita.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-2182187329717280081?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2182187329717280081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2182187329717280081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/sadisme-dakwah-dan-kesenian-kita.html' title='Sadisme, Dakwah dan Kesenian Kita'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7879404745573955108</id><published>2007-05-20T07:16:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:17:33.922-07:00</updated><title type='text'>Allah dan Keringat Pembantu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berita sepekan lalu di media ibu kota seputar sadisme angkara murka, antara juragan pada pembantu rumah tangga, sangat menjijikkan. Rupanya para juragan, tuan, dan majikan sudah mulai kebelet jadi Tuhan, dengan kesewenangannya mereka menyiksa pembantunya, bahkan ada yang memperkosa, menyetrika punggungnya, dan mengepruk kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kisah Sumanto, sang kanibalis itu digelar, bangsa kita merana. Lalu ketika muncul rentetan penyiksaan pada PRT, kita juga benar-benar sudah tersudut. Baik secara moral, harga diri, maupun kemanusiaan. Padahal; “Keringat pembantu, buruh, atau pekerja itu jika ditimbang nilainya sama dengan darah para syuhada.” Allah senantiasa membelai rambut pembantu, mengelus dadanya, memijit tangannya, dan mengusap keringatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang juragan menyiksa pembantunya dengan menyuruh menjilati muntahan dari bekas muntaber anak juragan itu. Begitu juga hanya karena masalah kecil kepala pembantu kena kepruk kasar majikannya. Ini benar-benar zaman gila, edan, setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba renungkan wahai para juragan, majikan, dan tuan, jika Anda dulu ditakdirkan jadi pembantu rumah tangga, mendapatkan majikan dan juragan seperti Anda, apa yang hendak Anda perbuat? Tapi untunglah kalian ditakdirkan jadi manusia. Padahal mestinya juragan dan majikan seperti Anda ditakdirkan jadi binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ini hanyalah budak, buruh, dan abdi Tuhan. Sekaya apa pun harta Anda, setinggi apa pun kedudukan Anda, sehebat apa pun kekuatan Anda, secantik apa pun rupa Anda, seterkenal apapun nama Anda, sesungguhnya Anda juga seorang budak, seorang abdi dan hamba Tuhan. Anda dan pembantu Anda sama di depan Allah. Yang membedakan Anda adalah ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda membenci pembantu Anda, pada saat yang sama Anda telah membenci Allah. Karena pelupuk Allah senantiasa menggenangkan air matanya ketika para pembantu dengan ketulusan jiwanya bekerja pada Anda dan di malam-malam yang dingin ia diselimuti kelelahan dan rasa sunyi yang mencekam jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, jika Allah menilai para hamba-Nya dengan ketulusan dan kecintaan hamba, maka Anda para majikan mesti memandang para pembantunya sebagai sesama hamba dan yang paling dicintai Tuhan adalah yang paling mencintai sesamanya. Karena itu jadikanlah pembantu itu seperti keluarga dan darah daging Anda. Tanpa mereka, Anda adalah tuan rumah sekaligus seorang pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para majikan biasanya tak mau disalahkan. Walaupun anda benar, kalau Anda merasa paling benar sendiri, berarti kesombongan dan kecongkakan menjadi kenikmatan Anda. Pada saat yang sama sesungguhnya Allah sedang menghina diri Anda, lebih hina dari setan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu etos kerja yang saleh. Baik antara pembantu dan majikan, pengusaha dengan karyawan, atau buruh dengan juragan. Para juragan selalu banyak menuntut kesalehan buruhnya, sementara buruh juga sering menuntut keadilan dan kemuliaan hati juragan. Inilah yang harus dicarikan titik temu agar gairah kerja dan kemanusiaan memiliki arti yang mulia dalam sejarah peradaban pembantu dan juragan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi; “kefakiran itu menjurus kekufuran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kefakiran buruh terus dieksploitasi juragan, pertanda juragan telah menumpuk kekufurannya. Begitu juga kekayaan itu menjurus kesombongan. Jika kekayaan tidak merata, maka tak akan terdengar lagi doa-doa orang yang tak berpunya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7879404745573955108?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7879404745573955108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7879404745573955108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/allah-dan-keringat-pembantu.html' title='Allah dan Keringat Pembantu'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4119430293619046481</id><published>2007-05-20T07:15:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:16:13.382-07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Selingkuh, Muaknya Dosa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selingkuh itu nikmat," kata para peselingkuh. Kenapa? Sebab dalam perselingkuhan ada tantangan dan petualangan. Dalam petualangan, ada pemanjaan terhadap nafsu yang dikeluarkan dari kerangkeng kebenaran dan kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada dosa yang dijubahi oleh rasa takut dan khawatir. Ada rasa nikmat yang disembunyikan dalam kesemuan dan penyimpangan. Itulah nikmatnya kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam statistik perselingkuhan pria lebih menonjol. Walau pun sesungguhnya para wanita juga menginginkan perselingkuhan ketika rumah tangganya mulai tidak harmonis. Pria pun berselingkuh disebabkan adanya faktor elementer dalam hubungan suami istri mulai keropos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berselingkuh karena sekadar iseng atau menikmati kejenuhan. Ada juga yang berselingkuh dengan serius sampai tenggelam dalam selimut nafsunya. Ada yang berselingkuh karena memang ia petualang eksotis. Ada yang berselingkuh karena perselingkuhan tidak lagi menjadi norma tetapi memang menjadi bagian dari ideologi liberalisme. Dan yang paling aneh adalah jika berselingkuh itu sebagai status sosial dan label kejantanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahku adalah syurgaku. Kata itu paling populer dalam agama. Elemen-elemen surgawi di era modern telah sirna dari tiang-tiang penyangganya. Para penghuni rumah itu telah merobohkan sendiri melalui pengeroposan psikologisnya setiap saat, setiap hari, setiap minggu, dan seterusnya. Lalu roboh diam-diam. Bahkan kekecewaan itu ia bangun dengan kekecewaan berikutnya: perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sesungguhnya juga bukan karena surga rumah tangga yang utuh itu dirobohkan oleh penghuninya. Namun juga oleh tetangga, teman di kantor, eksotisme di luar, industri eksotisme, dan fasilitas yang memanjakan.&lt;br /&gt;Sudah waktunya pasangan-pasangan membangun masa depan muthmainnah (ketentraman dan kedamaian). Syaratnya sederhana. Memulai pandangan hidup dengan mengembalikan usaha, ikhtiar, dan kegagalan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentraman dan kedamaian akan terus sirna manakala jiwa Anda tidak pernah kembali kepada Allah sebagai tujuan hidup. Bahkan ketika Anda masih mengembalikan prestasi yang Anda peroleh saat ini sebagai upaya dan daya Anda sendiri. Bukan sebagai Anugerah Allah dan Anda pun akan terus digoda oleh perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan, karenanya adalah eksploitasi dari nafsu lawwamah. Nafsu yang ambisius terhadap hal-hal yang hedonis, materialistis dan kemewahan lainnya. Apalagi dunia lawwamah telah muncul dalam tawaran pesonanya melalui goyang para inulmania, pusar perut Para wanita, seksisme yang berbunga di sejuta trotoar dan etalase, dalam prostitusi kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu sangat membenci perselingkuhan. Kaum perempuan lajang yang sedang berpacaran juga paling dendam dengan perselingkuhan. Dan sesungguhnya, kaum pria juga membencinya setengah mati jika pasangannya berselingkuh. Tetapi kesimpulan dan semua perselingkuhan di dunia ini hanya karena seluruh pasangan telah kehilangan Tuhan dalam harmoninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun kejujuran itu sulit. Menjadi tidak sulit ketika Anda mulai belajar jujur. Jujurlah kepada Allah dengan mengatakan apa adanya kepada-Nya. Minus dan plus diri Anda. Katakan dosa-dosa Anda kepada Allah, niscaya Allah memeluk Anda dengan pelukan yang lebih membahagiakan ketimbang keinginan bahagia semu di balik perselingkuhan itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4119430293619046481?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4119430293619046481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4119430293619046481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/nikmatnya-selingkuh-muaknya-dosa.html' title='Nikmatnya Selingkuh, Muaknya Dosa'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-1997222685877340264</id><published>2007-05-20T07:13:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:14:35.495-07:00</updated><title type='text'>Istri Cerewet dan Karomah Kyai</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Konon hiduplah seorang kyai yang sangat alim. Di dalam dirinya jauh dari penyakit hati. Sifat sombong, rakus, iri, dengki, adigang-adigung adiguno, dan kikir sedikit pun tak berani menempel dalam relung hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, yang selalu terlihat bersinar-sinar menyilaukan seperti sinar lentera di kegelapan malam adalah semua sifat-sifat utama. Sabar, narimo, tawakal, jujur, loman, dan ngalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap muthola'ah di serambi masjid kecil di pesantrennya, sang kiai tak henti-hentinya mengingatkan ratusan santri yang berguru kepadanya. Mereka menasihatkan ngugemi sifat-sifat utama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang itu harus sabar dan ngalah," kata sang kiai suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dua sifat utama itu diuraikan dengan penuh kebajikan dan waskita. Kata kiai, hakikat sabar itu adalah Sejating Amalan kang Biso ‘Alaf Rahmat (Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ngalah, bermakna Ngawula marang gusti Allah. Itu artinya, orang bisa ngawula atau menghamba bahwa tidak ada kekuatan yang kuat sejati, selain kekuatan itu datangnya dari Allah. Bahwa, manusia itu hanyalah sak dermo. Tak memiliki kekuatan apapun di hadapan Allah Yang Qowiyyu dan Yang Matin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai itu terus menjelaskan dua sifat mulia ini dengan contoh-contoh sehari-hari di masyarakat. Sementara ratusan santrinya semakin meyakini kemuliaan hati sang kiai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga menyaksikan bagaimana setiap hari karomah yang dipancarkan dari diri sang kiai semakin bertambah. Bukan hanya di hadapan santri, karomah itu juga muncul di hadapan makhluk-makhluk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu hari, ketika sang kiai pergi ke hutan, binatang-binatang penghuninya tampak tawadlu' memberi salam dan hormat pada sang kiai. Bahkan hewan-hewan itu mengantarkan langkahnya sampai ke pintu rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah! Bila keheningan hari ini selalu disinari sifat-sifat terpuji, siapa pun segera bisa menari dengan cahaya Ilahi.&lt;br /&gt;Tapi suatu ketika sang kiai ini tidak seperti biasanya. Beliau tampak termenung di serambi masjid pesantrennya. Sinar karomah yang menyala-nyala tampak redup. Dia tampak teramat sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kiainya seperti itu, datang seorang santri dan berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kiai! Beberapa hari ini engkau tampak sedih. Selalu termenung sendiri. Kadang saya menyaksikan engkau menangis. Saya juga menyaksikan, sekarang tak ada lagi hewan-hewan hutan berucap salam kepada kiai. Sesungguhnya apa yang terjadi kiai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kiai berucap, "Aku memang sedang bersedih. Ketahuilah santriku, aku sangat khawatir tak bisa mendekati nur Allah. Karena tujuh hari ini, semenjak aku beristrikan nyai (sebutan santri untuk istri kyai), tak seorang pun menguji kesabaranku. Istriku sekarang orangnya penyabar, tawakkal, jujur, dan loman. Tak pernah ada kata kasar yang keluar dari bibirnya. Sebaliknya, yang ada hanya kerendahan hati, dia nurut pada saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sementara nyai yang pertama dulu, sebelum meninggal dunia, dia orangnya cerewet. Sedikit saja saya salah, pasti ditegurnya. Sedikit ada yang tidak sesuai dengan dia, pasti marah. Mungkin karena aku jauh dari ujian itu, apa yang engkau saksikan dulu tentang aku lalu sekarang mulai menjauh dariku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar. Karomah dan pancaran kemuliaan tak begitu saja muncul dalam diri manusia. Untuk mendapatkan ini, setiap saat kita harus diuji. Ujian bisa datang dari diri kita sendiri. Dan anak dan istri, atau lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kalau memang ujian itu sebagai jalan menuju kesempurnaan hakikat diri, harusnya tak dihindari. Sebaliknya harus dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga kiai kita ini. Beliau bersedih, karena tak pernah lagi diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, di hadapan santri ini, kiai ini berpesan; "Kesempurnaan lelaku sabar, narima, tawakkal, jujur, dan ngalah adalah ketika bertanding dengan lelaku marah dan menang-menangan. Maka jangan engkau bersedih hati bila waktunya diuji. Berucaplah: Lahaula wala quwwata illa billah. Tidak ada daya dan kekuatan sejati, kecuali dari dan dengan Allah. Insya Allah!"&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-1997222685877340264?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1997222685877340264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1997222685877340264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/istri-cerewet-dan-karomah-kyai.html' title='Istri Cerewet dan Karomah Kyai'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-2790841258112838889</id><published>2007-05-20T07:12:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:13:21.997-07:00</updated><title type='text'>Asal Usul Stress</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari mana sesungguhnya asal usul stres? Para psikolog dan agamawan mencari solusi. Dan jutaan judul buku memasuki era industrinya hanya karena stres publik. Situasi demikian dimanfaatkan scbagai komoditi. Ada komoditas intelektual, ada juga komoditas obat-obatan, ada komoditas paranormal, dan juga ada komoditas instan untuk menanggulangi stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, para sufi ikut unjuk gigi. Stres menurut para sufi disebabkan oleh nuansa paling sederhana. Yaitu; "Urusan duniawi masuk dalam wilayah Ketuhanan. Atau urusan hidup sehari-hari dimasukkan dalam hati kita. Maka hati jadi tertekan dan benturan psikologis menimbulkan konflik dalam diri sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin bertanya, bisakah urusan dunia ini tidak masuk dalam hati kita? Mungkinkan kita mengurus kehidupan ini tanpa campur tangan hati kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dan sangat mungkin. Kenapa? Hati adalah rumah Ilahi (qalbul mukmini baitullah). Hati orang beriman itu rumahnya Allah. Oleh sebab itu, rumah Allah harus bersih, bercahaya, bahkan mencahayai fikiran dan akal kita, mencahayai langkah kehidupan kita. Dunia dan seisinya ini cukup diurus oleh ikhtiar kita. Ikhtiar itu tempatnya ada dalam akal, fikiran, dan jasad kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ikhtiar masuk dalam hati, maka hati akan ternodai. Bahkan terkotori oleh kontaminasi konflik yang sangat menyesakkan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, setiap hari manusia harus bisa memisahkan mana yang harus diurus di dalam kamar hati, mana yang harus diurai oleh bilik akal, dan mana yang harus diperhitungkan oleh pikiran kita dan alat apa yang bisa mengendalikan nafsu kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda renungkan dengan membuka jendela masa lalu Anda. Kenapa stres itu muncul dan kenapa ketakutan itu muncul justru disebabkan oleh hantu ketakutan itu sendiri? Coba Anda ingat, sejak bangun tidur hingga saat Anda membaca tulisan ini sudah berapakali Anda berterima kasih kepada Allah? Kenapa Anda merasa kurang mendapat nikmat Allah, sedangkan ketika Allah melimpahkan nikmat-Nya justru Anda enggan menjaga nikmat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, anatomi stres ini perlu kita bedah. Bukan melalui uraian akademis, tetapi melalui amaliyah dan praktik psikologis kita sehari-hari dalam menyikapi suatu problem. Dan ketika problem itu masuk dalam hati kita, sesungguhnya di sanalah munculnya hawa nafsu kita. Persinggungan antara wilayah hati dengan wilayah duniawi adalah awal tumbuhnya nafsu kita. Baik nafsu yang memunculkan ketamakan dan harapan atau pun nafsu suka cita yang melebihi kewajaran. Bahkan nafsu marah yang membakar dada kita. Nah!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-2790841258112838889?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2790841258112838889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2790841258112838889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/asal-usul-stress.html' title='Asal Usul Stress'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4688378783174228602</id><published>2007-05-20T07:10:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:11:34.213-07:00</updated><title type='text'>Egoisme Itu Hijab</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Egoisme itu adalah ideologi yang sebanding dengan hijabisme yang dikembangkan oleh peradaban iblis. Hijabisme merupakan tirai penghalang antara hamba dengan Allah. Karena itu hijabisme paling primordial adalah keakuan, egoisme, dan sikap mengandalkan prestasi amaliyah di depan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amaliyah Anda, karena itu, sama sekali bukan andalan untuk Anda jadikan sebagai visa atau tiket masuk surga. Dan sebaliknya dosa-dosa kita bukan pula sebagai paspor ke neraka. Dosa dan ibadah kita tidak ada hubungan langsung dengan masuknya hamba ke surga atau terjerumusnya hamba ke neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru seseorang yang mengandalkan amalnya, nanti akan merasa paling banyak amalnya. Jika merasa amalnya sebagai penyelamat dirinya. Ia akan takabur dan riya’ karena ia merasa paling islami, paling hebat, dan paling dekat dengan Allah. Perasaan paling itulah yang menyebabkan ia takabur, dan takabur itu bisa melebur seluruh pahala Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Ibnu Athaillah as-Sakandary mengingatkan; “Tanda-tanda orang yang mengandalkan prestasi amalnya, seseorang itu akan pesimis terhadap rahmat Allah setelah ia melakukan perbuatan dosa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah Anda tergolong manusia egois atau bukan. Ukurlah dengan standar apakah Anda masih menggantungkan pada amal Anda atau tidak. Jika Anda habis berbuat salah, lalu Anda merasa kehilangan harapan untuk bertemu Allah, berarti Anda masih mengandalkan amal Anda sekaligus Anda masih terhijab oleh ego Anda di depan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egoisme itulah yang menghalangi ma’rifat Anda dengan Allah. Karena Anda merasa ada di depan Allah. Jika Anda merasa ada. Allah tidak akan tampak di depan Anda. Sebaliknya jika Anda tiada dan yang ada hanya Allah, saat itulah Anda mengalami kefanaan. Tahap awal dari penghadapan diri Anda di hadirat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sejarah membuktikan, kelompok umat partai atau ormas yang mengandalkan amal historisnya pasti roboh. Sebab mereka terdiri dan kaum yang penuhi dengan egoisme.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4688378783174228602?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4688378783174228602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4688378783174228602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/egoisme-itu-hijab.html' title='Egoisme Itu Hijab'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-6943943607889896391</id><published>2007-05-20T07:08:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:09:21.267-07:00</updated><title type='text'>Keremangan Yang Menyakitkan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Mulai hari ini Anda harus memilih dengan segenap ketegasan Anda. Yakni memilih antara terang atau gelap, hitam atau putih, haq atau bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai Anda berada di antara dua wilayah yang bertentangan itu, yang saya rebut sebagai wilayah remang-remang, wilayah ketidakjelasan dan kemunafikan wilayah yang bisa membelah jiwa kita dalam dua kehidupan, wilayah yang penuh dengan kepura-puraan. Dan itulah remang-remang dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita harus tegas? Ya, kalau memang mau jadi orang jahat, jalan kejahatan sudah jelas. Mau jadi orang baik, jalan kebaikan juga sudah membentang. Tapi jalan remang-remang adalah jalan kemunafikan di mana seseorang bisa berbaju terang, sedangkan tubuh dan dalamnya adalah gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menjadi koruptor kakap, penindas rakyat, tapi berjubah dengan jubah sosial, jubah kepedulian terhadap kemiskinan, dan bahkan memakai jubah Tuhan di mana-mana. Inilah prototype manusia remang-remang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, siapa pun yang tegas di dunia terang akan merasakan karakter terangnya. Dan itu pilihan terbaik. Tapi jika kita berada dalam keremangan, justru kita benar-benar tersiksa. Hati kita jadi tidak jujur, kita jadi munafik dan fasik, kita jadi musuh bagi diri sendiri, dan kita dikejar dosa di mana-mana dan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mereka yang ada di kegelapan? Wah, jika Anda bercita-cita jadi manusia gelap, itu lebih baik jika Anda memang jujur di sana. Anda harus siap jadi musuh bersama, jadi tokohnya iblis, jadi aparatnya setan, dan nafsu Anda. Tapi terang-terangan saja, di dunia gelap nanti akan Anda temukan suasana yang lebih baik dari di dunia remang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pula Anda resah, gelisah, takut, dan khawatir. Mengapa? Itu karena Anda tidak pernah tegas untuk mengambil pilihan hidup. Anda akan semakin tersiksa jika remang-remang dalam dada Anda itu melemparkan din Anda ke jurang keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini rusak karena betapa banyak jumlah topeng untuk menutupi keremangan hatinya. Bangsa ini hancur karena bangsa ini lebih senang mengikuti remang-remang kehidupannya dibanding kejelasannya, pilih baik atan pilih jahat. Maka kehancuran bangsa dan umat ini lebih banyak diawali ketika keremangan hidup melemparkan kita ke padang keraguan. Hingga kemudian kita kehilangan rasa yakin kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keremangan adalah keraguan. la muncul dari industri setan. Kemudian dipasarkan dalam bursa duniawi dengan para konglomeratnya yang terdiri dari kefasikan, kedzaliman, kemunafikan, kekufuran, dll, yang bisa melemparkan kita dari dunia terang kemudian menyeruak ke dalam jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang diuntungkan oleh keremangan hidup kita hanya hidup yang semu, gamang, dan langkah kaki yang tidak menyentuh tanah dan bumi kita? Makanya, saya mengajak agar setelah keimanan kita tumbuh, keyakinan kita juga harus tumbuh agar setan tidak bisa lagi menggoda lewat remang-remang itu.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-6943943607889896391?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6943943607889896391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6943943607889896391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/keremangan-yang-menyakitkan.html' title='Keremangan Yang Menyakitkan'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5354220092878526476</id><published>2007-05-20T07:04:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T07:08:09.536-07:00</updated><title type='text'>Industri Tangis Menangis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kini sudah mulai muncul industri tangis menangis. Ada yang membisniskan tangis untuk ritual kematian. Ada juga tangis beneran ketika rakyat kelaparan dan bencana dibiarkan oleh para elit penguasa, seperti yang terjadi di Pasar Besar Malang (PBM) pasca kebakaran Senin, 3 Maret 2003. Ada lagi sungai yang dipenuhi air mata buaya, agar tangisnya menjadi komoditas politik. Ada tangisan para penjahat di sudut penjara karena menyesal. Dan bahkan ada sejuta tangisan yang masih tak terhingga macamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita diselimuti oleh kriminal, syahwat, dan air mata. Lalu, ironisnya, muncul industri tangis atas nama dzikir nasional. Lihat saja, suasana teaterikal sehari sebelum 1 Muharam lalu atau pas saat Matahari Dept. Store ludes terbakar dan menghanguskan kios milik orang kecil. Semuanya diekspos di sebuah TV swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kemudian muncul gerakan ritual tangis di mana-mana dengan metode psikoterapi yang mengejutkan syaraf-syaraf tangis. Lalu nafsu tangis memaksa seseorang untuk menekan dada agar air mata keluar, membelah pipi dengan senggukan-senggukan, kemudian seakan-akan senggukan itu adalah puncak spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis dalam dunia sufi adalah akibat, bukan rekayasa. Tangis yang mulia adalah kelembutan dan keharuan jiwa. Dan itu pun muncul karena dua hal. Kalau tidak karena cinta dan kasih sayang, bisa karena penyesalan. Tetapi penyesalan tidak harus dieksploitir pula, karena bisa timbul nafsu penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan Anda menangis jika tangisan itu bukan tangisan semu. Beda antara tangis semu dengan tangis yang sesungguhnya. Seperti beda antara bumi dan langit. Ketika Anda berusaha menangis melalui prosesi ritual dramatis yang diusahakan melalui gerak dan retorika, pastilah hasilnya tangisan semua. Penuh dengan riya' dan emosi kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tangis yang hakiki adalah tangis keharuan air mata yang muncul dari telaga sirrul asrar (rahasia hakikat batin). Karena kefanaan hamba di depan Allah. Air mata yang menurut Ibnu Araby menjadi bahan utama terciptanya jagad semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sedang menonton sinetron? Film di layar lebar? Dengan kisah emosional yang mengharukan, lalu salah satu penonton basah pipinya dengan senggukan dada. Tiba-tiba seluruh gedung menumpahkan air matanya. Apakah itu pertanda Anda sedang menangisi puncak spiritual? Sekali pun yang Anda hadirkan adalah dimensi Ketuhanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, bangsa kita hari ini sedikit sekali yang menangis terhadap nasib kebangsaan dan ummat. Termasuk para elit, pejabat, dan tokohnya sudah tidak ada lagi yang menangis. Kalau yang ini memang tidak mampu menangis - bahkan juga Anda - karena hati telah mengeras bagai batu. Hatinya membatu, otaknya tumpul, dan nafsunya liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sangat menyedihkan kalau tangisan itu dijadikan industri publik dalam bungkus ritual. Lebih ironis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, Anda jangan terpesona dan terbengong-bengong dengan tangisan. Kecuali memang tangisan itu adalah anugerah Ilahi. Bukan "ditangis-tangiskan" seperti ketoprak dan sinetron di TV. Sebab rekayasa tangis itu akan memunculkan refleksi bahwa Anda merasa bisa menangis, lalu Anda merasa paling menyesal, paling berhamba kepada Tuhan, paling basah hatinya, paling hebat jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi bersamaan, mereka yang tidak menangis di ritual itu dianggap sebagai orang yang hatinya keras membatu. Bisa jadi justru yang tidak menangis itu, malah diselamatkan Allah dari drama air mata profanika. Masya Allah!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5354220092878526476?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5354220092878526476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5354220092878526476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/industri-tangis-menangis.html' title='Industri Tangis Menangis'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7385011630767730378</id><published>2007-05-20T06:58:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:59:35.145-07:00</updated><title type='text'>Teknologi Porno</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tiba-tiba menguap seperti bau bangkai ketika tiga artis melaporkan seseorang ke Polda Metro Jaya soal VCD curian dari kamar ganti. Rachel Maryam, Sarah Azhari, dan Femmy. Lalu sederet publik figur, khususnya para artis merinding bulu kuduknya. Eksploitasi seperti itu lebih mengerikan ketimbang virus SARS. Sulit diobati, karena trauma dan pelecehan itu menvonis seumur hidup artis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang salah? Para pengintip itu? Kameramannya? Atau artis itu sendiri? Bahkan publik juga bersalah? Para penikmat? Teknologinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah semua. Pengintip dan perekam itu memiliki kesalahan akbar, lebih dari dosa Akbar Tanjung. Kamera? Kalau Anda bisa mendengar suara ruh kamera, ia akan berteriak sambil mengucapkan istighfar hingga menembus langit ke tujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si artis? Salahnya sendiri, suka memamerkan keindahan tubuh di luar batas. Sehingga publik dan pengintip merasa tubuh-tubuh yang menonjol penuh dengan gairah eksotis itu seperti etalase. Tipis sekali bedanya dengan prostitusi. Lalu publik? Para penikmat gambar porno, VCD, dan hal-hal eksklusif dari pornografi adalah publik yang sedang mabuk dalam syahwat kebinatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita memasuki abad milenium, semua merayakan kemenangan humanisme dan peradaban komunikasi serta informasi. Tetapi saya sendiri menangisi peradaban ini. Karena milenium ini diawali dengan abad kejahatan, pornografi, dan dehumanisasi serta penghinaan terhadap keindahan manusia. Para artis mestinya juga instropeksi, apakah keindahan itu sebatas mulusnya kulit atau sintalnya pantat dan dada? Oh, kalau itu memang keindahan yang sudah diindustrikan oleh para setan untuk dipasarkan di mal-mal kegelapan. Tidak percaya? Atau Anda akan sinis? Terserah Anda.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gampangnya begini. Kalau Anda dan para artis, bahkan para penikmat dan pengusaha eksotisme terus menerus memproduksi "estetika kebinatangan" (karena binatang tak pernah berpakaian dan hanya meluapkan syahwat makan dan seksual), itu pertanda bahwa Allah sedang menghina peradaban yang akan Anda bangun. Pada saat yang lama, kemanusiaan Anda hilang, bahkan cahaya keimanan dalam diri Anda sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban sehari-hari manusia Indonesia adalah peradaban populer hari ini. Peradaban sabun, peradaban kandang sapi, peradaban kebun binatang, di mana publik menikmati binatang itu di kebun raya televisi, film, media massa elektronik maupun cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi apapun hebatnya bukanlah barang haram. Ilmu pengetahuan termasuk dari kaum kafir sekali pun juga bukan ilmu yang haram. Tetapi ketika teknologi itu ada di tangan para binatang peradaban, ia berubah menjadi instrumen yang dehumanistik, liar, dan memuakkan. Bahkan menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia seni, dunia keindahan, dunia kelembutan, dan kehalusan juga memberi dua pilihan. Apakah estetikanya mengandung keindahan yang bisa menyadarkan akan estetika yang berbudi atau sebaliknya, justru di luar kontrol hati nurani paling dalam. Sebab binatang dengan ketelanjangannya menjadi indah. Tetapi sebaliknya, ketika manusia menjadi telanjang seperti binatang, justru hilang keindahannya. Karena ia bukan lagi manusia yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7385011630767730378?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7385011630767730378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7385011630767730378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/teknologi-porno.html' title='Teknologi Porno'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7185059849121991924</id><published>2007-05-20T06:56:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:57:32.470-07:00</updated><title type='text'>Zaman Kanibal</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Inilah zaman kanibal, di negeri kanibal, pada era global, dengan polisi dunia yang haus darah. Sumanto, si raja kanibal dari Purbalingga, pasti terngiang nama itu, apalagi bagi masyarakat Purbalingga, Jawa Tengah. Baru ingat namanya raja sudah mengerikan, lebih dari drakula. Apa komentar para malaikat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kanibal itu sesungguhnya hanyalah "bayangan" dari kanibalisme maniak yang sudah hampir jadi ideologi. Para penjahat begitu puas ketika melihat korbannya kelojotan (menggelepar). George W Bush begitu menikmati kalau bisa menumpahkan darah di Irak. Dulu, pada zaman orba banyak darah hampir jadi sungai kita. Dan hari ini, bencana dianggap sebagai kebiasaan alam, rutinitas, dan dengan nikmatnya para penguasa memandang dengan darah dingin, mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Malaikat berkomentar, “Apakah Engkau jadikan manusia sebagai khalifah yang punya hobi merusak bumi dan menumpahkan darah? Kami hanya bertasbih kepada-Mu, dan menyucikan-Mu...” Lalu Tuhan menjawab, “Aku lebih tahu dari sekadar apa yang kalian ketahui..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebuasan dan kebinatangan adalah dua senyawa yang menempel nafsu manusia. Lalu senyawa ini dipelajari oleh para setan, baik dari kalangan jin maupun manusia untuk dijadikan industri hororisme, syahwatisme, dan kanibalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara manusia - yang sesungguhnya hanyalah kerangka tengkorak tetapi bernyawa setan - meraih segala cara secara instan dengan segala metodenya untuk memenuhi syahwat kebinatangan. Dan Sumanto hanyalah satu dari jutaan manusia yang lebih sadis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumanto, George W. Bush, dan manusia haus darah dari Rumania, bahkan mungkin Anda yang puas dengan darah serta keringat rakyat, adalah representasi setan itu sendiri. Anda telah menenggelamkan derajat Anda sebagai eksistensi makhluk Allah yang paling mulia menjadi makhluk paling hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah pertarungan paling menjijikkan dalam sejarah manusia. Pertarungan antara mereka yang memasuki gerbang-Nya lalu menjadi khalifah-Nya dan mereka yang memasuki gerbang kegelapan, lalu menjadi khalifahnya setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah sekali. Apakah Anda juga tidak lebih sadis dari Sumanto? Jika Anda tidak pernah gemetar ketika nama Tuhan disebut, ketika kebajikan ditawarkan di depan Anda, ketika keadilan diajukan di meja Anda, bahkan dengan sombongnya Anda tertawa sampai menembus mega hitam. Itulah sesungguhnya kalau Anda adalah Sumanto dengan topeng yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah perlunya sebuah revolusi moral untuk menghalau para kanibalis yang selalu berpesta dengan setan kegelapan, memeras keringat rakyat, lalu terbahak-bahak sambil menghisap darahnya, dan menyantap daging-dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah perlunya merobohkan berhala-berhala kebuasan dan kebinatangan yang hakekatnya tampak pada wajah para tokoh, ketika mereka berada dalam satu barisan gelombang jahiliyah, bersama kaum hipokrit yang senantiasa berpetualang dalam kejahatan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saatnya Anda memurnikan air mata dari mata air jiwa paling dalam. Bukan dari mata buaya yang membuka mulut-mulut bencana. Inilah saatnya Anda menyadari bahwa Anda tak lebih dari hamba sahaya Allah, bukan menyeret Allah untuk kepentingan nafsu Anda. Janganlah Anda lumuri rumah Allah, bendera Allah, dan syiar-syiar Allah dengan darah drakula yang menyelinap dalam bilik kebuasan ambisi Anda.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7185059849121991924?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7185059849121991924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7185059849121991924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/zaman-kanibal.html' title='Zaman Kanibal'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-1949306654800954875</id><published>2007-05-20T06:51:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:54:53.934-07:00</updated><title type='text'>Negeri Kegelapan Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apakah negeri, bangsa, dan kehidupan sehari-hari kita sudah sedemikian gelap oleh tebalnya mega-mega sejarah? Jika benar, apakah kegelapan ini warisan masa lampau, ataukah kebodohan dan kezaliman masa kini? Jika tidak demikian, apakah sesungguhnya proses kehidupan berbangsa kita, memang baru (maaf) dalam tahap muallaf sehingga perlu dibimbing seorang mursyid bangsa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melihat dan merespon peta global sejenak. Amerika Serikat yang menjadi pusat gravitasi politik dunia, membuat ulah luar biasa. Secara syariat ada titik utama yang paling terkena imbasnya dari bagian Timur hingga Barat. Kesombongan AS yang membabi buta, Akan berpengaruh pada titik nadi utama di ujung Timur, Indonesia dan Baghdad. Lalu kelak negeri-negeri muslim lainnya. Bagaimana cara orang lain meremukkan bangsa kita? Sebagaimana zaman Orba dulu, penguasa telah meruntuhkan derajat para ulama kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya mudah saja. Jika suatu bangsa ingin menzalimi bangsa lain, atau seorang penguasa ingin menzalimi publiknya, maka kaum munafik bangsa itu dijadikan boneka. Lalu mereka berteriak seakan-akan mereka adalah reformis, demokrat dan pembaharu, untuk menutupi kebusukan hipokritnya. Ketika seorang penguasa ingin menghancurkan para ulama, maka para ulama yang munafik dijadikan berhala-berhala kecil agar mudah dijadikan boneka untuk memusuhi sesama ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hari ini, apakah situasi yang sesungguhnya menimpa bangsa ini? Tentu saja, bangsa ini adalah bangsa yang sedang bangkit dari keruntuhan. Sementara ketika ingin membangun rumah agungnya, bangsa ini hanya menggunakan sisa-sisa keruntuhan itu. Lalu bangunan itu lebih parah ketimbang bangunan masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah nuansa paling sederhana, yang secara moral kita terjebak dalam sarang rimba yang paling anarkis. Kita sebut anarkis, karena para elit kita, politisi kita, tokoh-tokoh penguasa kita, telah benar-benar dihantui ketakutan terhadap kebenaran dan keadilan. Mereka, jangankan memandang cahaya kebenaran, baru melihat kilatan cahaya itu saja, mereka sudah menutup mata hatinya. Menutup daun-daun telinganya, lari mencari selamat atas nasib keluarga dan kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kaum munafik di negeri ini telah terbagi menjadi dua belahan yang melapisi kegelapan ini. Lapisan pertama, mereka yang meraih posisi baik di parlemen maupun di birokrasi. Lapisan kedua, memang mereka adalah kekuatan laten munafiqin, terdiri para penguasa hitam, petualang politik, dan mereka yang sakit jiwa. Mereka selalu menggerakkan massa untuk dijadikan alibi politik rakyat. Allah di mata dua lapisan ini, adalah Allah dalam kertas, Allah dalam verbalisme dan teriakan takbir belaka, Allah dalam spanduk dan yel-yel, belaka. Cahaya Allah terkuci rapat dalam lorong nafsu kegelapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya segelintir ulama dan kiai yang bisa di hitung dengan jari. Ulama yang masih memiliki cahaya ruhani, lalu menaburkan cahaya itu dalam kegelapan bangsa ini. Segelintir itulah yang memunajatkan keselamatan bangsa ini, bukan keselamatan diri dan keluarganya. Mereka memang minoritas di kalangan kiai dan ulama, tapi mereka yang melihat kehidupan semesta dengan mata hatinya. Mata hati yang melihat cahaya, lalu cahaya itu berkata bahwa semesta bangsa ini sesungguhnya telah gelap gulita. Siapa yang memandang lapisan kebangsaan ini, tapi tidak melihat Allah di sana, maka kekaburan telah menyekat jadi tirai antara mereka dengan Tuhannya. Kekaburan cahaya itu tertutup oleh mega-mega ambisi duniawi. Mereka terseret oleh arus pusat gravitasi dzulumat (kegelapan) yang paling mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tidak yakin, bertanyalah pada para pemimpin dan elit bangsa ini. Di manakah Allah berada ketika mereka sedang berbuih sampah di antara kemunafikan dirinya? Di manakah Allah ketika mereka sedang ketakutan yang memojokkan krisis psikologinya? Saya yakin, yang Anda dengar dari jawaban mereka adalah kegagapan, kegalauan, dan alibi-alibi untuk menutupi kecurangannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-1949306654800954875?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1949306654800954875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1949306654800954875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/negeri-kegelapan-kita.html' title='Negeri Kegelapan Kita'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4536537613670514855</id><published>2007-05-20T06:45:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:51:04.678-07:00</updated><title type='text'>Setan dan Tentaranya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Gemuruh takbir bersahutan menjelang hari lebaran. Makna Idul Fitri, berarti kembali pada fitrah yang suci. Kembali pada suasana kefitrahan kita ternyata harus dikejutkan oleh sesuatu yang dahsyat. Kita memang harus menang dalam peperangan melawan setan. Takbir di hari lebaran diawali dengan tiga kali takbir, maka takbir pertama sesungguhnya kita menakbiri setan dan bala bantuan, tentara dan pasukannya yang hendak mengancam kemenangan kita dalam 29 atau 30 hari peperangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir terhadap setan dan tentaranya sangat dibutuhkan, karena setan sangat takut dengan takbir yang dikumandangkan hamba Allah. Kalau kita hayati maknanya, berarti Allah Maha Besar. Dalam pandangan Allah, semua makhluk termasuk kita, setan dan segala hal yang berbau makhluk akan kecil dan tak berarti apa-apa. Karena itu kita setiap hari akan terus bertakbir. Kala itu setan bergelimpangan dari muka bumi. Termasuk bumi di hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan yang dibelenggu selama sebulan, akan melakukan balas dendam luar biasa setelah hari raya. Karena itu takbir terus bergema setelah hari raya sampai tiga hari lamanya agar elemen-elemen setan benar-benar sirna dari diri kita. Ancaman setan tidak mau kembali ke benak kita. Karena itu hayati dan renungkan makna takbir itu sedalam-dalamnya, sebab kesetanan dalam diri kita akan segera tiba manakala kita tidak segera dan sering mengucapkan takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam salah satu wirid dari sebuah tarikat di dunia ini, ada bacaan takbir sebanyak 100 kali setiap hati. Berarti dalam diri kita ada sejuta setan bahkan milyaran yang setiap hari lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar! Hati-hati, ketika takbir berkumandang, setan juga pandai. Ia seringkali berselingkuh dengan hawa nafsu kita untuk memanfaatkan takbir demi kepentingannya. Maka muncullah takbir politik, takbir bisnis, takbir nafsu, takbir riya', takbir pamer, dan sebagainya. Nah, jika setan mulai menguasai nafsu kita, maka takbir kita hanyalah takbir hura-hura. Karena itu hati-hati bertakbir, jangan sampai setan gundul memanfaatkan takbir kita, hingga gundul kita sendiri seakan-akan sudah religius, tetapi ternyata penuh dengan massa setan di atas kepala kita. Nah!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4536537613670514855?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4536537613670514855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4536537613670514855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/setan-dan-tentaranya.html' title='Setan dan Tentaranya'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5143374921226852580</id><published>2007-05-20T06:42:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:43:55.624-07:00</updated><title type='text'>Hawa Nafsu dan Syahwatnya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Jangan-jangan usai lebaran ini nafsu kita semakin liar. Karena itu harus ditakbiri lagi, agar nafsu kita menghilang di sudut sampah kotoran kita. Nafsu kita harus kita jadikan sebagai musuh bersama. Karena itu nafsu juga paling takut dengan takbir. Ia bisa gemetaran ketika berhadapan dengan takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu kita bisa liar ketika unsur kejahatan dibiarkan tumbuh menjamur. Nafsu turut mendorong untuk memuaskan setan, si tuan nafsu. Setan memperbudak nafsu untuk tujuan penyesatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu kita bisa ditransformasikan, ketika kita teriakan takbir diteriakkan secara mendalam. Nafsu ammarah dan lawwamah, yang menjerumuskan kita pada kejahatan dan kesenangan sia-sia. Ketika takbir dikumandangkan, maka setan bisa sirna dan lahirlah nafsu sejati yang diawali dengan muthmainnah, nafsu yang tenang dan tenteram bersama Allah. Ketika sudah tenang bersama Allah, nafsu akan lahir kesekian-kalinya menjadi nafsu yang murji'ah (kembali terus kepada Allah), lahir kembali menjadi nafsu rodliyah (nafsu yang senantiasa hanya menginginkan ridho Allah). Lalu muncullah nafsu mardliyyah (nafsu yang terus menerus dalam atmosfir ridho Allah). Baru kemudian nafsu mulhamah (nafsu yang terus menerus dilimpahi ilham Allah). Muncul kemudian nafsu kasyifah (nafsu yang dibukakan rahasia Ilahiyah). Puncak kesempurnaan nafsu itu muncul menjadi nafsu 'arifah (nafsu yang terus menerus memandang dan melihat Allah dalam kema'rifatan Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hebat bukan takbir kita itu. Baru menakbiri kedua kali saja, setan dan nafsu sudah berantakan. Apalagi ketika Anda sedang dibelai terali besi, berada di diskotik, di sisi perempuan semlohe. Cobalah ucapkan takbir, pasti nafsu Anda jadi beringsut dan ketika itu pula, Anda rnenyadari bahwa apa yang Anda lakukan hanyalah akibat dari liarnya hawa nafsu Anda, yang menjerumuskan kita dan kepentingan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering-seringlah mengucapkan takbir, terutama untuk diri sendiri, agar nafsu kita terkendali. Ketika nafsu kita rnengalami perubahan pemurnian yang luar biasa selayaknya kita lahir dalam fitrah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari segala keparipurnaan adalah takbir itu sendiri. Takbir adalah puncak sebutan hamba Allah kepada Allah. Di situlah makna substansi takbir yaitu sebagai manifestasi dari kefanaan hamba Allah. Tiada daya dan upaya kecuali Allah. Allahu Akbar. Maka hanya bagi Allah saja yang memiliki hak pujian. Wali llahilHamd.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5143374921226852580?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5143374921226852580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5143374921226852580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/hawa-nafsu-dan-syahwatnya.html' title='Hawa Nafsu dan Syahwatnya'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5902820218644534435</id><published>2007-05-20T06:40:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:41:05.005-07:00</updated><title type='text'>Dunia Akhirat dan Seisinya</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kenapa dunia perlu ditakbiri? Kenapa pula akhirat harus ditakbiri? Ya, karena dunia dan akhirat adalah sesuatu selain Allah. Jika dunia ini tidak kita takbiri, kita bisa menyembah dunia. Ketika dunia kita sembah, kita telah menjadikan dunia sebagai berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini tampak lebih besar dibanding Allah, karena itu peradaban kita hari ini lebih banyak memberhalakan dunia ketimbang menyembah Allah. Kita diam-diam telah lama jadi budak dunia. Kita menghalalkan segala cara demi Tuhan kita yang duniawi itu. Kita telah lama menyembah dunia walaupun kita mengaku sebagai hamba Allah. Dunia setelah kita bangun tidur sudah tampak di depan kita. Mari kita sembah yang menciptakan dunia ini, bukan dunianya yang kita sembah. Sebab manusia manapun di muka bumi punya kepentingan untuk menjadikan dunia sebagai berhalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar! Dunia mesti sirna dari hati kita. Hati kita itu rumah Allah. Jangan ada sesak-sesak dunia, sekalipun di pinggir hati kita. Biarlah dunia ini urusan pikiran dan nafsu kita. Biarlah dunia ini kita jadikan budak kita, jangan kita dibudakkan dunia. Dunia boleh kita tumpuk setinggi bukit, tapi jangan jadi tempat berhala kita. Caranya? Jangan tempelkan hati kita pada dunia lagi? Kita bentak dunia dengan gema takbir yang sekeras-kerasnya. Biar dunia lari terbirit-birit dari diri kita, biar dunia tidak datang dengan tipu dayanya, dan biar dunia menjadi alat untuk akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kenapa akhirat harus ditakbiri? Bukankah akhirat itu mulia? Bukankah kita harus mencari kehidupan akhirat? Ya. Kalau kita beribadah hanya untuk kepentingan akhirat nanti yang tampak adalah surga, pahala, bidadari, siksa neraka, dan sebagainya. Lama-lama kita tidak lagi memandang Allah, tapi memandang nikmat-nikmat Allah. Allah seakan-akan sirna dari hati kita, kita jadi hedonis dengan akhirat. Karena itu akhirat harus kita takbiri, agar kita lebih mulia lagi, lebih hebat lagi, lebih muttaqin lagi.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5902820218644534435?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5902820218644534435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5902820218644534435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/dunia-akhirat-dan-seisinya.html' title='Dunia Akhirat dan Seisinya'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-1692692090951920075</id><published>2007-05-20T06:37:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:39:47.341-07:00</updated><title type='text'>Semua Sirna Kecuali Allah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Wah, kali ini diri kita begitu fana, karena yang baka, abadi, yang berhak dipandang hanyalah Allah. Karena itu segala hal selain Allah termasuk kecil, dan untuk memperkecil itu harus ditakbiri. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir Anda di sini adalah takbir ma'rifat kepada Al1ah. Takbir keabadian Allah. Takbir yang menyirnakan segala hal selain Allah. Takbir dari lampu merah menuju lampu hijau, dari lampu hijau menjadi lampu yang terang benderang tanpa warna. Sebab segala hal yang berwarna pasti bukan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar! Kita sudah berada di arasy Allah, yaitu kemandirian kalbu kita bersama Allah. Hati kita penuh asma Allah. Jantung kita berdetak menyebut Allah. Darah mengalir berbunyi Allah. Pori-pori dan daging kita terbentuk dari bahan-bahan yang berdzikir penuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, Anda adalah manusia khalifatullah. Jangan coba-co Anda merasa jadi khalifatullah sebelum Anda menakbiri segala hal selain Allah. Banyak orang merasa jadi khalifah-Nya, tetapi hatinya masih penuh dengan dunia, nafsu dan setan. Pada saat itu anda sesungguhnya khalifahnya setan. Khalifahnya dunia dan khalifah selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usul punya usul, sesungguhnya Anda sudah pernah menakbiri selain Allah atau belum? Menurut sensus alam akhirat sana, ternyata yang sudah menakbiri selai Allah itu hanyalah kecil sekali jumlahnya. Tetapi jika memang belum pernah Anda lakukan, mbok mulai hari ini Anda belajar menakbiri selain Allah. Pertama menakbiri setan dan iblis, kedua hawa nafsu kita, ketiga dunia dan akhirat, keempat apa saja selain Allah, dan seterusnya. Di tulisan berikutnya dapat Anda lihat, Anda harus menakbiri apa lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, setelah kita menakbiri segala hal selain Allah, lalu kita mau apa? Kita terus bertakbir. Takbir itu ibadah. Takbir itu sebagai perwujudan sekaligus deklarasi setiap hari, bahwa kita hanyalah hamba Allah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kita hanya hamba Allah? Bertakbirlah sekali lagi, Anda baru sadar bahwa Anda hanyalah hamba Allah. Kalau takbir kita jadikan wirit setiap hari, maka takbir akan terus membendung segala usaha di luar diri kita yang hendak memperbudak kita. Karena itu Anda harus jadi hamba Allah yang kuat. Hamba Allah yang kuat bukan preman, juara berantem, jago ngesek, tukang perkosa, tukang nipu rakyat, bukan pula presiden yang suka menggencet rakyat dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah yang kuat adalah hamba Allah yang bisa melawan segala hal selain Allah. Hamba Allah yang kuat adalah hamba Allah yang tidak suka mencla-mencle, glundung semprong, mengalir saja menurut arus kehidupan tanpa prinsip. Hamba Allah yang kuat adalah hamba Allah yang justru menikmati kemerdekaan dirinya, kebebasan dari ikatan hawa nafsunya, bebas dari rasa takut, gelisah dan sudah, bebas dari rasa khawatir dan angan-angan yang menyeret khayalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah yang kuat adalah hamba yang tidak pernah merasa paling hebat, benar, kuat, top, islami, meniru Nabi, dan paling hebat agamanya. Kalau rasa superior, hanya paling-paling saja. Tak lebih dari hamba Allah yang loyo, lemah dan mudah menyerah, akhirnya jadi hamba Allah yang putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir itu solusi krisis, ketakutan, kekhawatiran, putus asa, dan solusi frustrasi. Para penjahat tidak akan pernah melakukan kejahatan manakala ia lebih dahulu mengucapkan takbir. Kalau ada kejahatan diawali dengan takbir. Pasti kejahatan paling maniak, karena takbirnya hanyalah takbir untuk nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mari kita bertakbir untuk menjalani kehambaan kita, bukan merasa kita jadi Tuhan, bukan kita menuhan-kan segala yang kita inginkan dan kita impikan. Kalau begitu anda lama-lama lepas dari jabatan Anda sebagai hamba Allah. Nah!&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-1692692090951920075?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1692692090951920075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1692692090951920075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/semua-sirna-kecuali-allah.html' title='Semua Sirna Kecuali Allah'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5632882208711254707</id><published>2007-05-20T06:36:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:37:35.574-07:00</updated><title type='text'>Paha, Dada, dan Ayam Goreng</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketika dunia merayakan abad milenium, seorang kawan bingung, "Kenapa abad rusak ini harus dirayakan?" Ya, biar saja dirayakan. Hak penjahat merayakan pesta kegelapannya. Hak penjaja seks merayakan syahwatnya. Hak politisi merayakan penipuan terhadap rakyatnya. Hak pemimpin dunia merayakan kezalimannya. Hak ulama dan kiai merayakan keprihatinannya. Memangnya kenapa? Ya, kalau sudah demikian mau apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas milenium kita ini juga dirayakan dengan pamer udel, paha dan dada. Inilah abad "bupati" alias buka paha tinggi-tinggi. Selanjutnya terserah Anda, sebab jalan yang lurus sudah lempang, jalan yang bengkok sudah gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu wacana sufi, Ibnu Athaillah menegaskan, “Kalau Allah ingin menghina suatu kaum, bangsa dan seseorang, maka kaum, bangsa dan individu itu ditakdirkan menuruti sahwat dan hawa nafsunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu jika nafsu Anda bergejolak hari ini, ingatlah jangan-jangan Allah sedang menghina Anda. Jika suatu peradaban sudah memamerkan udel, paha dan dada jangan-jangan itulah cara Allah menghina suatu peradab bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menikmati hinaan Allah adalah pertanda bahwa Anda berada dalam satu jalan bengkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu yang lama terdengar musik konser yang digelar oleh iblis dan suku-sukunya untuk menguatkan kekuasaan lebih besar di muka bumi ini. Bagaimana soal hukum, soal syariat, soal aturan tertib kehidupan yang beradab? Bagi iblis itu kecil. Sebab, soal syariat pun ia gampang melakukan manipulasi. Atas nama syariat, iblis bisa berpidato dan menyelenggarakan seminar penerapan syariat di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi soal jiwa, soal mereka yang sudah mapan qalbu di hadirat Allah, iblis memang angkat tangan. Karena itu peradaban harus dibangun melalui Qalbu Force (kekuatan hati) bukan Intellectual Force (kekuatan intelektual). Kekuatan akal telah gagal membangun peradaban kecuali ia bangun gedung pencangkar langit dan segala show of force nya, tetapi ternyata keropos fondasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dunia gelap sudah banyak yang mulai menengok dunia terang, apakah Anda yang sudah di dunia terang juga ingin menengok, coba-coba merasakan dunia gelap? Itu pun terserah Anda. Kebanyakan orang yang coba-coba menikmati dunia gelap akan tersungkur di sana dalam kondisi yang mengerikan. Tetapi mereka yang mencoba membuka jendela dunia terang biasanya akan bertobat dan terus menjadi manusia yang berjuang untuk kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sekedar soal paha, pipi, udel, pantat, dan dada, ternyata berakhir dengan kegelapan yang mengerikan. Na'udzubillah. Tapi ironisnya masyarakat kita yang sedang gila dengan titik-titik itu. Mereka malah menikmati, melahap ayam goreng. Mereka sangat menikmatinya. Bahkan muncul industri pers yang mengkonsumsi kegelapan itu untuk dijual di pasar setan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5632882208711254707?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5632882208711254707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5632882208711254707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/paha-dada-dan-ayam-goreng.html' title='Paha, Dada, dan Ayam Goreng'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7438950256869470833</id><published>2007-05-20T06:35:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:36:19.732-07:00</updated><title type='text'>Menghamba Karena Cinta</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Suatu ketika Imril Qoesh merasa sangat kesepian. Berbulan-bulan lamanya dia tak bertemu sang kekasih tercinta. Laila Majnun namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari tiba. Imril mengendap–endap di balik semak dekat rumah Laila. Toh, Laila tak pernah lagi duduk di batu sungai itu. Siang hari, Imril terlihat tergopoh–gopoh menyelinap di gubug sawah milik orang tua Laila. Lagi lagi Laila tak pernah lagi mengantar rantang makan siang untuk para petani di sawah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petang hari, Imril kembali munduk-munduk di balik semak dekat rumah Laila. Tapi toh Laila tak ada di pancuran air tempat dia biasa mengambil air wudlu. sungai, pematang sawah, pancuran air wudlu, kebun anggur, beranda rumah, toh lagi–lagi Laila tak ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imril gelisah. Cintanya sirna entah ke mana. Imril meratap. Dia menangis tersedu-sedu. Makanan yang tersedia di meja, tak disentuhnya. Imril benar-benar puasa! Tapi sekali lagi Laila tak ada di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya, pemuda "gila cinta" ini nekat, mendekat ke rumah Laila. Di dekapnya dinding kamar Laila. Di situlah, entah berapa kali lamanya, Imril menyebut kekasihnya; Laila, Laila, Laila.....(konon ada menyebut, 2 tahun, tapi banyak yang mengatakan sepanjang sisa hidupnya, Imril masih terlihat menempel di dinding kamar kekasihnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Imril. Itulah si pemuja cinta. Dia benar-benar mencintai cinta. Apapun akan dilakukannya demi cinta.&lt;br /&gt;Pepatah mengatakan; man ahabba syaeq, katsura dzikruh. Waman ahabba syaeq, fahuwa abduh. Barang siapa mencintai sesuatu, dia akan sering menyebut sesuatu itu. Dan barang siapa mencintai sesuatu, dia pasti akan menjadi hamba sesuatu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imril pasti sangat mencintai Laila. Karena itu dia pasti sering menyebutnya. Imril pasti juga mencintai Laila. Karena itu, dia pasti mau rnenjadi hamba Laila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya, panjenengan semua, siapa yang kita cinta? Umat Islam, pada bulan Ramadan yang pada malam hari banyak menyebut dan berdzikir pada pencipta, yang pada siang harinya banyak beristighfar pada Tuhannya, yang mau diwajibkan menahan lapar dahaga, menahan nafsu, menahan tak berkata kotor. Yang dalam tingkah lakunya dilarang menyakiti, apalagi jotos–jotosan sesama kawan, yang di dalam politiknya dilarang bertanding, tapi memperbanyak bersanding, yang di dalam hatinya dilarang ada iri dan dengki, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang ada dalam dirinya tak boleh ada rasa menang sendiri, pasti mereka-mereka itu tergolong para pecinta itu. Pasti mereka–mereka itu mencintai pencipta, karena setiap kali manusia berdzikir kepada–Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pasti! Mereka–mereka itu mencintai Allah Tuhannya. Karena manusia mau menjadi hamba-Nya Mau diperintahkan untuk puasa, menahan nafsu, dan tidak berkata kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang pasti mereka itu juga mencintai dzat yang memang patut dicintai. Karena mereka-mereka itu mau meninggalkan apa yang dilarang. Mereka tak pernah tinju–tinjuan, mereka juga tak pernah ingin menang-menangan, apalagi menyombongkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memang mereka itu; mencintai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya dan panjenengan semua, sudahkan mencintai dzat yang memang patut dicintai? Sudahkah, kita menyayangi dzat yang agung karena sifat sayangnya? Kalau begitu mari kita terus berdzikir kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, mari juga kita menjadi hamba-Nya. "Barangsiapa mencintai Allah, dia pasti akan selalu berdzikir asma-Nya. Dan barang siapa mencintai-Nya, maka dia akan menjadi hambanya." &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7438950256869470833?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7438950256869470833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7438950256869470833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/menghamba-karena-cinta.html' title='Menghamba Karena Cinta'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-165653871185683815</id><published>2007-05-20T06:34:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:35:22.035-07:00</updated><title type='text'>Ajal Sang Pecundang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Siapakah sesungguhnya pecundang di muka bumi ini? Jangan-jangan Anda adalah pecundang itu. Jangan-jangan mereka yang seringkali teriak maling adalah maling itu sendiri. Jangan-jangan yang suka membuat isu perdamaian justru yang membuat kekacauan. Jangan-jangan yang suka meneriaki teroris justru biangnya teroris. Jangan-jangan mereka yang ingin jadi pahlawan itu, justru para pecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan bagaimana perjudian marak? Kenapa dan bagaimana semua bisa terjadi? Hanya satu jawabannya. “Memang demikianlah watak dunia, karena itu Anda jangan merasa asing dengan remang-remang dunia, kerumitan dan kegelapan dunia, sepanjang Anda masih ada di dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pecundang adalah mereka yang menganggap dunia merupakan kehidupan abadi. Dunia adalah kehidupan yang selama-lamanya bisa dihuni, karena itu mereka menumpuk harta, mengoleksi wanita, menjadikan syahwatnya liar, dan mereka guyur jiwanya dengan miras-miras yang bisa menambah kemabukan di tengah keremangan duniawi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pecundang sesungguhnya berada di antara batas radar atau tidak, bahwa hidup ini terbatas, dan setelah itu hanya kuburan. Hanya saja mereka tidak tahu, bahwa ajal yang berakhir dengan kiamat bagi dunia ini, berakhir secara su'ul khotimah (akhir yang gelap). Seandainya dunia ini pun penuh dengan kebajikan, dan kegelapan tersingkir jauh-jauh dari dunia, jelas dunia pun kiamat, karena dunia tidak akan mampu menahan kebajikan yang penuh. Sebaliknya jika dunia ini penuh dengan kegelapan, tanpa peradaban dan cahaya, pasti dunia juga kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja garis hitam bagi dunia adalah akhir dari kehidupan sang pecundang yaitu tergolek dalam kegelapan. Ketika kegelapan memayungi atmosfir dunia secara total, tibalah apa yang disebut dengan kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, para pecundang mesti bercermin lagi, bukan dengan membalik kaca cermin, atau bercermin di mosaik yang retak-retak. Jangan bercermin pada cermin bening di tengah malam gelap gulita! Tapi harus bercermin pada cermin yang benar, ada cahaya, dan tidak ada lagi hambatan yang bisa menghadang antara pantulan wajahnya dengan kenyataan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan ajal sang pecundang selalu mengerikan, sia-sia, sangsi, dan sangat menjijikkan jika didengar oleh hati yang hidup. Sebab hati para pecundang sudah mati, sudah menjadi fosil yang yang membatu, dan hanya menjadi makian sepanjang sejarah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-165653871185683815?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/165653871185683815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/165653871185683815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/ajal-sang-pecundang.html' title='Ajal Sang Pecundang'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-6807077516828490592</id><published>2007-05-20T06:32:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:34:03.372-07:00</updated><title type='text'>Teologi (Musibah)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bumi, tempat manusia membangun kekhalifahannya, ternyata sarat dengan sejarah musibah dan bencana. Hubungan bencana dengan perspektif ketuhanan, mencapai puncaknya di zaman Nabi Nuh AS, dimana kisah-kisah drama teologis memiliki akibat-akibat terhadap lingkungan ketika itu, berakhir dengan tenggelamnya bumi di negeri Nabi Nuh. Kisah Nabi Nuh yang monumental itu, pasti tidak berdiri sendiri sebagai peristiwa historis dari jagad bumi, tetapi mengandung penafsiran, baik dari segi geologis, meteorologis, maupun teologis. Dari sana akan banyak terpantul hubungan lingkungan hidup dengan teologi. Begitu juga di zaman Luth, ketika para Malaikat menjungkir balikkan negeri kaumnya itu akibat sodomi dan perzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemahaman yang memerlukan eksplorasi lebih lauh, hubungan antara kualitas spiritual umat manusia dengan fenomena alam lingkungannya. Sebagaimana pernah tercetus dalam hadits Nabi SAW, “Dunia ini tidak akan kiamat, manakala masih ada seorang yang mengingat (dzikr) nama Allah”.&lt;br /&gt;Hadits ini memantulkan makna betapa erat hubungan gravitasi spiritual dengan dunia material, khususnya dalam menjaga keseimbangan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an disuratkan posisi manusia sebagai khalifah, namun juga memiliki potensi destruktif, sebagaimana diprediksi oleh malaikat tentang ulah manusia yang bisa merusak lingkungan bumi dan menumpahkan darah. Ibnu Araby, seorang ulama sufi terbesar abad 13 dari Spanyol, dalam tafsir sufinya memberikan penafsiran mengenai prediksi malaikat seputar potensi destruktif manusia dalam dua sifat negatif; Sifat nafsu kebinatangan (hewaniyah) yang berujung pada perusakan peradaban bumi di satu sisi; dan di sisi lain munculnya nafsu kebuasan (sabu'iyah) yang memproduksi kekejaman dan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh itu, manusia juga memiliki potensi "kedekatan teologis" paling sempurna di antara makhluk Allah - lebih dekat daripada Malaikat - sehingga manusialah satu-satunya makhluk Allah yang memiliki otoritas peradaban bumi (khalifah) itu. Tetapi untuk membangun peradaban diperlukan adanya aturan-aturan bumi yang universal, dan karenanya kitab-kitab suci diturunkan, agar kelangsungan sejarah bumi tidak anarkis. Karena ketika terbukti anarkisme muncul, baik secara teologis, sosial maupun lingkungan, senantiasa diikuti oleh paradok-paradok alamiah yang sangat berpengaruh bagi ketentraman psikologi dan kehidupan sosio-kultural bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan sufistik ketika musibah baik gempa maupun banjir melanda wilayah negeri kita, khususnya di ibukota. Kita dibuat terjengah. Sudah sedemikian parahkah etika peradaban di ibukota? Masih adakah yang "menyaksikan Allah" di tengah air bah yang membanjiri rumah, sawah ladang dan jalan-jalan kita? Tanah longsor, dan gunung meletus, serta hutan yang terbakar, yang menimpa kebanyakan rakyat kecil. Lalu apakah mereka masih punya hak protes keadilan, kepada Allah atau kepada para elit? Pertanyaan-pertanyaan teologis di atas, akan semakin terbuka ketika kita membuka kembali lembaran-lembaran teosofik, sebagaimana wacana para sufi menggambarkan tentang musibah, nikmat, ibadah dan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab di sanalah ada nucleus peradaban paling "dini". Ketika kita ingin menelusuri hubungan psikologi manusia dengan Tuhan dan alam semesta. Perspektif sufi yang memandang musibah, termasuk banjir, secara teologis dikembalikan pada solusi "dari dalam", yaitu dari dimensi Ilahiyah. Banjir dan musibah mana pun merupakan "pesta spiritual" bagi kaum sufi. Karena sesungguhnya pada saat yang sama manusia harus menjenguk kembali benang merah spiritual yang tenggelam oleh carut marut ulahnya selama ini. Disebut "pesta" karena eksodus spiritual menuju kepada Allah terkadang muncul ketika musibah menjadi pintu masuknya. Sebagaimana As-Sakandary, Shohibul Hikam, memaparkan, “Terkadang Allah mentakdirkan sang hamba untuk berbuat dosa, agar sang hamba lebih dekat denganNya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, terkadang ketika kepatuhan-kepatuhan ruhani sebagai pendekatan yang menghubungkan manusia dengan Allah tidak lagi berjalan efektif dengan berbagai alibi penyimpangan spiritual, Allah "memaksakan" sifat-sifatNya yang tampil di bumi, melalui sifat-Nya Yang Maha Perkasa, Yang Maha Menyiksa, Yang Maha Besar, Yang Maha Adil dan Yang Maha Menghina. Sifat-sifat tersebut muncul di saat "bisikan-bisikan halusNya" tidak direspon dengan hormat oleh para hambaNya, maka Allah menyuarakan "bentakan-Nya", demi peradaban manusia itu sendiri. Dalam perspektif sufiologis, ada tiga matra yang bisa kita tampilkan, agar Allah senantiasa "tampak", sekali pun di atas genangan musibah banjir, sebagaimana kita alami saat ini. Ketika manusia menjalani kepatuhan ibadah kepadaNya, mereka harus melihat bahwa kemampuan ibadah itu semata karena karuniaNya yang muncul dalam gerak spiritual hamba. Bukan klaim usaha pcnghambaan, ikhtiar amal, atau pun jerih payahnya. Sebab klaim itu bisa menimbulkan dampak psikologis yang negatif, sehingga seseorang merasa paling agamis, paling suci, paling benar dan paling berprestasi spiritualitasnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-6807077516828490592?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6807077516828490592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6807077516828490592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/teologi-musibah.html' title='Teologi (Musibah)'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4001282831540545455</id><published>2007-05-20T06:31:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:32:37.638-07:00</updated><title type='text'>Boneka Kriminil</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Walaupun penjahat Amerika Serikat dan sekutunya telah selesai memborbardir rakyat tak berdosa Irak, tetapi mengapa kejahatan hampir di seantero dunia, termasuk Indonesia juga terus marak. Tidak jelas benar, adakah hubungan struktural antara Bush dengan penjahat dalam negeri kita? Atau setidak-tidaknya apakah ada boneka-boneka kejahatan yang mengalir ke Bush dari negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya para penjahat kita juga sangat menyenangi membaca berita perang, ada juga yang menjagokan AS dan sekutunya, ada pula yang menjagokan Saddam Husein. Tapi mereka tidak selalu sebagai antek-antek kedua tokoh itu. Dalam kriminologi (ilmu tentang kejahatan), proses-proses tumbuhnya kejahatan biasanya karena tiga faktor. Kriminologi klasik menganggapnya sebagai kejahatan turunan yang muncul dari DNA jahat, sehingga watak jahatlah yang menimbulkan potensi kejahatan seseorang. Namun menurut kriminologi modern, kejahatan tumbuh karena lingkungan yang mendorong seseorang untuk jahat, balas dendam, tekanan materi, karena kecemburuan sosial, politik, ekonomi. Bisa juga karena harus melakukan tugas kejahatan demi meneladani kejahatan atasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintarnya para penjahat tentu tidak lepas dari pintarnya iblis yang puluhan ribu tahun telah mempelajari manusia dalam laboratorium kejahatannya. Manusia memasuki arena gelap gulita. Mereka bersorak kelak di atas neraka. Allah sudah memberi wadah khusus berupa surga para penjahat, neraka! Rupanya neraka telah memberikan tempat yang nyaman pada setan, karena setan akan terpuaskan dengan kegelapan-kegelapan yang menyelimutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan terus mengobarkan permusuhan, konflik, distabilisasi, demi kepentingan politiknya. Karena itu apakah Anda sendiri adalah setan atau bukan, sangat tergantung apakah Anda telah melakukan eksploitasi sifat-sifat jahat Anda untuk kepentingan hawa nafsu Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda boneka-boneka kejahatan yang dengan bangganya Anda menjadi agen-agen penjahat dunia? Itu juga sangat tergantung apakah Anda merasa puas dengan sadisme yang Anda miliki di satu sisi dan hedonisme serta syahwatisme liar yang Anda manjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kesimpulannya, apakah Anda terus menerus menghindar dari Allah. Kemudian membangun alibi-alibi tertentu agar Anda tampak sebagai manusia yang berada sebagaimana dilakukan oleh Bush dan sekutunya? Jika demikian adanya, Anda telah memasuki lorong gravitasi penderitaan yang mengerikan di dunia ini. Sebab tak ada yang lebih menderita dibanding mereka yang menjauhi Allah dari atmosfir kehidupannya. Dan tak ada yang lebih hina dibanding mereka yang menerobos batas-batas Ilahiyah demi kepuasan nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bangun dunia kebajikan, tetapi tidak akan bisa memusnahkan kejahatan. Tugas kita memang memusnahkan kejahatan, dan bukan memberi hidayah pada para penjahat.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4001282831540545455?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4001282831540545455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4001282831540545455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/boneka-kriminil.html' title='Boneka Kriminil'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4254576784561546214</id><published>2007-05-20T06:29:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:30:17.597-07:00</updated><title type='text'>Setan Itu Bernama Preman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Premanisme itu anarkisme! Ideologi liberal tentang kejahatan, baik yang terorganisir dalam mafioso maupun berdiri sendiri. Lalu menggeliat dalam dunia bisnis. Muncullah pasar gelap (black market), penyelundupan yang birokratik, dan rapi. Bahkan tidak jarang premanisme muncul dalam peradilan hukum dan politik, atau pun eksploitasi kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy Winata jadi fokus berita. Beritanya cukup menggemparkan, setara dengan Tommy Soeharto. Lalu Para preman bersiap siaga, siap membela sang boss, demi perjongosan wilayah preman. Demi mengokohkan betapa garangnya fisik mereka. Siapa yang kuat, siapa yang menang. Ujung-ujungnya adalah duit dan kekuasaan preman. Bedebah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para preman, baik yang berdasi maupun yang bertato, hadir atas kehendak Allah? Jika demikian, kenapa Allah menciptakan preman-preman di sekitar peradaban kita? Ataukah preman-preman itu tidak lebih dari kacung-kacung dan jongos, dan sang bos tunggal adalah iblis. Jika demikian, berarti betapa seringnya iblis melakukan perselingkuhan dengan nafsu kebinatangan dan kebuas manusia, dengan mengambil tempat di sebuah pasar duniawi yang dirayakan oleh pesta syahwat dan tipu daya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau para preman bertato, berkapak merah berkeliaran di bus dan kereta, bahkan berkeliaran bursa saham, gedung terhormat DPR/MPR, di ketiak dan selangkangan birokrasi atau di sandaran militer. Semuanya tidak lebih bahwa pesta robohnya suatu peradaban bangsa sedang digaris oleh Allah. Jika Allah ingin menghancurkan bangsa ini, maka Allah menurunkan para preman untuk menguasai lahan bisnis, peradilan, pemerintahan, institusi parpol, bahkan lebih keji lagi menguasai kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para preman "yang terhormat" (dan juga terlaknat), biasanya mencuci kotorannya melalui sumbangsih sosial, bikin money politic. Kalau perlu berjubah di masjid-masjid. Inilah era di mana anarkisme peradaban memasuki kegelapan jahiliyah modern. Dan premanisme memiliki lorong, dan kabel-kabel khusus dalam kebudayaan kita; lorong kegelapan dan remang-remang, kabel-kabel kemunafikan dan kedustaan. Ironisnya para preman sangat menikmati pesta kegelapan dengan diiringi jeritan-jeritan nuraninya sendiri, sampai terkapar dalam jahanam kriminalnya yang paling mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita juga jangan terlena. Perang antarpreman terkadang juga menggunakan nama Tuhan untuk melegitimasi powernya. Maka, para preman merasa dapat angin neraka yang dihembuskan oleh tipudaya surga semunya. Saat ini kekuasaan Amerika Serikat sebagai dalang premanisme dunia justru sangat berambisi menciptakan peradaban preman di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya aparat kepolisian kita selalu luluh untuk memberantas premanisme. Dar der dor, hanya preman kelas teri, yang ditembak. Apakah tindakan itu hanya untuk memuaskan "drama hukum" yang sudah mirip ketoprak humor? Kenapa bandot kelas kakapnya tak pernah diberangus? Atau memang ada drama baru, mcmbiarkan adanya premanisme sebagai komoditas bargaining psikologi dan politik? Wallahu A’lam. Aparat dan komandannya yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aspek ketuhanan, premanisme sampai kiamat memang akan ada. Bahkan dunia ini akan berakhir dengan kondisi yang paling gelap, paling buruk, dimana premanisme menguasai seluruh urat nadi dunia, dengan kekafirannya, kemusyrikannya, kemunafikannya, sadismenya, dan dengan kanibalismenya. Itulah lembah setan di hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menakdirkan manusia jadi preman, karena itu menyeleksi dan menguji hamba-hambanya yang beradab dan berperikemanusiaan. Jika Anda memilih jadi preman, maka Anda telah mendaftarkan diri sebagai sampah di neraka, sekaligus memilih menjadi “bukan manusia” dalam deretan makhluk Allah. Lebih tinggi binatang dan makhluk paling hina sekali pun di muka bumi ini. Kecuali  Anda segera bertobat, kembali pada jalan lurus bercahaya. Jalan Allah.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4254576784561546214?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4254576784561546214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4254576784561546214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/setan-itu-bernama-preman.html' title='Setan Itu Bernama Preman'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4348143689557419305</id><published>2007-05-20T06:21:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:24:01.847-07:00</updated><title type='text'>Berharap Ganjaran Dengan Tidur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di sebuah surau kecil di pesisir Kota Tuban, Jawa Timur. Saat para musafir lalu lalang melintas di jalan terdengar sayup-sayup suara merdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga santri cilik mengumandangkan pujian-pujian. Sambil menunggu sholat tarawih di tegakkan, mereka berulang-ulang mengumandangkan pujian-pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau disimak baik-baik, suara yang terdengar masih cedal itu ternyata berisi keutamaan bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah pujian mereka; // turune wong kang poso iku ngibadah // menenge wong kang poso iku moco tasbih.. . //.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa pesisiran itu kalau diterjemahkan, kurang lebih bunyinya begini; // tidurnya orang yang sedang berpuasa itu ibadah. Diamnya orang berpuasa itu membaca tasbih... //&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengerti atau tidak apa yang mereka kumandangkan, yang jelas santri-santri cilik itu rupanya hendak memberitahukan kepada kita yang belum mengerti, atau mengingatkan kita yang sudah mengerti tapi lupa, bahwa puasa Ramadhan itu sangat banyak fadhilah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat pujian-pujian itu, mereka juga ingin menyampaikan kepada kita semua — kepada yang ingin memperbaiki kualitas puasa, atau kepada yang baru berniat akan puasa — bahwa di bulan puasa, Allah benar-benar mengobral ganjaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memang punya malaikat yang memenuhi langit dan bumi ini. Setiap saat mereka selalu membaca tasbih. Allah juga memiliki nabi dan rasul yang bisa diharap syafaat-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga punya kekasih yang kita sebut waliyullah. Tapi, semua itu tak berarti apa-apa di bulan suci ini, dibanding dengan ganjaran yang akan diberikan Allah kepada manusia. Karena ganjaran puasa ini, Allah sendiri yang menangani. Itulah janji Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang maha Ghoni (kaya) dan yang maha Hamid (terpuji) sendiri berjanji akan membalas hamba-Nya yang berpuasa dengan ganjaran yang melimpah-limpah, maka jangan ada keraguan lagi. Mari berlomba-lomba mendatangi, mendekati, lalu memuji dzat yang maha menempati janji ini di bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu yang dilakukan, sudah pasti tidak ada dosa yang besar di bulan ini, tidak ada lagi kesemrawutan masalah di bumi ini, tak ada kegerahan, kepanasan, sekali pun matahari turun ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di bulan puasa ini, tangan kita mau menengadah, mata kita mau menangis, bibir kita mau basah dengan bacaan tasbih, hati kita mau merunduk, bertobat dan ber-istighfar kepada yang Maha Tartil dan Maha Pengampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah! Bagaimana mungkin kita tidak memanfaatkan bulan penuh berkah ini. Apakah kita tidak malu dengan sindiran anak-anak pesisir di atas tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurnya orang puasa itu ibadah, diamnya orang berpuasa sama dengan membaca tasbih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu mereka benar. Tidurnya orang puasa adalah ibadah. Daripada ketika tidak tidur, mata ini diajak melihat-lihat maksiat, kaki ini diajak berbuat kejahatan, dan tangan ini dibuat mencuri, bahkan korupsi. Maka tidur bisa berarti ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga diamnya orang puasa. Daripada banyak ngomong lalu menggunjing orang, keluar kata-kata kotor atau jijik, lebih baik diam.&lt;br /&gt;Nah, tidur saja bisa bernilai ibadah. Diam bisa berarti membaca tasbih. Apalagi, kita benar-benar beribadah atau benar-benar membaca tasbih? Bagaimana piranti wadag manusia ini mulai dari kepala, tangan, kaki, bibir, hidung, dan lain-lain. Bersatu bersama piranti wujud beribadah kepada-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pasti dialah orang yang beruntung itu. Orang yang akan menerima obral ganjaran langsung dari dzat yang maha tinggi, yaitu Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu teruskanlah menyimak pujian-pujian anak pesisir tadi, // Kang ngratoni, sekabehing poro ratu. Yoiku Alla asmane. Kang bakal paring piwales, sakabehing mong kang poso //&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;// Dialah ratu dari segala ratu, raja dari segala raja. Allah itulah sebutan-Nya. Yang akan membalas dan memberi ganjaran bagi orang-orang yang berpuasa //&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Allah dalam hadits qudsi; "Segala amal perbuatan manusia adalah hak miliknya, kecuali puasa. Sebab puasa adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah siapkah kita menerima balasan dari-Nya ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4348143689557419305?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4348143689557419305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4348143689557419305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/berharap-ganjaran-dengan-tidur.html' title='Berharap Ganjaran Dengan Tidur'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-1243786637878151624</id><published>2007-05-20T06:19:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:20:53.395-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Seumur Hidup</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ada beberapa persoalan menarik untuk kita renungkan bersama. Kapankah kita ini hidup? Di manakah kita hidup? Sudahkah kita ini hidup? Tahukah kita kalau kita ini hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jawaban yang selama ini saya terima jika mendapati pertanyaan-pertanyaan di atas. Di antaranya, saya hidup mulai usia 0 tahun, saya hidup di zaman yang serba kompetitif, saya tahu hidup dari nadi dan nafas saya yang terus bergerak ini, dan masih banyak lagi jawaban yang dikemukakan oleh ustadz-ustadz atau murid-murid saya sewaktu mondok di desa dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah itu semua? Jawaban atas pertanyaan tersebut ,semua benar. Dan memang, jawaban itu tidak ada yang perlu atau pernah disalahkan. Apalagi ada nilai nominalnya. Misalnya skor 7, 8, atau bahkan 10. Karena jawaban untuk pertanyaan itu memang bukan angka-angka, tapi sebuah keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alangkah baiknya jika sesekali kita masuk dalam wilayah filosofi yang terdalam dalam perjalana hidup ini. Hidup adalah perjalanan waktu yang sangat cepat. Saking cepatnya sehingga manusia tidak merasakan kalau sebenarnya dan seharusnya manusia harus bersyukur kalau kita sudah hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi filosofinya, hidup adalah perjalanan di atas waktu detik berganti menit, menit berganti jam, jam bergabung jadi satu hingga terbentuklah hari, hari jadi minggu, bulan, tahun, dan seterusnya. Manusia hidup berjalan di atas waktu-waktu itu. Begitu cepatnya, sehingga manusia tidak merasakan kecepatan itu. Tahu-tahu sudah berubah rambut, wajah, body, dan bagian-bagian panca indera kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna filosofinya, manusia berdiri pada satuan-satuan waktu. Satuan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, dasawarsa, bahkan abad. Manusia berdiri di sana. Manusia juga menjalankan keseharian di satuan-satuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya manusia yang berjalan pada satuan-satuan waktu untuk hidup. Ibadah kita juga diukur dari satuan-satuan. Sholat misalnya, ukurannya juga satuan. Salat wajib dilakukan lima kali sehari, sholat tarawih ada yang 8, 20, 36 rakaat, Idul Fitri dan Idul Adha setahun sekali, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berupa satuan itulah, maka sholat kita sebenarnya menjadi titik awal dari "puasa". Yakni "puasa" dari kesibukan-kesibukan, "puasa" dari kepenatan hidup yang terus diburu oleh waktu dan nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sholat, manusia akan sedikit terlepas dari rasionalitas hidup dengan mendahului sahur syahadat dan buka sholawat. Karenanya, kalau kita sangat yakin, dengan salat yang dipenuhi ketaqwaan dan cinta kasih pada Allah, maka Idul Fitri (kembali kepada kesucian diri) akan dengan mudah kita terima.&lt;br /&gt;Puasa Ramadan adalah bentuk dari "salat" kita yang lebih dahsyat, lebih punya makna yang luar biasa pada diri kita, lebih sedikit "memaksa" kita untuk berbuat agar lebih "tidak enak" lagi hidup. Sebulan penuh kita akan menikmati sebuah pengalaman rohani yang benar-benar akan membawa pada Idul Fitri yang luar biasa. Bahkan kalau kita bisa lulus, kefitrian kita bisa diibaratkan seperti bayi yang baru lahir. Masya Allah, luar biasa kemurahan gusti Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menuju pada "salat" - jika kita tetap sedikit memberi ruang pikiran kita berimprovisasi - yang benar-benar menuntut pada kefitrian sejati, self protection   kita harus benar-benar dipersiapkan. Terutama soal kesejatian puasa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, jika kita bisa makan dengan hanya satu roti, mengapa kita harus bernafsu makan dua, tiga, empat bahkan lima iris roti. Begitu juga jika kita mengartifisialkan irisan roti itu dengan kekayaan, kekuasaan, jabatan, dan lain sebagainya. Maka kesejatian puasa kita selama Ramadan ini akan sia-sia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, jika artifisialisasi di atas mampu kita amanahkan pada hati ini untuk sedikit menahan, maka kapanpun kita akan mampu ber-Ramadan dengan baik. Bukan hanya di bulan Ramadan ini saja, tapi seumur hidup kita akan merasakan ke-Ramadanan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasil yang akan didapat adalah Idul Fitri. Baik Idul Fitri yang besar maupun Idul Fitri kecil-kecil Semuanya akan kita miliki. Dan semuanya untuk diri kita sendiri. Nah, jika semuanya dilakukan, alangkah nikmatnya hidup ini jika kita mampu melaksanakan dengan penuh kecintaan dan ketakwaan. Allabu Akbar&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-1243786637878151624?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1243786637878151624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1243786637878151624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/ramadhan-seumur-hidup.html' title='Ramadhan Seumur Hidup'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4295365673191000079</id><published>2007-05-20T06:15:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:17:13.766-07:00</updated><title type='text'>Puasa Untuk Makan Sejati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Istilah sayyidus suhur (rajanya bulan) untuk bulan Ramadan memang tidaklah berlebihan. Di bulan suci ini, di mana umat Islam wajib melaksanakan puasa sebulan penuh dengan segala kaifiyahnya, tentu, menjadi ukuran tersendiri secara filosofis bagi manusia. Sebab, di bulan penuh berkah ini, umat Islam diajak untuk melatih diri dan berperang melawan segala nafsu. Peperangan itu tempatnya di hati dan waktunya mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berupa perang itulah, artifisialisasi khusus yang wajib dimiliki umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa adalah strategi perang. Strategi ini bisa berupa ilmu atau pengetahuan untuk memenangkan pertarungan dalam peperangan itu. Sayang, hingga saat ini belum banyak umat Islam yang memiliki strategi peperangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya, jika strategi itu betul-betul dikuasai, maka puasa Ramadan ini akan mampu membentuk manusia yang "kenyang sejati", karena makannya pun dari "makan sejati". Walhasil, dengan ketidaktahuan ini akhirnya puasa kita menjadi ala kadarnya. Tidak mendapatkan kemenangan yang sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktahuan strategi ini misalnya terlihat dari masih belum mampunya manusia mencermati nafsu makan selama berpuasa. Antara nafsu dan kebutuhan makan untuk perut, selalu disamakan. Akhirnya, jika salah satu peperangan Ramadan adalah melawan nafsu (apa saja; ya makan, seks, dan lain sebagainya), maka strategi yang lazim digunakan hanya objeknya saja. Yakni makannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu makan, misalnya. Jika diurai, konotasi dan artifisialisasi yang sering digunakan selama puasa Ramadan ini adalah makannya. Padahal perut manusia hanya membutuhkan makanan untuk proses metabolisme, bukan makanan itu untuk memenuhi perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang dilakukan manusia dalam hal ini adalah memenuhi nafsunya. Sehingga saat tiba buka puasa, yang dikenyangkan adalah nafsunya. Bukan perutnya. Di sinilah kekalahan kita dalam strategi peperangan ini. Ilmu kita tentang peperangan melawan nafsu masih kalah. Ya kalah telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sesungguhnya, perut kita selama puasa itu hanya minta kebutuhannya saja untuk alat kerja. Tidak minta macam-macam. Perut manusia tidak bisa membedakan apakah yang masuk itu pecel atau sate, tempe menjes atau pizza. Perut hanya minta kebutuhannya dipenuhi, bahkan kalau berlebihan malah akan ditolak. Tapi karena manusia terlalu memenuhi nafsu perutnya, yang terjadi adalah, manusia jadi dihamba nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puasa ini manusia dilatih untuk "makan sejati". Makan yang sesuai dengan ilmu Rasulullah "makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang". Makan yang sesuai dengan kebutuhan perut, bukan makan yang disertai nafsu-nafsu hingga harus berlebih-lebihan. Makan ketika ada tanda-tanda kalau perut ini minta jatah kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadan mengajarkan manusia untuk memegang banyak uang, cinta pada kekuasaan, sayang pada jabatan, dan menyukai hal-hal duniawi. Karena semua itu adalah makanan manusia. Itu semua adalah kebutuhan perut manusia. Tapi, jangan lupa, puasa ini juga mengajarkan untuk mengambil makanan itu jika benar-benar lapar. Dan harus dihentikan sebelum kekenyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, puasa Ramadan ini mengajarkan kita untuk "makan yang sejati", yakni makan yang hanya untuk memenuhi kebutuhan perut. Bukan "makan kamuflase" yakni makan yang hanya mementingkan nafsu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alangkah sedihnya kita jika melihat semuanya tidak terjadi seperti itu. Makan kita semua – meski kita puasa Ramadan – ternyata masih lebih menyukai "makan yang tidak sejati". Dan itu berarti strategi kita selalu kalah telak dengan setan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4295365673191000079?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4295365673191000079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4295365673191000079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/puasa-untuk-makan-sejati.html' title='Puasa Untuk Makan Sejati'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-698169896901980131</id><published>2007-05-20T05:34:00.000-07:00</published><updated>2007-03-19T06:15:08.592-07:00</updated><title type='text'>Kapan Mudik Hakiki</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Puasa kita sudah sampai pada sepuluh hari ketiga. Dan seperti tahun yang sudah-sudah, psikologis masyarakat kita benar-benar sudah disibukkan dengan lebaran. Alam pikiran masyarakat kita sudah gupuh dengan kebutuhan lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gupuh dengan membeli kue, baju baru, sarung baru, ngecat rumah, sofa baru, dan yang baru-baru lainnya. Semangat Idul Fitri (kembali pada kesucian) hanya sebatas diartifisialkan pada benda-benda dan kebutuhan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ini lebih dikenal dengan mudik (kembali ke asalnya). Ada yang untuk dirinya sendiri dan ada juga yang untuk lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya pun berbeda-beda. Yang inti, mudik ini pasti ditandai dengan memberikan sesuatu baru yang nantinya akan benar-benar dikembalikan pada dirinya sendiri, keluarga, dan lingkungannya. Untuk yang satu ini, masyarakat kita juga mau berkorban apa saja untuk bisa mudik dengan mencukupi kebutuhan "kebaruan" menjelang lebaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada sesuatu yang luar biasa jika mudik ini tercapai. Ada semacam kenikmatan dan kepuasan yang tidak bisa kita lukiskan dan sulit kita terjemahkan dengan kata-kata. Pokoknya...Masya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bagi yang tempat tinggalnya menetap di suatu tempat. Bagi masyarakat perantauan, mudik ini juga menjadi sebuah tujuan utama. Dan untuk mencapai tujuannya itu, usaha apapun dilakukan. Misalnya saja, untuk bisa mudik ke kampung halaman di desa sana, mereka mbelani mati-matian. Jangankan uyel-uyelan berebut kendaraan, jika mata sudah sepet nyolong pun akan dilakukan demi bisa mudik. Pokoknya tujuan sampai di kampung halaman terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu bisa melihat bagaimana masyarakat pemudik kita berjubel dengan aneka barang bawaannya. Bagaimana berebut naik bus, berdiri berjam-jam di kereta api, bahkan ada yang nekat naik di atas kereta, dan lain sebagainya. Hanya untuk bertemu dengan keluarga di kampung halaman, sakit-sakit dua hari di kendaraan pun tetap dibelanbelani. Mereka hanya ketagihan dengan nikmatnya berkumpul saat lebaran. Meski kadang – maaf – mereka juga ada yang tidak pernah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedikit kita masuk pada dunia tasawuf, fenomena mudik ini merupakan fasilitas Allah yang diberikan setahun sekali pada manusia untuk sedikit dinikmati menjelang lebaran ini. Fasilitas itu berupa kenikmatan manusia untuk berusaha menuju asalnya dia lahir. Tempat asal di mana manusia berkumpul kala masih kanak-kanak. Sehingga hanya dengan berkumpul setelah Ramadan - dalam hal ini Idul Fitri - ada semacam ketenangan batin dan kebahagiaan yang luar biasa jika kita sampai pada tujuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercengkrama, berkumpul, bersenda gurau, dan menikmati fasilitas hidup bersama orang-orang dekatnya dan lain sebagainya. Nikmatnya mudik ini bagi orang-orang yang punya nurani dan kepekaan hidup dirasakan sebagai kenikmatan yang luar biasa. Tak heran jika jalan apapun akan ditempuh perantau untuk bisa sampai ke rumah di kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik adalah fenomena kembalinya manusia pada sangkan paran, tempat cikal bakal hidup, dan asal mula tanah kelahiran manusia. Sehingga konotasinya, sejauh apapun manusia merantau (mengembara), maka keinginan dan ingatan yang paling kuat adalah asal muasal di mana dia dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudik merupakan fenomena ilaihi raji'un. Kembali kepada Allah. Kembali pada siapa yang menciptakan manusia seperti kita ini. Karena itu, sangat sayang jika kita menggunakan fasilitas Allah yang berupa kenikmatan mudik hanya ke kampung halaman saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara fasilitas mudik hakiki yang diberikan Allah pada manusia belum kita nikmati seluruhnya. Padahal mudik ke kampung halaman menjelang lebaran ini hanya seper sekian dari kenikmatan fasilitas mudik hakiki kepada yang menciptakan kita. Apalagi jika kita benar-benar berusaha sebagaimana usaha kita untuk mudik ke kampung halaman. Kapan kita benar-benar mudik kepada Allah? Siapa ikut, nikmatnya tak terkirakan lho?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-698169896901980131?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/698169896901980131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/698169896901980131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/kapan-mudik-hakiki.html' title='Kapan Mudik Hakiki'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-8236655963728005783</id><published>2007-05-10T18:14:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T18:16:13.052-07:00</updated><title type='text'>Ghost in The Machine</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pernah nggak kepikiran apa yang menyebabkan kita merasa "tertarik" pada "sesuatu" setelah mata kita dihujani pantulan kemilau cahayanya. Sebenarnya ini hal yang lumrah karena dari dulu, sejak SMP atau SMA (jurusan IPA), prinsip-prinsip dasarnya sudah diajarkan sebagai fenomena cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda. Istilah kerennya Black Body Radiation (BBR). Meskipun istilah BBR diungkap-kan sejak Max Planck merumuskan teori kuantum, tetapi fenomena bagaimana kita melihat dengan bantuan cahaya sebenarnya sudah di kenal sejak zaman Mesir Kuno yang dulu menyembah Matahari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu2nya alasan kalau orang mesir Kuno pernah menyembah matahari juga dikait-kan dengan kekuatan spektrum-spektrum cahaya tampak yg jatuh pada benda dan memantul ke arah retina mata kita sehingga kita bisa melihat "botol", "buku", "tulisan", "intan" dan lain sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang paling elok tentunya pantulan cahaya pelangi, cahaya gemerlap di prisma yang dipake Newton untuk meneliti perilaku cahaya, sampai yang dipendarkan intan berlian dan bisa memunculkan hasrat tak tertahankan dalam diri manusia, bahkan sampai bunuh-bunuhan pun mau dilakukan. Intan dalam bentuk manusia, tentunya wanita yang cantik molek yang bisa membuat raja-raja dan pangeran semaput sampai berperang seperti dilukiskan dalam film Troy. Itu semua ter-nyata gara-gara cahaya yang dipantulkan dari obyek yang mematuhi hukum BBR. Gimana wujud sebenarnya dari obyek tersebut? Wallahu alam kita nggak tahu persis. Mungkin sesuai dengan warna aslinya , mungkin justru bertolak belakang atau SERBA TERBALIK (hiiiiiii... ) .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua kekuatan Sinar Mentari nampaknya diketahui betul oleh orang Mesir Kuno sebagai suatu kekuatan yang luar biasa. Tidak heran kalau di Mesir, dan beberapa kawasan lain yang nampaknya dipengaruhi bangsa Mesir Kuno, terjadi pemujaan terhadap Matahari (Dewa Ra).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di bagian lain, ada juga yang lebih mempercayai  cahaya yang lebih terasa me-nyengat dan membara dikit yaitu api seperti di Persia yang memunculkan agama Zoroaster dengan ungkapan tertingginya Ahura Mazda. Ungkapan ini anehnya justru mendewakan tuhan yang feminim karena sebab-sebab yang berkaitan dengan kemampuan Wanita menjadi medium penciptaan dengan beranak pinak.Sampai hari ini, pengaruh cahaya matahari yang menampilkan bayangan bentuk benda, bentuk sosok wanita, bentuk perhiasan sprti berlian, mobil, rumah, binatang piaraan,makanan, minuman sampai sandal jepit, sebenarnya terlihat seperti itu oleh mata kita karena sebab-sebab yang terjadi pada hukum pemantulan  cahaya yang ukurannya tertentu. Nah, cahaya yang dipantulkan ini nampaknya secara langsung mempengaruhi hawa nafsu kita. Contoh gamblangnya kalau sampeyan melihat cewek/cowok kinyis-kinyis dengan belahan dada dan paha sedikit terbuka sampe terbuka pisan, atau mobil kluaran baru pastilah (sebagian besar) pada ngiler sampe ngeces, dan suatu hasrat misterius menggelorakan darah kita, adrenalin kita, trus menyodok perut sampai muncul mual2, lantas masuk ke dada yang kemudian ber-asa menjadi sesak, lalu mengalir ke ubun-ubun sampai kepala nyut-nyutan dengan tak lepas membayangkan gambaran indah "kapan ya bisa punya yang seperti itu?". Nah kalau sudah begitu, hati-hatilah jaga pandangan Anda karena kelak bisa membuat Anda tergelincir berbuat maksiat  hanya gara-gara dipicu oleh pantulan cahaya dari cewek/cowok cakep atau cat mobil keluaran baru, yang rupa aslinya kita nggak tahu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melihat sesuatu menjadi benda sebenarnya kita melihat dengan hijab. Hijab itu formalnya adalah simbol, bilangan dan abjad-abjad, yang secara psikologis menampilkan gambaran realitas maya di korteks selebral otak kita. Film kehidupan diputar di sono sebagai film yang terus-menerus diputar sepanjang usia kita, merekam apa saja sampai sekecil-kecilnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Film yang merekam semua tindakan kita adalah komposisi bit-bit yang kita susun berdasarlan respon akhlak dan perilaku kita terhadap cahaya yang masuk ke retina dan diolah di bagian otak kita. Kalau otak kita tidak menyambung dengan bagian dalam kita, yaitu hati sebagai sumber yang sebenarnya menyatukan realitas kehidupan kita karena erat kaitannya dengan medan gravitasi dan juga menyatu dengan munculnya Sang Waktu, maka gambaran yang dinyatakan akan di-pengaruhi oleh interaksi cahaya yang kita terima saja lengkap dengan kontaminasi-nya. Dan tentunya interferensinya dengan sumber-sumber cahaya atau sumber-sumber api lain di luar diri kita yang sering disebut makhluk halus sebangsa jin, iblis, setan, wewe gombel, kuntilanak sampai laler ijo.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau ini terjadi, panas tubuh kita tiba-tiba sedemikian mudah menjalar, meledak, dan tumpah menjadi berbagai rupa kelakuan yang buruk. Yang paling buruk adalah ketika akal pikiran menjadi buntu trus buta dan akhirnya rusak alias gila, baik secara ruhaniah maupun gila beneran. Kalau akal buta maka manusia pun seperti zombie saja, cuma berjalan sekedar saling memakan antar sesamanya. Itulah pengaruh cahaya yang kita terima dalam keadaan biasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, skarang dengan zaman digital dan semua tampilan virtual bisa ditampilkan dimana-mana, sumber cahaya yang bisa merusak pandangan mata, akal pikiran dan hati ternyata muncul darimana-mana, baik di kantor dengan komputer kita, baik di jalan dengan PDA dan handphone kita yang sudah multimedia, bahkan tanpa sadar di hadirkan dari sisi yang dikira paling aman, yaitu dari RUANG TAMU ATAU RUANG KELUARGA RUMAH KITA yang setiap hari menayangkan iklan-iklan yang merayu-rayu, film2 yang dibilang lucu tapi nggak lucu, sinetron terbaik ternyata ceritanya ngawur dan bahasanya sembrono, berita yang membuat miris karena sengaja buat ngejar peringkat prime time, dan acara-acara lainnya yang justru semakin memperparah kondisi jiwa dan raga kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Iblis dan setan pun sebenarnya dengan mudah mempunyai medium dan sarana yang canggih, melalui personal device kita, TV, Film, bioskop, dan tayangan lainnya. Di televisi kondisinya makin parah, suku-suku Yakjuj dan Makjuj pun turun dari tempat-tempat tinggi imajinasi manusia, menghadirkan hiburan yang mencekoki mata kita, menumpulkan otak, membutakan hati, meningkatkan hasrat keinginan2 yang ngak perlu dan akhirnya kiamat yang real pun tiba. Saat itu mungkin kita masih bengong di depan TV menunggu infotainmen terbaru sambil bengong membayangkan seandainya.. ...seandainya. ... seandainya.. .. Ghost In The Machine memang Real bukan Fiksi lagi. Jadi jagalah keluarga Anda dan diri Anda sendiri supaya tidak dikadalin gerombolan cahaya virtual yang muncul dari Ghost InThe Machine (TV) yang Anda pelihara di rumah Anda atau di kamar-kamar Anda. Achtung!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-8236655963728005783?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8236655963728005783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8236655963728005783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/ghost-in-machine.html' title='Ghost in The Machine'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-2981212059893860512</id><published>2007-05-10T18:10:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T18:14:27.386-07:00</updated><title type='text'>Fenomena Dajjal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Wa Nafsi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cahaya yang sampai di hexel-hexel (hexagonal pixel) retina mata kita sebenarnya cahaya yang dipantulkan oleh benda lainnya yang memenuhi hukum Black Body Radiation. Setiap foton cahaya adalah suatu zarah yang memuat informasi sebagai kadar yang ditanggungnya yang sesuai dengan komposisi rapat masa tertentu sehingga ia bisa ditarik oleh mata kita yang mengandung kekuatan Wa Nafsi yang muncul dari Qalb. Ketika foton yang dipantulkan suatu benda jatuh di retina, secara langsung foton-foton ini membangkitkan energi panas yang muncul karena gesekan antara materi di jasad kita dan karena adanya energi yang muncul dari hasrat Tuhan yang dinyatakan dari Qalb.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Energi itulah yang disebut sebagai Wa Nafsi yang mempunyai potensi baik atau buruk (QS 91:7-10) tergantung bagaimana kita mengolahnya dan bagaimana kita mengatur asupan energi lainnya ke dalam tubuh kita berupa makanan dan minuman, serta energi yang digunakan untuk memperoleh makanan dan minuman itu (cara kita mendapatkan makanan dan minuman tersebut)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Komplemen atau pasangan Wa Nafsi adalah Athmaan yang mensinkronkan Wa Nafsi dengan sumber asal cahayanya baik dari sumber eksternal (matahari) maupun internal (bisikan hati, mintalah fatwa dari hatimu adalah hadis yang menjelaskan hal ini). Athmaan inilah yang dimaksudkan sebagai graviton oleh Einstein. Athmaan dan Wa nafsi berinteraksi  sedemikian rupa sehingga muncul Chemical God yang mengaktualkan energi menjadi gambaran realitas yang berubah yaitu Waktu yang menyimpan kesejarahan kita sebagai makhluk berpikir dan mampu memaknai. Bayang-baynag realitas maya pun kemudian tampil bagai-kan film di korteks selebral kita. Lalu kitapun merasa ada.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;WaktuDengan lahirnya Sang Waktu dan Realitas Materialistik yang bisa dipikirkan dan dirasakan ada, maka setiap makhluk dibatasi oleh siklus yang mengikuti keseimbangan dinamis dalam sistem kehidupannya yaitu siklus kelahiran, kehidupan, kematian dan kehidupan setelah alam dunia fisikal (akhirat). Waktu yang nyata kita lihat dan kita ukur dengan satuan 24 jam sehari semalam, satu jam 60 menit, satu menit 60 detik, satu detik 1000 mikro detik sebagai proses terkecil, sebenarnya tidak real karena dilogikakan dari kekurangan kita yang tak bisa melihat dan membuat bentuk sempurna (misalnya lingkaran).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang kita kenal sekarang ini dan disebut sebagai waktu nyata meskipun relatif menyimpan akumulasi dari masa lalu dan masa depan yang akhirnya muncul sebagai masa kini dari superposisinya di dalam celupan ilahiyah yang kita sebut ilmu pengetahuan tauhid dalam koridor jumlahan sejarah atas semua ketentuan, lokasi, pelaku dan masa kejadian atau peristiwanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dasar-dasar yang menyatakan peristiwa karena itu bergantung pada penentuan lokasi, tempat, nama dan waktu kejadiannya dalam lingkungan yang bebas tapi terbatas (sebatas 0-9,a-z,alif- ya, dan sistem huruf lainnya). Dan karena itu pula, kita bisa belajar dari masa lalu, memproyeksikan masa depan sebagai idea imajinal atau cita-cita yang diinginkan, kemudian di tarik ke masa kini sebagai titik tolak pelaksanaan. Dengan kata lain, kitab-kitab yang meramalkan masa depan sebenar-nya BUKAN MERAMAL tetapi ACTION PLAN dengan Idea Imajinal yang hendak  dinyatakan oleh kita. Manusia nampak bisa meramal sebenarnya belajar dari kebiasan-kebiasaan yang muncul dari dunia nyata dengan simbologi-simbologi yang ditentukannya menjadi suatu siklus, kebiasaan dan kemudian dirumuskan menjadi hukum-hukum alam atau penafsiran-penafsiran lainnya misalnya horoskop dengan tanggal kelahiran, horoskop dengan nama Anda dll.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Contoh demikian sebenarnya tersirat dalam kisah Nabi Yusuf a.s yang menafsirkan mimpi Raja Mesir. Kisah Yusuf a.s sebenarnya ungkapan yang menyatakan siklus kejadian yang sering muncul dalam suatu lokasi misalnya banjir Sungai Nil dengan periode tertentu, jadi ia berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan alam. Akan tetapi kapan kejadiannya sebenarnya tidak diketahui dengan persis karena pengetahuan kita muncul dari ketidaksempurnaan kita. Namun apa yang akan terjadi, peristiwa apa yang akan terjadi selama siklus tertentu sebenarnya bisa diperkirakan termasuk dampak-dampaknya dan cara menanggulanginya seperti solusi yang diajukan Nabi Yusuf a.s untuk menafsirkan mimpi sang raja (mimpi sang raja sebenarnya kiasan untuk mimpi dengan hawa nafsu yang menyampaikan ilham dari Allah, Cuma karena dominasi nafsu manusia sangat kuat seringkali gambaran mimpi menjadi begitu aneh). Dalam masa modern, kebiasaan yang muncul sebagai siklus akhirnya muncul sebagai hukum-hukum alam dengan penisbahan pada penemunya atau mereka yang menelitinya misalnya teori gelombang harmonis dll. Bisa kebayang-kan kalau orang tidak sadar lingkungan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Yang Tersurat &amp; Tersirat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika seseorang mulai memicu kesadarannya dengan Idea Imajinal, maka ia sebenarnya sedang menafsirkan gerak-gerik Wa Nafsi-nya yang menjadi gangguan dari ilham Tuhan yang abadi (yaitu Pesan CintaNya, EROS) yang muncul dari hati atau dari luar (dengan melihat fenomena alam), yang ingin menyatakan hasrat ideal atau cita-cita yang bisa dijangkaunya dan bisa dipahaminya sesuai dengan wa-nafsi yang diolahnya (dan karena itu cita-cita ini bergantung pada pendidikan orang tersebut atau lingkungannya atau yang diinginkannya sendiri sebagai ilham atau sama sekali tidak mempunyai cita-cita khusus tetapi menjalani takdir apa adanya saja, atau sekedar menggenapi takdir yang ditentukan Tuhan saja).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, orang bercita-cita jadi insinyur maka ia sebenarnya telah menetapkan Idea Imajinal dengan wa Nafsinya sehingga dalam masa hidupnya setiap gerak geriknya sebenarnya suatu proses pembangunan cita-cita yang memerlukan konsistensi untuk menjalaninya atau istiqomah. Kalau Wa Nafsinya ini tak dikendalikan maka Idea Imajinal itu bisa menimbulkan berbagai hal yang merugikan dirinya, jadi ia bisa menjadi manusia yang menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya itu. Ini adalah manusia yang terpenjara oleh hawa nafsunya. Meskipun orang mungkin tidak mencapai apa yang diinginkannya, Action Plan sebenarnya telah disuratkan sejak awal mulanya karena adanya faktor pewarisan dari penciptaan dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sang Pewaris yang murni terilhami oleh Pesan Tuhan yang kelak menjadi Wahyu Yang Diwahyukan adalah dia yang kelak menerima apa yang telah ditakdirkan padanya sebagai Kodrat Ciptaan. Sedangkan yang mewarisi akan dinyatakan melalui pengemban amanat penciptaan yaitu "Ibu atau kaum wanita yang melahirkan" dengan pasangannya sebagai suaminya (Adam dan Hawa). Dari pasangan suami dan istrilah berbagai format bentuk manusia kemudian dihadirkan dengan kadarnya masing-masing dengan suatu proses dimana anugerah Cinta Tuhan dinyatakan. Si baik dan si buruk pun akhirnya bisa muncul dari satu rahim yang sama, sesuai dengan potensi laten yang diwarisi dari pihak Ibu dan bapak, dan sesuai dengan bagaimana pendidikan dan interaksinya dengan lingkungan dilakukan, khususnya dengan pengelolaan Wa Nafsi dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap takdir yang tersurat pada setiap manusia sebenarnya mengemban amanat Tuhan untuk menampilkan Kemahagungan dan Kemahaindahan Tuhan (Cinta Ilahi) dengan memberikan kemampuan terbatas tapi memadai untuk dikembangkan mulai dari titik "sadar", mengenalNya, patuh, dan sampai kepadaNya. Dan untuk menunjukkan KemahaberilmuanNya Tuhan tidak menciptakan makhluk yang wujudnya serupa di tatanan materialistik yang bisa kita lihat, bisa kita rasakan, dan bisa kita sadari bahwa Dia Maha Berilmu. Sedangkan ditatanan esensial, semua makhluk asal muasalnya sama yaitu bayangan DiriNya yang menyaksikan ke-Esa-anNya (Qs 7:172) sebagai Jiwa Yang Satu (Qs 6:98). Kalau tidak demikian, Tuhan kita menjadi tidak Rabbul ‘Aalamin dan kekurangan ilmu. Dalam menciptakan makhluk dengan tatanan yang bertingkat, Tuhan memang menyisipkan perintah-Nya yang kemudian menyebutkannya sebagai Ruh ‘Amrina, Dia memang meng-hitung segala sesuatu satu demi satu (Qs 72:28) dan menuliskan kode penciptaan dengan filosofi algoritma genetik,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; “Tulis sekali saja, selanjutnya biarkan semua berkembang sesuai dengan Pesan-pesan Tuhan yang dipahami manusia sebagai makhluk yang menanggung amanat penciptaan untuk Wushul atau sampai kepadaNya dengan potensi yang dikembangkannya masing-masing” .&lt;br /&gt;Proses demikian selama kesejarahan manusia akan terus berlangsung sampai terjadi suatu titik temu yang aktualitasnya atau kejadiannya sesuai dengan kemunculan kekuasaan mutlak Tuhan yang tak bisa dicegah dan tidak pandang bulu karena ketidak sempurnaan manusia yang tidak menyelaraskan diri dengan hasrat, keinginan, dan kehendak Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;666 &amp; Dajjal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadi, penyimpangan dari kondisi awal mula yang dinyatakan dengan Kun fa Yakun dan Basmalah untuk mengaktualkan Jamal dan Jalal Allah bisa menyimpang dari tujuan semula karena hukum-hukum yang sekarang ini dipahami manusia dimulai dari kondisi kaotik dan fraktal yang sifatnya "pendekatan diskrit", akumulatif, eksponensial, logaritmik dan mengandung ketidaksempurnaan yaitu 1/6 (0,666667).Orang zaman dulu dengan keterbatasannya akal pikirannya dan kisruhnya nafsu dirinya mengira ketidak akuratan ini kesialan dan dinisbahkan sebagai SETAN atau simbol mata dajjal 666 (bentuk lingkaran dengan 3 garis atau seperti bentuk kipas turbin). Ketika menafsirkan bola mata dajjal ini manusia berbeda-beda memaknainya, dan lahirlah banyak agama dan kepercayaan. Nabi Muhammad Saw memahami hal ini dengan hawa nafsu yang lebih terkendali sehingga ketika Pesan Tuhan yang menjelaskan bahwa manusia tidak sempurna dipahami, yang muncul adalah ungkapan Wahyu supaya manusia jangan melampaui batas Al-Mizan (QS 55: dan Kesadaran Atas Waktu untuk bersabar dan saling menasihati di dunia yaitu QS 103 sebagai titik tolak penyingkapan tabir jiwa manusia sampai akhirnya manusia ASLIM di  hadapan Tuhan. Komposisi QS 55:8 ini menarik karena jumlah nilai hurufnya total 1667, sedangkan QS 103 menyimpan rahasia teknik memenggal kepala dajjal yaitu QS 103-1 disusun dengan 6 huruf untuk menyata-kan sumpah Tuhan “Demi Waktu”, terus diungkapkan cara menyisati kehidupan dengan 15 huruf (Qs 103:2) dan 51 huruf (QS103:3), totalnya 6 dan 66 huruf, meleklah kebutaan matahati manusia setelah sadar atas waktu kehidupannya yang terbatas dan hanya sementara dengan anjuran seperti disebutkan dalam QS 103 untuk sabar dan saling menasihati. Dulu banget mungkin ada orang-orang pendengki yang membuat tafsiran ganjil karena tidak paham maksudnya tentang simbologi 666 sampai muncul kisah dajjal dan lain sebagainya. Dajjal yang benar adalah manusia, lingkungan, sistem sosial, perusahaan, organisasi, atau negara yang summum bukmun dan umyun yang diungkapkan di dalam surat al-baqarah ayat 171 Qs (2:171) dengan titik tolak komponen mendasar sistem kehidupan yaitu manusia yang telah tuli, bisu dan buta karena mereka tidak mengerti. Juga diungkapkan dalam QS 21:3 sebagai orang yang hatinya lalai untuk memahami realitas dirinya, lingkungannya dan Tuhannya yang sebenarnya wajah-Nya ada dimana-mana.Surga Atau Neraka Di Dunia&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau manusia alpa atau lalai atas dirinya yang lemah (jadi manusianya menjadi jumawa atau sombong) dan atas fenomena alam yang tampil dari Kekuasaan Tuhan secara langsung (tidak sadar lingkungan malah merusak lingkungan) maka semua kehidupan manusia akan menuju ke wilayah yang sebenarnya tidak diinginkannya.Karena itu, neraka bisa muncul di bumi dalam skala masing-masing karena kelalaian diri sendiri yang mau dijajah nafsu atau diri rendah (bisa dalam diri sendiri yang rasanya bete, kesel atau tersesat atau summum bukmum umyun, bisa dalam lingkup keluarga yang tidak harmonis, bisa dalam lingkup wilayah/daerah, nasional, sampai global). Surga bisa diciptakan karena adanya kesadaran atas semua fenomena Tuhan yang dirasakannya dengan keberserahdirian yang mutlak (Aslim) di hadapan Tuhan dan patuh dengan perintah dan larangannya serta mematuhi pedoman universal yang sudah diinformasikan oleh Nabi Muhammad SAW.Jadi, tinggal Anda pilih mau membangun neraka di dalam diri dan lingkungan hidup Anda atau mau menciptakan surga? Kehendak bebas terbatas sudah dianugerahkan kepada manusia, jadi silahkan anda pertimbangkan sendiri keselarasan tindakan, akal pikiran dan hati Anda dengan hasrat, keinginan, dan kehendak Tuhan yang hukum asalnya sederhana sekali “Keseimbangan dan Keadilan Tatanan” untuk menampilan “Rahmaatan Lil ‘Aalamin” sebagai “Jamal dan Jalal Allah” dengan naungan kalimat tauhid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS 13:11)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-2981212059893860512?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2981212059893860512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2981212059893860512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/fenomena-dajjal.html' title='Fenomena Dajjal'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-839784414974179797</id><published>2007-05-10T18:07:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T18:08:23.241-07:00</updated><title type='text'>Konsep Dasar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di rumah, pagi ini saya menguraikan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan paling modern dengan cara sederhana. Konsep itu antara lain Quarks yang mewakili dunia kuantum dengan 6 citarasa dasarnya yang ditemukan sejak tahun 1964 yaitu UDSCBT, teori atom yang sudah dikenal idenya sejak zaman Demokritus Yunani dengan proton, elektron dan netronnya (PEN), unsur-unsur dasar penunjang kehidupan yaitu carbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen (CHON) yang merupakan unsur-unsur dasar yang bisa ditemui di meteorit, dan komposisi genetika manusia yang telah diuraikan menjadi suatu untaian rumus dengan komposisi senyawa kimiawi yang disebut ACGT. Selain tatanan materialistik diatas, saya kemudian menggabungkannya dengan konsep Energi dan Gaya Fundamental yaitu Gravitasi (G), Elektromagnetik( E), dan Energi Nuklir (GEN), dan satu sumber azali sebagai ALLh atau A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan ke-5 konsep tatanan materialistik itu kemudian saya uraikan dengan teori dasar bilangan dan huruf yang tercakup dalam pengertian Geometry Matrix atau Gematrix atau al-Jumal. Pilihannya adalah huruf Arab yang mempunyai 28 huruf dan sistem desimal 0-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan mengkomposisikan huruf-huruf awalnya saja, saya kemudian menggunakan Geometri Matrix hurufnya dan menguraikannya dengan cara jumlah, tambah, kurang , bagi, kali dan unifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya ternyata mencitrakan Makna dan Rasa yang tersembunyi dalam komposisi bilangan dengan artikulasi yang menarik seperti bilangan 66 (Lafaz Allah), bilangan 69 (Thaasin, QS 27:1), bilangan 76 (‘Abd, QS 76), bilangan 195 (Kaf ha Ya Ain Shaad, QS 19:1), dan komposisi   sebelah tangan kita (tangan kanan) dimana Ibu Jari dan Telunjuk kita yang setiap akhir rakaat ke-2 selalu kita acungkan ke depan (untuk rinciannya, saya serahkan pembaca menguraikannya sendiri hehehe..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan awalnya adalah, setiap rasa dan gerak yang kita nyatakan sejatinya muncul dari keinginan dan kehendak ALLh sebagai suatu kenyataan alamiah yang muncul dari rasa dan gerak yang penuh Kemahaindahan dan Kemahaagungan  ALLh, yang akhirnya menguraikan Pesan Tuhan menjadi sistem simbolik, bilangan dan huruf atau abjad, desimal, dan biner yang dinyatakan sebagai 12 huruf  Laa Ilaaha illaa Allah (numeriknya 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui suatu proses yang selama ini kita sebut sebagai rasa, gerak dan tindakan dan kemudian kita nyatakan dengan simbol, geometri, bilangan dan huruf, menjadi nama-nama, kata-kata, kalimat-kalimat, wacana-wacana, dan kitab-kitab, semuanya itu adalah keinginan ALLh untuk dikenal oleh makhluk yang berbeda dengan Realitas DiriNya. Baik dari dongeng, legenda, mitos, tulisan, maupun muncul sebagai karya ilmiah dan gosip murahan, baik dari teori kuantum maupun Kitab Wahyu, semuanya merupakan simbologi gerak dan keinginan yang direspon manusia sesuai dengan pemahamannya sampai akhirnya muncul sebagai tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk adalah diskontinuitas yang dihadirkan dari sifat-sifat dasar ALLh untuk dikenal. Sifat dasar itu dikenali dari ketidaksempurnaan makhluk yang tidak bisa secara utuh mengenali bentuk-bentuk kesempurnaan atau bentuk ideal. Bentuk ideal tersebut yang masih dikenali adalah bentuk titik atau zarah menjadi suatu lingkaran wujud yang ideal dengan nilai irrasional karena tak pernah habis bagi yaitu rasio lingkaran 1:2:4 yang merupakan komposisi Golden Ratio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bentuk-bentuk ideal melakukan transformasi dalam keadaan yang mematuhi hukum asal yaitu keseimbangan dan dinamika perubahan (QS 67:3-4), muncul bentuk ideal lain yaitu bentuk 69 (Thaasin) atau bentuk yang terpetakan dalam konstruksi kerang Nautilius dan proporsi ideal lainnya yang berkaitan dengan simbologi 6 sebagai bilangan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk baru bisa mengenaliNya dengan apa yang kemudian disebut PengetahuanNya yang dinyatakan yaitu Rasa dan Gerak yang kemudian diikat, dilukiskan dan dibunyikan menjadi simbol, bilangan dan huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap simbol dasar sebenarnya muncul karena KETIDAKSEMPURNAAN MAKHLUK yang tidak bisa mengenali dan membangun BENTUK SEMPURNANYA meskipun bentuk itu sudah dihadirkan didalam IDEA dasarnya yaitu AKAL dan HATI sebagai wadah manifestasi keinginan dan kehendak ALLh yang disebut secara generik sebagai TUHAN YANG MAHA ESA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Gerak dan Rasa dinyatakan, maka gerak dan rasa itu dilukiskan dengan simbol yang muncul dari rasa dan gerak si makhluk. Karena itu, jejak kaki binatang, kerang, bentuk bunga, perubahan gerak &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/74" target="_blank"&gt;si Geulis kaki 1000&lt;/a&gt;, polah, tingkah gerakannya dan semua penampilannya sebenarnya Pesan-Pesan Tuhan yang tersembunyi yang dapat mengilhami makhluk yang mampu menyimpan, mengolah, dan menjelaskan Pengetahuan Tuhan dengan bantuan geometri, desimal maupun abjad dan sistem huruf lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini makhluk itu adalah Makhluk Yang Mengemban Amanat Penciptaan yaitu Amanat Untuk mengenal Tuhan dan menjadi HambaNya yang patuh dengan Perintah dan LaranganNya. Anugerah Tuhan kepada makhluk tersebut adalah anugerah untuk bisa MEMAHAMI DAN MEMAKNAI GERAK DAN RASA ITU  sebagai gerak dan rasa Penciptanya. Karena itu ungkapan “&lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/75" target="_blank"&gt;Yang akan mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya&lt;/a&gt;” merupakan konsep kesejatian untuk mengungkapkan hubungan makhluk tersebut dengan Peciptanya. Makhluk itulah yang kita sebut sekarang sebagai &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/71" target="_blank"&gt;Manusia Anak Cucu Adam&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ethicalspace.org/archive/2003_V1-1_feature.html" target="_blank"&gt;animale rationale&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ungkapan keinginan dan kehendak Tuhan yang diucapkan maupun dituliskan, maupun dinyatakan dengan tindakan sejatinya mengandung Pesan-pesan. Pesan Nyata adalah akhlak dan perilaku yang mencitrakan kemuliaan, kesucian, keindahan dan keagungan Penciptanya yang dikonfirmasikan di QS 9:128-129. Dari pengertian ini setiap pesan dasar sebagai KATA adalah KUNCI pengenalan akan keinginan dan kehendakNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA paling dasar yang menjadi fondasi diwakili oleh ungkapan CINTA atau al-Mahabbah dengan keintiman disebut ISYIQ. Tapi dari setiap kata terdapat inti KUNCI yang tidak lain adalah HURUF PERTAMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari huruf pertama yang diungkapkan dengan sempurna maka huruf itu adalah &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/3" target="_blank"&gt;ALIF dengan simbol numerik dan makna 1 sebagai ALIF, ALPHA, ESA, ONE, SATU, SIJI, HIJI,&lt;/a&gt; dan berbagai ungkapan lainnya. Setiap huruf awal karena itu mengandung makna yang mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep dasar pengetahuan Tuhan yang kemudian diungkapkan oleh manusia dengan akal pikiran dan hatinya yang telah mengintegrasikan pengertian simbolik, filosofis, rational dan kreatifnya menjadi suatu ungkapan multidimensional dengan tujuan yang tertentu. Tujuan paling utama adalah ungkapan yang mengarahkan manusia mengenal Tuhan dan sampai kepadaNya (Wushul) yang saat ini kita kenal sebagai Firman-firman Tuhan dalam Kitab Suci Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana suatu Idea diungkapkan menjadi suatu konsep pengetahuan dan diyakini kebenaran relatifnya berkaitan dengan sintesis filosofis, rasional dan kreatif. Dalam ruang-waktu kekinian dapat diambil contoh misalnya ketika orang menemukan suatu partikel dasar yang tak bisa diindra, manusia kemudian mengungkapkannya dengan cita rasa yang dikenal sebagai QUARKS dengan nama UDSCBT, demikian juga ketika dunia atom dikenal dan muncul PEN semua itu sebenarnya diwakili oleh HURUF PERTAMANYA. Dengan geometri dan simbol yang muncul dari kemampuan RASA ME-MAQNAA-I dengan CINTA atau SUKA BGT, ia kemudian dijembatani dengan LOGIKA yaitu bilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini maka hubungan antara bilangan dan huruf dinyatakan dengan sebutan GEOMETRY MATRIX atau Gematrix atau al-Jumal. Karena itu pula maka saya bisa menguraikan konsep-konsep dasar RASA dan GERAK dari huruf pertama setiap ungkapan kata yang mewakili suatu kalimat atau uraian seperti Energi, Quarks, Atom, Unsur, Gen, Sel, Jaringan, Obyek, Benda Bermassa (batu), Benda Bernyawa (binatang dan tumbuhan), dan Benda Berakal dan Berhati (manusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika benda bermassa, berakal, dan berhati dihadirkan di bumi, maka pengenalan benda tersebut, yang kemudian kita sebut sebagai Manusia sebagai BANI ADAM atau An-Naas, hanya dimungkinkan jika dan hanya jika terdapat INTEGRASI HORISONTAL ANTARA TINDAKAN-AKAL- HATI sebagai suatu siklus tertutup yang pertama. Namun, yang diungkapkan dengan TINDAKAN-AKAL- HATI yang benar adalah  suatu kenyataan yang diungkapkan sebagai suatu integrasi vertikal (dalam arti khusus maksudnya transenden) dengan suatu lingkaran yang berada di dalam lingkaran yang lebih besar dan maha meliputi yang kita sebut dengan ungkapan TUHAN YANG ESA .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi lingkaran tersebut bukan sekedar membatasi, namun juga menembusi ke semua arah atau mencelup semua eksistensi makhluk, simbologi CintaNya barangkali adalah sebuah CINCIN tipis berlapis dua atau sebuah &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/77" target="_blank"&gt;Bunga Sidrath&lt;/a&gt;. Akan tetapi simbologi logisnya kemudian muncul sebagai bentuk melingkar dengan nilai perbandingan keliling dan diameternya disebut pi=355/113 yang irrasional, dan dapat dapat dinyatakan sebagai &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/72" target="_blank"&gt;PHI=1,618 dan PI=22/7 yang REAL&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PI dan PHI YANG IDEAL, yang membangun Lingkaran Wujud Yang Maha Meliputi adalah lingkaran yang mewakili Keinginan, Kehendak dan Kekuasaan Tuhan yang meliputi semua makhluk untuk DIKENAL dengan melalui sistem inderawi yang dinyatakan ada pada makhluk yang mengemban amanat penciptaan yakni manusia. Sebelum muncul dikenali, Lingkaran Wujud diwakili oleh Rasa dan Gerak FundamentalNya yaitu GRAVITASI dan Elektromanetisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari GRAVITASI maka RASAlah yang bisa menangkapnya karena semua itu akan mengikat apa yang akan ditampilkan oleh Gelombang Elektromagnetik sebagai Implementor Gerak dan Perubahan Dinamis di muka bumi, di akal pikiran manusia dan dihadirkan di dalam HATI dengan aktualnya MAQNAA dan Yaqin dengan Haqq untuk kemudian dengan GRAVITASI yang nilainya identik dengan nilai asli JAMAL dan JALAL disampaikan kembali kepada TUHAN sebagai ORIGINATOR segala sesuatu, maka jadilah manusia menjadi asma yang menampilkan Jamal dan Jalal Allah dimuka bumi, menjadi kekasih yang diterima Tuhan karena mampu merespon asma dan sifatNya dengan benar, tegak lurus, dan murni, serta memenuhi hukum dasar dan ketentuan yaitu INHARMONIA PROGRESSIO, yang mematuhi perintah dan larangan-Nya dan akhirnya akan kembali kepadaNya dengan meniti GRAVITASI KUANTUM atau &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/50" target="_blank"&gt;SHIRATHAAL MUSTAQIIM&lt;/a&gt; yang telah menghadirkan Bunga-bunga Cinta Ilahi di Muka Bumi dengan menjadi HambaNya dengan kekhususan menjadi Kekasihnya (Habib), Temannya (Khalil), HadiahNya (Hibah), dan istilah-istilah lainnya yang menunjukkan keistimewaan WaliNya dan KhalifahNya atau Penguasa PengetahuanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, yang menerima kekhususan bukan sekedar HambaNya semata, karena atribut Hamba adalah anugerah bagi semua makhlukNya, Hamba adalah RahmatNya yang tak pandang bulu, tapi atribut kekhususan sebagai Khalifah hanya milik makhluk yang dikendakiNya semata, yang mampu merespon Asma, Sifat dan Af’alNya dengan murni, dan TEGAK LURUS sehingga mampu mengembalikan CahayaNya dengan utuh tanpa Gradasi Warna, kontaminasi hasrat hawa nafsu, dan embel-embel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/41" target="_blank"&gt;Bentuk Pesan Tuhan&lt;/a&gt; pertama kali yang aktual adalah simbol, geometri, bilangan dan huruf yang kita kenal saat ini dengan sempurna yaitu susunan 2 dijit dari penguraian 10 dijit 0 sampai 9, dan menjadi huruf sempurna 28 buah ditambah 1 huruf istimewa sebagai simbol Cinta dan Unifikasi  Akbar yaitu Laam-Alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbol, geometri, bilangan dan huruf yang elementer menajdi Wahyu-wahyu Elementer, ketika kata bermakna muncul maka Asmaa-a Kullaha dipahami. Setelah geometri suci dinyatakan sebagai simbol ideal, maka bilangan muncul dengan ideal juga, dan akhirnya huruf dilukiskan dengan MAQNAA paling murni dan mewakili citarasa, akal pikiran, keinginan dan kehendak pembuatnya, makanya perbedaan bentuk huruf sebenarnya suatu rahmat bahwa &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/45" target="_blank"&gt;POTENSI ORANG untuk menangkap PESAN TUHAN&lt;/a&gt; berbeda-beda, Bhinneka Tunggal Ika adalah Realitas Rahmaatan Lil Aalamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa konsep fundamental manusia ketika pertama kali memahami pesan Tuhan. Ternyata setelah manusia melihat ke atas, ke bawah,  ke samping kiri dan kanan, ke depan dan ke belakang, konsep itu merujuk kepada diri sendiri. Lha, siapa saya, darimana, mau kemana dan ngapain. Itulah pertanyaan &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/28" target="_blank"&gt;Sangkan Paraning Dumadhi&lt;/a&gt; yang menjadi picu barokah manusia untuk kemudian melakukan pengenalan intensif siapakah aku dan siapakah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam sebenarnya Umat Manusia yang paling beruntung dimuka bumi sebagai pewaris ajaran Kebijaksanaan Agung yang diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW dengan pedoman yang diformalkan sebagai Kitab Suci al-Qur’an dan as-Sunnah. Keberuntungan itu nampak nyata dengan adanya Kitab Wahyu dan pendukungnya, dan tatacara ubudiyyah yang menjadi implementasi praktis dari semua pengetahuan tentang Tuhan dan Manusia sebagai suatu penyatuan akbar antara makhluk dan PenciptaNya. Ketika Isra dan Miraj dilakukan Nabi, maka anugerah itu adalah barokah Allah bagi Muhammad untuk disampaikan kepada umat manusia bagaimana cara praktis paling murah dan meriah supaya makhluk bisa meniti Shirathaal Mustaqiim dan sampai PadaNya dengan selamat dan sentosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barokah itu adalah &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/17" target="_blank"&gt;Maghfirah dengan Shalat sebagai mirajnya Umat Islam&lt;/a&gt; ketika ia berada didalam shalat dengan IHSAN setelah fase Iman dan Islamnya dilalui. Didalam Shalat lah Rasul merasakan kebahagian, jadi bukan karena BISA sholat tetapi karena DI DALAM SHOLAT kesadaran kudus manusia BISA disuperposisikan atau diunifikasikan dengan kepatuhan pada sunnatullah yaitu hukum keseimbangan dinamis, dengan Kesadaran akan RASA dan MAQNAA Allah sebagai satu-satunya Realitas Absolut atau AL-HAQQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholatnya sendiri adalah anugerah Allah dengan la Hawla Walla Quwaata illa Billah. Artinya ketika Umat Islam shalat sebenarnya itulah puncak penyaksian atau musyahadah ketuhanan yang dinyatakan oleh Allah sebagai suatu tanda bagaimana Allah sebagai Pecinta menghadirkan Yang Dicinta sebagai KekasihNya dengan simbologi Laam-Alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam sholat gerak dan ucapan kita adalah keinginan dan kehendak Tuhan yang dinyatakan dengan REAL, maka dari gerakan sholat itu pula sebenarnya tersembunyi Maqnaa dan arti tentang segala sesuatu. Ketika dengan ketukan 2 rakaat kita mengakhiri satu fase shalat, maka ketukan itu mewakiki aktualisasi dari titik di bawah huruf Ba kalimat Basmalah. Dan dengan posisi duduk akhir dengan tangan kanan di atas paha, telunjuk tangan kita menuding ke depan bertumpu pada Ibu Jari dan 3 jari lainnya yang dilipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari situlah terpancar air sebagai simbologi Pengetahuan Tuhan Murni yang kelak melahirkan simbol yang dituliskan dengan PENA, konsep geometris ideal golden ratio, bilangan dan huruf, dari tangan-tangan yang diciptakan Tuhan itulah kita pun mengenal diri dengan UBUDIYAH SHALAT 5 WAKTU dan akhirnya menatap Tuhan dengan keintiman dan kekhususan seorang Hamba dan Kekasih, Hamba dan Teman, Hamba dan HibahNya dan atribut istimewa lainnya. Dan dari tangan kita dengan Sidik Jari yang Unik semua perbuatan manusia akan dihisab satu demi satu, seorang demi seorang, untuk apa semua anuherah Tuhan itu, untuk menetapkan keberadaaNya atau mendustakanNya. Makanya tidak heran kalau dalam surat al-Rahmaan disebutkan “Nikmat Mana Lagi Yang Kamu Dustakan?” sebanyak 31 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sungguh beruntung Umat Islam yang melaksanakan UBUDIYAH SHALAT dengan sadar, ikhlas dan ihsan bukan dengan niat busuk materialistik yang berujung kepada syirik. Dan celakalah manusia yang shalat tapi lalai dengan shalatnya maupun yang melalaikan warisan Rasulullah dengan mengabaikan shalat, perintah dan laranganNya. Maka Umat Islam yang shalat tapi tidak mampu menyataka SHALAT sebagai suatu kepatuhan Hamba kepada PenciptaNya ia akan terjebak dalam sikap kebodohan yang mengarahkannya menjadi kaum syirikus, munafikus, zindikus, dan kafirus sebagai manusia yang bodoh dan lalai sampai akhirnya menjadi SUMMUM, BUKMUM, dan UMYUN, yaitu Dajjal yang buta mata hatinya. Nah, kalau sudah begini ternyata hanya Tuhanlah yang bisa membuka mata hatinya bukan manusia, seperti halnya Rasul yang hanya memberi petunjuk kepada manusia untuk memuliakan akhlaknya dengan cara  menyampaikan pengetahuan Tuhan dengan Shalat, Al Qur’an dan as-Sunnah. Maka, jangan menjadi sombong dan ghurur kalau cuma baru bisa mengaku-aku Umat Islam tapi tidak menampilkan Jamal dan Jalal Allah di muka bumi yang menghadirkan peradaban berbasis Tauhid Base Society dengan Kalimat Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim. Mulailah Shalat dengan S3URIEUS serta jangan diembel-embeli ilmu ngipri, dan BACALAH AL-QUR’AN dengan jiwa yang murni dan suci, jagalah wudhumu sebisa mungkin, dan nyatakan akhlakmu sebagai AKHLAK MUHAMMAD dengan kodefikasi  47 alias 007 (00 dari biner 4 yaitu 100). Jadilah al-Mukminun yang menjadi Jundullah yang hadir menjadi cermin-cermin Allah yang jernih, yang bisa meneruskan Cahaya Diatas Cahaya kepada semua makhlukNya dengan anugerah simbol, geometri, bilangan dan huruf yang melahirkan penampilan lukisan, tulisan, kata-kata, tindakan, gambar, atau pun penampilan multimedia lainnya dengan sadar, mematuhi hukum-hukum keseimbangan dan keadilan, dan menjadi Citra Tuhan yang real bukan yang semu, karena yang semu adalah limbah materialistik penciptaan, sebagai limbah atau kotoran yang berbau busuk yang disebut Asfalaa Safilin (sejelek-jeleknya makhluk Tuhan bahkan bisa lebih jelek dari binatang sekalipun).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-839784414974179797?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/839784414974179797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/839784414974179797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/konsep-dasar.html' title='Konsep Dasar'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7482695657458706819</id><published>2007-05-10T18:03:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T18:06:54.359-07:00</updated><title type='text'>Struktur Dasar Tentang Kehidupan Umat Manusia Sebagai Bani Adam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Seberapa sering Anda membaca buku, kitab suci Anda, atau menonton film, sinetron, wayang kulit, dan bentuk hiburan lainnya? Buku novel, cerpen, kitab suci, buku ilmiah atau bentuk tulisan sera tontonan lainnya yang memberikan hiburan sebenarnya mempunyai struktur dasar yang serupa. Bahkan dalam beberapa segi, nampak sekali bahwa pendorong utamanya berkaitan dengan “bener nggak sih kita pantes menyandang labelisasi kemanusiaan” kita sebagai makhluk yang diberi anugerah berupa akal pikiran dan kemampuan memaknai serta menyatakannya menjadi tindakan dalam koridor hukum yang dasar-dasarnya keseimbangan atau keselarasan atau harmoni dalam dinamika kesadadaran- ruang-waktu yang kita “rasakan” sebagai “kehidupan” yang dianugerahkan oleh “Allah, Tuhan Yang Maha Esa”?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, struktur kisah tentang manusia dan kondisinya dari zaman dongeng dan legenda sampai fiksi ilmiah di hari ini dapat dijabarkan menjadi 5 tahap:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keadaan tidak stabil yang muncul dari ketidakpuasan dirinya terhadap sistem ipoleksosbudhankam atau secara individual nasibnya. Atau secara lebih ruhani tujuan hidup tidak jelas dengan kata lain kehilangan makna dirinya sebagai bagian dari kehidupan&lt;br /&gt;Ketidakstabilan mendorong seseorang berupaya untuk melakukan perjalanan untuk mengubah ketidakseimbangan itu misalnya dengan mencari ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari perjalanan diperoleh keajaiban , pengetahuan, baik sendirian maupun dengan bantuan makhluk ajaib, misalnya binatang, malaikat atau bertemu dengan hijab terakhir antara dirinya dengan Tuhannya sebagai obyek yang dicari yaitu istrinya atau wanita yang dicintainya. Dalam film-film Hollywood hal ini sangat kentara sekali bagaimana si Pahlawan kisah selalu menemukan apa yang dicari selama ini yaitu pasangannya dengan cinta misalnya dalam film Forest Gump. Kisah-kisah Hollywood tertentu malah sama sekali menghilangkan si wanita dan si Hero menjadi petualang heroik dari satu kisah ke kisah lain, dari satu perang ke perang lainnya misalnya Rambo dan James Bond. Atau ending lebih tragik seperti kisah Romea dan Juliet.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menemukan pasangan hidupnya, tantangan terakhir adalah tantangan bersama istrinya yang dijalani sebagai pasangan hidup dengan berumah tangga.&lt;br /&gt;Keadaan baru tercapai yang optimum dengan mempunyai keturunan dan meneruskan kontinuitas kehidupan dalam keseimbangan baru. Kisah pun berulang kembali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Plot umum diatas merupakan tipikal plot kisah novel atau fiksi atau legenda ataupun metafora puitik lainnya. Kisah-kisah yang diungkapkan dalam kitab-kitab agama sebenarnya menggunakan konsep dengan alur yang mirip namun lebih individual sekaligus universal karena langsung berkaitan dengan “diri manusia” dan “Tuhan” sebagai suatu hubungan yang harmonis melalui asma-asma, sifat dan perbuatanNya yang tampil sebagai alam semesta sebagai pentas Realitas The Matrix 1001 malam. Dalam kisah-kisa agama, umumnya setting awalnya adalah kondisi ipoleksosbudhankam yang tidak memberikan jaminan atau tidak mencerminkan harkat manusia serta idealisasi dari tujuan manusia tertinggi karena manusia umumnya kehilangan arah dan tidak mampu mengenal jatidirinya sehingga sepanjang hidupnya ia dikuasai hawa nafsu. Dengan kata lain, manusia saat suatu agama belum muncul dikatakan berada dalam kejahiliyahan, dalam cengkeraman gerombolan abu jahal dan abu lahab, atau menjadi kaum Dewata Cengkar yang suka makan manusia, atau berada dalam cengkeraman kutukan yang mengerikan, atau berada dalam kondisi sosial yang jatuh terpuruk karena nepotisme, KKN, dan runtuhnya moralitas dan berbagai ungkapan lainnya yang mencerminkan realitas kondisi dirinya sebagai bagian dari suatu kaum atau masyarakat atau negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi hal ini, metode penyelamatan yang disarankan adalah dengan membaca tanda-tanda sistem kehidupannya dengan melakukan perjalanan ruhani dengan panduan qalam dan dengan penyucian jiwa. Prosesnya saat ini secara metodik adalah dengan melakukan pengolahan ESQ atau memasuki dunia keruhanian yang lebih halus misalnya melalui thariqot dengan bantuan guru-guru manusia yang mumpuni. Sedangkan pertempuran yang dihadapinya adalah Jihad Melawan Hawa Nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perjalanan jiwa tersebut, hijab yang dibuka adalah pemurnian jiwa kembali ke kemurnian awal mulanya dimana ia mampu membaca tanda-tanda dengan panduan, makna, dan penarikan kesimpulan yang benar yaitu jalan yang sesuai dengan dirinya sebagai makhluk yang ber-Tuhan dengan realitas sehari-hari yang dijalaninya sebagai bagian dari penyempurnaan dirinya. Dalam fase ini, kisah-kisah kenabian umumnya akan memunculkan manusia dengan pembantu atau asistennya yang ajaib misalnya bertemu dengan malaikat, dengan bantuan binatang, atau bentuk bantuan lainnya yang secara tidak langsung menunjukkan adanya perluasan Kecerdasan Lahir dan Batinnya. Pembantu yang nyata dan optimum adalah munculnya pasangan hidupnya sebagai pendamping yang melengkapi dan memaknai kehidupan sebagai bagian dari Rahmat dan kasih sayang Tuhan. Jadi, pembantu setianya itu dihadirkan sebagai tabir paling akhir dari perjalanan spiritualnya memakrifati dirinya dan Tuhannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan berpasangan dengan pasangan hidupnya yang sah, alam semesta baru diciptakan  yaitu dengan pernikahan atas dasar Cinta Ilahi yang tulus. Selama berumah tangga dengan dasar-dasar Cinta Ilahiyah ini keadaan baru dibangun secara bersama-sama sebagai suatu keluarga baru, hasilnya bergantung pada niat menikahnya karena hasilnya bisa jadi alam semesta yang tercipta adalah neraka bisa juga surga yang disegerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan baru tercapai dengan munculnya generasi penerus dengan akhlak dan perilaku yang lebih terbimbing dengan panduan Pengetahuan Tuhan yang benar, dan pembinaan serta bimbingan akhlak yang benar sehingga muncul generasi yang tercerahkan dengan personifikasi yang mencerminkan tercapainya tujuan absolut yang disegerakan yaitu generasi dan peradaban manusia yang menampilkan Jamal dan Jalal Allah dengan dasar-dasar Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim. Sedangkan tujuan absolut yang real pada akhirnya SEPENUHNYA TERGANTUNG PADA ANUGERAH ALLAH sebagai keyakinan mutlak yang dipegang sebagai BUHUL TALI YANG KOKOH yaitu keimanan manusia terhadap ADANYA REALITAS ABSOLUT, ALLAH AL-HAQQ dengan dasar-dasar dan prinsip yang sesuai dengan Kesempurnaan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plot kisah dalam pespektif umum maupun ruhaniah diatas nampaknya sangat skalabel dan dapat diterapkan dalam ruang lingkup yang bermacam-macam yang berhubungan dengan manusia yang menerima Pengetahuan Tuhan dalam bentul simbologi, geometri, bilangan, huruf, kata, kalimat, dan akhirnya kitab wahyu, novel, buku dan berbagai kisah lainnya, baik yang sandarannya ilmiah maupun sekedar fiksi metaforis yang mengandung makna yang dalam tentang arti dan makna kehidupan manusia serta hubungannya dengan lingkungan hidupnya dan Penciptanya sebagai ultimate goal yaitu Sampai Kepada Allah sebagai orang-orang yang diberi nikmat yang banyak dan diridhoi oleh Allah, Rabbul ‘Aalamin (Inteligence Being).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbologi dari tujuan ultimate tersebut ternyata menjadi simbologi yang tertuliskan sebagai susunan 4 huruf Alif-Laam-Laam- ha, dimana huruf Alif sebagai simbologi “Ain Yang Maujud” dengan Kekuasaan Tuhan sebagai al-Rahmaan merupakan titik tolak yang dimulai dari titik terbawah dan bergerak keatas sebagai awal perjalan Ruhani kemudian melengkung ke arah Laam Pertama dan menyusuri lembah Laam untuk memakrifati realitas “diri”, naik ke atas lagi puncak dimana terdapat rahasia ketuhanan sebagai simbologi 13th Warrior yaitu nabi Muhammad SAW dan turun kembali ke lembah Laam kedua sebagai upaya membangun realitas lahir yang baru sebagai Laam kedua yaitu berumah tangga dan naik kepuncak Kelembutan Allah yang dinyatakan sebagai CintaNya dalam bentuk huruf “ha” yang menempel di huruf Laam kedua dalam lafaz “Allah” dengan lubang ditengahnya menggambarkan Realitas Absolut yang mencitrakan absolusitas dan ketidaktahuan kita tentang hasil penghisaban di hadapan Allah sebagai Aziizul Hakiim nanti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya jaminan kita bahwa kita akan masuk surga ternyata bukan karena amaliah kita di dunia tapi sepenuhnya atas Anugerah Tuhan. Jadi, jangan menyombongkan diri dengan amaliah kita karena yang dibutuhkan untuk sampai ke hadirat Ilahi adalah menerima keikhlasan-Nya dalam bentuk memanusiaan kita dengan Iman, Islam dan Ihsan yang tulus, dan dengan sadar menampilkan kemuliaan dan kesuciaanNya dengan akhlak yang mulia sehingga di atas panggung dunia ini tampillah Jamaliah dan Jalaliahnya dengan dasar-dasar penauhidan kepadaNya dan kepada Washilah DiriNya Yang Maha Hidup dan Mematikan yaitu Muhammad sebagai Rahmaatan Lil ‘Aalamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7482695657458706819?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7482695657458706819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7482695657458706819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/struktur-dasar-tentang-kehidupan-umat.html' title='Struktur Dasar Tentang Kehidupan Umat Manusia Sebagai Bani Adam'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-8715224837197830447</id><published>2007-05-10T18:00:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T18:03:07.609-07:00</updated><title type='text'>Kebangkitan Bumi Manusia: Dari HUMAN Menjadi HE-MAN (Master of The Universe)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;It is Allah who sends forth the Winds so that they raise up the Clouds, (3881)&lt;br /&gt;And We drive them to a Land that is dead, And revive the earth therewith after its death: Even so (will be) the Resurrection!&lt;br /&gt;surah 35:9 Fatir (The Originator of Creation)&lt;br /&gt;"3881. The allegory here is double. (1) Dry, unpromising soil may seem, to all intents and purposes, dead; there is no source of water near; moisture is sucked up by the sun’s heat in a far-off ocean, and clouds are formed; winds arise; it seems as if the wind "bloweth as it liseth," but it is really Allah’s Providence that drives it to the dead land; the rain falls, and behold! There is life and motion and beauty everywhere! So in the spiritual world Allah’s Revelation is His Mercy and His Rain; there may be the individual resurrection (Nushur) or unfolding of the soul. (2) So again, may be the general Resurrection (Nushur), the unfolding of a New World in the Hereafter, out of an old World that is folded up and dead."&lt;br /&gt;Abdullah Yusuf Ali, The Holy Qur’an&lt;br /&gt;(Abdullah Yusuf Ali, The Holy Qur’an, 1989.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami menghalau ke  negeri yang mati (tandus), maka Kami hidupkan dengannya bumi sesudah matinya. Seperti itulah KEBANGKITAN. (QS 35:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil salah satu tokoh superhero yang saya kenal adalah Superman yang menjadi Pahlawan Bumi dan He-man Master Of The Universe karena kehebatannya melawan musuh-musuh umat manusia dan yang mengancam kelangsungan hidupnya di Panetnya masing-masing. Kalau Superman tokoh Palnet Krypton yang diselamatkan bapak ibunya ke Bumi, He-man adalah tokoh lainnya yang menggambarkan bagaimana seseorang makhluk planet lain kembali turun ke dunianya untuk mengatasi kekacauan di Planetnya. Kedua superhero tersebut hanyalah khayalan manusia saja yang sebenarnya menggambarkan angan-angan dan khayalan membumbung tinggi manusia tentang Pahlawan pujaannya dengan kemampuan fantastik dan dengan harapan moga-moga menyelamatkan kehidupannya dengan mudah dan wahh heboh banget. Tentu saja demikian, wong namanya cerita komik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nampaknya pengarang kedua Tokoh Dufan (Dunia Fantasi) tersebut bukan sekedar mengarang kisah dengan idola fantastik semata ketika memperkenalkan Superman dan Heman serta tokoh Dufan lainnya di Planet Bumi dan dibaca oleh milyaran anak manusia. Ungkapan pengarang tersebut dan tentunya penggemar tokoh komik tersebut hanya sekedar gambaran psikologis bahwa kita sebagai umat manusia merindukan satu tokoh penyelamat, mesiah, atau Imam Mahdi padahal kita sendiri, kalau memang sadar dan tobat, bisa menjadi bagian dari apa yang digambarkan oleh tokoh Messianistik Fantastik tersebut yaitu bagian dari Ressurection Umat Manusia di Planet Bumi yang sampai hari ini semuanya masih kita cerna dengan geometri, bilangan dan huruf sebagai medium halusinatif khayal dan angan-angan kita dengan Idea Ideal Paling Tinggi Menuju dan Sampai Kepada Allah, Rabbul ‘Aalamin (Inteligence Being).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS 35:9, 35=5x7, 57+35=92=MHMD, yang saya kutip diatas adalah kodefikasi yang berhubungan dengan Kebangkitan Kembali Umat manusia di Planet Bumi dari teler panjangnya setelah penyebutan Asma ke-Seratus Allah Yang Maha Tinggi yang diucapkan oleh dia yang mendapatkan petunjuk sesuai dengan namanya dengan susunan 3 dan 5  huruf yang mengaktualkan Maghfirah (ampunan Allah) dengan Pengetahuan- Nya (Knowledge).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain, menyiratkan penulisan komposisi 92 unsur yang membangun Kehidupan di Planet Bumi yang dibarokahi Nama Muhammad (92), penulisan nomor ayat ini menunjukkan ungkapan terselubung dari 35+9=44=11x4 sebagai kodefikasi An-Nass yang seringkali diterjemahkan sebagai Manusia namun sesungguhnya “Kehidupan Manusia” pada posisi paling nyata dan optimum sebagai puncak evolusi Kehidupannya di Planet Bumi yang dilakukan melalui pemanfaatan kedua belah telapak tangan dan kakinya sebagai Rahmat Allah yang harus disyukuri dan harus digerakkan untuk bertindak dengan kesadaran kudus yang menyadari pentingnya : keselarasan antara hati sebagai sumber aktualnya ilham Allah berupa niat dari Hati (Qalb) yang harus dijaga supaya tetap lurus ketika melalui medan Wa Nafsi, akal pikiran (al-Aql) dan tindakannya sehari-hari sebagai manusia yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses menyatakan niat yang muncul dari dalam hati itu, manusia menyadari bahwa selama prosesnya karakter was-was dirinya yang seringkali lalai dan alpa akan muncul dan berupaya untuk mengambil alih semua niat baik yang ingin dinyatakanNya dan harus mengatasinya secara terus menerus sebagai Jihad Terbesarnya yaitu mengendalikan hawa nafsunya dengan hanya bersandar pada Pertolongan Allah (QS 110) semata bukan yang lainnya seperti diungkapkan dalam QS 114:1-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor ayat QS 35 yaitu 9 adalah at-Taubah sebagai kode yang menyatakan aktualnya maghfirah di Bumi tersebut (kata maghfirah disebutkan 234 kali disebutkan didalam AQ). Sedangkan tujuan akhir dari at-Taubah yang membangkitkan jiwa yang mati dan bumi manusia yang tandus tersebut tercantum sebagai QS 9:128-129 yang secara langsung menyatakan personifikasi akhlak Muhammad (akhlak yang dikembangkan dengan panduan al-Qur’an) dengan penauhidan kepada Allah SWT yang benar dan kokoh dengan dasar-dasar Pengetahuan Tauhid yang benar juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi tersebut bukanlah bumi yang mati secara fisik semata tetapi bumi sebagai “BUMI MANUSIA sebagai LAAM” yang sudah tidak memahami dan telah menjadi bagian dari dajjal (summum bukmum umyun) menjadi memahami kembali pengertian-pengertian yang berkaitan dengan makna dirinya dan melakukan recovery dari keadaannya dengan petunjuk Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun, Syin, Wau, Ra yang disebutkan sebagai Nusyuur di penutup ayat yang diterjemahkan sebagai kebangkitan adalah kebangkitan yang sifatnya individual orang perorang yang kemudian menyebar menjadi kebangkitan dalam skala yang lebih luas sebagai suatu Kesadaran Transformatif Bersama sesuai dengan bidang dan potensinya masing-masing (Catat: jadi jangan berharap dengan nafsu bahwa pengalaman ruhaninya sama, Allah memperkenalkan diriNya sesuai dengan prasangka hambaNya dalam arti sesuai dengan karakter si hamba bukan karakter gurunya maupun keinginan-keinginan kita, Jadi berserah dirilah kepadaNya dan mintalah apa yang diinginkanNya sesuai dengan KehendakNya) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dimulainya kebangkitan kembali tersebut adalah turunnya hujan setelah Allah mengirimkan angin, awan, dan menghidupkan bumi tersebut secara fisikal sebagai turunnya hujan setelah lama kekeringan tetapi juga dapat ditafsirkan sebagai terbukanya pengertian Pengetahuan Tauhid (Knowledge) dari ujung jari telunjuk dan ibu jarinya (ingat saja kenapa kita selama mengakhiri ketukan shalat 2 rakaat mengacungkan ibu jari dan telunjuk) yang sesuai dengan tuntutan Allah SWT yang menghidupkan kembali jiwa-jiwa yang telah lama mati dan tandus karena melalaikan diri sendiri. Jadi hujan yang disebutkan dalam QS 35:9 adalah Pengetahuan Tauhid langsung dari pengajaranNya melalui proses Iqra dan penyucian jiwa yang benar dengan tuntunan guru mursyid supaya tidak tersesat atau disesatkan oleh khayal dan angan kita karena khayal dan angan kita adalah suku-suku Yakjuj dan Makjuj yang turun dari tempat tertinggi yaitu imajinasi liar kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Catat: Guru mursyid pada posisi pengajaran langsung  ini hanya berperan di fase-fase awal perjalanan sebagai rambu-rambu petunjuk jalan supaya tidak tersesat. Karena itu perannya pada mereka yang melakukan proses penyucian jiwa lebih banyak sebagai rujukan sebagai evaluator saja karena boleh jadi apa yang dikira awal mulanya pengalaman ruhani adalah bisikan nafsu kita sendiri yang menyodorkan iming-iming mulai dari harta sampai tampilnya wanita, serta godaan lainnya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa-jiwa yang mati dapat dihidupkan kembali dengan penyucian jiwa seperti yang dilakukan oleh pemuda Al-Kahfi (QS 18) dan dijelaskan dalam QS 91:7-10. Dengan penyucian jiwa dan Iqra yang benar untuk membaca kembali pesan-pesan Tuhan baik didalam dirinya maupun alam semesta yang dicitarasakannya maka jiwa-jiwa mati yang menghuni bumi yang telah mati karena kekeringan yang melanda di seluruh jajaran penghuninya sebagai kekeringan ruhani akan bangkit kembali dengan pemahaman yang lebih jernih bahwa hanya dengan menyadari peran dirinya sebagai seorang muslim yang tunduk atas perintah dan larangan Tuhan dan sadar dengan keadaan dirinya, lingkungannya, dan Allah sebagai tujuan hidupnya saja jiwa yang mati yang menghuni negeri yang sekarat bisa selamat melalui krisis yang berkepanjangan karena kelalaian yang dibuatnya  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu terjadi kebangkitan kembali telah dimulai dengan pesona yang dapat digambarkan oleh pelakunya (pelaku penyucian Jiwa dengan tuntunan yang benar dan Iqra yang benar) sebagai pesona kehidupan di alam surgawi - Surga ‘Adn - sebagai surga yang dirasakan secara menyeluruh sebagai kesadaran transformatif Pribadi Muslim yang mengubah cara pandang seseorang pribadi muslim dari kelalaiannya menjadi kesadaran transendennya menuju dan sampai kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jadilah Imam-imam Mahdi, dan Isa Ibnu Maryam yang dihadirkan dalam sosok jiwamu untuk memerangi dajal-dajal hawa nafsumu yang sudah dipenuhi gerombolan suku-suku Yakjuj dan Makjuj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Key Words penyelamat bagi Umat Manusia dan Kehidupannya di Planet Bumi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man Arofa Nafsahu, Faqod Arofa Robbahu.&lt;br /&gt;Jihad terbesar bagi manusia adalah memerangi dan mengendalikan hawa nafsunya sendiri sehingga tercapai Aslim (Islam, Berserah diri dan tertunduk di hadapan Kemahakuasaan Allah).&lt;br /&gt;Singhasana Allah ada didalam hati kaum beriman yang sadar akan dirinya, lingkungan hidupnya dan Penciptanya dan “Membaca (Iqra) Pesan-pesan- Nya (surat CintaNya) dengan menyucikan kembali jiwanya”.&lt;br /&gt;“Annallahu, Rabbul ‘Aalamin” didalam Qalb al-Mukmin (al-Mukminun adalah esensi manusia yang aslinya menyaksikan Ke-Esa-an Allah, al-Mukmin adalah al-Mukminun yang patuh dengan perintah dan larangan-Nya, mematuhi sunnatul rasul, dengan ketaqwaan, keyakinan yang Haqq, al-Haqq al-Yaqin, keikhlasan, syabar, syukur dan istiqomah menetapi Shirathaal Mustaqiim (hamparan maha luas sebagai Kemahabesaran Pencipta yang dilihat dari Planet Bumi sebagai Kehidupan yang menjadi ladang Maghfirah bagi Umat Manusia sebagai Bani Adam BUKAN Bani Ablasa). Umat Manusia sebagai An-Naas adalah Semua Manusia dengan Kehidupan di Planet Bumi yang dinaungi 92 unsur utama yang menunjang hidupnya yang direfleksikan atau dihidupkan dari Washilah Nur (256) Muhammad (92). Manusia sebagai suatu Bani yang berasal dari pengertian Adam dan Hawa sebagai penemu sistem Ilmu Pengetahuan dengan geometri, bilangan dan huruf adalah Insaana Fii Ahsaani Taqwiim sebagai makhluk yang dijadikan sebaik-baiknya karena mampu mencitarasakan Asma, Sifat dan Af’al Allah dan menghimpunnya menjadi KNOWLEDGE BERBASIS TAUHID untuk menyatakan masyarakat yang menyadari AdaNya al-Haqq (ATAU kataksan saja jangan malu-maluin TAUHID BASE SOCIETY) di alam cahaya tampak dalam spektrum panjang gelombang al-Rahmaan 0.55 mikron dengan warna-warni Red Green Blue yaitu Fii Ahsaani Taqwiim dengan nilai numerik 765=255+255+ 255).&lt;br /&gt;La ilahaa illaa Allaah, Muhamadurrasulullah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-8715224837197830447?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8715224837197830447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8715224837197830447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/kebangkitan-bumi-manusia-dari-human.html' title='Kebangkitan Bumi Manusia: Dari HUMAN Menjadi HE-MAN (Master of The Universe)'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4454705933230210779</id><published>2007-05-10T17:57:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T18:00:02.270-07:00</updated><title type='text'>Antara GOD &amp; DOG, TUHAN &amp; HANTU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kita memang seperti Dog-ie ketika menelusuri wewangian-Nya,&lt;br /&gt;Mengendus-endus bebauan yang memabukkan,&lt;br /&gt;mencari sumber dari Pemilik dan Pembuat wewangian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari wewangianNya,&lt;br /&gt;kamu bisa buat terompah dan tongkat pemandu untuk mengikuti jejak-jejak wewangianNya, yang menyengat di ujung hidung kita sendiri, di pelupuk mata&lt;br /&gt;maupun  terpetakan dipikiran dengan gambaran alam Indra Maya&lt;br /&gt;yang sepanjang zaman slalu porak poranda&lt;br /&gt;dengan Cinta, Darah dan Airmata&lt;br /&gt;sisakan bau busuk hingga&lt;br /&gt;para kawanan Dog-ie pun mengendus-ngendusnya&lt;br /&gt;dan jadi sejarah menjadi kisah-kisah yang membelai manusia&lt;br /&gt;dalam halusinasi bersama khayal dan angan yang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran kalau di Barat orang menyebut namaNya&lt;br /&gt;kebalikan dari nama DOG yang suka mengendus-endus bebauan,&lt;br /&gt;mereka sebut Dia GOD.&lt;br /&gt;Itu mungkin benar kalau kamu hanya bersandar dengan akal pikiranmu&lt;br /&gt;yang sebenarnya lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau bukti?&lt;br /&gt;Coba saja pikirkan, kenapa 2+2=4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Timur lain lagi ceritanya,&lt;br /&gt;karena orang seringkali di hantui rasa takut yang amat sangat&lt;br /&gt;pada yang tak masuk di pikirannya,&lt;br /&gt;mereka sebut Dia TUHAN.&lt;br /&gt;Padahal, rasa takut itu muncul dari hawa nafsunya sendiri&lt;br /&gt;menjadi HANTU yang mengejar-ngejarnya karena&lt;br /&gt;akalnya tak mau diberdayakan semestinya&lt;br /&gt;hingga akhlaknya yang mencuat menjadi&lt;br /&gt;rumah miring yang compang camping&lt;br /&gt;karna selalu dilanda prahara Dewata Cengkar&lt;br /&gt;yang suka memakan dan meminum darah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah jalan yang benar untuk mengenal sekedar namaNya saja?&lt;br /&gt;Nabi-nabi, rasul-rasul dan kaum Arifin masih Berjalan di jalan Keberserah Dirian,&lt;br /&gt;dalam selubung kerahasiaan negeri Indra Maya.&lt;br /&gt;Mereka, sebenarnya sudah menjadi lentera dan penerang&lt;br /&gt;bagi para pencari DiriNya yang mempunyai nama Yang Maha Tinggi.&lt;br /&gt;Namun, orang kebanyakan sudah lupa, padahal apa yang telah disampaikan mereka sampai hari ini masih kita baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lidah kita sudah kelu,&lt;br /&gt;hingga rasa dari bacaannya&lt;br /&gt;jadi sepahit empedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kita bisa membaca Pesan-pesan Warisan mereka itu&lt;br /&gt;kalau kita lebih suka mengendus-endus seperti DOGie dan lebih suka&lt;br /&gt;di-Hantu-i oleh was-was dihati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercerminlah,&lt;br /&gt;lalu bacalah apa yang ada padamu dan sucikan jiwamu,&lt;br /&gt;perangi dajjal-dajal yang telah menguasai akal pikiran dan hatimu dengan&lt;br /&gt;pedang keyakinan yang lurus, yang tertulis sebagai huruf Alif tersembunyi dalam kalimat Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim,&lt;br /&gt;BUKAN pedang yang kamu bengkokkan karena menuruti hawa nafsumu&lt;br /&gt;yang sudah menjadi Tuhanmu dari kehantuan (was-was) dirimu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4454705933230210779?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4454705933230210779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4454705933230210779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/antara-god-dog-tuhan-hantu.html' title='Antara GOD &amp; DOG, TUHAN &amp; HANTU'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5419417753517407701</id><published>2007-05-10T17:54:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T17:56:38.165-07:00</updated><title type='text'>Mr. X Diantara Adam, Azazil, dan Hawa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya selama ini mengira, Adam, Azazil, dan Hawa adalah entitas yang berbeda sesuai dengan jenis dan gender yang sering disebutkan oleh kitab wahyu. Ternyata pemahaman saya tidak utuh karena entitas yang disebutkan sebagai Adam, Azazil, dan Hawa sebenarnya bisa melekat pada satu sosok entitas yang kelak disebut manusia sebagai Bani Adam, ataupun kelak disebut Bani Ablasa, atau katakan saja secara umum di sosok Mr. X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penamaan Adam, Azazil dan Hawa sebenarnya dapat ditafsirkan sebagai suatu keadaan ruhaniah pada seseorang yang mencari Tuhan dan berhadapan langsung denganNya, ibarat bola kelereng yang berada di posisi puncak Bola yang mulus dan lebih besar yaitu Bola Kehidupan. Jadi, Mr. X yang jadi si kelereng dapat menggelincir ke dua arah ke kiri atau ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kelereng itu katakan saja, kita sebagai Mr. X yang dilabeli manusia, yang mencari Tuhan dengan berbagai cara mulai dengan membaca tanda-tanda keberadaanNya dari titik terjauh sampai titik terdekat yaitu diri kita sendiri. Karena itu terdapat suatu keadaan atau hal dan peringkat atau maqomat yang menggambarkan kondisi ruhani dari pencari Tuhan itu. Pada setiap keadaan tersebut, kita sebagai kelereng akan memendarkan cahaya sesuai dengan keadaan kita saat itu. Dalam AQ (al-Qur’an), Nabi Ibrahim a.s merupakan gambaran pencari Tuhan yang gigih dengan mengamati alam semesta di sekelilingnya mulai dari lingkungan rumah dan keluarganya sampai mengamati benda-benda langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Nabi Ibrahim juga kita mendapatkan gambaran bagaimana akhirnya manusia HARUS berserah diri (ASLIM, atau tertunduk) MUTLAK di hadapan Kemahakuasaan Yang Maha Tinggi. Nabi Ibrahim a.s. disebut Khalil Allah (teman Allah) karena proses pembelajarannya itu merupakan suatu metode yang kelak  dikemudian hari berkembang menjadi metode teoritik, empirik dan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa a.s mempunyai kisah yang lain lagi dengan kondisi yang berbeda dengan Nabi Ibrahim a.s. Yang dihadapai Nabi Musa a.s adalah egosentrisme dari kearifan manusia yang telah menjadi Cermin Retak (Broken Mirror) dengan gambaran Fir’aun sebagai setting dimana ia dilahirkan untuk menegakkan  ajaran tauhid yaitu di Kawasan Mesir, yang merupakan salah satu sumber ilmu di zaman lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dihadapi Musa a.s bukan sekedar manusia biasa tetapi sosok figur yang menggambarkan bagaimana kearifan telah bermetamorfosis menjadi kekuasaan yang dzalim dengan pengakuan diri sebagai Tuhan yaitu Fir’aun dan pengikutnya yang taklid sehingga digambarkan sebagai prajurit dan tentara, pendeta tukang tenung dan sihir. Meskipun dibalik kepongahannya yang super dahsyat menurut ukuran manusia tersembunyi kerapuhan dirinya dan sistem sosialnya yang secara langsung ditembus oleh Kekuasaan Tuhan dimana diam-diam Nabi Musa a.s justru dididik didalam istananya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandaran yang diberikan Allah kepada Nabi Musa a.s adalah Tongkat  Keteguhan, yang merupakan manifestasi dari keteguhan pada Ahadiyyah dan Shamadiyyah Dzat Allah yaitu akal pikiran yang cerdas, cemerlang dan sangat rasional yang kelak diwarisi kepada kaum Yahudi yang kelak menyebut diri mereka Bani Israil alias Bani yang suka bolak balik 360 derajat dengan jumlah suku 12. Namun hati Nabi Musa a.s masih diliputi ketidaksabaran sehingga dalam proses pemyempurnaan dirinya ia didampingi oleh Harun a.s yang pintar bicara (Musa digambarkan kurang sabaran dan brangasan bahkan ia menggaplok orang mesir sampai tewas) dan harus belajar dari Hamba Allah yang ilmunya lebih tinggi yang sering disebut  Nabi Khidir a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat Nabi Musa a.s adalah tongkat simbolik penggerak pertama dari ilmu pengetahuan yang dituliskan sebagai huruf Alif alias bilangan satu sebagai suatu asumsi mutlak rasionalitas manusia dengan ilmu pengetahuan yang dipahaminya. Tongkat Nabi Musa a.s pun akhirnya mampu mengalahkan ketaklidan, menelan sihir dan dolanan tukang tenung yang menjadi andalan Fir’aun yang dipuncak kekuasaan tertingginya sebagai manusia dengan diwarisinya pengetahuan moyangnya, menjadi kesombongan diri kaum arif yang akhirnya menjadi Fir’aun karena menyalahgunakan pengetahuan Tuhan untuk kepentingannya sendiri atau kelompoknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa a.s adalah argumen puncak Allah bagi mereka yang sebelumnya berpengetahuan Tuhan tapi kemudian terjebak kesombongan diri dan menjadi Fir’aun yang akhirnya musnah ditelah air bah pengetahuan Tuhan ketika tongkat Nabi Musa diketukkan di Laut Merah yang merupakan gambaran simbolik tentang hawa nafsu manusia yang sudah ditaklukkan Musa a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Nabi Adam a.s menciptakan sistem ilmu pengetahuan Tuhan maka ilmu pengetahuan kita baik yang kita sebut agama maupun sains sebenarnya memang bagian dari pergolakan hawa nafsu manusia yang akhirnya bisa menjadi liar maupun bisa dijinakkan. Adam sebelum diusir dari wilayah tinggi Ketuhanan dengan gambaran surgawi adalah Adam sebagai manusia yang mencari Tuhan dengan mengamati sekelilingnya sebagai Pesan-pesan Tuhan yang dibacanya menjadi Asmaa-a Kullaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia menerima Asma-a Kullahaa, Adam sebenarnya telah menerima bagian yang lebih fundamental lagi sebagai instrumen untuk mengungkapkan pesan-pesan Peciptanya yang diamatinya dari lingkungan dan dirinya sendiri. Bahkan, gagasan tentang Allah sebagai Realitas Absolut atau al-Haq yang ideal pun sudah muncul dalam pikirannya sebagai makhluk yang diturunkan di Planet Bumi untuk dimuliakan kembali atau untuk disempurnakan karena dengan cara penyempurnaan ini kualitas dirinya sebagai manusia, yang menjadi cermin Kesempurnaan Penciptanya, dapat dinyatakan sebagai fakta sekaligus bukti tentang Sang Pencipta itu sendiri. Jadi, sebenarnya kalau manusia mau mencari keajaiban PenciptaNya yang paling ajaib justru ada pada dirinya sendiri yaitu harus dengan sadar melihat dirinya sendiri sebagai anak Adam yang dengan ilmunya Nabi Adam a.s yaitu ilmu simbol, geometri, bilangan dan huruf dan bisa berhalusinasi bersama dengan ilmu tersebut menciptakan gambaran kehidupan di dunia sebagai anugerah dan rahmat Tuhan yaitu kehidupan surgawi yang dihadirkan sebagai Panggung Hiburan di Dunia untuk kemudian kembali kepada PenciptaNya, lengkap dengan kemuliaan yang bisa dinyatakannya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang diterima Adam sebagai manusia awalnya adalah bagaimana ia bisa mengikat pesan Tuhan menjadi makna mendasar secara simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah simbologi dalam bentuk gambaran misalnya lukisan ber-bentuk 6 atau 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah simbologi tentang nilai yaitu bilangan yang kelak menjadi kaidah logis dengan simbologi yang mewakili anugerah, ampunan, kekuasaan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah melukiskan simbologi dan bilangan menjadi simbologi yang bermakna yang bisa diucapkan dengan lidahnya yaitu huruf-huruf.&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya adalah lukisan kata-kata dan kalimat yang ditampilkan sebagai celoteh atau al-Qashash di dalam Cermin Tuhan yaitu diri kita sendiri sebagai anak cucu Adam dan Hawa yang berpengetahuan tauhid atau menjadi Khalifah. Jadi, harap dicatat kekhalifahan Adam dan Hawa adalah kemampuannya untuk menjadi makhluk cerdas dan berpengetahuan Tuhan bukan menjadi raja-raja model kerajaan zaman dulu maupun zaman sekarang. Kerajaan Tuhan sesungguhnya sebagai Al-Mulk adalah manusia yang mengenal dirinya dan Tuhannya dan menyadarai kehambaan-Nya namun sesungguhnya ia adalah al-Malik, sebagai al-Mukmin yang menjadi cermin bagi al-Mukmin lainnya, yang menjadi Insaana Fii Ahsanii Taqwiim bukan asfaalaa saafiliin, yang memberikan ilham, pengetahuan, dan petunjuk bagi amanusia lainnya untuk memasuki Shirathaal Mustaqiim sebagai jalan lurus yang luas dalam gengaman Cinta Ilahi yaitu saling berpasangan , berkeluarga dan meneruskan kontinuitas penciptaan sebagai bagian dari asma-asmaNya Allah yang nyata di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sintesis demikian maka muncullah pengetahuan Adam sebagai Wahyu-wahyu elementer yaitu Pengetahuan Asmaa-aa Kullaha yang lebih formal dan mendasar dan mencitrakan kesempurnaan pesan-pesan elementer dari Sang Pencipta yaitu sistem simbolik, geometrik, bilangan dan  huruf sampai manusia bisa bicara dan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam sebagai manusia sejatinya bukan Adam yang dilahirkan tetapi manusia yang ditakdirkan menjadi penunjuk jalan bagi kaumnya atau kelompoknya sehingga ada banyak Nabi Adam di dunia ini sebanyak suku-suku yang tersebar yang jejaknya ditemui di berbagai belahan dunia. Tetapi hanya Satu Adam yang warisannya tetap kita gunakan sampai hari ini, dialah Adam Awlia yang secara personal menjadi Teman Pencipta-Nya untuk menjadi simpul awal mula bagaikan puser yang membuka dan menutup berkembangnya peradaban diatas Pengetahuan Tauhid melalui jalur kenabian, kerasulan, dan kearifan bagi umat manusia yang kelak disebut Bani Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kisah Adam diselingi kisah mengerikan tentang kemanusiaan Adam sebagai suatu pilihan kehendak bebas. Itulah kisah Azazil karakter yang melekat pada Adam sebagai manusia umumnya yang gigih mencari tahu dengan berbagai cara yang mungkin bisa dilakukannya dengan Siapakah aku,mau kemana, darimana, lantas ngapain di dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Adam belum dinamakan Adam, katakan saja Mr. X, maka Mr. X adalah gambaran umum manusia secara individual yang belum mempunyai identitas kemanusiaan dirinya atau belum mempunyai identitas apakah ia termasuk Bani Adam atau Bani Ablasa atau katakan saja belum sadar dan masih tidur atau masih mabuk dalam teler panjang karena halusinasi tentang kehidupan yang diserapnya melalui geometri, bilangan dan huruf di bawah naungan mentari mencitrakan gambaran Realitas Indra Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. X yang mencari jatidiripun memulai perjalanannya menyingkapkan tabir demi tabir tatanan pengetahuan Tuhan sebagai tangga-tangga mi’rajnya baik secara rasional maupun dengan citarasa keruhaniannya (Aqli, Dzauqi, al-Haqq). Ketika Mr. X ini berada di posisi tertinggi tatanan pengetahuan Tuhan, ia dihinggapi kebingungan- kebingungan yang bersifat ilahiyah dimana dirinya diserahi suatu ketetapan untuk menentukan sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di titik tertinggi ini, bagi Mr. X , ia  bagaikan pendaki gunung yang berada di puncaknya, namun ia tidak melihat dimana puncaknya. Di Puncak tatanan ini, yang sebenarnya titik awal dari pengetahuan Mr. X sebagai makhluk yang dianugerahi kemampuan berpikir dan memahami, ia berada di posisi dilematis yang dilukiskan sebagai posisi 88. Gambarannya, kalau kebaikan kita simbolkan sebagai pasukan anti teror Den 88 dan keburukan sebagai Grup Teroris maka posisi Mr. X ini berada dalam garis tipis antara menjadi baik atau buruk, menjadi beriman atau kafir, menjadi gnostic atau agnostic, dan dualitas kemungkinan lainnya yang satu sama lain menggambarkan Jamal dan Jalal Allah, namun dengan konsekuensi masing-masing yang harus diemban karena kehendak bebas terbatas berupa sistem ilmu pengetahuan telah diterimanya sebagai cara untuk mengenal Tuhan dan sampai kepadaNya sesuai dengan Idealisasi Tentang kesempurnaanNya, dengan nama-namaNya yang baik atau Asma ul Husna. Namun kesimpulan akhirnya terserah dari aktualitas lahir dan batin dirinya mau Berserah Diri atau menjadi antipati terhadap kenyataan bahwa dirinya ternyata lemah, hina, fakir, dan tanpa daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azazil akan muncul menjadi nama Mr. X jika ia bersandar pada daya upaya dirinya sebagai makhluk, yang akhirnya muncul adalah kesombongan diri yang menabiri dengan mengangan-angankan kekekalan dirinya. Produk akhirnya adalah Mr.X yang sebenarnya telah mengetahui kearifan menjadi si Fir’aun. Dari kaum Fir’aun yang menjadi Kafirun ini maka lahirlah Bani Ablasa sebagai kaum yang memutuskan diri dari rahmat PenciptaNya. Sehingga disebutkan bahwa Ablasa sebagai Iblis yang semula adalah kaum arifin yang disebut Grup Azazil yang berilmu tinggi jatuh dalam kehinaan karena mengenakan selendang Kesombongan PenciptaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kaum Ablasa ini lahir kaum al-Kafiruun yang diungkapkan di QS 109. Surat al-Kafiruun sebenarnya secara simbolik mengungkapkan bagaimana Mr. X mempunyai pilihan bebas yang bertanggung jawab yaitu menjadi Adam sebagai Awlia Allah atau Adam Awlia atau mau menjadi Kaum Ablasa yang memutuskan diri dari rahmat Penciptanya dengan berbagai tipu muslihatnya untuk menjerumuskan manusia sebagai Bani Adam kedalam kegelapan Bani Ablasa dimana penjara tergelapnya disebut sebagai Penjara Ghairullah (selain Allah atau kaum Syirikus Kuntulbarisus) . Karena asal usul niat dan hasratnya sama, yaitu Mr. X yang mencari PenciptaNya dan dekat padaNya, kaum Ablasa pun akhirnya bisa menyusup dalam berbagai jubah Bani Adam baik dengan menggunakan Perahu Agama, Sains, Kemanusiaan, Ham dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr.X yang sadar dengan kelemahan dirinya sebagai makhluk,  lahir kembali menjadi Adam Awlia dengan ampunan dan taubat yang dinyatakan Allah sebagai maghfirah-Nya yang membukakan pintu hidayah sampai akhir zaman. Dari keinginan Mr. X yang juga mengimpikan kekekalan, Allah menganugerahkan kelestarian terbatas dalam maghfirahNya berupa Siti Hawa sebagai manifestasi Ketuhanan yang Kesepuluh sedangkan bentuk Adam memanifestasikan Satu sampai Sembilan yang kelak melahirkan sistem pengetahuan desimal dan abjad hijaiah yang memiliki 28 huruf sebagai huruf sempurna dan 1 huruf yang menyatakan manifestasi Cinta Ilahi dalam bentuk kaum Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pasangan Adam dan Hawa maka kelestarian berupa kontinuitas penciptaan makhluk diteruskan dalam koridor Al-Mizan yang benar dan lurus. Didalam diri kaum Hawa, kekekalan diubah menjadi kelestarian Diri-Nya sebagai manifestasi al-Rahiim sehingga kaum Hawa mengemban amanat tertinggi DariNya sebagai medium kontinuitas Jamal dan JalalNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Hawa sebenarnya adalah manifestasi dari nafsu kekekalan Azazil yang menjadi Ablasa sehingga selain mempunyai positioning dekat dengan PenciptaNya ia bisa menjadi sebab yang akan memutuskan Rahmat Tuhan karena sebab-sebab kecemburuan. Dengan kata lain meskipun positioningnya sangat dekat namun sifat ketidakstabilannya sangat tinggi yang muncul dari kecemburuannya. Manifestasi nafsu Azazil menjadi Hawa yang muncul dari sulbi Adam adalah ungkapan metafor yang menjelaskan hubungan Azazil-Adam dan Hawa yang sebenarnya adalah bagian dari Rahmat dan Kemahapemurahan Allah yang menyatakan Wa Nafsi didalam diri manusia agar ia bisa mengenal Diri-Nya melalui Pengetahuan- Nya dengan dasar-dasar yang sama yaitu Tauhid, dengan instrumen Akal Pikiran dan Hati sebagai medium pengungkapan Diri pencipta yang sesungguhNya atau Singhasana Sesungguhnya. Akan tetapi aktualitasnya dalam bentuk makhluk akan berbeda tergantung pada kadar kehendak bebas yang dinyatakan si makhluk sehingga tanggung jawabnya tetap personal sesuai dengan apa yang bisa dinyatakannya di Panggung Sandiwara Dunia. Neraka bagi kaum Ablasa sebenarnya sudah diciptakannya di dunia ini sesuai dengan perbuatannya dan perilakunya yang mendustakan rahmat Tuhannya, neraka yang selanjutnya adalah Penghisaban di depan Allah, Azizul Hakiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimata Tuhan posisi Hawa memang lebih tinggi di banding Adam karena hijab terakhir antara Mr. X yang menjadi Adam Awlia adalah anugerah ampunan dengan bersandar pada Pertolongan Allah (jadi kenapa QS 110 disebut Pertolongan Allah ditempatkan setelah QS 109 al-Kafiruun mempunyai kaitan dengan maksud munculnya kesadaran Aslim sehingga manusia Adam mendapat hidayah berupa pemahaman tentang dirinya sebagai makhluk yang berpasangan) memunculkan Hawa yang menjadi istrinya, yang berkembang biak menyatakan manifestasi Allah, Rabbul ‘Aalamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. X yang tertabiri ilusi kekekalan merana dalam  kesombongan dan kebodohannya sendiri yang akhirnya justru menjadi hijab terbesarnya untuk sampai kepada Tuhan dan merekapun muncul sebagai Bani Ablasa yang memutuskan diri dari rahmat Tuhan dan menjadi penggerak tipu  daya di dunia dengan menunggangi Pengetahuan Tuhan dalam bentuk dan rupa serta jubah-jubah yang menyembunyikan kedengkiannya karena ilusi kekekalan yang diangankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kisah Mr. X yang bisa jadi saya atau Anda, yang selalu ada di setiap zaman yang diungkapkan menjadi simbol-sibol kemanusiaan kita hari ini maupun simbol-simbol hawa nafsu yang menjadi keiblisan kita. Pilihan tergantung pada diri kita sendiri dengan memohon ampunan dan taubat untuk mendapatkan pertolongan Alah sebagai suatu fakta dan bukti bahwa kita sebagai bani Adam memang pantas disebut sebagai manusia atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Dari-Nya sudah cukup jelas, maka carilah tabir pelindung yang bisa mengantarkan dirimu ke jalan yang luas dan lurus sebagai jalan yang diberi nikmat yang banyak dalam keselarasan dengan Kehendak Allah, bukan jalan mereka yang terpuruk kedalam Penjara Ghairullah (QS 1:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti dan faktanya bisa dilihat kalau kita melihat dengan seksama pada diri kita sendiri khususnya Ibu jari dan telunjuk yang bisa memegang apa saja dan berbuat apa saja sesuai dengan kualitas lahir dan batinmu. Mengenai tanggung jawab, juga sudah jelas. Bukankah kita semua mempunyai sidik jari yang unik dan tak ada duanya, bahkan kalau kita kembar sekalipun? Nah itulah tanda TanganNya yang akan menyebabkan kita berada dihadapanNya secara satu demi satu sesuai dengan tangggung jawab perbuatannya masing-masing. Bukankah itu Kemahabijaksanaan Allah sebagai Diri-Nya yang menjadi Aziizul Hakiim? Kalau masih belum jelas lagi, carilah Film yang dibintangi Anthony Hopkins yaitu Final Cut untuk mendapat gambaran yang lebih nyata dan mungkin bisa terjadi. Kalau masih belum jelas juga, maka hanya Allah lah yang bisa menyembuhkan penyakit summum bukmum umyun yang melekat didalam dirimu. Maka shalatlah karenaNya dan berdoalah dengan memohon ampunan padaNya saja bukan pada yang lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5419417753517407701?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5419417753517407701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5419417753517407701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/mr-x-diantara-adam-azazil-dan-hawa.html' title='Mr. X Diantara Adam, Azazil, dan Hawa'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-6552887665688803626</id><published>2007-05-10T17:49:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T17:53:25.142-07:00</updated><title type='text'>Puncak-Puncak Evolusi Kemakhlukan, Meruntuhkan Nafsu Diri Sendiri Dengan Aslim</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Terpaku di surat ke 109, saya termenung membaca penamaan ayat tersebut yaitu Al-Kafiruun (Orang-orang kafir). Surat yang seringkali dijadikan sebagai argumentasi kebebasan beragama tersebut nampaknya bukan sekedar ungkapan yang membedakan antara satu manusia dengan manusia lainnya dalam koridor memilih suatu keyakinan antara satu agama (Islam) dengan agama lainnya, namun tersirat ungkapan yang lebih personal atas capaian ruhani seseorang dipuncak pengetahuannya yang tidak lain adalah Pengetahuan Tentang Pencipta itu sendiri sebagai entitas yang kita sebutkan sebagai Allah, atau sebutan lainnya yang setara pemaknaanNya, dan kita sebagai Bani Adam yang layak disebut manusia sebagai Insaana Fii Ahsaani Taqwiim (QS 95:4) bukan kaum Ablasa yang tidak tahu bagaimana dirinya diciptakan (QS 18:51). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, dalam tulisan tentang “Mr. X diantara Adam, Azazil, dan Hawa” saya menyinggung tentang surat al-Kafiruun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kaum Ablasa ini lahir kaum al-Kafiruun yang diungkapkan di QS 109. Surat al-Kafirrun sebenarnya secara simbolik mengungkapkan bagaimana Mr. X mempunyai pilihan bebas yang bertanggung jawab yaitu menjadi Adam sebagai Awlia Allah atau Adam Awlia atau mau menjadi Kaum Ablasa yang memutuskan diri dari rahmat Penciptanya dengan berbagai tipu muslihatnya untuk menjerumuskan manusia sebagai Bani Adam kedalam kegelapan Ablasa dimana penjara tergelapnya disebut sebagai Penjara Ghairullah (selain Allah atau syirik). Karena asal usul niat dan hasratnya sama, yaitu Mr. X yang mencari PenciptaNya dan dekat padaNya, kaum Ablasa pun akhirnya bisa menyusup dalam berbagai jubah Bani Adam baik dengan menggunakan Perahu Agama, Sains, Kemanusiaan, Ham, Feminisme dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang mengulas Adam dan Azazil di posisi tertinggi sampai munculnya metamorfosis Azazil sebagai Hawa dari sulbi Adam sebenarnya merupakan suatu kesimpulan setelah merenungkan surat ke-109 sampai QS 114 sebagai suatu kesatuan. Dari penempatan QS 109, saya baru ngeh (setidaknya dari penelahaan saya sampai hari ini)  bahwa puncak surat AQ sebenarnya QS 108 sebagai suatu al-Kautsar (Nikmat Yang Banyak), namun diteruskan dengan QS 109 sebagai al-Kafiruun sebagai suatu peringatan yang bisa menimpa suatu kaum atau perorangan yang merasa diri diberi nikmat yang banyak namun akhirnya lalai atau kurang waspada dengan tipu daya hawa nafsunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meskipun Nikmat Yang Banyak dianugerahkan oleh Allah, namun jika nikmat tersebut tidak disyukuri dan dimaknai dengan sadar dan waspada seseorang atau suatu kaum bisa terjerumus kepada Kekafiran karena ada nafsu tersisa yang dibiarkannya, yang justru menumpuk menjadi kesombongan yang menabiri. Kisah-kisah umat terdahulu yang dihancurkan oleh Kekuasaan Allah seperti Bani Tsamud, ‘Ad, Fir’aun, maupun yang lainnya yang diungkapkan dalam beberapa surat AQ nampaknya berhubungan dengan hal ini, kesombongan yang akhirnya menjadi Gunung al-Hijr (nama gunung yaitu al-Hijr sebagai suatu gunung batu artinya bisa juga sebagai al-‘Aql) sehingga akhirnya menggelincirkan umat manusia ke dalam kekafiran yang muncul dari nikmat yang banyak namun kurang disyukuri sebagai rahmat PenciptaNya (dengan suatu peringatan keras di QS 55 yang dinyatakan sebanyak 31 kali, “Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua surat ini (QS 108-109) menjelaskan dua keadaan yang saling memunggungi seperti sisi dua mata uang bahwa dari kenikmatan yang diperoleh manusia, bisa juga muncul kekafiran, dan demikian juga sebaliknya dari kekafiran bisa juga muncul nikmat yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. “Laa ilahaa Illaa Allah” atau “In GOD We Trust”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi saya teringat di salah satu pesan yang saya sampaikan pada teman saya tentang Uang dan Nabi serta tulisan di uang dollar Amerika “In God We Trust” yang menurut saya bersifat dualitas dimana manusia diingatkan bahwa kalau manusia lupa diri maka “God” baginya adalah “Money” yang secara tersirat (entah sengaja atau tidak nampaknya yang pertama kali menyebutkan dalam bahasa Inggris uang sebagai “money” memahami hal ini M-ONE-Y, pindahkan huruf ke-5 ke posisi 2 didapat MY-ONE, saya adalah Yang Satu atau Saya adalah Tuhan yang satu, selebihnya silahkan tafsirkan sendiri apa maksud pembuat uang ini siapakah dia? Iblis yang bermetamorfosis atau Tuhan Yang Satu), dan tanpa sadar kitapun percaya juga “waktu adalah uang” padahal didalam al-Qur’an juga disebutkan mengenai rahasia Sang Waktu dengan Kesadaran Manusia (simak QS 103) sebagai suatu ketetapan untuk menjalani kehidupan yang harus diistiqomahi dengan kesabaran dan berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua keadaan yang bertolak belakang ini, sebenarnya terdapat hubungan dimana satu sama lain akan menyebabkan kedua hal tersebut terjadi sebagai suatu perubahan takdir, atau nasib. Namun kunci itu tergantung pada pengertian kita tentang nikmat yang kita peroleh berupa pemahaman dengan Pengetahuan Tauhid dan bagaimana kita menggunakannya. Apakah dengan kesadaran kudus sebagai hamba atau dengan kesombongan diri, sehingga di puncak tertinggi Pengetahuan Tauhid, kita malah tersesat dan terjebak dalam tipu daya halus yang muncul dari Nafsu Terakhir yang lalai kita kendalikan terlebih dahulu yaitu “keakuan” atau “egosentrisme” kemakhlukan kita yang dikira kecil justru menjadi besar sehingga tumbuh menjadi Gunung Batu  al-Hijr dan menjadi tabir yang tak bisa ditembus untuk melihat Realitas Tentang al-Haqq dan realitas tentang diri kita yang cuma sekedar makhluk dengan batasan paling banter umurnya rata-rata 60 sampai 66 tahunan yang rasanya kita cerap sebagai “O-SIN (Original Sin)” atau “Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu diri yang dilalaikan pengendaliannya secara konsisten bisa membesar kapan saja, baik di posisi rendah, menengah maupun tinggi. Namun umumnya muncul justru pada posisi tertinggi manusia ketika manusia merasa bisa mengatasi hawa nafsunya, yaitu ketika manusia berhadapan langsung dengan Realitas Tuhan (QS 7:7). Karena itu al-Kafirrun juga menyiratkan rahasia tentang Pengetahuan Tuhan Yang Tertinggi yang akhirnya dijungkirbalikkan menjadi Kegelapan Manusia sebagai makhluk yang sesungguhnya sudah dianugerahi akal pikiran dan mampu memaknai dengan hati namun malah jadi gosong dan hangus menjadi arang bara jahanam karena debu yang menyelip di hatinya yang seolah bersih telah menjadi sumbat yang mematikan mata hatinya. Umar yang rasional semula kafir dan teman Abu Jahal serta Abu Lahab, namun karena Allah melalui doa Rasulullah menetapkan untuk menghancurkan Gunung batu al-Hijr kesombongannya ia menjadi Mukmin, namun temannya Abu Jahal maupun Abu Lahab tidak, dan mereka pun menjadi typical khas dari karakter al-Kafiruun yaitu Bapak Kebodohan dan Bapak Kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika makhluk menjadi arang bara jahanam, sebutannya kemudian disebut al-Kafiruun , AL-KF-RUN kebalikan dari NUR dengan sebutam Kaf sebagai huruf Penyingkap yaitu Manusia sebagai Bayangan Tuhan dengan Pengetahuan-Nya yang telah membalikkan dirinya dari kehambaan menjadi merasa menjadi Tuhan dan bersembunyi dalam berbagai jubah penampilan, baik yang terang terangan menjadi kafir maupun tertipu daya dengan jubah kesucian maupun ke-agamaan (jadi dalam posisi tipu daya seperti ini kita akan melihat orang mengaku beragama tetapi tidak ber-Tuhan, dan demikian juga sebaliknya). Jadi, al-Kafiruun bukan secara harfiah berarti orang yang “bodoh” dan “pemarah” dari sisi lahiriah semata namun juga dari sisi yang lebih menunjukkan bagaimana akal pikirannya yang sebenarnya secara lahiriah mungkin cerdas atau kaya lahir namun lalai mengelola sisi batiniahnya atau esoterisnya. Mereka pun bisa saja datang dari kelompok yang berjubah keagamaan, kesucian, keilmuan, kekayaan, dan kelompok yang memang secara lahiriah mempunyai ilmu pengetahuan tetapi ilmunya tidak bisa meyakinkan hatinya untuk tertunduk di hadapan Kekuasaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk kemanusiaan, ketika kita mencari Tuhan, sesungguhnya kita bagaikan anjing atau Dog-ie yang mencari tuannya dengan mengendus-endus baunya. Gambaran  demikian dalam bahasa modern disebut Reduction Ad Absurdum atau dalam gambaran agama Timur kepala ular yang menggigit ekornya, dalam arti sesungguhnya sebuah lingkaran maujud dari titik menjadi bentuk citra sempurna 360 derajat yang menjelaskan tentang arti Waktu sebagai manifestasi Ketuhanan sesungguhnya yang disebutkan sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu, Laa ilaaha illa Huwal Hayyul Qoyyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan instrumentasi lahir dan batin yang ada pada manusia, pengetahuan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia hanya dimungkinkan bergerak bebas sebatas untuk mengenal dan sampai kepadaNya dengan Berserah Diri saja atau ASLIM alias ISLAM karena rujukan manusia untuk memahami pesan-pesan Tuhan sesungguhnya “bentuk” lahir dan batin kemanusiaannya sebagai Bani Adam yang Berpengetahuan Tuhan dengan benar sebagai ‘Abdi sekaligusnya KhalifahNya untuk mengelola sistem kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal pikiran dan hati kita, adalah instrumen bagi kita yang secara nyata hanya dapat digunakan untuk mengenal-Nya dengan mencium Asma, Sifat dan Perbuatan-Nya saja sebagai makhluk ciptaan-Nya yang DIANUGERAHI amanat untuk menyingkapkan SIAPA DIA. Dari amanat tersebut Allah berkenan memberi modal menyaksikan Ke-Esa-an MutlakNya di alam alastu yang akhirnya muncul menjadi kemampuan berpikir dan memaknai dengan pendekatan 10 yang memunculkan Pertolongan Allah menjadi kemampuan berorde 1000 alias 3 dijit saja yang aktual menjadi 10X10=100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang aktual dari penyaksian itu adalah QS 2:255 al-Kursy yang tak lain adalah tangan dan kaki kita sebagai ciri-ciri Mr. X kecuali dengan sebutan Insaana Fii Ahsani Taqwiim atau bisa menjadi Asfalaa Safiilin yang belum diberi identitas khas sampai Adam  Awlia menyatakan kita sebagai Bani Adam. Upaya kita mengenal Tuhan dengan mencium WewangianNya dan mempunyai akurasi SIXSIGMA alias 66 (Allah) alias 341 per semilyar proses alias 10 pangkas 9  alias QS 109. Melampaui 10 pangkat 9 yang muncul khayal dan angan-angan menjadi al-Kafiruun (QS 109), karena itu yang diperlukan adalah mengartikulasikan potensi penyaksian ke-Esa-an menajdi Pertolongan Allah semata (QS 110) dengan menyatakan maghfirahNya yaitu Taubatan Nasuha (QS 9, at-Taubah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Metafor Siti Jenar dan Anjing&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasanah tradisi kewalian Jawa, ungkapan anjing yang mencari tuannya tidak lain adalah Kisah Siti Jenar yang berubah menjadi anjing sebagai simbolisme dan gambaran yang sebenarnya menohok langsung 9 wali lainnya yang bersandar pada pengertian lahiriah untuk mencari Tuhan, namun dengan pegangan formalitas Taubatan Nasuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, anjing yang mati sebenarnya gambaran tentang hawa nafsu terakhir manusia dengan simbolisme Siti Jenar yang dibunuh 9 wali yang justru menyempurnakan Siti Jenar kedalam wilayah kehambaanNya yang hakiki menjadi makhluk yang digelari Nurzathi. Meskipun 9 wali bisa membunuh Siti Jenar, tapi juga sekaligus mereka tertipu oleh hasratnya sendiri sebagai nafsu terakhirnya yang masih dibelai-belainya, sehingga kewaliannya justru akan menjadi hijabnya sendiri. Dengan dibunuhnya Siti Jenar, Siti Jenar justru bermetamorfosis menjadi makhluk baru yang berada di wilayah diluar ilmu pengetahuan kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah 9 wali songo nampaknya mempunyai keselarasan dengan kisah 9 Kesatria Templar di Wilayah Eropa yang menurut tafsiran historis, yang belakangan ini banyak dibincangkan setelah keluarnya novel Da Vinci Code, menjadi kelompok pengatur yang mempengaruhi revolusi sosial politik di Eropa Barat. Entah kenapa dan sejak kapan kisah ini masuk ke Indonesia nampaknya erat kaitannya dengan pergulatan politik kekuasaan yang telah menggunakan jubah keagamaaan untuk meraih kekuasaan dan dominasi politik yang berkembang di wilayah Mediterania maupun di bagian dunia lainnya, dan akhirnya setelah Perang Salib masuk ke Indonesia yang waktu itu berada di bawah ancaman kekuasaan Belanda. Semua itu nampaknya berkaitan erat dengan munculnya gerakan Agama Masehi dengan fokus utama di Aleksandria tempat dimana terdapat  sumber ilmu pengetahuan saat itu dan pusat pergolakan intelektual dan reformasi keagamaan di akhir abad Sebelum Masehi sampai tahun 535 Masehi yaitu tahun dimana Gunung Rakata meletus yang menurut penulis Buku Krakatau mengubah konstalasi kekuasaan di berbagai dunia termasuk lahirnya Nabi Muhammad SAW 36 tahun setelah meletusnya Gunung Rakata di Selat Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Wali Songo yang dikenal di Indonesia nampaknya bukan sekedar kisah fiktif, kisah tersebut adalah gambaran tentang maqomat ruhani dan hal dari perjalanan ruhani seseorang ketika melalui fase demi fase menyingkap tabir kemakhlukan dirinya. Sembilan Wali adalah gambaran tentang Adam (45) yang muncul ke permukaan sebagai suatu tatanan pengetahuan Tuhan yang artikulasinya diwakili oleh huruf Kaf dan Fa dalam nama Al-Kafirun, sebagai penyingkap rahasia manusia yang dengan PengetahuanNya atau Alif-Laam, yang akan mengungkapkan suatu kondisi dilematis yang akan ditemuinya di posisi tinggi Menjadi Bani Adam yang Aslim di hadapan kelemahan dirinya dengan segala pengetahuan lahir dan batinnya atau menjadi maujud Nafsu Terakhir yang dilalaikannya yaitu egosentrisnya dan lahir menjadi Fir’aun atau Dajjal atau Azazil Sang Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kearifan yang dijelajahinya dengan pengetahuan Adam, manusia seolah dililit Sang Ular yang tiba-tiba muncul menggigit ekornya sendiri atau asal usul dirinya, ekornya pun digigitnya. Namun dengan ketundukkan di hadapan Tuhan kekafiran yang kelak akan melahirkan Ablasa bisa berubah menjadi kehambaan yang melahirkan manusia sebagai Bani Adam dan Siti Hawa yang merupakan metamorfosis keakuan untuk meneruskan kontinuitas Jamal dan Jalal Allah dengan car aberkembang biak meneruskan generasi manusia yang berilmu pengetahuan dengan benar, dan mempunyai pedoman yang benar yaitu Al Qur’an sebagai Dzikrul Lil Mukminun dan Dzikrul Lil ‘Aalamin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran kalau dalam sejarah kita terdapat paradok-paradok, baik fiksi maupun fakta sejarah : ada kisah Maling Budiman, Jaka Sembung (L) dan Bajing Ireng (P) sebagai pasangan yang melawan Belanda yang dikisahkan Djair Warniponakanda menjadi komik apik Indonesia, Si Pitung dari Batavia, Robin Hood di Inggris, Simon Templar, Willem Tell, Che Guavara, Aji Saka yang kulit putih alias orang Rumawi atau salah seorang Yahudi yang lolos dari pembantaian 41 kaum Yahudi di Ain Jedi tahun 77 M yang lari ke Timur yang menetapkan tahun Saka diJawa pada tahun 78 M,  Adi Mulya (Adam Awlia) raja pertama Tarumanegara, Gajah Mada (atau Gajah Adam alias Adam dengan pengetahuan Dewa Ganesha), Sunan Kalijaga alias X Jaga si penjaga sungai pengetahuan sebagai SOGO (renungkan saja kenapa logo SOGO itu bentuknya lingkaan dengan simbol X), Soekarno, Soedirman, Soeharto, atau di masa Rasulullah ada Umar Bin Khatab yang awalnya kafir tapi bisa berubah menjadi Mukmin sejati, atau Pemberontak Semua Agama &amp; Keyakinan yang melawan semua tatanan agama dan pengetahuan pun menjadi Nabi dan Rasul Kekasih Allah yaitu Muhammad (Yatim Piatu, ditakuti oleh pengikut agama formalis di wilayah Timur seperti India dan Cina karena bisa meruntuhkan tatanan, khususnya runtuhnya tatanan 8x8=64 yang bisa diubah menjadi 13x5=65 dengan lubang ditengahnya) Sang Reformis semua ajaran agama baik dari timur (Zoroaster,manichea n, Jains, Hindu, Budha, Siwa, Tao, Zen dll) dan barat (Yahudi dan Kristen), reformis agama mesir kuno dan paganisme (Hermetisme, Ofirisme) maupun reformis rasionalitas ilmu pengetahuan dari Yunani (Theosophia) dengan ungkapan Buah Tiin dan Buah Zaitun yang masak di Mekkah (QS 95). Ungkapan Buah Tiin dan Buah Zaitun sebenarnya ungkapan ruhani bagi Nabi Muhammad SAW yang secara alamiah berada dalam posisi yang siap lahir dan batin untuk menerima anugerah Pengetahuan Tauhid tertinggi dan mengoreksi semua bentuk pengetahuan maupun keyakinan agama yang telah dikenal maupun kelak akan dikenal dengan cara yang berbeda, lebih terperinci, maupun lebih metaforis dengan label ilmiah misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shirathaal Mustaqiim adalah Medan Gravitasi (9,81), al-Falaq adalah pengetahuan tentang pembelahan inti sel dan teknik nuklir, penyucian jiwa adalah gastrulasi yang meruntuhkan legenda Aristotelian “mana duluan telur sama ayam? “&lt;br /&gt;40 hari puasa khalwat adalah aktivasi frekuensi 40 MegaHertz gelombang otak yang bisa mencerdaskan manusia. Nun (50) adalah jumlah kapasitas  neuron di kulit otak kepala manusia yang bisa aktif secara bersamaan kalau manusia biasa sholat tahajud yang mampu menyimpan 10 pangkat 5 fonem bahasa dengan sebutan klasik QS 105 al—Fiil, taksiran usia alam semesta adalah 365x1000x40.000=14,6 milyar tahun (sehari=1000 tahun, satu tahun 365 hari) sebagai taksiran minimal dengan taksiran maksimal 25,5 milyar tahun (sehari sama dengan 70.000 tahun), usia planet bumi identik dengan 2x23=46 sebagai jumlah pasangan kromosom dengan kemungkinan menjadi al-Kafiruun kita yaitu adalah 4,6 milyar tahun, akurasi optimum perbuatan kita adalah akurasi SixSigma (314 proses per satu milyar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu nggak sih kalau kita saat ini berada di siklus ke-13, siklus terakhir dari siklus besar 6000 tahunan yang melahirkan kemanusiaan kita dengan naungan 92 unsur kehidupan yang terbentuk sejak meletusnya Kaldera Danau Thoba (92) 74.000 tahun yang lalu?&lt;br /&gt;Kehidupan kita sehari semalam dinaungi oleh 12+12=24 huruf tauhid&lt;br /&gt;Sidik jari di Ibu jari dan telunjuk kita sesungguhnya adalah bukti dari 6236 ayat al-Qur’an&lt;br /&gt;Kalau kamu acungkan telunjukmu ke atas dengan menyebutkan “Allah Hu  Akbar” maka dari telunjuk dan ibu jarimu bisa memancar pengetahuan para nabi dan rasul.&lt;br /&gt;Bla…bla..bla…dll… dll..dll. ...(yang lainnya cari sendiri di AQ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Dilema Di Posisi "Au Ah Gelap"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi dilematis dipuncak Pengetahuan Tauhid yang bisa dialami oleh kaum arifin, gnostikus, sufi, atau siapapun yang mau mengalaminya sebagai perjalanan ruhani, yang bisa disebut sebagai “Posisi Au Ah Gelap”, secara jelas sebenarnya diungkapkan dalam firman QS 109:1-5 yang menjelaskan suatu dialog antara yang hak dan yang batil dengan suatu penentuan bahwa kehendak bebas manusia mempunyai tanggung jawabnya masing-masing sehingga setiap pelakunya dan tatacara penyembahannya kepada Al-Haqq adalah pilihannya sendiri sesuai dengan kadar Rasa Allah yang ada padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS 109  pun ditutup dengan ungkapan 14 huruf yang menyimpan rahasia asal usul pengetahuan Tuhan sebagai bukti kalau pengetahuan manusia sebatas huruf L saja (Know-L-edge, mengenai kata Knowledge ini saya menterjemahkannya “tahu nggak sih L itu pojokan dari awal dan akhir pengetahuanmu”, mengenai L – nya itu apa silahkan renungkan sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku (Lakuum diinukum wa liya diin)”. (Qs 109:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yang dinyatakan Nabi Muhammad SAW adalah pilihan yang akhirnya diungkapkan dalam QS 9:128-129 sebagai posisi kehambaan dengan kekhususan sebagai Kekasih Allah atau secara umum akhirnya dinyatakan oleh beberapa pengikutnya sebagai al-Insaan al-Kamil (Sahl al Tutsari, al-Hallaj, Ibnu Arabi, Abd Qadir al-Jilani, dan kajian lainnya tentang tema ini misalnya oleh Nietsze dari Jerman yang mencari makna “Man and Superman”) dengan gambaran personifikasi diungkapkan sebagai QS 47 surat Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterbatasannya manusia memang harus menentukan sikap dengan kesadaran kudus yaitu ASLIM atau Berserah diri atau menjadi ISLAM, atau dengan kegelapan jiwa dan raganya, dalam kebutaan matahatinya menjadi Bani Ablasa, kaum Dajjal, bagian dari sistem Dajjal, kaum Yakjuj dan Makjuj, serta kaum lainnya yang esensialnya summum bukmum umyun, atau mirip kisah Gajah dan orang buta yang mencoba menafsirkan Gajah sesuai apa yang bisa dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berserah diri dengan ketundukan di hadapan Tuhan adalah Pertolongan Allah yang sesungguhnya. Karena itu, setelah surat al-Kafiruun, ditempatkanNya surat ke-110 sebagai huruf Wawu yang menyimpan rahasia batin dari Kemahabijaksanaan Kekuasaan Tuhan berupa kehambaan makhluk dihadapanNya, dan semua makhluk terikat didalam rahmatNya yang aktual dan dirasakan sesuai dengan citra bentuk lahiriah yang ditetapkan ada pada manusia sebagai Mister X , yang dihidupkan mengikuti arus Sang Waktu, yang dinyatakan dari keadaan berpasangan sebagai pasangan suami dan isteri dengan naungan Cinta Illahi (al-Mahabbah) , yang mempunyai 2 tangan dan 2 kaki masing berjumlah sepuluh jari yang menjadi penyingkap dari PenciptaNya. Huruf X selain bernilai 10 juga bernilai 20 dan secara simbolik adalah simbol manusia dengan 2 tangan yang membuka keatas dan 2 kaki yang terpentang menginjak Bumi, dan Laam dengan nilai 30 sebagai batasan Pengetahuan Tuhan adalah pengetahuan manusia tentang dirinya dan PenciptaNya dengan simbologi terselubung sebagai Alif-Laam (31) atau AL yang dibunyikan menjadi bunyi nada dasar yang muncul di alam yang tergantung bioritmik dan logaritmis denyut kehidupan dari kerahasiaan saling berpasangan sebagai Kekasih dan Yang Dikasihi yaitu Cinta Adam dan Hawa sebagai simbologi Cinta Ilahi kepada semua makhluk : huruf Laam-Alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Pertolongan Allah dan Rahasia Jihad Rasulullah dan Ali Bin Abu Thalib KWJ&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertolongan Allah, manusia dilahirkan kembali setelah prosesi penyucian jiwanya dengan menelusuri ayat-ayat al-Qur’an dari QS 1 sampai QS 108 sebaai pedoman hidup dan pedoman pengungkapan tabir jiwanya. Namun, tantangan terbesar manusia masih ada yang diungkapkan sebagai suatu peringatan bagi manusia yang menjalani penyucian jiwanya dan membaca tanda-tandaNya yaitu surat al-Kafiruun. Tetapi, di posisi kritikal itu Pertolongan Allah juga masih tetap menyertainya yaitu surat QS 110 sebagai an-Nashr .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan Allah yang dinyatakan kemudian diuraikan dengan 69 huruf yang diakhiri dengan penjelasan bahwa Allah adalah penerima taubat atau Allah yang telah menetapkan Maghfirah Bagi Adam dan Hawa atau bagi manusia yang telah menjalani prosesi penyucian jiwanya sehingga ia menemukan hijab terakhirnya adalah pasangan hidupnya sebagai manifestasi Allah, Al-Rahmaan, aL-Rahiim yang aktual untuk meneruskan misi Penciptaan yang dinyatakan Tuhan sebagai awal mula manusia dihadirkan dengan Nur Pengetahuan Tuhan yang kelak dari Nur Pengetahuan itu menjadi ilmu pengetahuan simbolik sebagai asma-asma elementerNya : dari 1 sampai 10, alif sampai ya, a sampai z.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur Pengetahuan Tuhan sendiri adalah Pertolongan Allah yang aktual, meskipun Nur tersebut dibelit oleh Ular Hawa Nafsu manusia sebagai maujudnya janji Pencipta bagi sang Azazil yang menjadi iblis dan bisa menyesatkan manusia. Karena itu Nur Pengetahuan Tuhan memerlukan pemandu atau penabir supaya manusia tidak terbakar dalam kekafiran yang dinyatakannya dari debu kesombongan yang masih melekat di hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penabir dan pemandu itu adalah Nur Muhammad karena dari Nur Muhammad makna tentang Allah sebagai Pencipta dituntaskan dengan pedoman dan syariat yang berkaitan langsung dengan kondisi psikologis manusia atau akhlak manusia dengan segala perbuatannya di dunia. Dalam wujud lahirnya ia muncul sebagai Ahmad Muhammad dan menjadi Nabi yang terakhir karena dengan Risalah yang disampaikannya (AQ) ia menjelaskan manusia dalam proporsi ideal yang sesungguhnya dalam hubungannya dengan dirinya, kaumnya, alam lingkungannya dan Tuhannya yang dingkapkan sebagai kalimat penciptaan makhluk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim, Kun Fa Yakuun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selama manusia tak mampu menaklukkan keiblisan dirinya, ego terbesarnya sebagai jihad yang pertama kali harus dilakukan, maka peperangan dirinya dengan kebatilan lahiriah yang merupakan jihad kecilnya tak akan bisa menang. Bagaimana mungkin seorang raja bisa mempertahankan dirinya kalau didalam lingkaran dalamnya ada penghianat (hawa nafsunya yang liar)? Inilah rahasia hadis nabi yang diungkapkannya setelah Perang Badar, bahwa Perang Badar sebagai jihad kecil sesungguhnya tak akan pernah bisa menjadi kemenangan hakiki (dan kenyataannya, setelah Perang Badar, dalam Perang Uhud Umat Islam menderita kekalahan karena hawa nafsunya menggodanya, mengabaikan perintah Nabi, dan meninggalkan Bukit Uhud karena tergiur dengan rampasan perang yang ditinggalkan musuh sebagai simbol tergiurnya umat Islam dengan materialisme. Sentral pertahanan Umat Islam saat itu pun lemah dan musuh pun akhirnya mampu menghancurkan pertahanan itu. Ketahuilah, Bukit Uhud adalah Bukit Tauhid) selama manusia masih ditaklukkan oleh hawa nafsunya. Tetapi inilah yang telah diraih Ali bin Abu Thalib KWJ sehingga dalam peperangan kecilnya (yaitu perang yang dijalaninya dari mulai melindungi Nabi sampai terbunuhnya beliau) ia tak tergoda untuk membunuh musuhnya meskipun musuhnya justru menghinanya, memanas-manasinya untuk membunuhnya ketika Pedang Tauhid-nya telah bersiap untuk ditetakkan ke batang leher musuhnya. Namun, karena Ali KWJ telah memenangkan jihad besar dengan menaklukkan hawa nafsunya maka ia justru tidak menetakkan pedangnya di leher musuhnya. Musuhnya pun akhirnya masuk Islam karena kemaha besaran jiwa Ali bin AbuThalib KWJ yang berperang Demi Allah dengan sebenarnya setelah ia mengalahkan musuh besarnya yaitu Hawa Nafsunya sendiri. Jadi, bagaimana kita seharusnya menegakkan Allahu Akbar, Laa ilaaha Illaa Allah, Muhammadurrasululah itu sebenarnya cukup jelas kalau saja kita mau menghaluskan jiwa kita ke wilayah ruhani yang lebih halus yaitu dengan Iqra dan menyucikan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Jihad Kecil dan Ancaman Jebakan API ABU LAHAB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad dan Pertolongan Allah yang dinyatakan setelah ancaman kekafiran, berlanjut dengan penjelasan dari maujud kekafiran karena Pertolongan Allah diabaikan, pengetahuan dilalaikan dan hanya diambil unsur kesenangannya semata untuk memuaskan api nafsunya, yaitu api ammarah Abu Lahab yaitu QS 111. Ini adalah surat yang sebenarnya menggambarkan kekalahan manusia melawan jihad-jihad kecilnya karena tidak bisa menundukkan musuh beratnya atau Jihad besarnya yaitu ego dirinya yang menjadi musuh dalam selimutnya. Jadi, hati-hatilah kalau engkau berlindung dibalik kata Jihad karena dibalik kata tersebut engkau akan terseret kedalam API Abu Lahab, api ammarah, bara api neraka yang sesungguhnya dan jihadmu yang dikira kecil dan mudah dikalahkan justru menjadi jihad terbesarmu karena ternyata kamu tidak bisa menyingkirkan kerikil dengan kedua tanganmu yang dilumuri api amarahmu, dan jihadmu yang dikira kecil akan menjadi bara api  yang menjerumuskan dirimu dalam kekafiran, kebatilan, dan jebakan Sang Iblis lainnya. Manusia pun diingatkan tentang Abu Lahab yang bersemayam dalam dirinya dengan alejori yang disesuaikan dengan masa Nabi Muhammad SAW ketika melawan musuh besarnya yang pamannya sendiri, ABU LAHAB (NyalaApi), QS 111.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Keikhlasan Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah supaya manusia yang diberi Pertolongan Allah tidak terjebak dalam Api Abu Lahab? Surat ke-112 merupakan Pertolongan Allah yang aktual setelah manusia yang berada dalam posisi tertinggi dan lolos dari duri berbisa  Egosentrisme yang mengarahkannya kepada Kekafiran dan mencegahnya memasuki Api Abu Lahab yang menjerumuskannya kedalam nestapa berkepanjangan dalam rupa adzab kebodohan, kemarahan yang dipelihara, dan bentuk lainnya yang muncul dari disia-siakannya Pertolongan Allah yaitu disia-siakannya makna Islam, al-Qur’an maupun sunnatul rasul dari segi lahir maupun batinnya, atau disia-siakannya rahasia Tauhid QS 57:3. Maka dari itu, keikhlasan yang menyelamatkannya adalah keikhlasan yang sesuai dengan batasan dirinya sebagai makhluk ciptaan yaitu Penauhidan dengan Ahadiyyah dan Shamadityyah DzatNya yang berada dalam lingkupan Rahmaniyaah dan RahimiyaahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penauhidan yang benar maka semua bentuk yang ada pada diri kehambaan kita harus disadari sebagai potensi yang ditakdirkan oleh Allah, dan tidak lebih dari itu. Makhluk adalah tetap makhluk yang dilahirkan, merasakan kehidupan, menauhidkanNya, patuh dengan syariat dan laranganNya dan berada dalam koridor kehendak bebasnya yang sebatas abjad dan bilangan. Tidak lebih dari itu. Dan siapapun yang menginginkan selendang KesombonganNya akan berada dalam Genggaman DiriNya yang Maha Menyesatkan dan Maha Menghinakan, dan Dia adalah Esa, sebagai Realitas Absolut yang menopang seluruh eksistensi kehidupan makhluk, tidak beranak pinak maupun dikembangbiakkan dalam ungkapan-ungkapan kesyirikan, dan karena itu semua KemahasucianNya akan bisa dirasakan oleh manusia yang sadar akan dirinya yang lemah dan fakir bukan oleh manusia yang mengenakan jubah KesombonganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan Allah ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai HambaNya dengan Akhlak Muhammad. Karena itu susunan jumlah huruf QS 112 yang terdiri atas komposisi 11,9, 12, dan 15 huruf dengan total 47 huruf adalah rahasia Akhlak Muhamad (QS 47) sebagai rahasia dirinya yang menjadi Kekasih Allah. Dalam alejori masa kini, kode 47 pun diuraikan sebagai komposisi Kromosom Ke-11 alias kromosom HUWA MUHAMMAD  (11+92=103) sebagai kromosom yang menjadi trigger kesadaran manusia atas waktu (Qs 103) atau kehidupannya yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi optimum Kromosom ke-11 yang ada pada semua manusia hanya diwariskan oleh kaum yang mengenakan selendang kelembutan-Nya yang tidak lain adalah kaum Adam dan Hawa. Manifestasinya di masa kenabian setelah Muhammad adalah Fatimah Az Zahra dengan pasangannya Ali Bin Abu Thalib KWJ. Maka menikahlah kalian atas dasar CINTA ILAHI sebagai bagian dari rahasia Keikhlasan Allah yang dititipkan kedalam rahim kaum wanita sebagai rahasia Kromosom ke-11, kromosom Dia Muahmmad sebagai rahasia Kelembutan Allah yang dinyatakan juga untuk Kaum Adam sehingga manusia sebagai Bani Adam adalah manusia yang menjadi Adam dan Hawa sebagai pasangan yang menjadi Wakil Tuhan sebenarnya (Khalifah) yang meneruskan kontinuitas Jamal dan Jalal-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Al-Falaq&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keikhlasanNya Allah kemudian meneruskan Pedoman untuk sampai kepadaNya dengan suatu peringatan yang terselubung didalam waktu subuh sebagai al-Falaq, atau pecahnya cahaya mentari yang akan menerangi bumi dan menghamparkan maghfirahNya sebagai kehidupan semua makhluk yang hidup dalam celupan gravitasi Cinta Ilahi yang membangkitkan manusia  dari kematian sementaranya atau waktu tidurnya. Karena iu, selama merasakan realitas kehidupan memohonlah perlindungan dari semua godaan makhluk-ya di sang hari, maupun di malam hari, dan dari kejahatan para tukang tenung dan sihir yang menyimpan kejahatan yang muncul dari kedengkian hati yang dihembuskan dari nafsu manusia yang selama siang dan malamnya selalu digoda oleh gambaran tentang keindahan wajah dunia yang fana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Falaq yang sering disebutkan sebagai pelindung dari godaan setan sesungguhnya pelindung dari godaan hawa nafsu yang menghembus-hembuskan gelora syahwat dan angan-angan manusia sehingga lupa diri dengan keadaannya sebagai makhluk berakal yang dibelit ular berbisa yang bisa menyesatkannya yaitu ego dirinya. Ego dirinya bukan sekedar muncul dari dirinya sendiri namun juga muncul dari hembusan para penggoda dan pendengki dari luar. Maka jagalah hatimu, dan pandangan matamu dari keindahan yang menipu karena realitas dunia adalah produk hawa nafsu kita sendiri baik yang terkendali maupun tidak terkendalikan yang melahirkan Cinta, Amarah, Peperangan, Darah dan Airmata yang melukis sejarah Umat Manusia di Planet Bumi yang semata wayang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Kehidupan Umat Manusia (An-Naas)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah al-Falaq yang mencuatkan realitas kehidupan sebagai gambaran dibawah naungan mentari yang mencitrakan negeri Indra Maya (Realitas The Matrix, 6236 ayat AQ), maka kemanusiaan kita muncul dalam berbagai bentuk yang kita rasakan, baik sebagai diri kita, anak, suami, istri, harta benda, saudara maupun gambaran dunia manusia yang telah nyata sebagai suatu kesatuan yang saling berhubungan, menjalin rahmat Tuhan menjadi Rahmaatan Lil ‘Aalamin dalam washilah kehidupan yang dinyatakan dari Cahaya Muhammad yang menghidupkan 92 unsur utama di Planet Bumi sehingga Bumi menjadi makhluk yang hidup dan layak untuk menjadi penampilan Jamal dan Jalal Allah, sebagai bagian dari aktulitas Kemahabesaran Pencipta, Allah Rabbul Aalamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ke-114 adalah puncak evolusi kehidupan makhluk dengan manusia sebagai variabel dominan didalamnya yang mewarisi Pengetahuan Tauhid sebagai Kemahabijaksanaan Allah SWT sehingga sesungguhnya semua kehidupan adalah dalam Genggaman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan An-Naas adalah kumpulan realitas di dalam celupan Pengetahuan Tauhid atau Shibghatallaahi sebagai ‘Aalamin yang kenyataannya dirasakan melalui ilmu pengetahuan yang muncul dari kemampuan Adam sebagai moyang manusia yang menerima asmaa a kulaha lantas menyatakannya dengan prinsip-prinsip dasar kehidupan di bawah naungan mentari menjadi geometri, bilangan dan huruf, lengkap dengan efek sampingannya yang bisa menyesatkan manusia karena menuruti was-was dihatinya. Was-was merupakan maujud dari Wa Nafsi yang diwarisi dari kondisi-kondisi primordialnya ketika berhadapan langsung dengan Allah Pencipta-Nya dengan ketetapan yang telah menjadi ketentuan asal yaitu Penyaksian akan ke-Esa-anNya, “Bukankah Aku Tuhanmu”? (QS 7:172). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keselamatan manusia sebagai an-Nass bergantung kepada kemampuannya untuk tunduk dengan hukum-hukum asal tersebut yang aktual menjadi keseimbangan tanpa cacat sebagai hukum asal realitas yang secara langsung mencitrakan Jamal dan Jalal-Nya di alam materialistik yang dihidupkan di bawah naungan mentari. Efek sampingan yang muncul adalah Wa Nafsi, yang bisa menjadi taqwa dan bisa menjadi jahat, maka beruntunglah bagi mereka yang menyucikan jiwanya karena dari jiwa yang disucikan dan dimurnikan itu ia akan kembali menyaksikan ke-Esa-anNya dan kehambaan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusiapun kemudian dituntut untuk menyingkapkan hijab-hijab dirinya sebagai makhluk sehingga jawaban tentang kehidupannya, maknanya, rahasianya, dan misinya di dunia disadarinya dengan tulus dan ikhlas sebagai bagian dari RahmatNya, bukan malah memutuskan diri dari RahmatNya dan menjadi Kaum Ablasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah engkau akan menjawabnya pertanyaanNya, ketika Dia bertanya kepadamu bagaikan bayangan dirimu yang tampil didalam cermin dan berkata kepadamu, “Bukankah Aku Tuhanmu?”. Yang diperlukan untuk menjawab semua itu adalah Aslim dengan Pedoman Dzikrul Lil ‘Aalamin yang menjelaskan Pesan-pesanNya, yang menyembunyikan Surat CintaNya di dalam 114 surat, 6236 ayat yang menjelaskan kenapa telunjuk jarimu dan jempolmu bentuknya seperti itu. Lebih dari itu, maka katakan saja :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illaa Huwa, Laa ilahaa illaa Allah, Muhammadurrasulullah,&lt;br /&gt;Dan berserah dirilah dengan menjalankan perintah dan larangan-Nya, shalatlah karena didalam shalat engkau menutupi kebocoran jiwamu yang realitas relatifnya muncul dari hitungan telunjuk dan ibu jarimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalatlah dengan daya upayaNya bukan daya upayamu, karena hanya didalam shalat yang benar dengan niat yang lurus maka engkau akan melihatNya (ihsan).&lt;br /&gt;Kalau engkau masih belum bisa melihatNya didalam shalatmu, maka luruskanlah niatmu yang masih mengendong hajat dan hasrat keduniawianmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam DiriNya yang ada adalah KesucianNya, maka sucikanlah NamaNya Yang Maha Tinggi dengan menyucikan dirimu sendiri, dan menjadikan dirimu bagian dari cahaya-cahaya Jamal dan Jalal-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawailah Cinta Ilahi dengan hatimu dengan menggetarkan 2x23 Kromosommu,&lt;br /&gt;hingga dirimu sebagai An-Naas adalah bukti tentang DiriNya yang Maha Hidup dengan limpahan rahmat dan kasih sayang yang menjalin kehidupanmu&lt;br /&gt;di Planet Heart, Planet Earth, Planet Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya diatas cahaya (berlapis-lapis, seperti tabir atau hijab),&lt;br /&gt;Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan- perumpamaan (metafor-metafor) bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu. (Qs 24:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia menghitung segala sesuatunya satu demi satu (QS 72:28)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-6552887665688803626?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6552887665688803626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6552887665688803626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/puncak-puncak-evolusi-kemakhlukan.html' title='Puncak-Puncak Evolusi Kemakhlukan, Meruntuhkan Nafsu Diri Sendiri Dengan Aslim'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-686779334997646631</id><published>2007-05-10T17:46:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T17:49:03.634-07:00</updated><title type='text'>Misteri Angka 7</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;1.         Sweet Seven Teen&lt;br /&gt;2.         7-Up&lt;br /&gt;3.         Seven Heaven&lt;br /&gt;4.         Seven Sky&lt;br /&gt;5.         Seven Habbits&lt;br /&gt;6.         Sheila on Seven&lt;br /&gt;7.         DLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan entah berapa banyak istilah yang dinyatakan orang yang disertai dengan hitungan 7 atau Seven termasuk, tentu saja Tujuh Langit Bumi dan Puyer Bintang Toedjoe, jamu gendong terkenal di Indonesia. Apa memang benar 7 itu nomor keberuntungan? Semisterius apa bilangan 7 ini? Apakah memang penuh misteri atau mata hati dan akal pikiran kita saja yang sebenarnya sudah tertabiri 7 langit bumi hawa nafsu kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka ini semisterius pengetahuan kita tentang agama dan sistem ilmu dasar kita. Dulu, filsuf-filsuf Yunani terpaku dengan keajaiban angka 7 ini. Kalau dilihat-lihat sih, emang ajaib dan bentuknya mirip huruf "L" atau siku-siku yang juga menjadi huruf tengah dari kata "KNOW-L-EDGE". Nah, pagi ini saya dapat SMS matematika dari 2728 (kalau mau coba lihat REG MAT 2728)&lt;br /&gt;isinya kira-kira:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MAT: Bermain dengan umurmu. Kalikan umurmu dengan 7, lalu kalikan hasilnya dengan 1443. Hasilnya adlh umurmu berulang 3 kali. Cth:&lt;br /&gt;18x7=126,126x1443=181818"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ajaib khan. Saat yang sama, saya juga menerima sms SAINS dari nomor yang sama (silahkan coba di REG SAINS 2728), isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertumbuhan kerang amat lambat shg diperlukan waktu 100thn utk btumbuh 1 cm (10 mm). Walaupun lambat dlm btumbuh, kerang adalah spesies dgn masa hdp terpanjang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Byarr !!!,  "Umur"  ,"kerang", dan "ukuran satu abad" nampaknya sangat erat kaitannya. Hubungan-hubungan itu nampaknya berkaitan dengan usia manusia yang pendek dan usia kerang yang panjang. Setahu saya, ada kerang yang sudah menjadi ikon umum misalnya kerang Nautilius yang bentuknya seperti angka "6" atau "9" dan konon konstruksi dalamnya yang berbentuk seperti obat nyamuk memenuhi kaidah universal yang disebut bilangan GOLDEN RATIO yang merupakan bilangan transenden keseimbangan tanpa cacat (Qs 67 ayat 3 &amp; 4,jumlahnya 7 lagee).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hubungan antara citra kerang Nautilius yang unik dan telah digunakan sebagai bagian dari teknik memetakan Piramida di Mesir dengan usia kita, umur kita, cara kita menghitung SATU ABAD, dan tentunya ilmu pengetahuan kita sebagai Pengetahuan Nabi Adam a.s?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya ada. Iseng-iseng saya elaborasi lebih jauh bilangan 7 ini, tapi kali ini dengan cara mengaitkan dengan umur. Hanya saja nampaknya rumusan 7 dan 1443 yang menghasilakn 3 kali umur kita itu cuma berlaku di kisaran 10 sampai 99 saja. Kalau dibawah 10 didapat susunan bilangan antara misalnya umur 1 tahun adalah 10101 (221), umur 9 tahun 90909 (189, komposisi 221). 1+2+3....+9= 45 yang dapat dibaca sebagai ADM (Alif(1),Dal( 4),Mim(40) ) atau dibaca ADAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan dari 10 sampai 99 memenuhi kaidah 7 dan 1443, sedangkan bilangan 3 dijit dari 100 sampai 114 dan mungkin seterusnya juga tidak konsisten. Di bilangan 100 (jadi pas dengan umur kerang yang cuma bisa panjang 1 cm per 100 tahun), hasilnya adalah bilangan 1010100. Bilangan ini seolah-olah membatasi ukuran yang konsisten dari ketentuan bilangan 7 itu. Dan dari bilangan ini pula nampaknya 7 secara definitif adalah ukuran atau tahap supaya Citra Golden Ratio Tampil sebagai sunnatullah yang pasti bagi manusia yang matanya berbentuk hexel atau garis segi 6 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4+3=7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi 1010100 dipisahkan menjadi 4 dan 3 dijit 1010 dan 100, lantas 1010 dipisahkan lagi dengan 2 dan 2 atau 22, didapat 10 dan 10. Konsistensinya adalah konsistensi yang sesuai dengan 2 tangan dan kali kita yang mempunyai 20 jari atau komposisi al-Kursy 255 dan 255.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ini semakin ajaib bahwa QS 2:255 adalah penjelasan tentang telapak tangan dan kaki kita yang bisa jadi melakukan sesuatu yang baik atau buruk. Pantes saja kalau al-Kursy digunakan untuk mencegah gangguan psikologis yang bisa membuat kita berbuat jahat. Tangan kita adalah ujung dari bersitan hati yang ditetapkan oleh Pencipta Kita. Setelah Ilham Ilahi jatuh diatas hati kita, bagaikan tetes air yang jatuh, maka bersitan ilham itu pun meluas menjadi hasrat, terus keinginan, kehendak, kekuasaan, tindakan individual dan akhirnya menjadi tindakan kelompok sebagai suatu masyarakat. RahmaatanLil ‘Aalamin pun bisa semakin nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sambungkan 22 dan 7 menyatakan definisi perbandingan antara keliling lingkaran dengan diameternya. Dari sini kita dapatkan bilangan ajaib yang misterius pula yaitu 22/7=3,1428571. ..Ini bukan bilangan rasional tapi bilangan REAL yang dipotong di dijit ke-7 di belakang koma (kalau komanya kita tulis 9, hmmm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya adalah .....SXXG... RXXL yang tidak lain adalah CXXXN  SXXI. (XX nya silahkan pikir sendiri kira2 hurufnya apa? hahahahaha). Terus kalau kita tulis 227 didapat pengertian lingkaran Nyata yang sempurna dalam ukuran tertentu yaitu sebagai lingkaran al-Hajj.(QS 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tambahkan lagi 10+7, didapat 17. Eit, yang ini disebut istimewa karena 17 adalah koefisien sholat 5 waktu selama 24 jam dan tanggal kemerdekaan RI yang dulu dinyatakan pada tanggal 17-8-1945, semuanya angka yang berhubungan dengan suatu keberuntungan. 17 juga dikenal sebagai suatu koefisien yang menyatakan suatu perkiraan atau taksiran tentang bilangan prima 2 dan 3 92+3=5). Namanya &lt;a href="http://mathworld.wolfram.com/GoldbachConjecture.html" target="_blank"&gt;Golbach Conjecture&lt;/a&gt; (orang bule emang suka main stempel aja kali ya, ini enakan disebut Taksiran Ibu Jari dan Telunjuk Bani Adam) dimana nilai koefisiennya adalah 13 dan 4 menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13+4=7 dan 13x10+4=134.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian bilangan ini menyatakan 13 benda langit di tatasurya (dengan Komet Halley, Planet X dan Asteroid) dan 4 tatanan diatasnya yaitu : Galaksi Bima Sakti, Kumpulan Galaksi, Alam Semesta Global,  dan akhirnya yang membuatnya. Atau setidaknya Dia yang membuat makhluk seperti kita yang mampu merekonstruksi ulang Pengetahuan Tentang Dia yaitu Allah dengan 7 Asma dan SifatNya. Nah mulai ngeh, surat al-Fatihah mempunyai 7 ayat pun menyatakan simbolisme bilangan 7 sebagai bilangan ajaib. Setidaknya, sejauh ini manusia menyatakannya ajaib seajaib dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bisa melihat,&lt;br /&gt;2) Bisa mendengar,&lt;br /&gt;3)Bisa menyentuh,&lt;br /&gt;4) Bisa menyayangi&lt;br /&gt;5) Bisa merasakan&lt;br /&gt;6) Bisa tertawa&lt;br /&gt;7) Dan, bisa mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 keajaiban dunia ternyata BUKAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Piramida&lt;br /&gt;2) Taj Mahal&lt;br /&gt;3) Tembok Besar Cina&lt;br /&gt;4)Menara Pisa&lt;br /&gt;5)Kuil Angkor&lt;br /&gt;6) Menara Eiffel&lt;br /&gt;7) Kuil Parthenon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKANNNNNNNNN. TAPIIIII KITALAH SI MAKHLUK AJAIB ITU, saking ajaibnya kita, entah idiot , rendah hati atau memang kebangetan bebalnya sampai lupa menjadi makhluk paling ajaib di alam semesta ini setelah Allah, Pencipta Semua Makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, 7 tahap juga dilalui mulai dari jatuhnya Pesan Allah menjadi tindakan kita. Namun, tindakan yang dilakukan kita setelah melalui fase ke-1 yaitu jatuh di hati melalui suatu medan energi di dalam tubuh yang disebut Wa Nafsi. (simak QS 91:7-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan pun terjadi mulai dari tahap ke 2 sampai ke 7 berupa bolak-baliknya niat. Kalau misalkan ilham itu tidak dijaga lurus dengan kondisi jiwa dan raga yang prima maka ilham yang dinyatakan dapat muncul sebagai suatu tindakan kita. Meskipun ilham bersitan awal mengalir  dari hati, ketika melalui terminal hasrat mengalami kontaminasi karena adanya gesekan dengan Wa Nafsi manusia yang dalam perkembangannya mengalami banyak godaan dari kiri, kanan, depan maupun belakang (Qs 17:7 (tujuh lageee)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka,dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS 7:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tanggung jawab semua perbuatan manusia jatuh pada individu yang melakukan tindakan tersebut (jadi jangan salahkan Allah lho, karena Dia sudah memberikan peringatan melalui Nabi dan RasulNya). Kejadian buruk pun dialami seseorang bukan karena Allah menghendakinya terjadi namun kejadian buruk terjadi karena manusia tidak lagi selaras dengan ilham yang dititipkan Allah, baik ilham yang sudah jadi pengetahuan dan dijadikan pedoman, yang sudah menjadi barometer perintah dan laranganNya, maupun ilham yang ada setiap waktu sebagai dasar-dasar niat seseorang ketika melakukan aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab terjadinya distorsi dari llham murni sampai munculnya tindakan, mirip dengan gesekan-gesekan panas yang mengganggu kondisi psikologis kita, jika kita tidak menjaganya dengan melakukan kepatuhan kepada perintah dan larangan Allah, dan menerapkan proses perawatan wa nafsi kita dengan cara yang disarankan AQ yaitu Membaca pesan-pesanNya baik di diri sendiri maupun di alam semesta dengan jiwa yang dimurnikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perintah dan semua petunjuk yang ada di masing-masing kitab manusia dilaksanakan dengan benar dan pedoman yang benar, kelak  yang bakal muncul adalah gambaran akhlak dari makhluk yang dimuliakan oleh Allah, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah dengan sebutan Insaana Fii Ahsaani Taqwiim. Parameter baik buruknya, bagi Umat Islam sebenarnya sudah jelas kalau AQ dibaca dengan benar dan dilaksanakan dengan benar maka akan muncul manusia yang akhlaknya bercermin kepada Akhlak Rasulullah dengan gambaran yang disampaikan di QS 9:128-129.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa urusannya semua kelipatan 7 ini dengan umur kita dan kerang yang cuma bisa mulur 10 mm setiap 100 tahun. Satu tahun dalam ukuran tahun matahari adalah 365 hari. Nah ini dia, sebenarnya. Apa ya artinya suatu umur atau Waktu? Adakah pengertian umur dan kerang berkaitan dengan bagaimana kita memahami suatu siklus di Planet Bumi yang posisinya adalah Planet ke-4 kalau matahari kita hitung nomor 1?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weh, kombinasi yang menarik, 4 dan 7 menjadi 47 kalau kita gabungkan dan 4+7=11 kalau kita jumlahkan, sedangkan kalau kita kalikan 4x7=28 yang disebut sebagai bilangan sempurna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1+2+4+7+14=28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi geli sendiri karena bilangan ini adalah jumlah ruas tulang tangan saya sendiri yang suka nulis dan melakukan apapun juga. Coba lihat, Ruas Ibu jari : 2, Telunjuk 3, terus 3 jari lainnya juga beruas 3 sehingga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2+3X4=14, 14x2=28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangan kita yang menjadi al-Kursy adalah tangan yang dibangun oleh citra kesempurnaan bilangan 28. Disebut sempurna karena memenuhi kaidah 7 dan 2 dengan jumlah 9 dan pengurangan 5, hasil kalinya 9x5=45 alias Ilmu Bani Adam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1+2+4+7+14=28, 28-14=14, 14/2=7 Nah angka 7 lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya siapa sih angka 7 itu? Saya isengin lagi, kali ini menggunakan kaidah satu tangan, satu Telunjuk dan satu Ibu jari dengan 3 jari dilipat, didapat huruf L. Kalau L ini kita putar CCW didapat posisi angka 7. Kesimpulannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu memang bisa jadi makhluk pinter dibandingkan makhluk lainnya, buktinya tak perlu diceritakan karena korbannya mulai dari puser bumi yang memuncratkan Lumpurnya seperti di Lapindo sampai Tuhan pun jadi korban manusia. Tapi meskipun begitu, pengetahuan manusia ternyata sebatas huruf L atau selebar saling tegak lurusnya Ibu Jari dan telunjuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan semua itu ia bisa menerima setitik debu Niat Ilahi yang dijatuhkan di hatinya, lantas dengan 7 tahap muncul menjadi tindakan-tindakan dan perilaku manusia yang saling menjalin untuk memaknai realitas hasil rekayasanya dari setitik niat yang mungkin berupa debu primordial penciptaan makhluk yang kemudian menjadi samudera dalam celupan 5 geometri dasar, 10 bilangan dan 28 huruf abjad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu manusia sesungguhnya hanya berangan angan saja atau sekedar berceloteh dengan membolak balik angka 0 sampai 9 dan abjad alif sampai ya atau a sampai z, dan bangunan dasar segi 3. Nah , lo….Tapi apa sebenarnya angka 7 ya. Hmm, coba hitung berapa tinggi telunjuk dan ibu jarimu….siapa tahu cocok….Kalau cocok, berarti kamu adalah keturunan Bani Adam eh,…..Bani Desimal dan Biner yang hitungannya cuma akurat sampai 7, lewat 7 misalnya 8x8=64 akan melalui wilayah distorsi realitas yang disebut runtuhnya papan catur karena 8x8=64 bisa dibuat menjadi 13x5=65 dengan lubang bolong ditengahnya (&lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/6" target="_blank"&gt;silahkan baca tulisan saya tentang runtuhnya papan catur&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketahuan sekarang, mungkin hitungan basis 7 dan 1443 itu maksudnya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur kamu kali 7 (sepanjang telunjukmu) kali 1443 hasilnya adalah bilangan XXYYZZ dimana XX=YY=ZZ ,jadi kalau umur 18, hasilnya 181818. 3 kali umurmu adalah realitas dari kehidupan yang dibagi menjadi alam rahim, alam dunia, dan alam barzakh sebelum dijebloskan ke alam lain yang disebut Surga atau Neraka dengan melalui al-Mizan dari Aziizul Hakiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita berada di alam ke-2 jadi 2 dijit di tengah, makanya realitas kita sebenarnya realitas 2 adalah 10 alias realitas 12 huruf yang nilainya 165 karena 165+12=177. (Mengenai apa arti 12 dan 165 ini silahkan cari tahu masa nggak tahu?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai al-Kursy yang kita miliki 177-10x10=77= 11X7 yang dibaca sebagai 11X=110=6 (6/2=111) + 7=13.  Yang takut sama angka 13, mungkin saatnya periksa ke dokter karena ini termasuk gangguan psikis yang disebut Triskaidekaphobia ( &lt;a href="http://atmoon.multiply.com/journal/item/40" target="_blank"&gt;lihat juga ini&lt;/a&gt; ) penyakit Phobia 13 alias Friday Thirteen atau Runtuhnya Realitas Papan Catur. Dunia kita memang seperti Catur Ilahi, kita cuma medium seperti wayang yang digerakkan oleh The Puppet Masters dengan 7 asma sifatNya, Allah,al-Rahmaanm, al-Rahiim, al-Hayyu-al- Qoyyum, al-Iradah-Al- Qudrah. Bagi susunan 7 Asma sifat itu dengan komposisi 1 dan 3 dijit 1+(2+2+2)=1+ 6=7, 1 dan 222=1+222=223 disebut dengan lafaz Arab jadi Alif Kaf Ba Ra atau AKBAR, ditulis diabad modern jadi 2x23 jumlah kromosom manusia dengan kromosom kepribadian kita adalah kromosom ke-11 di posisi 47 dengan satuan panjang 48, jadi total ada 3x48=96+48=144= 12x12, 12+12=24 huruf tauhid alias sehari semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas kehidupan kita sebenarnya cuma sehari semalam dengan kenyutan yang berulang secara harmonis. Kalau digambarkan mungkin mirip gambar tetes debu yang jatuh di kolam atau mirip efek doppler. Hari ini adalah hari ini, besok masih mimpi, kemarin sudah jadi cerita. Tapi semua itu kira rasakan sedemikian nyata banget ya sampai-sampai kita melihat ketuaan semua makhluk, keluruhan realitas makhluk sebagai Laam yang lahir, hidup, mati, dan kembali ke Bumi, dari debu menjadi debu, dari jiwa kemakhlukan menuju wilayah penghisaban. Sudah siap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debu adalah al-ha(5)ba(2) (31,2,5=31+7= 38) suatu zarah yang tak ada artinya bagi Allah, Rabbul ‘Aalamin, sehingga dari niatNya ia hanya hanya nyatakan bagai tetesan debu diatas samudera Cahaya di atas cahayaNya yang tak bertepi, semua makhluk adalah al-Haba, dan semua makhluk adalah “Abd Allah (70,2,4,66=142= 1+4+2=7) yang diciptakan sebagai bukti CintaNya semata karena dia adalah Dia, yang menganugerahkan 7 Asma dan Sifat yang terefleksikan pada al-Insaan sebagai citra PengetahuanNya dengan Qalb, al-Aql, dan Wa nafsi yang bisa dinyatakannya, baik dengan kejahatannya maupun ketaqwaannya (QS 91:7-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui cahaya sang mentari (QS 91, As Syams) manusia kemudian memahami pesan-pesanNya yang tersandikan didalam selimut kemakhlukan, ada yang baik, ada yang buruk, ada yang berpikir dan memahami, ada yang hanya bertasbih saja, semuanya berada dalam genggamanNya karena hakikat kemahlukan bagai ikan dalam Bubu yang terendam dalam Celupan Pengetahuan Tauhid (Shibghatallahi, QS 2:138). Dan semua manusia yang berpengetahuan hakikatnya adalah Bani Adam dan Hawa, bani Abjad dan Desimal yang dinyatakan dari hembusan nafas Al-Rahmaan dari sebuah titik dibawah huruf “BA”: Bismilahir al-Rahmaan al-Rahiim, Kun Fa Yakuun. Maka semua makhluk diciptakan dengan Rahmat dan Kasih SayangNya. Sayyidina Ali KWJ pun pernah berkata:”Aku adalah sebuah titik di bawah huruf Ba”. Selebihnya, silahkan renungkan 7 ayat dalam surat al-Fatihah (Pembuka) sampai surat ke-114 yaitu an-Nass (Kehidupan Manusia) karena disanalah tersembunyi hikmah dan warisan kehidupan manusia yang semestinya tidak boleh ditinggalkan oleh semua umat manusia karena di 114 surat tersebut terdapat mutu manikam yang kilau kemilau bagai lentera di tengah kegelapan hawa nafsu umat manusia dewasa ini, dia adalah Dzikrul Lil Mukminun, Dzikrul Lil ‘Aalamin – Warisan Agung bagi umat manusia dari Nabi Muhammad SAW si Yatim Piatu, The 13th Warrior. Jadi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikmat mana lagi yang mau didustakan?( QS 55:13)”(55+13= 68,6+8=14, 14/2=7, 7/2=111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini, yang diuraikan di QS 55 syrat al-Rahmaan di QS 55:13 diulang sebanyak 31 kali dari 78 ayat di surat al-Rahmaan, seolah untuk mengingatkan manusia tentang kelalaiannya sendiri yang akan berakibat pada kemusnahannya sendiri atau keterhinaannya sendiri sebagai Asfaalaa Safiilin (sejelek-jeleknya makhluk ciptaan Allah) ketika semua nikmat Allah, Rabbul ‘Aalamin didustakan, diabaikan bahkan dimanipulasi untuk kepentingan-kepentingan hawa nafsunya semata. Padahal semua bukti kebenaran (al-Bayyinah, QS 98) tentang CintaNya ada di depan mata. Setiap hari mungkin dicelotehkan oleh kita, baik dengan kata-kata maupun dengan tangga nada bina vokalia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7777777777777777777 77777777777 &lt;br /&gt;Do                                            Do&lt;br /&gt;7 Re                                      Re   7&lt;br /&gt;7     Mi               1              Mi       7&lt;br /&gt;7         Fa                         Fa         7&lt;br /&gt;7            Sol                  Sol          7&lt;br /&gt;7                La           La               7&lt;br /&gt;7                   Si     Si                   7&lt;br /&gt;7        11           Do              9       7&lt;br /&gt;7                   Si     Re                  7&lt;br /&gt;7               La            Mi              7&lt;br /&gt;7            Sol                 Fa           7               &lt;br /&gt;7          Fa          18         Sol       7&lt;br /&gt;7       Mi                             La     7&lt;br /&gt;7   Re                                    Si   7                                        &lt;br /&gt;Do                                             Do &lt;br /&gt; 7777777777777777777 77777777777                                             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh tangga nada dasar alam semesta tersembunyi didalam 7 lapis jiwa manusia yang diselimuti nafsu ammarah  sampai Sirr al-Asrar. Dapatkan jiwa kita menyanyikan tanpa nada putus dari DO sampai DO melalui kelembutan FA hingga cermin hati terbuka menjadi jendela untuk Melihat Wajah-Nya, baik di Bumi maupun di SurgaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah itu Ghaib tetapi Ghai-biin bagi orang yang mempunyai Pengetahuan (tentang DiriNya dan semua PenampilanNya)” (QS 7:7)&lt;br /&gt;“Dan Dia menghitung segala sesuatunya satu demi satu (Qs 72:28)”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-686779334997646631?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/686779334997646631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/686779334997646631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/misteri-angka-7.html' title='Misteri Angka 7'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4244263969196015404</id><published>2007-05-10T17:43:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T17:45:56.373-07:00</updated><title type='text'>Kisah Bani Adam dan Hawa Dari Zaman Batu Hingga Abad Digital</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Lama saya merenungkan apa sebenarnya hikmah Adam dan Hawa dalam sejarah kemanusiaan yang dikenal sampai hari ini yang penguraiannya bersandar pada simbol, geometri, bilangan dan abjad. Kita disebut Insaana Fi Ahsaani Taqwiim dengan kekhasan sebagai Bani Adam dan Hawa atau Bani Desimal dan Abjad sebagai makhluk yang tercelup, tenggelam dan berenang-renang dalam lautan Shibghatlallaahi (QS 2:138) dengan kapasitas untuk membolak-balikkan kedua telapak tangan kita untuk bertindak dengan 10 bilangan dan 28 huruf sempurna (huruf Hijaiah), dan membangun dengan dasar-dasar lima bentuk benda menjadi berbagai rupa bentuk buatan tangan dan kaki manusia mulai dari batu bulat buat dilempar, rumah, membajak tanah dan mengolahnya, membuat alat tulis, sampai lahirnya ponsel yang hanya digerakkan oleh ibu jari dan telunjuk kita untuk berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu pesan singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau kita telusuri  sepanjang sejarah yang bisa kita rekonstruksikan dengan pengetahuan yang kita kenal di hari ini, maka sesungguhnya memang sejarah kita adalah suatu rekayasa yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga makhluk cerdas berpengetahuan mampu merekonstruksikan secara otonomi guna mengenali asal usulnya sendiri secara individual maupun bersama-sama sebagai suatu komunitas dan berakhir pada suatu titik dimana kita diminta untuk menarik kesimpulan sebagai “KEYAKINAN YANG HAQ BUKAN YANG BATIL” dan “BERTANGGUNG JAWAB SECARA INDIVIDUAL SESUAI DENGAN SIDIK JARI MASING-MASING (DAN TENTUNYA SIDIK DNA KITA YANG NO 8)” dengan modal kenyataan kalau diri kita sejatinya tanpa daya upaya tanpa adanya Pertolongan Dari Yang Maha Tinggi,  yang Namanya sejauh ini kita rekayasa sedemikian rupa untuk selaras dengan semua fenomena yang kita lihat hari ini sebagai suatu realitas kehidupan dimana manusia sebagai suatu makhluk ternyata merupakan satu-satunya makhluk yang kemampuannya sangat dominan bila dibandingkan dengan jenis makhluk lainnya karena adanya kemampuan merekayasa ini sebagai anugerah dari Rabbul ‘Aalamin (Inteligence Being).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan manusia untuk mengungkapkan siapa saya dan siapa Dia akhirnya  terpecah menjadi dua arah sesuai dengan hukum-hukum dasar saling berpasangan sebagai kenyataan yang tidak perlu dibuktikan lagi. Arah itu kita sebut sampai hari ini perjalanan mikro dan makro, eksoteris dan esoteris, ruhani dan materi (dalam hal ini energi saya kategorikan masih termasuk materi), yang ghaib dan yang nyata, dan berbagai ungkapan lainnya yang saling berlawanan bagai elektron dan positron, materi dan anti materi namun sejatinya saling berkelindan menyeimbangkan diri sesuai dengan hukum-hukum yang kita kenal dari fakta yang kita temukan dan kita ilustrasikan secara geometrik, simbolik, maupun numerik sebagai hukum Keseimbangan Tanpa Cacat atau Golden Mean atau Golden Ratio alias 1,618 kali 1000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia mulai bisa berbahasa dengan nada-nada yang lebih enak di dengar telinga, ungkapan numerik pun direkonstruksikan untuk mewakili Citra Ideal yang sesuai dengan hukum-hukum alam di Planet Bumi dan sistem pelindungnya sehingga lahirlah Nama-nama dengan tangga nada dan sistem huruf yang lebih lembut sebagai Nama-nama-Nya yang baik (Asma Ul Husna). Makhluk berlabel “manusia sebagai Anak Adam dan Hawa” muncul dari kemampuan eksoteris dan esoterisnya sebagai citarasa dan daya pikirnya, yang menyatakan perbedaan dirinya dengan makhluk ciptaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pun bukan lagi sekedar makhluk yang hanya mengeluarkan bentakan kasar, geraman, auman, raungan, rintihan, erangan, desas-desus, gosip, atau sekedar lengkingan yang mendirikan bulu kuduk kita kalau mendengarnya. Namun, manusia mampu menyatakan setitik niat yang muncul setiap saat waktu hidupnya menjadi citarasa gerak gerik perilaku, tindakan, dan kata-kata yang lebih lembut dan indah yang bisa selaras dengan nada-nada dasar alam semesta, baik dinyatakan dengan nyanyian, syair maupun tulisan yang bersifat ilmiah. Sejak itu, manusia mungkin boleh dikatakan telah lahir sebagai "Adam dan Hawa" yang "manusia”, yang "berpengetahuan" dan berbahasa dengan indah sehingga ia bisa mengisahkan kisah cintanya sesuai dengan perasaan terhalus dan paling artistiknya yang bisa dinyatakannya dengan 7 tahap penguraian sebagai 7 keajaiban dunia sesungguhnya yang sedekat diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintalah akhirnya yang menjadi Lem Perekat (Glue) segala sesuatu sebagai Potensi Kuantum tersembunyi dalam diri manusia yang mampu mengubah seluruh penampilan yang ada pada kita maupun yang ingin kita nyatakan. Lahirnya bangunan-bangunan yang mewakili suatu peradaban, karya-karya seni umat manusia yang nampak bagus dimata dan menggoda, ataupun bentuk peradaban yang sungguh luar biasa di zamannya sampai hari ini, tidak lain dari ungkapan kisah cinta yang melahirnya legenda abadi dengan taburan darah dan airmata, antara perang dan damai, sampai munculnya Kitab Wahyu maupun kitab keagamaan lainnya juga dari Cinta yang merekat realitas kehidupan kita sebagai realitas Indra Maya yang sementara (atau Mayapada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan memang panggung sandiwara, dan kita dimainkan dari Niat Sang Pencipta untuk memperkenalkan DiriNya, untuk bersenda gurau didalamnya dengan bumbu pahit dan manis, madu dan racun, memilah dan memilih yang bisa membuat kita menangis sebgaai pengajaran dariNya, demikian pula dengan cemas dan harap kepada Dia Yang Maha Tinggi sebagai sandaran Puncak semua makhluk, Dia adalah Allah, Rabbul ‘Aalamin, Dia Yang Maha Esa, dan Dia adalah Cahaya Di atas Cahaya (Qs 24:35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Adam dan Hawa dipertemukan, Cinta Adam kepada Hawa pun lahir bukan sekedar cinta yang dilandasi karena geraman dan raungan Wa Nafsi semata dengan ketelanjangan diri di hadapan segala sesuatu yang ada dalam sistem kehidupannya. Cinta Adam dan Hawa adalah cinta yang lahir dari Jamal dan Jalal Sang Pencipta makhluk yang tak bisa dibayangkan bentuk dan maujudnya kecuali dari citra penampilan Diri-Nya yang dipenuhi kelembutan dan keindahan, yang tampil dalam citra manusia Hawa/Adam yang menarik minat manusia Adam/Hawa lainnya untuk lebih mengenalnya dan menyatakan keinginannya sampai gerak gerik jemarinya menuliskan gambaran Ideal dari Wajah Hawa/Adam yang indah dalam rupa yang menampilkan Kemahaindahan dan Kemahagungan Sang Pembuat Segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam/Hawa bagai Pembuat Tembikar dari lempung yang terpesona dengan dirinya, karyanya, dan terpesona dengan segala sesuatu yang dilihatnya baik disebut alam semesta, Planet Bumi dimana ia hidup, bunga-bungaan, semua makhluk yang hidup dari bentuk renik seperti semut , laba-laba,  keluwing kaki 1000, onta, anjing, kucing, elang perkasa, maupun burung utopia sebagai burung Anqa, rumput yang tertunduk, tumbuh-tumbuhan yang daunnya berguguran, maupun kekasihnya sebagai Hawa/Adam yang maujud dalam bentuk Idaman-nya yang merefleksikan Kemahaindahan dan Kemahaagungan Pencipta dirinya sebagai pencipta sekaligus pemelihara dan pendidik dirinya yang makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pandangan ke-Adaman-nya ia pun memproyeksikan citarasa tertingginya yang paling logis-ideal kepada Pembuatnya sendiri yang kelak dikenali dari jiwa murninya sebagai ar-Raab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menyebutkan dua nama yang umum yang sebenarnya mempunyai konotasi negatif kalau kita nilai dari sisi adab kemanusiaan saya yaitu God dari dog dan Tuhan dari hantu. Nampaknya kedua nama ini produk satiris yang menyindir manusia karena sering berolah kata tanpa dibarengi dengan akhlak kemuliaan Bani Adam dan Hawa sebagai Khalifah Allah sebagai gambaran yang dilihat oleh manusia yang mengungkapkan dirinya sebagai hamba yang paling hinadina (kalau mau enak sebut saja yang membuat nama God dan Tuhan itu seorang Pendekar Hina Kelana ). Sampai hari ini, nama God dan Tuhan masih digunakan banyak orang karena sebab-sebab yang berkaitan secara psikologi dengan semantik yang diperkenalkan di masa Mesir Kuno dimana Nabi, Rasul, dan Kaum Arifin disebut sebagai Anjing Hantu (begitulah kiranya asal usul kisah legenda anjing yang menggonggong itu melihat hantu yang saya dengar sejak saya masih kecil dan saya lihat di sinetron dari suara rekaman yang suaranya berulang itu-itu saja aungggggggg…oe… oe…). Mungkin pembuat kosa kata God dan Tuhan itu meledek seluruh umat manusia dengan proyeksi yang paling menghinakan karena kebutaan mata hati kita mengenal Pencipta kita sendiri, maka ungkapan kepada Pencipta makhluk pun diselubungi hakikat kemanusiaan kita yang semu yang tak lebih dari anjing, dog atau hantu atau hamba, maka dari pandangan satiris itu Nama Pecipta pun diumumkan oleh Si Pendekar Hina Kelana sebagai God atau Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan manusia ke citra dan bentuk ideal sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, sejak manusia yang bermukin di China bisa membuat tembikar dengan bentuk koin berlubang maupun bentuk pilinan seperti posisi Kaki 1000 yang tertidur (simbol 6 dan 9 atau 69 atau Thaasin, see QS 69:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bentuk tersebut lebih diidealisasikan, maka yang dikenali kasat mata adalah Lingkaran yang muncul dari Titik dengan berbagai metafora misalnya setetes embun jatuh di kolam yang bening, menjalar membangun riak gelombang harmonis, bersuperposisi dan membangun ikatan-ikatan realitas yang disebut kehidupan makhluk. Pada akhirnya, dari ungkapan setetes embun atau debu yang jatuh diatas kolam muncul teori gelombang harmonis  dengan formulasi yang diajarkan kepada umat manusia yang pernah duduk di bangku sekolah sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengenal nenek moyang kita sebagai Adam dan Hawa pun nampaknya erat kaitannya dengan kemampuan manusia (kita ini) untuk melakukan kilas balik dari perjalanan terjauhnya ke jarak yang paling dekat sebagai diri kita sendiri. Fantasi masa kini dengan film Contact, Star Wars, Star Trek dan Babylon-5 yang menjelajahi angkasa luar adalah perjalanan manusia mencari utopia yang paling abadi yang masih dikenal yaitu mencari asal usul kita sebagai suatu idea ideal yang sebenarnya mencari jawaban abadi atas pertanyaan “Sangkan Paraning Dhumadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan eksterior pun mencapai taraf paling jauh hari ini sampai kita bisa masuk ke perut bumi, membocorkan isinya untuk semua kepentingan kita dari mulai minyak sampai tanah berlumpur tanpa memperhatikan harmoni dan keselarasan di sekitarnya, menembus angkasa luar mencari planet terjauh yang masih bisa kita reka dengan harapan menemukan makhluk ET supaya bisa disebut penemu pertama dan namanya masuk Guinnes Book of Record atau dapat Nobel, dan yang paling akhir dengan genetika kita pun masuk ke dalam diri sendiri namun dengan cara eksterior dengan menguraikan sandi-sandi genetika kita sendiri sebagai makhluk yang secara jelas terdiri atas pasangan kromosom berjumlah 23 atau 2x23=46. “Peta kita sudah diuraikan”, begitu berita sains terbaru saat ini. Kisah peta genetik pun saat ini menjadi berita paling gress di bidang sains genetika dengan pro dan kontranya dan mengalahkan kisah Stephen Hawking yang memburu cahaya di tepi Lubang Hitam dan bertanya tentang arti Sang Waktu : real atau imajiner. Atau bertanya tentang arti Nol itu isinya berapa? Pertanyaan variatif yang sejatinya sudah lama muncul sejak Aristoteles bertanya, : mana duluan telur atau ayam? Atau Columbus memecahkan solusi cara menegakkan telur yang bulet dengan cara menggeprakkannya supaya bisa berdiri. Atau mau solusi yang lebih ruhaniah, bagaimana cara menembus bintang dan membelah bulan? Dan semua itu sebenarnya masalahnya cuma satu, bagaimana dulu Nabi Adam a.s sebagai manusia pertama yang mencitrakan Hawa sebagai Matahari membuat bentuk titik jadi lingkaran yang sempurna dan menguraikannya menjadi sistem ilmu pengetahuan dasar cara kita menghitung, mengukur, dan cara kita berbahasa, lantas memetaforakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Adam a.s itu, maka Pengetahuan Tauhid sebagai ilmu dan agama lahir mengalir melalui sungai waktu, dan kemudian dikenali, lantas airnya diminum dengan cara berbeda-beda dan tergantung si peminum atau kondisi ruhaniahnya, kejernihan hati dan akal pikirannya, dan yang penting kemampuan mengendalikan nafsunya, apakah masih selaras dengan kehendak Penciptanya atau tidak? Apakah masih dilaburi kesombongan diri tanpa ASLIM atau tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-firman Pencipta pun dibaca oleh nabi dan rasulnya dalam keadaan akal dan hati yang ASLIM, yang paling jernih dan paling menghamba. DAN siapapun yang membaca dengan diliputi hawa nafsu, dengan sezarah kesombongan yang masih melekat, tanpa Iqra yang benar dan tanpa menyucikan dirinya (yang paling sederhana yaitu berwudhu) akan mudah digelincirkan wa nafsi-nya sebagai ular berbisa yang melilit rahasia dirinya sebagai Pohon Tauhid, yang akan mematuknya dan akan menghanguskannya menjadi gosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apa sebenarnya yang telah kita lakukan dengan semua itu? Apa yang kita buru dan ingin buktikan atau apa yang ingin dapat dinyatakan di Planet Bumi ini semuanya menjadi suatu kisah yang beraneka warna dan warni dimana disela-selanya kita pun bisa menjadi kaya raya karena metafora kita, menjadi kaya dengan menumpahkan darah, airmata dan cinta buaya darat sebagai bagian dari sejarah kemanusiaan kita yang aslinya Bani Adam sebagai Insaana Fii Ahsaani Taqwiim, sebagai makhluk cerdas yang bisa merasakan kehidupan di bawah naungan sinar mentari dengan menguraikan ilusi optik tentang realitas dengan dasar Red Gren Blue. Well, itulah apa yang muncul sejauh ini dengan perjalanan ke berbagai arah yang bersifat eksterior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan manusia ke arah interior yang tak tampak di mata pun dimulai sudah sejak lama. Ketika realitas mulai dipahami sebagai bagian dari ulah sang mentari, maka dulu di penjuru dunia muncul para pemuja Dewa Matahari, Dewi Bulan, dan entah berapa banyak lagi dewa-dewi lainnya yang diungkapkan sesuai di masa tersebut. Anehnya ungkapan demikian nampaknya masih menyelimuti sebagian besar akal pikiran manusia sehingga sengaja dan tidak ada yang bertuhan Satu tapi masih menduakannya. Atau bahkan lebih aneh lagi membuat tuhan-tuhan lain yang muncul dari Wa Nafsi dirinya yang mulai menjadi penguasa jiwa manusia yang aslinya Insaana Fii Ahsani Taqwiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia saat ini mungkin perlu sekali mengkaji ulang harkat dan label kemanusiaannya. Gejalanya sudah jelas, baik Pencipta itu telanjang bulat dan termasuk kategori pornografi maupun diselimuti selendang kegaibanNya manusia hari ini masih banyak yang buta matahatinya, banyak yang lebih suka memurukkan diri ke dalam kegelapan jiwanya lantas bermetamorfosis menjadi dajjal, kaum Yakjuj makjuj, dan kaum Bani Ablasa sebagai makhluk yang memutuskan Diri dari Rahmaat Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Pencipta sesungguhnya sudah melimpahkan rahmat dan maghfirahNya tanpa menuntut apapun kecuali kehambaan makhluk untuk patuh/nurut/ Aslim pada perintah dan wewenangnya yang mesti dipatuhi karena sebab-sebab utama yang berkaitan dengan keselamatannya baik di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah dan wewenangNya sebagai al-Haqq itu  sejatinya sudah dinyatakan secara inheren karena manusia sudah dianugerahi kemampuan berpikir, sudah dianugerahi instrumen logis dan kemampuan hati untuk memaknai, selain dilengkapi dengan penjejak dan kendaraan dari Penciptanya yaitu Wa Nafsi sebagai anjing sekaligus kuda tunggangannya, yang muncul dari konsekuensi logis jasad materialistiknya yang butuh makanan dan minum. Dengan semua arsenal kemakhlukan itu manusiapun disiapkan untuk mampu merespon dan menyatakan niat Penciptanya menjadi tindakan yang nyata dengan pedoman yang benar. Semua itu asal mulanya fitri, namun bisa menjadi taqwa dan jahat kalau tidak mau IQRA dan menyucikan jiwa (simak QS 96:1-5, QS 91:7-10, dan ayat-ayat sejenis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoterisme manusia membuka tabir kedirian kita sebagai makhluk 1 dengan 3 wilayah ruhani yang disebut Hati atau Qalb, akal pikiran, dan wa nafsi. Namun, penggerak utamanya sebagai produk interaksi energi dan materi adalah Cahaya Diatas Cahaya yang KekuasaanNya muncul sebagai cahaya mentari dan gelombang gravitasi sebagai lem perekat aspek materialistik yang direkatkan melalui untaian 7 langit bumi akal pikiran dan citarasa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dengan al-Mahabbah atau Cinta Ilahi sebagai Potensi Kuantum yang ada di semua manusia yang berakal pikiran maupun pada makhluk lainnya. Contoh sedemikian CintaNya kepada semua makhluk ciptaanNya dinyatakannya dengan bahasa kehidupan, sampai-sampai seekor burungpun enggan menginjakkan kakinya kepada anak-anaknya (kalau gak salah ini hadis nabi?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Sang Pencipta dinyatakan dalam berbagai rupa bentuk makhluk, namun sarana dari obyek utama Sang Pecinta (Allah) adalah makhluk yang kelak disebut manusia Bani Adam sebagai makhluk yang dibaguskan rupanya lahir dan batin dan dilengkapi dengan instrumen atau sarana untuk menghimpun kemampuan mengenal Pecintanya yang juga Penciptanya, dan bisa kembali selamat kepada-Nya melalui jalan yang luas (laa ilahaa ilaa Allah) dengan panduan orang-orang yang diberi nikmat yang banyak (Muhammadurrasulullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ironisnya makhluk yang disebut manusia bisa menjadi Asfaalaa Safiilin karena citra kemanusiaannya ambyar dengan perbuatannya yang mungkin tak terbayangkan oleh monyet, burung, maupun harimau sekalipun misalnya memperkosa anaknya, membunuh ibunya, memakan daging saudara sendiri, menjadi geer dan merasa paling benar sehingga membunuh makhluk lain tanpa alasan pun diangan-angankannya mendapat pahala dan bisa masuk surga, merusak lingkungan hidupnya, ataupun perbuatan lainnya yang jauh dari kemuliaan manusia sebagai Bani Adam, ataupun sebagai Insaana Fii Ahsaani Taqwiim, apalagi menjadi Khalifah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jubah AGAMA sebagai Jubah Kesombongan Pencipta yang diperkenalkan oleh para Nabi dan Rasul DIRAMPAS DAN DIKENAKAN untuk membenarkan tindakan yang melampaui batas-batas al-Mizan, maka manusia jatuh dari citra Insana Fii ahsaani taqwiim menjadi asfalaa safiilin, jatuh bebas dari telaga al-Kautsar (QS 108) yang digambarkan sebagai nikmat yang banyak dengan Pengetahuan Tauhid di Kehidupan di Planet Bumi dengan Rahmat Muhammad (kehidupan dengan 92 unsur utama penunjangnya) maupun kehidupan di surga kelak, menjadi kaum yang disebutkan di QS 109 sebagai al-Kafiiruun karena lalai lupa bersabar dan bersyukur dan lalai tidak mengorbankan hawa nafsunya, bahkan yang lebih parah sombong dan merasa diri paling tinggi bahkan di hadapan Allah pun masih merasa paling tinggi, sehingga jadilah manusia itu disebut Fir'aun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia tidak bersabar dan lalai untuk bersukur serta masih enak-enak saja mengenakan Jubah Kesombongan Sang Pencipta yaitu agama untuk kepentingan hawa nafsunya sendiri, maka kaum kafirun pun lahir dengan selimut kesombongan Pencipta yang dirampas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KemahakuasaanNya pun akan tampil sebagai MurkaNya yang tidak pandang bulu menjadi adzab lahir maupun batin bagi manusia yang disegerakan karena lalai mengkaji diri sendiri, lalai untuk mawas diri, dan lalai dengan pedoman yang sudah diuraikan sebagai Dzikrul Lil ‘Aalamin, dan akhirnya mereka yang menjadi sombong pun tergelincir dalam lautan hawa nafsu Abu Lahab yang berkobar dimana-mana (QS 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis pun muncul di dunia tanpa perlu menyaru lagi dalam bentuk paling membuat gemetar bayi atau anak-anak yang masih ngompol di pangkuan ibundanya, namun tampil dengan wajah tampan dan kemayu yang menggoda yang bisa muncul dari panasnya api kesombongan, api kedengkian, kebodohan, dan kejahiliyahan lainnya yang membusukkan akal pikiran dan membuat hati manusia menjadi carut marut, gosong bagai arang dan karbon yang tidak bisa lagi digunakan untuk bercermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang melalui wilayah esoterispun kalau tidak waspada dari zarah kesombongan yang ditebarkan Sang Iblis yang lahir dari hawa nafsunya dapat terjerumus sehingga dapat mendatangkan MurkaNya. Tapi ada jalan keluar dengan cara berserah diri (ASLIM) dengan HANYA memohon Pertolongan Allah (QS 110), ikhlas (Qs 112)  dalam ridhoNya dan berjalan dengan istiqomah di jalan yang luas sebagai kehidupan di Planet Bumi sebagai ladang amanah untuk mengungkapkan kemuliaan DiriNya dan manusia sebagai obyek CintaNya dengan menyaksikan ulang dan menyatakan Jamal dan Jalal Allah dengan panduan yang benar, panduan 12x12 huruf tauhid Laa ilaha illaa Allah, Muhammadurrasullah (616), selama 1x24 jam sehari semalam sebagai puncak-puncak manifestasi kemakhlukan kita sebagai An-Naas (Qs 114) yang secara individual disebut Insaana Fii Ahsaani Taqwiim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berjalan di koridor maghfirah ini dengan sadar, memohon ampunan dan taubat, dan berserah diri mutlak di hadapanNya, maka manusia bisa tersesat. Baik sangat jauh tersesatnya sampai memutuskan diri dari rahmat Penciptanya dan menjadi Kaum Ablasa, maupun masih berada di koridor yang bisa diperbaiki dengan lebih sadar, mawas diri, berserah diri, ikhlas dan patuh pada perintah maupun larangan-Nya yang nyata maupun yang meski diimani saja karena kondisi ruhani kita (akal pikiran, wa nafsi dan hati kita) masih belum mampu mencernanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua itu sejatinya bermuara pada keseimbangan antara aspek lahir dan batin yang bertanggung jawab. Kepada siapa? Kepada maujud atau label kemanusiaan kita sebagai Insaana Fii Ahsani Takwiim yang al-Mukminun dan al-Mukmin sebagai Hak Allah yang sudah ditetapkan sebagai ketentuan untuk dipertahankan sebisa mungkin dalam korior Kehendak Allah yang potensinya sudah tertentu dengan apa yang ada pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan itu adalah keseimbangan sistem komplek dengan umpan balik antara manusia, sistem kehidupan manusia, alam, dan Pencipta sebagai realitas dengan maghfirah yang mesti diaktualkan sehari-hari kepada semua makhluk dengan Keadilan dan Keseimbangan yang real (sesuai dengan kemampuan manusia) sebagai al-Mizan Allah yang bisa direalisasikan, disabari dan disyukuri, diistiqomahi, dihayati, dilakoni, dipelajari, dipelihara, disebarluaskan sebagai kegembiraan dan diyakini dengan al-Haqq al-Yaqin bukan sekedar dengan jaree-jaree atau katanya-katanya atau taklid buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan tanpa cacat sebagai Pesan Ilahiyah yang merefleksikan Kesempurnaan Sang Pencipta yang Nyata (sesuai dengan kapasitas manusia sebagai obyek CintaNya) adalah suatu Realitas Yang Bersandar pada sunatullah keseimbangan tanpa cacat - Golden Ratio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golden ratio adalah Idea awal mula Adam Awlia sebagai moyang umat manusia ketika Allah menunjukkan citra kesempurnaan Dirinya dalam tampilan Yang Nyata yang tertera di makhluk-makhlukNya, tidak dibuat-buat, DAN tidak dipenuhi khayal dan angan yakjuj dan makluj hawa nafsu kita yang telah menganeksasi daya pikir kita menjadi tempat tertinggi turunnya suku Yakjuj dan Makjuj, dan telah membuat matahati kita buta dan menjadi Dajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, renungkanlah kembali kemanusiaan kita menjelang tahun baru 2007 masehi ini sebagai akhir siklus ke-12 atau memasuki siklus ke-13,5 dari 6000 tahun per siklus besar, dan menjelang akhir tahun Hijriah 1427 (1+4+2=7) ini dengan memurnikan kembali jiwa kita dalam kehambaan di hadapanNya dan BACALAH KEMBALI tanda-tandaNya dengan panduan yang benar, tulus, dan jangan diliputi hawa nafsu. Karena sekali hawa nafsu menyelinap, tanpa niat yang lurus dan tulus semua muncul menjadi menifestasi tipu daya setan dan iblis  yang lahir dari hawa nafsu kita dan menyebabkan manusia masuk ke wilayah al-Kafiruun (Qs 109), padahal Allah sudah menganugerahkan al-Kautsar (QS 108) bagi manusia yang DAPAT dicerapnya dengan seluruh instrumen lahir dan batinnya dengan sarana pengetahuan Tauhid sebagai pengetahuan Adam dan Hawa. Dan apa yang diungkapkan di surat al-Kafiruun dari ayat 1 sampai 5 bisa menimpa siapa saja yang lalai dengan dirinya, kaumnya dan Penciptanya, termasuk Umat Islam yang sesungguhnya telah diberi Pedoman Yang Benar dari Perbendaharan Tersembunyi semua kitab manusia yang justru sejatinya rujukannya tersembunyi didalam diri kita sendiri dan masih menunggu untuk dibuka lebih jauh dari selimut dan tabir-tabir selubung 7 langit bumi hawa nafsunya yang masih menggelora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kekuasaan Kami pada segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa sesungguhnya (AQ) adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Tuhanmu sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS 41:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dalam keragu-raguan tentang menemui Tuhannya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Dia meliputi segala sesuatu.  (QS 41:54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik, tidak akan meninggalkan pendiriannya sehingga datang kepada mereka bukti yang nyata, yaitu seorang utusan dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Shuhufam Muthahharah, lembaran paling dasar sistem ilmu pengetahuan manusia yaitu cara menyusun abjad dan bilangan yang diresumekan didalam lingkaran Sang Waktu dan tertera persis di 2x23 krokosom kita sebagai lembaran sejarah makhluk di Planet Bumi), didalamnya terdapat kitab-kitab (pengajaran) yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadalah berselisih orang-orang yang diberi kitab kepada mereka, melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata (yaitu : sidik jari di ibu jari dan telunjuk mereka sendiri yang mencitrakan 6236 ayat AQ, DNA no 8 kita juga disebut sidik DNA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tiadalah mereka diperintahkan melainkan untuk menyembah Allah, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (yaitu: menjadi orang yang mukhlisin) dalam menjalankan petunjuk dari sumbernya dengan lurus (yaitu: tidak terdistorsi atau dibengkokkan untuk kepentingan hawa nafsu), mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, dan demikian itulah agama yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang kafir dari Ahli kitab dan orang-orang musyrik (ctt: termasuk disini mereka yang sudah mengaku Islam), adalah di neraka jahanam, dan mereka kekal didalamnya. Mereka itulah seburuk-buruknya makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh mereka itulah sebaik-baik makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan mereka di sisi-Nya adalah surga-surga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai dibawahnya; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah orang-orang yang takut kepada Penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS 98: 1-8, surat al-Bayyinah atau Bukti Nyata bahwa Sidik Jari kita maupun sidik DNA no 8 kita unik sesuai dengan ke-Esa-an DiriNya, 8 juga adalah batasan untuk jangan melampaui al-Mizan Allah dengan melanggar keseimbangan sistemik seperti disebutkan di QS 55:8, 8 juga adalah kode sandi pengungkapan tabir Sang Waktu sebagai suatu siklus kehidupan di Planet Bumi, Planet Earth, Planet Heart)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4244263969196015404?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4244263969196015404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4244263969196015404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/kisah-bani-adam-dan-hawa-dari-zaman.html' title='Kisah Bani Adam dan Hawa Dari Zaman Batu Hingga Abad Digital'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-8006102565816628510</id><published>2007-05-10T17:39:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T17:42:22.496-07:00</updated><title type='text'>Dasar Yang Kokoh untuk Menjadi Umat Islam yang Bani Adam bukan Bani Ablasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apakah dasar yang kokoh untuk menjadi Umat Islam dan memahaminya sebagai ISLAM dalam perspektif lahir dan batin yang luas, mulai dari kehidupan pribadi sampai lahirnya suatu peradaban umat manusia yang mayoritas akhlaknya adalah Akhlak Muhammad?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini secara tidak langsung tersirat dari beberapa email teman saya yang menanggapi beberapa tulisan saya yang mungkin termasuk kontroversial. Dibilang kontroversial karena dalam penulisannya saya jarang menyebutkan referensi dari ulama A,B atau C (meskipun saya mempunyai beberapa buku referensi tapi saya tidak harus terikat dengan pendapat mereka, referensi saya perlukan hanya sekedar pembanding saja). Kebanyakan saya menguraikan ayat-ayat AQ dan hadis, yang tak habis-habisnya memancarkan air pengetahuan baik yang sifatnya ruhani maupun yang sifatnya materialistik yang sejatinya menjadi dasar semua ilmu pengetahuan umat manusia hari ini, dengan melihat realitas kehidupan sehari-hari diri saya dan sekeliling saya, mulai dari cara mengolah tanah,melihat binatang kaki 1000, laba-laba, sampai abad dijital yang cuma tersusun atas kaidah huruf Ba atau kaidah Biner 10,11,100,101, 111,1000, 1001…dst…. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dasar utama menjadi Umat Islam ternyata sebenarnya sangat sederhana yaitu ASLIM Nabi Ibrahim a.s yang tidak lain saya maksudkan secara harfiah sebagai Berserah Diri di hadapan Kemahakuasaan Allah sebagai Rabbul ‘Aalamin, Pencipta, Pemelihara dan Pendidik Semua makhlukNya, secara langsung TANPA PERANTARA.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, di akhir kalimat ini saya tertegun bahwa memang sejatinya semua makhluk itu berhubungan langsung dengan Allah. Masalahnya kenapa sejauh ini kita umumnya MERASA TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN ALLAH?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, ada belapis tabir yang menyelimuti makhlukNya. Mulai tabir yang kasat mata berupa bentuk makhluk yang berbagai rupa, sampai yang paling halus yang cuma bisa pahami sebagai Ruh saja atau dalam QS 6:98 disebutkan tentang Jiwa Yang Satu yang dititipkan ke dalam setiap entitas kemakhlukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tabir itulah yang sejatinya tabir langit bumi yang berlapis 7, dimana setiap lapisan terdapat 10000 tabir seperti diungkapkan dalam salah satu hadis Rasululloh yang saya temui di buku Al-Ghazali “Mysikat Al-Anwar”. Namun, dari semua tabir itu yang paling jelas sebenarnya tabir ilmu yang tidak lain adalah sistem ilmu pengetahuan manusia berupa bilangan, abjad, alfabet atau jenis huruf lainnya yang dapat diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Meskipun ilmu parsialnya muncul sebagai ilmu agama, fiqih, matematika, fisika, biologi dan lain sebagainya tapi semua ilmu itu menggunakan ilmu paling dasar yang disebut AQ secara simbolik sebagai Celupan Ilahi atau Shibghatalaahi alias simbol-simbol, geometri, bilangan dan huruf. Tanpa itu, kita bisa dikatakan makhluk yang bertasbih saja dan Allah sebagai Yang Maha Berilmu tidak dapat diuraikan (soalnya nggak ada sistem ilmu dasarnya sih, emang mau pake simbol atau huruf apaan?).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Didalam Celupan Ilahi itu, kita memahami fenomena Kemahakuasaan Allah sebagai Rabbul ‘Aalamin dengan 7 langkah penguraian yang saya sebutkan dari setitik debu niat Allah yang jatuh di hati manusia sebagai pengemban amanat atau sebagai Khalifah (makhluk yang berpengetahuan Tuhan, jadi bukan raja2 atau Presiden seperti yang kita lihat hari ini) menjadi tatanan peradaban. Secara ilmu fisika pun logika dan rasa kita hanya 7 langkah menguraikan Kemahakuasan Allah misalnya dari benda bermassa sebagai obyek sampai dunia kuantum yang mendeskripsikan wilayah kuantum dengan citarasa quark. 7 langkah secara fisika adalah (ini tidak mutlak tergantung kit amenguraikannya bagaimana, namun ada 7): 7. Obyek (realitas alam materi), 6. jaringan &amp; organ, 5. Sel, 4. molekul, 3. atom, 2. Kuantum, 1. Quarks (harus kombinasi 3 kuark). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu kita tak tahu paling cuma sekedar hipotesis tentang Potensial Kuantum yang eksis secara harmonis dengan kemampuan untuk melakukan symmetri breaking, yaitu memecah sendiri kalau frekuensinya makin rendah. Dan didalam AQ tatanan 7 ini menjadi Pembuka karena tidak lain adalah 7 ayat surat al-Fatihah yang kemudian terurai menjadi 6236 ayat dengan 114 surat. Bahkan bagi mereka yang berkecimpung di pemograman neural pun ada 7 langkah untuk menguraikan input menjadi output.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 langkah itu adalah tabir 7 langit bumi yang bergejolak didalam Wa Nafsi kita sebagai suatu entitas energetis yang muncul akibat sifat-sifat materialistik kita. Nah gejolak Wa Nafsi inilah yang membangun karaktek akhlak dan perilaku manusia yang mempunyai akal pikiran dan mempunyai dimensi ruhaniah yang disebut Qalb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Wa Nafsi ini tidak dikendalikan sejak dini, maka seperti disebutkan dalam QS 91:1-7 Wa Nafsi itu bisa menjadi jahat, tetapi kalau diolah dengan Penyucian Jiwa yang benar, dengan bimbingan guru ruhani yang benar , dengan pedoman yang benar yaitu (AQ) dan sesuai dengan prinsip dasar syariat maupun cara membuka tabir jiwa manusia sehingga perjalanannya menjadi makrifatullahnya di hadapan Allah, wa nafsi ini dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengendalian Wa Nafsi, yang muncul adalah aspek kelembutan manusia sebagai makhluk yang dianugerahi limpahan Rahmat dan Kasih sayang  PenciptaNya untuk meneruskan kontinuitas KemahakuasaanNya yang selaras dengan Niat Allah memperkenalkan DiriNya sebagai Tuhan Yang Maha Esa (maksud singkatnya: menikahlah dan teruskan generasi manusia ini smapai daya dukung Bumi tidak memadai dankaimat besar terjadi). Nah, prinsip kedua Islam tidak lain adalah Penyucian Jiwa sebagai suatu metode untuk mengungkapkan makna dan arti 7 langit bumi hawa nafsu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun manusia menyucikan jiwanya, manusia juga harus memahami dengan akal pikiran dan hatinya dengan membaca Jamal dan Jalal Allah yang kelak terurai menjadi Asma Ul Husna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membacanya dapat dua arah yaitu melihat Alam Semesta dan melihat diri sendiri sebagai hamba Allah bukan menyombongkan diri dengan ke-”aku”-an. Selama aku ini muncul, manusia akan jatuh karena tidak memenuhi syarat ASLIM. Demikian, juga ketika ASLIM terjadi, tetapi manusia melalaikan anugerah akal pikiran dan hatinya maka iapun bisa jatuh juga. Jadi, prinsip dasar ketiga untuk menjadi Islam yang benar adalah IQRA. Baik ASLIM, menyucikan Jiwa, dan IQRA tidak bisa kita tentukan mana yang duluan. Yang jelas, kalau mau optimum ketiganya harus ada dalam keadaan seimbang tanpa cacat (renungkan maksud Qs 67:3-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak tahu mana duluan (ini tergantung maunya Allah bukan maunya makhluk see QS 24:35), secara formal Agama Islam menyatakan dasar-dasar akidahnya tidak secara langsung menyebutkan ASLIM, Menyucikan Jiwa, dan IQRA tetapi pada ASPEK KEYAKINAN Dan KEIMANAN TERLEBIH dahulu yaitu KALIMAT SYAHADAT dan penguraian Iman, Islam, Ihsan yang formalitasnya dikodekan sebagai 165 dan tersirat di QS 2:1-5 serta beberapa ayat lainnya (renungkan juga kode 165 adalah jumlah nilai dari 12 huruf Laa ilahaa illaa Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, keyakinan kepada Adanya Allah mendahului semua perjalanan ruhani manusia. Tanpa keyakinan sejak awal tentang Alllah itu Maha Esa dan bersyahadat atas Rasulullah sebagai Washilah dan pelindung atau tabir pelindung ketika memandang Jamal dan Jalal Allah di 7 langit bumi dengan Islam, semua perjalanan ruhani akan mengalami suatu lika-liku yang bisa mengarahkannya kedalam penjara Ghairullah (selain Allah, dan selain Allah ini bisa nyaru dengan baju Islam atau mengatasnamakan Agama Islam sebagai Ajaran Agama. Jadi berhati-hatilah jangan sampai kita masuk ke wilayah kelompok Ghairullah ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya perjalanan ruhani memerlukan pembimbing yang benar supaya tidak tersesat karena godaan selama perjalanan ruhani itu ada mulai dari langit ke-1 sampai ke-7, mulai digoda untuk menjadi kaya sampai digoda menjadi wali Allah. Jadi, yang merasa ilmu pengetahuan agamanya makin tinggi justru godaannya sangat banyak dan halus, sampai-sampai mungkin tidak menyadarinya bahwa itu suatu godaan. Disinilah manusia akhirnya butuh Pertolongan Allah supaya  citarasa Al-Kausar yang telah dilaluinya dengan melakukan proses penyingkapan tabir Jiwa tidak jatuh kepada kekafiran yang dijelaskan dalam rangkaian surat ke-108,109,110, 111,112,113 dan 114.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah apakah yang dihasilkan dengan Menjadi Islam yang benar-benar hanif dan kaffah tanpa distorsi keakuan atau hasrat untuk memanipulasi agama untuk kepentingan sesaat di dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buahnya adalah al-Sakinah dengan ditetapkannya Cahaya Allah di dalam Hati umat Islam yang hanif dan benar-benar Kaffah bukan kaffah-kaffahan di mulut atau retorika belaka. Al-Sakinah yang akan menciptakan ketenangan manusia untuk menghadapai SITUASI APAPUN JUGA yang mungkin dinilai oleh orang lain sebagai menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mencapai al-Sakinah akan berjalan sebagai hamba Allah yang sadar dengan sekelilingnya, baik dirinya, keluarganya, kaumnya maupun bangsanya. Dan mereka yang telah memperoleh al-Sakinah adalah mereka yang menjadi Jundullah sebagai cermin-cermin Ilahi yang menyampaikan Pengetahuan Tuhan dengan menampilkan akhlak Muhammad sebagai al-Insaan al-Kamil, personifikasi paling mulia dari makhluk bernama manusia sebagai Bani Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bukti dengan akhlak Muhammad dalam keseharian kita, baik dengan tangan, lidah,kaki, ucapan, atau pun perbuatan kita maka tolong mawas diri dulu sejauh apa sih keislamana kita? Apakah islam ikut-ikutan atau Islam yang Aslim, yang membaca AQ dengan kesadaran sebagai hamba Allah atau membaca AQ cuma sekedar celoteh lidah tak bertulang saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua itu memerlukan proses serta tidak serba instan. Perlu istiqomah untuk menjalaninya supaya kita tak terjebak pada hura-hura sesaat, wira-wiri yang menipu menjadi umat islam-islaman saja yang rapuh dan lemah lahir batin, lemah akal pikiran, lemah hati, lemah iman dan lemah segalanya. Rapuh dan lemah bagai buih yang mudah tersapu gelombang perubahan zaman yang ganas, yang menerpa mulai dari ruang keluarga kita melalui TV, koran, di perjalanan selama kita ke kantor,  ke sekolah atau ketempat lainnya, dan dimana saja kita berada. Bahkan dalam perjalanan ke masjid pun godaan setan datang dari kiri, kanan, depan dan belakang. Kecuali dua arah yang tidak mungkin disusupi yaitu keatas melihat Kemahakuasan, Kemahabesaran Allah, dan kebawah dengan bersujud atas kehambaan kita dihadapanNya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-8006102565816628510?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8006102565816628510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8006102565816628510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/dasar-yang-kokoh-untuk-menjadi-umat.html' title='Dasar Yang Kokoh untuk Menjadi Umat Islam yang Bani Adam bukan Bani Ablasa'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-3566188339888866745</id><published>2007-05-10T17:34:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T17:38:15.334-07:00</updated><title type='text'>Mengembangkan Akhlak Muhammad</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Mengembangkan Akhlak Muhammad:&lt;br /&gt;Dari Intuisi Ke Logika Dari Logika Ke Intuisi,&lt;br /&gt;Modus Trilateral Cara Berpikir&lt;br /&gt;Dari Komposisi &amp; Kodefikasi Al Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;“Knowledge for everyone”&lt;br /&gt;“Vive le open source”&lt;br /&gt;"Push beyond the limit"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, kira-kira menjelang tragedi Tsunami Aceh di tahun 2004, setelah menamatkan saja buku Kun fa Yakuun yang sudah menjadi 5 buku dengan 1423 halaman, saya menyusun 2 pasangan bilangan 2 dijit. Yang saya  ingat waktu itu memang lagi intens nyepi total, tanpa melakukan aktivitas apapun kecuali menelusuri jejak-jejak Nabi Muhammad  SAW melalui Al Qur’an. Iseng-iseng saya menguraikan susunan bilangan 1234 (ABJD) dengan cara menguraikannya sebagai matriks 2x2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1  2&lt;br /&gt;3  4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kalau kita jumlahkan dalam arah trilateral, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horisontal         : 1+2=3, 3+4=7, 3+7=10,&lt;br /&gt;lantas vertikal   : 1+3=4, 2+4=6, 4+6=10,&lt;br /&gt;dan diagonal    : 1+4=5, 2+3=5, 5+5=10,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga arah jumlah jambleh itu hasilnya sama saja 10 atau totalnya 10x3=30 (nilai huruf Lam) atau bisa ditulis juga sebagai 103 alias 10x10x10=1000 (seribu). Saya kebet AQ di surat ke-30 dan surat ke-103, dari situ saya baru seperti di “PING” oleh Allah dan menyadari bagaimana kaidah cara berpikir di zaman Nabi yang jejaknya tersisa dari cara orang menulis huruf Arab dan nomor halaman, namun sebenarnya masih jelas terlihat di susunan 28 huruf Hijaiah dengan nilai al-Jumalnya yang disusun dengan komposisi 1,999, berjumlah 28 dan huruf Ghain sebagai huruf terakhir nilainya 1000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya menjadi lebih heboh lagi ketika saya mencoba menguraikan tanggal lahir teman saya dengan cara trilateral dan menjelaskan karakternya, cocok dah. Temen saya pucat pasi soale isi hatinya bisa ketebak cuma dari tanggal lahirnya. Hahahaha…saya bisa jadi dukun kali ya. Tapi saya tak tertarik jadi dukun makanya saya uraikan lagi bilangan itu. Kali ini dengan unifikasi hasil jumlahan yaitu 3 dan 7 jadi 37, 46, dan 55. Jumlah vertikal dan horisontal 83 dan diagonal 55, jumlah total 128.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan 128  sangat istimewa kalau kita paham matematika dan tahu nilai huruf Arab yang disebutkan di QS 68:1 sebagai Qaaf dimana 128=100+28 menunjukkan arti matriks 10x10 sebagai suatu matriks perfect square dan 28 disebut bilangan sempurna (percfect number) karena kalau ekornya mengurangi kepalanya hasilnya sama dengan ekornya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1+2+4+7+14=28, 28-14=14, 14/2=7 (lho kok jadi 1427 H?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perfect number seperti diatas adalah definisi matematika, menurut saya disebut sempurna karena 28 adalah jumlah ruas tulang dari jari-jari di kedua tangan kita. Saya isengi lagi 128 dengan membacanya  sbb: 100 dan 28, 28 adalah 2+8=10, 100+10=110, sedangkan kalau saya baca 100 adalah 4 maka 10+4=14 alias 2x7 sebagai kaidah hitungan kelipatan 9 dengan 10 jari tangan kita yaitu jarimatika 149.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya buka AQ di surat ke-110 dan 14, Pertolongan Allah pun terbuka lebar membawa saya masuk ke Pintu Nabi Ibrahim a.s Qs 14 dan at-Taubah surat ke-9, hmm…. komposisi 149 atau 14+9=23, 23 adalah surat al-Mukminun (QS 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110 juga adalah bilangan 6 dalam kaidah huruf Ba alias biner alias kaidah dijital, maka pintu mulai lebih lebar untuk memahami al-Qur’an sampai ke dasarnya dengan kaidah Trilateral yang tidak lain adalah kaidah 3 Ism Agung Allah al-Rahmaan al-Rahiim sebagai The Greatest Common Divisor alias 3 Pembagi Agung yang disalah tafsiri pendiri agama Kristen sebagai Trinitas dengan gambaran yang menjadi syirik dan 3 juga di tafsiri oleh agama asal India sebagai Trimurti, dan muncul didalam simbol agama Budha yang sekilas mirip tulisan 135 (1 adalah Alif, putar simbol 3 menjadi W tapi dibaca huruf L dan L yang saling berhadapan, 5 adalah nilai huruf ha dalam bahasa Arab, dibacanya silahkan baca sendiri artinya apa). Di wilayah fisika bilangan 3 muncul juga sebagai 3 gaya fundamental yaitu gravitasi, nuklir dan elektromagnetik dengan dugaan adanya lem perekat alam mikro dan makro yang disebut Potensial Kuantum atau katakan saja Lem itu dalam bahasa ruhani al-Mahabbah (Cinta Ilahi) sebagai medan gravitasi Cinta Ilahi; di dunia kimia muncul juga Neutrino, Carbon, dan Hidrogen sebagai unsur-unsur awal mula pembentukan semesta dan mungkin istilah lainnya yang sebenarnya merujuk kepada pengertian bentuk dasar pertama berupa segi tiga dengan simbologi ruhani Burung Thoiron Ababil atau variannya sebagai virus Flu Burung H5N1. Sampai 2 tahun kemudian saya pun tenggelam di dalam Shibghatallahi dan puluhan tulisan pun lahir selama itu, cuma nggak berani saya terbitkan karena bisa membuat geger jagat persilatan negeri Indra Maya karena semua agama dan ilmu pengetahuan bisa rontok dan semua borok hati dan akal pikiran manusia pun akan tercium bau busuk dan amisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kaidah trilateral, kali ini menurut sejarah yang diungkapkan Dr. Hidayat Nataatmaja di buku eksentriknya “Inteligensi Spiritual” yang saya beli karena tulisannya memang nganehi dan bagi yang nggak kuat akal dan hatinya bisa senewen (terbitan Perenial Press 2001) disebutkan bahwa orang Arab mempunyai kebiasaan untuk menuliskan halaman atau nomor di sebelah kiri kertas, sedangkan kalau menuliskan huruf dimulai dari sudut kanan atas. Kebiasaan ini sebenarnya tercermin pada pengkomposisian dan pengkodean nomor surat dan ayat AQ yang merefleksikan gagasan logis yang bertautan dalam jalinan kehalusan ruhaniah yang bisa mungkin dicapai kalau dengan menyucikan jiwa, tahajud intensif dan menjauh dari makanan dan minuman yang nggak jelas asal usulnya (istilah teknisnya Wara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bilangan/numerik sebenarnya kita disarankan untuk menggunakan akal pikiran untuk mengikat makna yang paling mendasar sebagai ukuran atau kadar (tidak berdimensi jadi bisa diterapkan di banyak bidang sebagai prinsip dasar realitas seperti saya contohkan diatas) yaitu simbologi nilai bilangan yang dapat ditafsirkan dengan berbagai macam cara, tergantung pada bagaimana kita memahami simbologi bilangan tersebut atau gerak-gerik makhluk atau simbol-simbol lainnya (bisa mulai dari perilaku manusia yang waras, setengah edan maupun edan beneran, binatang seperti semut, ikan, tawon, atau gambar geometrik di susunan batu bata, langit-langit, ukiran masjid, dll, pokoknya semua tanda yang terlihat) dikaitkan dengan apa yang kita rasakan sehari-hari sebagai pengalaman hidup di bawah naungan Matahari di siang hari dan Bulan di malam hari, atau As Syams dan al-Qomar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari pengalaman hidup ini huruf-huruf kemudian dituliskan sebagai produk intuisi penyingkapan dengan makna terdalam yang telah dialami sehingga penulisan huruf Arab dari kanan ke kiri seolah membuka sekrup di kepala kita yang mempunyai kaidah-kaidah logis untuk menjabarkan suatu fenomena yang dialami.  Suara pun kemudian dibunyikan dengan komposisi, tekanan udara, dan aturan lainnya yang sesuai dengan instrumen jantung, pernafasan, tenggorokan dan mulut yang digerakkan menjadi lafaz huruf-huruf Arab (kalau Anda pernah diajar ngaji secara tradisional, di buku Juz amma biasanya ada gambar mulut dan gigi serta cara ngomongin huruf Arabnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisi optimum inilah yang terungkap dalam susunan Al Qur'an dimana Ayat pertama yang diterima Rasulullah adalah ayat yang ditetapkan berdasarkan intusi penyingkapan nabi Muhammad yang melihat Penciptaan dari kelahiran seorang bayi manusia (QS 96:1-5) sebagai alam semesta baru (Laam) yang  kemudian dijabarkan dengan kaidah logis yang mungkin tidak disadari oleh Rasulullah bahwa apa yang telah disampaikan Jibril sebagai malaikat pembawa Wahyu dapat diuraikan secara logis rasional. Jumlah huruf 5 ayat pertama QS 96 adalah 76 yang mencitrakan bagaimana manusia dinyatakan kemudian sebagai Insaan (QS 76) dan sebagai Fii Ahsaani Taqwiim (QS 95:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad sendiri secara alamiah, karena akhlak sehari-harinya telah ditetapkan sejak dini untuk menerima pengungkapan Jibril secara tidak langsung hatinya sebagai penerima wahyu telah di-install dengan suatu sistem operasi Ketuhanan yang disebut Lauh Mahfuz sebagai kadar dan ukuran untuk diungkapkan pada masa yang tepat yang dikiaskan sebagai masa dimana Buah Tiin dan Buah Zaitun telah masak (QS 95) dan siap ditebarkan keseluruh Umat manusia sebagai Firman-firman Allah yang menjadi al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan hati yang telah diinstall ini sepenuhnya selaras dengan pengertian yang sering diungkapkan dalam hadis Rasululah yang mengatakan, “yang pertama kali diciptakan adalah akal, kemudian akal dimundurkan”. Kenapa akal harus munudr dulu (step back), karena hanya bisa menangkap kadar penyaksian awal mula yaitu “Bukankah Aku Tuhanmu?” dan dijawab “Bala (32)” sebagai kaidah awal mula yang tidak lain kelak akan lahir sebagai 3 ruas telunjuk dan 2 ruas Ibu jari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati dimajukan, maka hati adalah penafsir pertama dari Ilham Ilahi yang jatuh sebagai “urusan dari Allah” yaitu Ruh dengan perintah yang dituliskan di QS 32:5 sebagai urusan malaikat yang menetapkan ilham ilahi atau kalau pake bahasa modern “Weakly Interactive Massive Particle” didalam hati manusia untuk kemudian balik lagi dengan ukuran sehari=1000 tahun. Karena itu intuisi manusia yang tidak tidur bisa memahami tanpa belajar logika dulu. Namun, setelah ruh manusia ditiupkan ke dalam jasad, hati hanya menerima perintah dan menjadi pengarah sedangkan logika memandu hati supaya tidak melanggar batasan yang sudah ditetapkan di dalam Akal sebagai kapasitas berpikir makhluk yaitu manusia. Jadi, akal dan hati harus bersatu padu untuk mengendalikan produk  dari aktivitas keduanya yaitu Wa Nafsi yang muncul karena gesekan ruh dengan jasad materialistik manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunnya 5 ayat pertama surat al-‘Alaq adalah ayat-ayat yang murni sebagai hasil penyingkapan ruhani Rasulullah di Gua Hira setelah masa-masa perjalanan hidupnya dari bocah sampai menikah dengan Khadijah di usia 25 tahun,  berkenalan dengan kalangan renegade Hanifiyah khususnya Zaid dan Waraqah serta bergaul dengan Abu Bakar dan mungkin juga bergaul dengan Kaum Arifin dari Mesir, dari Kelompok Pemikir Aleksandria yang masih tersisa dan Timur Jauh. Komposisi wahyu pertama di Gua Hira dengan komposisi 5 ayat, 76 huruf dimana ayat pertama terdiri atar 19 huruf menjelaskan kondisi ruhani saat itu. Jadi antara penerima dan apa yang diungkapkan selaras dan tidak menyimpang, dan dapat dijabarkan dengan logika karena peran logika seperti auditor dari hati yang berlayar melalui lautan wa nafsi dan diucapkan oleg lidah Muhammad SAW sebagai Wahyu Ilahi. Ketika Wahyu pertama disampaikan oleh Jibril, sistem ruhaniah Rasulllah berada dalam tingkat kelembutan optimum yang digambarkan sebagai Kaf ha ya ain shaad (QS 19:1, nilai 5 huruf 195) untuk menerima 99 Asma Ul Husna lainnya yang terurai menjadi 114 surat dan 6236 ayat. Jadi, sebelum semua ayat turun kodefikasinya sejatinya tersembunyi didalam 5 ayat pertama al-‘Alaq. Rasulullah sejak saat itu tinggal menemukan momen peristiwa yang selaras dengan kehendak Allah saja untuk mengungkapkannya. Dengan kata lain meskipun tahu beliau menerima seluruh ayat AQ ia tetap memohon Pertolongan Allah untuk menyampaikan wahyu tersebut kapan dan dimananya dan dalam keadaan apanya, karena wahyu adalah ungkapan Allah yang disampaikan langsung melalui medium penyingkapNya yaitu hamba Allah yang menjadi KekasihNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu ketika Rasulullah tergelincir dengan hawa nafsu, yaitu ketika kasus ayat setan dinyatakan (Simak qs 53:1-20), tetapi kesalahan ini sifatnya pembelajaran dari Allah bagi Muhammad SAW bahwa kalau menyampaikan wahyu itu maupun membacanya jangan disertai keakuan hawa nafsu (Maksudnya “jangan ikuti selera pasar” tapi sampaikan apa adanya meskipun pahit didengarnya, kalau tidak dimana keyakinan Muhammad kepada Allah SWT, begitulah kira-kira situasinya). Walhasil komposisi AQ kalau dihitung, baik jumlah huruf maupun nilainya, akan memiliki keakuratan SIX SIGMA dengan faktor kesalahan berorde 341 per semilyar sebagai suatu ukuran bahwa manusia meskipun nabi tetaplah manusia yang lemah dan tidak sempurna secara mutlak. Lantas, bagi Anda yang masih berpikir AQ ada kesalahannya mohon pelajari dulu matematika dan tatacara simbolik matematiknya antara qadar dan ungkapan kebahasaan dalam Bahasa Arab (ilmu matematikanya hari ini disebut aljabar Boolean, Symbolic Logic, Fuzzy Logiz, permutation, dll. Pokoke semua ilmu matematika hari ini sebenarnya ada di AQ, saya nggak mau ngungkapin semua silahkan belajar mandiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penetapan Asma Ul Husna ini, Rasul mampu menerima Pengetahuan yang logis rasional karena dapat diuraikan secara aritmatika-geometri ka  sebagai simbol-simbol dasar yang dapat diikat oleh akal pikiran, itulah saat Al-Muthaain Tsamma Amiin (QS 81:21) dari masa lalu dan masa depan datang kepada dirinya sebagai penguasa Arasy yang harus dipatuhi dan harus dipercaya karena apa yang disampaikannya bukan semata-mata ungkapan intuitif fitriyah sebagai Wahyu Yang Agung dan Indah semata NAMUN dapat dipelajari oleh umat manusia (kalau tidak demikian tentunya aneh karena Allah Rabbul ‘Aalamin) dengan bimbingan yang benar (intermezo: Nah, masalah pembimbing ini memang akhirnya hak prerogatif Allah semata sesuai dengan maksud QS 24:35, QS 43:32 dan ayat-ayat lainnya yang menjelaskan rahmat Allah sebagai rezeki yang tidak disangka-sangka. Disebut tidak disangka-sangka karena obyek dari Cinta Ilahi tidak pernah terlintas mempunyai cita-cita untuk menerima anugerah besar dari Penciptanya, jadi sepenuhnya adalah PilihanNya. Kalaupun ada bantuan makhluk baik ia orang beriman, orang yang disebut kafir, jin, maupun binatang sepenuhnya makhluk tersebut berada dalam pengendalian dan pengaturan Allah karena esensi semua makhluk adalah Sir Ilahi (Rahasia Ilahi). Jadi nggak ada hubungannya dengan kalangan tertentu, baik dari kalangan agama maupun bukan). Kelak, dari sintesis intuisi penyingkapan dan rasionalitas murni ini dapat lahir manusia dengan gambaran akhlak Muhammad sebagai manusia paripurna, manifestasi nyata dari teori tentang segala sesuatu yang menjelaskan Asma, Sifat dan Af’al Allah hanya dari prinsip-prinsip dasarnya yang tidak bertentangan dengan Idea Ideal sebagai Pesan Ilahi logis yang Nyata yaitu bilangan-bilangan irrasional dan bilangan imajiner. (Catatan Intermezo: saya sejauh ini menduga, jangan – jangan proklamasi AS di tanggal 4 bulan 7 berkaitan dengan pengertian mereka tentang QS 47 yaitu surat Muhammad sebagai suatu komposisi optimum untuk membangun generasi manusia yang cerdas lahir dan batin, yang tidak lain adalah komposisi kepribadian optimum manusia yang pemicunya terletak di Kromosom ke-11 di posisi antara 4 dan 7 atau 47 dengan satuan panjang 48, jadi sekitar 3x48=144=12x12. Kromosom kepribadian ini diwariskan melalui jalur Kaum Hawa sebagai aktualitas al-Rahiim yang disimbolikkan sebagai kelembutan Fatimah Az-Zahra. Pada beberapa kesempatan saya menjelaskan pengertian Ahlul Bait kepada seorang teman bahwa yang dimaksud bukan hanya sekedar pertalian darah dengan Rasulullah saja, tetapi siappun yang menjalankan apa yang dipahaminya dengan ikhlas boleh jadi akan menjadi pewaris ilmu kenabian. Pertentangan yang terjadi untuk mengungkapkan makna Ahlul Bait antara Sunni dan Syi’ah sepenuhnya pertentangan antara “yang masih patuh sama pesan Rasulullah (Sunni)” dan “yang mengklaim dari jalur keluarga (Syiah)”. Jadi pertentangan Sunni dan Syi’ah mestinya tak perlu terjadi karena keduanya boleh jadi benar yaitu antara yang taat pesan dan yang menjaga warisan keluarga. Tapi namanya juga sudah diracuni politik kekuasaan dengan hawa nafsu taklid buta dan fanatisme dungu yang membuat Sayyidina Ali Kwj menangis di akhirat. Sejarah Islam memang seperti yang diduga Rasulullah akan terpecah belah, dan seperti perkiraan Rasulullah kepada Sayyidina Ali KWJ, ia akan dirugikan oleh dua kelompok yaitu : yang paling memusuhinya dan paling mencintainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau digambarkan, dari sisi kiri dimana rasionalitas disandarkan pada Bilangan 1 sebagai Asumsi Mutlak Benar dari nilai -1 sebagai simbologi Aslim nabi Ibrahim dan simbologi yang aktual dari Ghaibi atau bilangan imajiner, maka gerakkan dari kiri (dari logika) ke arah kanan (intuisi/pengalaman ) akan diuraikan dengan 9 tahap penguraian yang tidak lain adalah tahap penguraian langkah Adam Awlia (1,2,3,4,5,6, 7,8,9) yang berserah diri atau Aslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari posisi Aslim Adam Awlia yang diungkapkan kembali sebagai kondisi ruhaniah Nabi Ibrahim a.s ketika ia mencari pengertian Tuhan Yang Maha Esa, Pengetahuan Allah ditetapkan sebagai nilai Asma Ul Husna yaitu 99 dikurangi 1 sampai mencapai suatu ketetapan Allah yaitu 90. Nilai inilah yang disebut sebagai nilai huruf Shaad yang dinyatakan di QS 38:1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut kanan dimana huruf Arab dituliskan, ke arah diagonal ke bawah adalah gerak pengungkapan dengan intuisi, artinya Nabi yang ummi (atau siapapun pewarisnya yang ummi) memahami apa yang disampaikan oleh Jibril tanpa perlu belajar logika dulu atau bahasa Arab dahulu. Namun, gerak intuitif kebawah dari ketetapan Allah menuju ampunan dan taubat (menuju bilangan 9) harus diimbangi dengan gerakkan logis rasional ke arah diagonal dari kiri atas ke kanan bawah menuju titik yang mengembang menjadi lingkaran wujud alias angka NOL. Gerak diagonal yang saling menyeimbangkan ini adalah gerak kesadaran atas waktu yang kelak melahirkan pengertian simbolik 69 dan 96 dengan jumlah 165 yaitu  nilai al-Jumal kalimat Tauhid Laa ilaaha illaa Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagonal kanan ke kiri bawah inilah gerak-gerik intuisi dinyatakan baik intuisi yang sesuai dengan kaidah logis maupun celoteh manusia dengan masing-masing bahasanya dan kondisi ruhaninya. Dari sudut kiri, ke kanan bawah menuju titik 0, adalah diagonal logika yang saat itu dikenal sebagai logika Euclids, dimana berbagai parameternya berhubungan dengan diagonal bilangan kembar yaitu 11 yang sebenarnya simbologi dari tanda = “sama dengan” alias Pararel World, dunia sejajar, yang ghaib dan yang nyata alias malaikat bersayap dua-dua, tiga-tiga, empat-empat di QS 35:1 ! Diantara keduanya ada jembatan penghubung sehingga kalau dituliskan menjadi seperti huruf H alfabet. Model seperti huruf H lucunya digunakan Stephen Hawking untuk memodelkan Teori Black Hole nya yang bikin heboh. Lucu juga saya pikir, soale ini mirip saya menautkan kedua jempol kiri dan kanan menjadi jembatan penghubung sambil menegakkan kedua ujung telunjuk saya saling tegak lurus terhadap Ibu jari saya, lalu melihat alam semesta melalui celah berbentuk H itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, nilai diagonal ke kiri atas sampai ke titik 0 adalah logika yang berkembang dengan kelipatan  11xn dengan nilai n=0,9, sedangkan diagonal intuisi adalah 9xm dimana m adalah 1 s/d 9.  Dari gerak keduanya aktualitas Firman Allah pertama kali dinyatakan sebagai suatu komposisi bilangan prima terkecil yang menghasil prima yaitu 119=7x17. Bilangan 7, simbol X, dan 17 inilah yang menjadi ketentuan ruang waktu kita hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara definitif dari intuisi dan rasionalitas logis manusia yang kondisi ruhaninya seimbang, pengertian 7 sebagai tatanan logis untuk berpikir yang diungkapkan sebagai 7 langit bumi dinyatakan menjadi 7 Asma dan Sifat dan 17 sebagai tatanan alam semesta global (yang terpahami oleh manusia) yang menutup ketitik awal menjadi ketentuan yang mempengaruhi keseimbangan manusia sebagai alam mikro maupun alam semesta makro dengan pembagian 13 dan 4 sebagai taksiran atas realitas maya sebagai hasil dari penciptaan Allah, Rabbul ‘Aalamin sebagai komposisi 4 huruf ALLh(nilai 66) dan 9 huruf Rabbul ‘Aalamin  (nilai 433). Konstruksi alam semesta pun adalah konstruksi yang menyatakan namaNya sebagai Penggerak Pertama Pengetahuan Allah untuk muncul menjadi dasar-dasar ilmu bagi manusia sebagai generasi Adam dan Hawa yaitu Muthaa (Mim Thaa) atau 49 yang kelak diungkapkan sebagai Rasulun Kariim pemilik Arsy yang harus dipatuhi yaitu Muthaain Tsamma Amiiin (simak QS 81:21). Tatanan Muthaa secara fisikal adalah tatanan segi enam sarang tawon yang saling berpasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandu kaidah logis adalah intuisi dari dalam hati yaitu diagonal kanan ke kiri bawah yang berhenti di nilai 9 yaitu harus bertaubat karena bilangan 10 tidak eksis secara real dan harus balik ke bilangan 2 alias 102 yang diucapkan BSM atau lengkapnya Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim, sedangkan pengarah intuisi adalah logika yaitu diagonal dari kiri atas ke arah kanan bawah menuju Nol. Maka gambaran ruang waktu yang terukur pun tercitrakan sebagai gambaran Jam Pasir atau  X  yang di Jawa disebut KALI JAGA, orang Jepang menamakan simbol tersebut sebagai SOGO (bedanya X dikurung tanda kemutlakkan sedangkan orang Jepang melingkari X dan menjadi logo SOGO, orang Mesir membuatnya jadi Jam Pasir, orang Yahudi lantas menamakan diri mereka Israil sebagai lafaz dengan nilai huruf 360+12, alias lingkaran dibagi 12 sebagai nama suku yang tidak lain suku jam dinding yang setiap waktu kita plototin jarumnya. Jadi, YANG NAMANYA BANGSA ASRAIL ATAU ISRAEL atau nama yang mirip-mirip seperti itu SEBENARNYA TIDAK ADA tetapi cuma kiasan yang merujuk kepada umat manusia secara umum yang KEHIDUPANNYA tergantung pada ukuran waktu dan harus tertunduk dengan -1 supaya realitas maujud lingkaran nyata sebagai 360 derajat (Yahoo!) muncul dari titik nukleus. Nama Israil dulu diperkenalkan oleh Nabi Ibrahim a.s dari Babylonia dengan satuan terkecil 60 atau seksi gesimal sebagai kiasan bagi umat manusia yang menggunakan ukuran waktu sehari semalah 12+12 jam alias 24 huruf tauhid yang dilafazkan umat Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sintesis kiri dan kanan otak kitapun berkembang dengan modus trilateral yang tidak lain merupakan ciri-ciri bahasa Arab yaitu diagonal menyilang, horisontal dan vertikal. Karena itu baik logika maupun intuisi berada dalam keadaan seimbang ketika Wahyu disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW seiring dengan lahirnya kesadaran kudus rasul ketika memaknai arti waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesadaran inilah kelak pengertian ruang waktu kesadaran dinyatakan sebagai sehari disisi Allah=1000 tahun pada QS 22:47, ketetapan Alah sebagai urusan diselesaikan dalam ukuran sehari=1000 tahun QS 32:5, dan ruh kudus menghadap Allah sehari=50000 tahun QS 70:4. Ketiga ayat tersebut sebenarnya berkaitan dengan pengertian yang berhubungan dengan bagaimana manusia saling mencintai, menikah (dan tentunya dengan malam pertama) dan akhirnya melahirkan generasi baru sebagai alam mikro. Gambaran mikro ini diproyeksikan ke arah alam makro yaitu usia manusia secara individu, gambaran tentang usia kehidupan di Planit bumi, serta alam semesta global sebagai alam makro yang citra penampilanya muncul di otak di bagian korteks selebral dengan keadaan psikologis sebagai waktu kita sebagai makhluk yang dihidupkan oleh Allah, al-Hayyu-al- Qoyyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang penting dari matriks 10x10 (see makna QS 10:10) adalah baik logika maupun intuisi harus memenuhi Ketetapan Allah yaitu nilai 90 sebagai nilai huruf Shaad (Qs 38:1). Ketetapan Allah ini berhubungan dengan fenomena realitas kehidupan di Planet Bumi yang dapat diuraikan sebagai komposisi simbolik gerakan Thaasin, Thuwa, dan fenomena alam inderawi lainnya yang mampir dimata, memenuhi hukum -hukum pemantulan cahaya dalam spektrum cahaya tampak (RGB), dan sesuai dengan kaidah keseimbangan tanpa cacat yang tercitrakan dalam bentuk 6 dan 9 sebagai Pesan Tuhan yang sempurna bagi kepentingan manusia untuk diuraikan sebagai bukti bahwa DiriNya ADA secara mutlak, dan makhluk adalah ciptaanNya, yang dididik dam dipelihara olehNya. Ungkapan Allah karena itu disebutkan dengan 9 huruf yaitu   Rabbul 'Alamin. Di tanah Sunda, ketetapan 90 ini diukir-ukir seperti rambut keriting ikal dan prasastinya ditemukan di Bogor (Cuma katanya belum bisa diungkapkan) , bahkan di Persia pun gambaran kaisarnya selalu berambut keriting, termasuk keriting rambut Budha. Satuannya kalau ditulis secara simbolik adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69+96=165, 96+96=192, 69+69=138, dengan jumlah total 495, sedangkan jumlah satuannya 30,30,30 atau 90 (nilai huruf Shaad, QS 38:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatanan realitas yang dihidupkan dengan 5 jari tangan manusia adalah realitas kesadaran-ruang- waktu karena yang menyadari waktu ini hanyalah manusia yang dinyatakan dengan ukuran-ukuran tertentu dalam bentuk simbol, geometri, bilangan dan huruf dan dijadikan sebagai ketentuan untuk menyatakan Asma, Sifat dan Perbuatan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meskipun Al Qur'an suatu Kitab Wahyu, Allah tidak semena-mena menyampaikan pesan-pesanNya. Mustahil Allah menyembunyikan diriNya dari mata makhluk karena sesungguhnya cuma Dialah Yang Maha Ada, makhluk cuma bayang-bayang yang digerakkan kekiri kekanan dari balik kelir di bawah naungan sinar Mentari atau Bulan, Dialah The Puppet Master.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Allah menyembunyikan pengetahuanNya, maka sia-sialah semua bentuk makhluk ciptaan karena semua akan bisa menjadi sesat dan tidak mengenal-Nya. Dengan kata lain, Al Qur'an sebagai suatu kitab wahyu adalah produk sintesis lahir dan batin dimana akal pikiran , wa nafsi, dan hati manusia dapat selaras dengan niat awal mula Allah menetapkan urusanNya, melalui malaikatnya (QS 32:5). Wahyu Ilahi yang diterima Muhammad adalah pesan yang paling optimum bagi manusia maupun bagi jin dari golongan manusia, yang sesuai dengan fenomena kehidupan di Planet Bumi dan bisa dijelaskan baik dengan logika maupun citarasa. Kalau ada yang masih mengira Alif Laam Mim Raa tidak bisa ditafsirkan maka celakalah manusia karena telah melalaikan akal pikiran maupun hatinya sebagai anugerah yang mestinya digunakan untuk memahami pesan-pesan Allah dan menjadi Khalifah yang mengelola Planet Bumi dengan potensinya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita gambarkan, gerakkan logika ke intuisi maupun sebaliknya dalam diuraikan sebagai suatu komposisi logis:&lt;br /&gt;1----------- -------&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan gerakkan Intuisi adalah gerakkan yang menjadi landasan dari realitas yang akhirnya akan dituliskan dan diucapkan dengan lidah manusia yaitu gerakkan 234.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1----------- --------&gt;2&lt;br /&gt;                     -&lt;br /&gt;            -  &lt;br /&gt;    -&lt;br /&gt;3----------- --------&gt;4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak logika juga mengikuti gerakkan intuisi pada diagonal dari 123, sedangkan gerakkan dari posisi logika akan menutup ke arah 134 dan 124. Yang menarik terdapat suatu gerakkan pengungkapan dari 2 ke 1 atau 21 dan dari 21 ke 132. Jadi posisi secara keseluruhan akan menutup satu sama lain dimana pada bagian 23 dan 32 terjadi gerakkan dua arah naik turun mengikuti suatu aturan tangga nada yang secara logis menguraikan 7 langkah bagaimana manusia menjembatani intuisi menjadi logis. Dari arah posisi diagonal kanan atas ke kiri gerakkan logis juga bolak balik dari posisi 1 ke 4 menuju 2 yaitu gerakkan 142.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fondasi gerakkan sebenarnya secara logis adalah dari 1 ke 2 atau 12 sebagai penumpu baik yang logis maupun intuisi, sehingga 12 bisa dikatakan sebagai Kreasi Awal dengan 9 langkah atau 129 sebagai suatu ketetapan awal mula yang menatapkan 90 sebagai ketentuan dari realitas yang terpahami baik secara logis maupun intuisi. 12 adalah kalimat Tauhid dengan nilai 165 Laa ilaaha illaa Allaah. (iseng-iseng saya pernah membaca di suatu koran Kanada bahwa jumlah Gunung Berapi di Indonesia yang disebut Ring Of Fire ada 129 buah, yang aktif  ada 79 buah. Saya dapet proyek database  dari perusahaan Tol Jalur Lingkar  Jakarta, jumlah pintu tolnya saat itu saya hitung ada 129. Anehnya nama Jakarta nilai al-Jumalnya 623, 3 dijit bilangan dari 6236 ayat AQ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;234 adalah gerakkan pengembangan dari 9 langkah yang tidak lain adalah hamparan maghfirah yang dibentangkan. Dari sini kita pahami kalau 9 adalah gerakkan yang menyatakan ampunan Allah yaitu at-Taubah. Proyeksi tegak lurus dari ketentuan 90 adalah 9 dan 0. Atau kalau kita uraikan dari kanan ke kiri adalah 0 sampai 9 dengan jumlah 45. Check digit dari 45 tidak lain adalah bilangan 9 yang ditempatkan di dijit antara 4 dan 5. Sehingga bilangan yang tersusun menyatakan aktualitas logis dan intuitif yaitu 495.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak penyingkapan dari titik 1, atau kaidah logis adalah 142, dari titik intuisi adalah 2 ke 4 atau 24, dari titik logis juga diuraikan 13 dan 4 sebagai parameter taksiran Ibu Jari dan Telunjuk atau taksiran diagonal 2 dan 3, yang tidak lain adalah Taksiran Prima 2 dan 3 dengan nama modern dilabeli oleh orang Barat sebagai Golback Conjecture. 134 mendeskripsikan tatanan dari posisi tatasurya ke luar, bagaikan ceplok telor setengah mateng, sedangkan 13+4=17 menyatakan ukuran dari kaidah intuisi menjadi logis sampai munculnya tindakan sebagai 7 langit bumi yang kelak diuraikan sebagai tatanan 7 kaidah penguraian logika untuk memahami tatanan realitas makhluk dari benda bermassa sampai dunia kuantum, maupun tatanan yang sifatnya abstraksi suatu proses dari niat sampai munculnya peradaban manusia dengan dasar-dasar Kalimat Tauhid Nabi Ibrahim a.s dan kalimat tauhid yang menyatakan adanya maghfirah dalam sistem kehidupan di Planet Bumi yang tersusun atas komposisi 92 unsur (23x4=92,MHMD) yaitu dengan kalimat Muhammadurrasululla h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;142 adalah gerak pengungkapan 'Abd Allah sebagai diagonal penyeimbang dari aktualnya maghfirah Allah ( 234) dan alam semesta ciptaan (134). Dari gerak kehambaan ini rahasia waktu terungkapkan sebagai 2 dan 4 yaitu 24, 2+4=6, dan 2x4=8 yang tidak lain menyatakan komposisi wahyu elementer yang dinyatakan sebagai 24+6+8=38, 10 bilangan, 28 huruf hijaiah. Orde kedua dari penguraian bilangan 2 dan 4 adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6x8=48, 6+8=14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kaidah maksimum dibatasi sampai 7 tatanan pengungkapan maka nilai maksimum diagonal intuitif maupun diagonal logis adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9x7=63 dan 11x7=77&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63+77=140&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai yang menyatakan aktualitas pengetahuan adalah cahaya yang membelah akal pikiran dan hati dari kegelapan yang secara definitif dinyatakan sebagai 1/140 (jadi kalau kita merobek suatu dinding gelap maka lebar pertama kali cahaya semburat adalah celah selebar = 1/140 satuan yaitu 0,007142857) .  Nilai pengalinya adalah 10 pangkat 9 dengan hasil 7142857. 13,12=25 didapat 142+7=149 dan 8+57=65=13x5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan 13x5=65 adalah bilangan asal dari matriks 8x8=64 yaitu matriks papan catur. 149 adalah kodefikasi yang menyatakan kaidah 14 dan 9 dari cara menghitung kelipatan bilangan 9 mengggunakan 10 jari. Dan dari bilangan 4 yang nyisip di 149 ini, Pesan Kesempurnaan Allah terbaca sebagai proporsi Golden Ratio dengan pendekatan  4 dijit bilangan 1000 yaitu:&lt;br /&gt;149 adalah 116189, 4 itu adalah bilangan 1618. Penguraian-Nya adalah penguraian 231 sebagai Alif Laam Raa (231), yang merupakan ungkapan transformatif bagaimana 50 neuron otak teraktivasikan secara serempak. Komposisi yang muncul adalah 11 618 9, 11 adalah 5 dan 6 yang dibaca Huwa, 618=329+289 yang dibaca sebagai al-Rahmaan (329) al-Rahiim(289) , dan 9 adalah 9 huruf Rabbul ‘Aalamin dengan nilai 433, 9 juga simbologi nomor surat at-Taubah yang tidak mempunyai pembuka Basmalah. Bilangan 9 dapat juga diuraikan menjadi Magic Square 3x3 sebagai hamparan pertama kali realitas akan ditegakkan dengan nilai 15 atau 3x5 sebagai nilai kesadaran yang aktual yang kemudian dinyatakan sebagai 15 hruuf QS 103. Komposisi diatas juga dapat diuraikan sebagai komposisi, 21 dan 3 atau 13 dan 2, alias 119=7x17 dan 618.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil akhirnya sebenarnya adalah gambar tangan yang berdoa yang sudah saya postingkan dahulu dengan kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Operasi al-Insaan adalah Al Qur’an,&lt;br /&gt;Kromosom manusia cara penyusunan dan penguraiannya sama dengan cara penguraian dan penyusunan Al Qur’an, dan sama dengan cara menyusun sistem desimal dan abjad&lt;br /&gt;Sebagai makhluk manusia adalah makhluk ciptaan yang sejatinya LEMAH serta tanpa daya dan upaya yang dianugerahi amanat untuk mengungkapkan siapakah dia dan siapakah PenciptaNya dengan ASLIM (berserah diri).&lt;br /&gt;Manusia adalah bukti Kemahabesaran PenciptaNya, sehingga ketika ia menyebutkan Allahu HU Akbar, sebenarnya manusia itu sedang menyatakan kehambaan dirinya dihadapan Allah dimana dirinya adalah bukti sebagai makhluk ciptaan yang sejatinya lemah, dan tidak mempunyai hak dan wewenang apapun untuk merusak maupun menghancurkan makhluk ciptaan Allah lainnya. Jika tidak, maka ia akan diadzab Allah baik semasa hidupnya maupun kelak di akhirat, secara individual maupun berkelompok, baik ia termasuk beragama maupun tidak. Sebab pokoknya kenapa demikian, karena telah melalaikan anugerah akal pikiran dan hatinya sehigga ia menjadi tidak patuh pada perintah untuk ASLIM dan melanggar prinsip pertama misi penyingkapan yaitu IQRA.&lt;br /&gt;Struktur dasar AQ sangat matematik dan dasar-dasar penguraiannya telah dilakukan oleh umat Islam terdahulu yaitu di zaman keemasan Islam di sekitar abad 1 sampai 7 H dengan lahirnya Jabr Ibn Hayyan, Aljabar, dan sederetan ulama-ilmuwan muslim lainnya. Generasi penerusnya muncul di Eropa melalui Ibn Rusyd dan penjabaran pengetahuannya telah diuraikan oleh para pemikir dan ilmuwan di Eropa. Jadi, Barat yang kita kecam justru telah menguraikan jeroan AQ dengan sadar maupun tidak secara lebih detil dan bermanfaat, dan mereka bisa lebih berhasil membaca dan menulis dengan PENA (QALAM) yang benar meskipun telah menghilangkan sisi maknanya sehingga karakter Kolonisasi (penguasaan manusia atas manusia lainnya) muncul sebagai sisi buruk dari lemahnya iman atau tidak adanya Tuhan di hati mereka kecuali sekedar label kepantasan. Jadi, meskipun nampak maju, namun dalamnya kering kerontang dan tanpa ruh, mereka hari ini justru berjalan kembali mundur untuk mencari makna sejatinya dan nampaknya  mereka pun sudah mulai melirik Islam karena Tha Fact dan Tha Proof yang telah mereka lalukan. Sebaliknya, Umat Islam di Timur, khususnya di Indonesia dengan cacatan KTP umat Islamnya terbesar di dunia, terancam PEMBUSUKAN akal pikiran dan hati dan KALAU TIDAK SEGERA MAWAS DIRI akan jatuh ke wilayah Al-Kafiruun dan Api Abu Lahab karena telah menyia-nyiakan Telaga Al-Kautsar Rasulullah berupa ilmu pengetahuan, keyakinan tauhid yang lemah, tidak ikhlas, mengabaikan Pertolongan Allah, DAN YANG PALING BERBAHAYA ADALAH CENDERUNG MELAMPAUI BATAS AL-MIZAN DALAM HAL APAPUN JUGA, baik itu aktivitas keagamaan, sosial politik, maupun perdagangan yang suka seenaknya menimbun makanan, bahan bakar, dan berbuat semena-mena dengan mengedarkan makanan. Umat Islam di Timur akan diliputi was-was dan kedengkian hati yang pelan-pelan akan menyebabkan kehancuran dirinya sendiri. Solusinya, penauhidan yang benar akan Ke-Esa-an Allah, menjalankan apa yang sudah dicantumkan didalam Pancasila dengan benar karena semua itu rangkuman dari berbagai hikmah kehidupan, Umat Islam harus kembali kepada AQ dan as-sunah dengan Iqra dan Penyucian Jiwa yang LURUS (Luruskan kembali niatnya, cari guru yang memang benar-benar tahu lahir dan batin) untuk mengaktifkan kembali Kecerdasan Rasulullah di setiap individu Umat Islam yaitu mengaktifkan kembali Al Qur’an sebagai Sistem Operasi Al –Insaan, al-Mukminun  yang al-Mukmin (yang patuh pada perintah dan laranganNya lahir dan batin).&lt;br /&gt;Agama Islam maupun agama lainnya adalah “kendaraan umat manusia atau Perahu Nabi Nuh a.s sesungguhnya untuk mengarungi gelora samudera hawa nafsu menuju kepada Ralitas Absolut dengan selamat”. Agama Islam “aslinya” adalah produk keseimbangan logika dan intuisi pada posisi seimbang tanpa cacat untuk menguraikan Pesan-pesan Pencipta sebagai Allah, Rabbul ‘Aalamin atau Inteligence Being supaya manusia bisa mempertahankan anugerah kehidupannya didalam sistem Planet Bumi sebagai satu-satunya sistem kehidupan di alam abjad dan bilangan dengan kelebihan maupun kekurangannya. Dengan kata lain, bentuk ilmu yang kita pahami kita hari ini yang diuraikan dari Pesan-pesan Ilahi sebenarnya muncul dari ketidaksempurnaan makhluk, namun manusia sebagai bayangan sempurna Penciptanya bisa MENDEKATI Kesempurnaan sebagai Taksiran atau Conjecture dari gerak-gerik jemarinya dengan akal dan hatinya yang menerima ILHAM ILAHI dengan distorsi minimal yaitu dengan memuliakan akhlaknya sehingga semua perilakunya akan pantas untuk menyucikan NamaNya Yang Maha Tinggi (QS 87:1).&lt;br /&gt;Kesimpulan lainnya, silahkan cari dan renungkan sendiri saja kalau memang tertarik untuk lebih bisa Membaca Pesan-pesan CintaNya. O, ya, welcome to Era Tauhid Base Society  atau Knowledge Base Society atau Digital Age .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Dan dengarlah  pada hari penyeru menyeru dari tempat yang dekat” (QS 50:41,91)&lt;br /&gt;“..,dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu” (QS 72:28, 100)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu berpikir” (QS 43:3, 46)&lt;br /&gt;“Dan mereka berkata,”Mengapa Al Qur’an tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu negeri ini?”.&lt;br /&gt;“Apakah mereka yang membagi-bagikan rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan di dunia , dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian lain beberapa derajat, agar diantara mereka dapat saling membantu satu sama lainya. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS 43:31-32,149)&lt;br /&gt;“Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Allah membuat perumpamaan- perumpamaan (metafor-metafor) bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS 24:35, 59)&lt;br /&gt;“Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Dia adalah Aziizul Hakiim (Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) (QS 59:1, 60)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-3566188339888866745?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/3566188339888866745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/3566188339888866745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/mengembangkan-akhlak-muhammad.html' title='Mengembangkan Akhlak Muhammad'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-6755980114461407197</id><published>2007-05-10T17:28:00.000-07:00</published><updated>2007-03-26T17:33:47.552-07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Bukan Pembuktian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bismilahirrahmanirrahiim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sebuah kebanggaan ketika tulisan kita bisa menjadi inspirasi kebaikan. Walaupun terkadang harapan itu harus pula disimpan rapi sekali agar tidak bercampur dengan ria dan sum’ah yang menghapuskan amal bak pasir di atas batu licin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;Kita buka diskusi ini dengan ungkapan seorang sahabat dari Fisika ITB dalam penutup tulisannya tentang Theory of Almost ... Almost Everything :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tauhid adalah penyaksian dan bukan pengetahuan, barang siapa menyaksikan maka ia telah bertauhid barang siapa hanya mengetahui ia belum bertauhid."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godaan terbesar akal adalah membuktikan segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama pernah terjadi di era Nabi Musa, ketika kepongahan akal ditunjukkan dalam kalimat itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang", karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.&lt;br /&gt;(Al Quran Al Karim Surah Al Baqarah ayat 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ironi, karena ayat-ayat sebelumnya menerangkan tentang keajaiban-keajaiban Alam yang tak tertangkap rasio formulasi saintifik, bahkan mencapai klimaks ketika jalan terbentang di antara dua tembok air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutny a sedang kamu sendiri menyaksikan. (Al Quran Al Karim Surah Al Baqarah ayat 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua buah ayat ini diakhir dengan kalimat indah itu : WA ANTUM TANDZURUN. (DAN ENGKAU MENYAKSIKAN) bukan DAN ENGKAU MEMBUKTIKAN!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nobelis Fisika, Richard P. Feynman pernah menulis dalam bukunya “Character of Physical Law”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“There was a time when a newspapers said that only twelve men understood the theory of relativity. I do not believe that there ever was such a time ... On the other hand, I think it is safe to say that no one understands quantum mechanics ... Do not keep saying to yourself, if you can possibly avoid it, “ But how can it be like that ?” because you will get “down the drain” into a blind alley from which nobody has yet escaped. Nobody knows how it can be like that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Einstein menulis dalam suratnya untuk Max Born tahun 1926 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quantum mechanics is very impressive. But an inner voice tells me that it is not yet the real thing. The theory produces a good deal but hardly brings us closer to the secret of the Old One. I am at all events convinced that He does not play dice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan akal. Ia anugerah tertinggi yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Tapi anugerah lain yang pula sering terlupa adalah ”penyederhanaan” karena ada frame limit dan batas atas. Itulah mengapa Allah membahasakan dirinya dengan Asmaul Husna, yang 99-nya adalah bahasa yang dimengerti manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada orang jago yang bertanya,”Bisakah Tuhan menciptakan batu yang sangat besar sehingga Tuhan sendiri tidak mampu mengangkatnya.” , coba tanyakan kembali pada orang itu,”Bisakah engkau lafadzkan kata lain dari ”Tuhan” dengan kata yang seluruh dunia ini tidak akan bisa melafadzkannya ?!” atau dengan pola lain,”Bisakah kau definisikan ”undefined” dengan kata yang benar-benar ”tak terdefinisikan” ?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pembanding yang indah dilukiskan dalam Al Quran tentang permintaan pembuktian kebesaran Allah oleh Nabi Ibrahim :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Quran Al Karim Surah Al Baqarah ayat 260)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa banyak sindiran Quran bagi mereka yang merasa perkasa dengan logika, bahkan dari mereka yang paling dekat posisinya dengan kerajaan Tuhan, yakni Malaikat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al Quran Al Karim Surah Al Baqarah ayat 30 – 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tempat lain di Kitab Suci :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan? " Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,&lt;br /&gt;(Al Quran Al Karim Surah Al Baqarah ayat 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau di tempat lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.&lt;br /&gt;(Al Quran Al Karim Surah Ali Imran ayat 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipis beda antara mencari kebenaran dengan mencari-cari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tancapkan dulu tonggak iman dengan kokoh, ikatkan dirimu disitu, selepasnya .... silahkan sebebasnya berthawaf mencari dalih saintifik, terminologi filosofis, atau logika empirik, karena kelindan sintesa bisa saja salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa, kesaksian menjadi tonggak awal pembeda seorang muslim dan selainnya. Dan jaminannya adalah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah kita termasuk orang yang meragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang tonggak iman itu sebenarnya harus ditegakkan dulu tanpa ilmu pengetahuan namun dengan Kesadaran dan Taubat yang tulus untuk membuka Portal 91/2 (baca surat 9 dan surat 112)  yaitu at-Taubah dan al-Ikhlas. Iman yang mandiri secara alamiah pada seseorang namanya Yaqin. Darimana datangnya itu, jangan tanyakan pada orang yang Yaqin namun justru kita harus yaqin bahwa itu ditetapkan oleh Allah sejak di alam rahim alias penyaksian ke-Esa-an Bukankah aku Tuhanmu yang dijawab Bala (simak QS 7:172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam formalitas yaqin sebagai sistem agama adalah Syahadat. Nah, dengan bantuan syahadat orang awam bisa yaqin namun masih sekedar ilmul yaqin bukan ainul yaqin apalagi al-Haqq al-Yaqin. Tapi syahadat adalah Pintu Portal kedua yang terbuka setelah manusia sadar dan taubat tadi, nah dari pintu itu kita memasuki keislaman sebagai jalan hidup alias ibadah.Umat Islam di Indonesia sebenarnya yang lahir dari keluarga Islam berada di pintu ke-2 ini, melewati pintu 91/2, akhirnya malah banyak yang terjebak pada ghurur dan yaqinnya lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di pintu syahadat, sesungguhnya syahadat adalah titik tolak dan titik akhir perjalanan ruhani bagi yang beragama islam ketika menetapi keislamannya (dengan sadar) dan melakoninya dengan sungguh-sungguh sebagai JALAN HIDUPNYA bukan ALAT POLITIK ATAU TUJUAN KEDUNIAWIAN LAINNYA, kemudian istiqomah lah dengan panduan Dzikrul Lil 'Aalamin , as Sunnah dan ilmu pengetahuan lainnya untuk mencapai penyaksian tentang Ke-Esa-an. Proses ini dalam dunia ruhani islam disebut makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penyaksian makrifat di lalui, dimana selama perjalanan itu kita sebenarnya berenang dengan gaya kupu-kupu (Patut kita sadari bahwa sebagian besar kita hari ini terdidik dengan baik hanya sebatas dengan ilmu artificial alias kata buku atau kata kitab atau kata hadis tapi tak melakoni apa kata buku itu termasuk disini kara al-Qur''an tapi tak mau merenungkan dengan mendalam apa sih kata AQ itu?), tanda-tanda ke-Esa-anNya diperlihatkan kepada hambanya sebagai anugerah dan hidayah yang menjalani kehidupan dengan penuh keberserahdirian. Ilmu yang mamapir sebenarnya macem-macem, baik yang ghaib maupun nyata. Namun, itu bukanlah tujuan meskipun apa yang diperlihatkannya bisa jadi dapat dibuktikan dan menjadi fakta kalau kita memang bisa menguraikannya dengan logika maupun intuisi, makrifat Aqlli maupun dzauqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi2/kaum arifin melakukan proses demikian sebelum perintah menjadi Nabi diturunkan. Pada titik tertinggi maka seluruh label keilmuannya diruntuhkan dengan ASLIM mutlak seperti disebutkan dalam QS 2:131, kiasannya bagaikan Simurg yang terbang yang bulunya pada mreteli/rontok dan telanjang bulat di hadapan Allah dengan bersimpuh tanpa daya upaya kecuali Daya UpayaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah penyaksian orang diberi kekebasan dari Allah dengan tanggung jawab pribadi, termasuk menangung akibatnya di akhirat. Jadi, sebenarnya si penyaksi tidak perlu menyatakannya kepada umum dan itu tergantung kepada pertimbangannya sebagai makhluk secara pribadi yang sudah diserahi tanggung jawab di hadapan Allah dengan intrumen akal pikiran dan hati nya apakah disimpan saja atau ditebarkan sebagai rahmat dari Allah atau kabar gembira dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Nabi dan rasul adalah mereka yang dengan bertanggung jawab menebarkan Rahmat Penyaksian itu dengan menyampaikannya sebagai ungkapan Wahyu yang melahirkan agama-agama besar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian,  ada suatu jurang yang dalam antara Yang menyaksikan langsung dan yang cuma mendengar atau membaca ilmu artificial yaitu dari buku atau dari berita melalui mulut kemulut, atau melalui suatu kisah legenda yang memerlukan penafsiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya Nabi dan rasul di masa lalu menyampaikan Wahyu itu dengan  perumpamaan2 dengan maksud dan tujuan tertentu yang sebenarnya bisa diungkapkan dengan baik kalau dilakukan SINTESIS INTUISI DAN LOGIKA dengan melihat realitas fenomenal di alam maupun di diri kita sendiri dan di kalangan masyarakatnya yang memang kurang berilmu karena saat nabi di zaman dulu muncul,  Ilmu dirampas oleh segelintir penguasa baik dari kalangan agama maupun raja2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi dan rasul adalah penganut Open Source bukan penimbun informasi dan pengetahuan untuk kepentingan sendiri (bayangkan kalau kelakukan nabi model rentenir ini, nggak pernah ada Aq atau Injil atau kitab lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, pada ukuran waktu kurang dari 61 tahun setelah Nabi sebagai Guru Utamanya meninggal, banyak pengikutnya yang menyelewengkan pengetahuan Nabi untuk kelompoknya sendiri atau kepentingan rasnya (contohnya sudah jelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaksian sesungguhnya nurani untuk membuktikan namun dengan kesadaran ASLIM. Akhirnya setelah kembali turun dari mirajnya, seorang penyaksi dengan tanggung jawab personalnya di hadapan Allah Yang Maha Esa kemudian  mengajarkan pengetahuan tauhid bagi umat manusia supaya sadar kalau sesungguhnya baik logika maupu intuisi hanya sekedar penaksiran dari gerak gerik dan kelakuan kita sendiri yang ujung awalnya di hati sebagai ilham Ilahi dan ujung luarnya di perbuatan tangan dan kaki kita sendiri, baik dengan ilmu agama maupun sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama lahir karena Nabi dan rasul menyadari KEKURANGAN DAN POTENSI KESALAHAN SISTEM GEOMETRI, ABJAD DAN BILANGAN yang kita gunakan untuk berlogika maupun bermetafora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kebocoran ini harus ditutupi karena dari sebab ketidaksempurnaan inilah kita mengalami berbagai BENCANA.ALAM, KEKUATAN MISTERUS  DARI KEKUASAAN TERTINGGI yang tidak kita pahami dengan utuh, baik itu dengan agama maupun dengan sains, baik intuisi maupun logika. Pendekatan terbaik adalah mengatasinya dengan solusi spiritual dengan mengupayakan supaya manusia ketika menjalani hidupnya mempunyai AL-SAKINAH untuk menghadapi keadaan apapun. Jadi, yang penting pada akhirnya adalah YAQIN, JALANI DAN MAKRIFATI KEHIDUPAN MENUJU KEHADAPAN ALLAH, SAMPAI DAN MENYAKSIKANNYA, DAN BALIK KEMBALI KE DUNIA UNTUK mengajarkan pengetahuan tauhid kepada semua umat manusia yang portensinya beda2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sebagai Entity Absolut atau al-Haqq pada akhirnya memang tidak perlu untuk dibuktikan tapi SANGAT PERLU DISAKSIKAN dan DAPAT DIBUKTIKAN baik dengan logika maupun intuisi, kalau memang mau dan ada kesadaran untuk itu (artinya, kalau Allah memang menghendaki hambaNya, so jelas kan seseorang siapa saja, dari ras apa saja, dari para bajingan maupun para pendeta, sebenarnya mempunyai probabilitas untuk dikehenndaki Tuhan menyampaikan bukti dan fakta penyaksian atas Ke-Esa-anNya kepada masyarakat di zamannya bukan dalam ruang waktu masa lalu sebagai al-Busyra kalau kitab2 wahyu aslinya benar dan dalam hal ini AQ ternyata DAPAT DIBUKTIKAN kebenarannya baik dengan logika maupun intuisi dengan syarat khusus misalnya dengan IQRA dan Penyucian Jiwa. Fakta dan BUKTI adalah al-Bayyinah kalau jemari kita sidiknya ESA sebagai bayangan langsung ke-Esa-anNya) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan semua itu sebenarnya yang menjadikan al-Sakinah tadi hadir karena tahu al-Haqq al-yaqin kalau ilmu logika maupun intuisi kita mempunyai error rate berorde 7 dan 6 alias 76 alias 13 yang hari ini orang mengatakannya sebagai Planet ke-13. Adanya Kekuasaan 13 yang tersembunyi ini sesungguhnya muncul dari kebocoran ilmu logika maupun intuisi kita yang pojokannya L yang akhirnya disamakan dengan ketentuan batas yaitu bilangan sebagai TUJUH atau 7 langit bumi logika maupun khayalan kita yang intuitif yang bisa bikin gambaran macam-macam sebatas membolak balikkan bilangan dan huruf serta simbol-simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang makhluk yang lemah dan 13 sebagai simbologi kekuatan tersembunyi yang triggernya angka 5 alias 5 jari kita alias semua kelakukan kita di dunia inilah penyebab utamanya yang menyebabkan akumulasi error rate dari ilmu pengetahuan yang kita gunakan untuk membangun peradaban oleh kedua tangan kita. Polusi, pengundulan hutan, penyakit dan bencana alam semuanya kembali asal usulnya kepada kedua tangan kita sebagai al-kursi yang penggunaannya diserahkan secara bertanggung jawab untuk menjadi bukti kalau manusia itu aslinya berakhlak mulia jika dan hanya jika intuisi dan logikanya dikawinkan dengan optimal dengan tujuan utama SAMPAI DI HADAPAN AL-HAQQ. Habis itu, ya jalani takdir saja dengan istiqomah di al-Shirathaal al-Mustaqiim dengan sadar bahwa realitas dunia maya in direkatkan LEM CINTA ILAHI yang dinyatakan oleh kalimat Kun fa Yakuun, Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-6755980114461407197?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6755980114461407197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6755980114461407197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/kesaksian-bukan-pembuktian.html' title='Kesaksian Bukan Pembuktian'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-766476494119862281</id><published>2007-05-09T18:18:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T18:22:01.540-07:00</updated><title type='text'>Muhammad Lukman Hakim</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;MUSTIKA CINTA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah mustika, juga mutiara-&lt;br /&gt;mutiara, bahkan nyanyian bisu yang&lt;br /&gt;menusuk dinding-dinding Samawat sampai&lt;br /&gt;ke Sidratul Muntaha. Cinta adalah jutaan&lt;br /&gt;burung yang terbang tanpa sayap, tanpa&lt;br /&gt;bulu, tanpa kepak yang mengibas ke&lt;br /&gt;angkasa, lalu menembus Cakrawala Ilahiyah dalam tengadah doa-doa, bahkan dalam ketakberdayaan fananya, dalam fananya menuju keabadianNya. Lalu tak ada lagi yang bisa dimaujudkan dari Wajah Yang Maha Indah, dari Keindahan Paripurna KeagunganNya, dan Keagungan&lt;br /&gt;Kemahaindahan ParipurnaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MUTIARA RAHASIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Mutiara Rahasia, Cinta Ilahi tak bisa disebutkan dengan ucapan atau kata-kata, bahkan suara-suara. Para Sufi seperti-nya menahan gelora Cinta itu dalam dekapan dadanya, sembari mengeluarkan kembang airmata kelembutan dan keharuan, seperti mawar jingga yang mekar di pagi hari, ketika cahaya matahari mencium kuncup-kuncupnya. Lalu mekar dengan cahaya cintanya, dalam kebisuan demi kebisuan abadi. Lalu Allah Ta'ala, menjumpai para pecinta itu, “Adapun orang-orang yang beriman, benar-benar dalam kedahsyatan cinta kepada Allah.” (QS. 165) Dan, “Allah&lt;br /&gt;Mencintai mereka, dan mereka pun mencintaiNya.” (QS. Al-Maidah: 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SHOLAWAT CINTA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sholawat dan salam yang kita ungkapkan&lt;br /&gt;lewat bibir-bibir mungil para bayi yang&lt;br /&gt;tersenyum dengan mata telanjang bening&lt;br /&gt;berbinar, lebih dari kejujuran hati kita masing-masing. Sampai Nabi Saw, menye-&lt;br /&gt;butkan, "Tak seorang pun akan menggapai&lt;br /&gt;kesempurnaan imannya, sampai Allah dan&lt;br /&gt;RasulNya lebih dicintainya, ketimbang&lt;br /&gt;keluarga, harta dan sesama manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mutiara Cinta&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Ar-Ruumy yang penuh gairah,&lt;br /&gt;Omar Khayyam yang penuh nestapa,&lt;br /&gt;bahkan Iqbal yang tak puas-puasnya. Masih&lt;br /&gt;berjuta para Sufi yang hanya bisa menyem-&lt;br /&gt;bunyikan mutiara-mutiara CintaNya yang&lt;br /&gt;bergelora dalam dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RINDUNYA PARA PECINTA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sudah pernah mendengarkan&lt;br /&gt;“nyanyian sunyi” kerinduan Rabi'ah&lt;br /&gt;Adawiyah yang bergelora sepanjang masa.&lt;br /&gt;Kita pun senantiasa tak habis-habisnya&lt;br /&gt;memuji gambaran Cinta Ibnul Faridh, si&lt;br /&gt;Pangeran Cinta yang tak ada bandingnya&lt;br /&gt;dalam sejarah Cinta para Sufi, dan&lt;br /&gt;mengilhami para "pemburu Cinta Ilahi"&lt;br /&gt;dimana pun jua. Lalu susul menyusul&lt;br /&gt;bagaikan gelombang lautan, ketika rintihan&lt;br /&gt;Cinta itu harus berakhir di pantai-pantai&lt;br /&gt;kedahagaan, dengan suara gebyar&lt;br /&gt;kemabukan arak Mahabbatullah yang tertuang di gelas-gelas piala bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NIKMATNYA CINTA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini, betapa sempitnya dada orang,&lt;br /&gt;ketika rasa syukur saja telah hilang dari&lt;br /&gt;lembah jiwanya. Apalagi mengembangkan&lt;br /&gt;senyum bunga di hatinya. Mereka lebih&lt;br /&gt;senang memuja egonya daripada memuja&lt;br /&gt;Allah atas nikmat-nikmatNya. Padahal&lt;br /&gt;Allah dengan segala CintaNya tak henti-&lt;br /&gt;hentinya memanggil, "Ingatlah kepadaKu,&lt;br /&gt;niscaya Aku ingat kepadamu..... Bersyukurlah kepadaKu dan&lt;br /&gt;janganlah mengingkari diriKu...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAGAIKAN BARA API&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah penyembuh&lt;br /&gt;bagi kebanggaan dan kesombongan, dan&lt;br /&gt;pengobat bagi seluruh kekurangan diri.&lt;br /&gt;Cinta adalah bara api yang siap membakar&lt;br /&gt;dan menyala, selain yang dicinta.&lt;br /&gt;Tauhid adalah pedang, yang jika diayunkan oleh pemiliknya akan dapat membakar&lt;br /&gt;semuanya, selain Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memisahkan pasukan-pasukan terpencar dalam kesatuan kitab-Nya bagi para kekasih terpilih-Nya. Lalu mereka terjaga oleh kerahasiaan jiwa melalui limpahan cahaya-cahaya, agar ia menjadi obyek manifestasi, di samping ke-Tunggal-Dirian-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LEMBAH CINTA SANG WALI 2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amboi, ruh-ruh mereka tersingkapkan dari&lt;br /&gt;kemahasucian paripurna-Nya, dan sifat-&lt;br /&gt;sifat keagungan-Nya. Merekalah penempuh&lt;br /&gt;jalan hadirat-Nya, dalam kenikmatan rahasia kedekatan dengan-Nya, melalui tarekat dahsyat rindu dendam-Nya, hingga mereka termanifestasi dalam hakikat, melalui penyaksian Ketunggalan-Nya. Mereka telah diraih dari mereka, dan Dia menyirnakan mereka dari mereka, lalu mereka ditenggelamkan dalam lautan Kemaha-Dia-an-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TARIAN SEMESTA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kedahsyatan Cinta itu, telah&lt;br /&gt;membawa tarian semesta ini, seperti gerak&lt;br /&gt;rancak yang gemulai dalam senandung&lt;br /&gt;musik Ilahiyah yang Sempurna. Bagaimana&lt;br /&gt;tidak, ketika kita sebut KekasihNya,&lt;br /&gt;Muhammad Rasul SAW yang tercinta, tiba-&lt;br /&gt;tiba segalanya mekar bagai bunga, lalu&lt;br /&gt;membentuk jadi Kauniyah, lahiriyah dan&lt;br /&gt;batiniyah kita semua. Bagaimana tidak,&lt;br /&gt;sehari semalam kita selalu senandungkan&lt;br /&gt;ungkapan Cinta kasih dan kedamaian abadi&lt;br /&gt;lewat getaran-getaran milyaran bibir yang&lt;br /&gt;menyanyikan sholawat dan salam kepada&lt;br /&gt;kekasihNya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kau dustai&lt;br /&gt;ombak dan mutiara menyatu dalam jiwamu&lt;br /&gt;dan siang malam berganti dalam rangkaian&lt;br /&gt;rayamu&lt;br /&gt;dan matahari di matamu&lt;br /&gt;sedang rembulan di kerling bidadarimu"&lt;br /&gt;"Bagaimana kau dustai&lt;br /&gt;janji yang kau lukis di lembar keabadian&lt;br /&gt;yang tak pernah hilang dari nuranimu&lt;br /&gt;bahwa Cinta dan Kasih&lt;br /&gt;hanyalah padaNya?"&lt;br /&gt;"Mengapa masih kau bohongi&lt;br /&gt;rangkaian jagad raya ini&lt;br /&gt;bukan tanpa Tangan Harmoni Yang&lt;br /&gt;Merangkai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GELORA JALAL 2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masihkah kau rangkai bermilyar-milyar&lt;br /&gt;kata dalam puisi&lt;br /&gt;saat Satu Kata&lt;br /&gt;dalam Lauh-lauh cinta?"&lt;br /&gt;"Masihkah kau dendamkan darah&lt;br /&gt;Yang mengental&lt;br /&gt;dari nafas yang tersengal&lt;br /&gt;oleh batu-batu terjal&lt;br /&gt;jurang dan bukit&lt;br /&gt;padang yang membentangkan&lt;br /&gt;luka yang menganga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat samudera diselimuti kabut pagi beku&lt;br /&gt;dalam salju kasih?"&lt;br /&gt;"Bagaimana fikiranmu melayang jauh dan&lt;br /&gt;khayalmu pergi ke benua sedang kekasihmu&lt;br /&gt;lebih lekat dari kulit jantungmu?"&lt;br /&gt;Kenapa hari-hari terasa panjang&lt;br /&gt;dan malam tak juga menyibak&lt;br /&gt;tabir gulitanya&lt;br /&gt;sedang fajar berlari kencang&lt;br /&gt;sekadar mencium&lt;br /&gt;putik-putik embun&lt;br /&gt;saat adzan didengungkan?&lt;br /&gt;Apa yang kau teriakkan&lt;br /&gt;saat tanganmu mengepal tinju ke langit&lt;br /&gt;menggedor-gedor Takdir&lt;br /&gt;sedang hatimu mengembara dari&lt;br /&gt;Lauh ke Lauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melepas beban Cinta yang mengejar&lt;br /&gt;rindumu&lt;br /&gt;Hingga di batasnya&lt;br /&gt;engkau merunduk kelu&lt;br /&gt;sambil berucap sepi&lt;br /&gt;“Benar  Benar... Benar ...!&lt;br /&gt;Engkau di sini&lt;br /&gt;Yang kucari&lt;br /&gt;dalam pelayaran samudera airmata lebih&lt;br /&gt;dari di sini' ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GELORA JALAL 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisakah kau bedakan antara&lt;br /&gt;hangatnya matahari&lt;br /&gt;dan embun diputik bunga&lt;br /&gt;mawar pagi?"&lt;br /&gt;"Mampukah ombak bergulung-gulung&lt;br /&gt;menghantam pantai&lt;br /&gt;tanpa heningnya&lt;br /&gt;mutiara di dasarnya?"&lt;br /&gt;"Masihkah kau rentangkan jarak antara&lt;br /&gt;siang dan malam&lt;br /&gt;panas dan dingin&lt;br /&gt;damai dan gelisah?"&lt;br /&gt;"Mengapa masih kau palingkan muka&lt;br /&gt;ketika rindumu bergolak&lt;br /&gt;dan cintamu meruyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DUA MACAM&lt;br /&gt;CINTA MUKMININ&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Mukminin yang mencintai Allah terdapat dua macam: Pertama, mereka yang&lt;br /&gt;menganggap bahwa kebaikan dan kedermawanan Allah kepada mereka, dan&lt;br /&gt;dibimbing oleh anggapan tersebut untuk&lt;br /&gt;mencintai Sang Dermawan. Kedua, bagi&lt;br /&gt;mereka yang tertawan hatinya oleh cinta, di&lt;br /&gt;mana mereka berpendapat bahwa semua&lt;br /&gt;kebaikan-kebaikan Allah bagaikan sebuah&lt;br /&gt;hijab (antara mereka dengan Allah), dan&lt;br /&gt;dengan manganggap Allah sebagai&lt;br /&gt;Dermawan akan membimbing pada perenungan kebaikan-kebaikan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENCINTAIMU, YA ALLAH…&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jalan Cinta yang ditempuh para&lt;br /&gt;pecinta Allah. Jalan perjuangan, juga jalan&lt;br /&gt;yang penuh dengan rintangan sekaligus&lt;br /&gt;jalan kemenangan yang sesungguhnya. Jalan Keabadian. Lalu para Sufi hanya bisa&lt;br /&gt;menggambarkan jalan-jalan Cinta itu&lt;br /&gt;melalui metafor-metafor, lagu-lagu, dan&lt;br /&gt;syair-syair, hanya karena tak ada lagi ucapan dan bahasa yang bisa mengungkapkan dari sebuah kebisuan hati, ketika bertemu dengan Sang Kekasih Hakiki.&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-766476494119862281?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/766476494119862281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/766476494119862281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/muhammad-lukman-hakim.html' title='Muhammad Lukman Hakim'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5138266398435286740</id><published>2007-05-09T18:11:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T18:18:27.509-07:00</updated><title type='text'>Imam Ghozali</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;JANGAN CINTA SEPERTI ANJING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mata batin Anda tidak mampu menangkap dan mencermati secara &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;seksama terhadap kemuliaan dan kesempurnaan Sang Maha Pencipta &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dan tidak mampu mencintai-Nya dengan kecintaan yang amat sangat, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;maka Anda jangan sampai tidak mencintai pemberi nikmat &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dan yang berbuat baik kepada Anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Anda jangan sekali-kali lebih rendah dari seekor anjing, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;sebab anjing itu mencintai tuannya yang selalu berbuat baik kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CINTA KEKASIH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mencintai selain Allah bukan karena adanya keterkaitan kepada Allah,&lt;br /&gt;maka hal itu adalah karena kebodohan dan kekurangannya dalam mengenal Allah.&lt;br /&gt;Cinta kepada Rasulullah Saw adalah terpuji&lt;br /&gt;karena cinta ini merupakan buah dari cinta-nya kepada Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Demikian pula cinta kepada ulama dan orang-orang yang bertaqwa, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;karena kekasihnya Kekasih adalah kekasih. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Utusan Kekasih adalah kekasih dan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;pecinta Kekasih adalah kekasih. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Semua itu terpulang kepada cinta utama, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;lalu tidak melampauinya kepada&lt;br /&gt;yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESENANGAN SURGA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan-kesenangan surga bagi masing-masing, semata adalah apa yang diinginkannya. Bagi yang berhasrat semata bertemu dengan Dzat Tuhannya, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;kesenangan-kesenangan (surga) itu tidaklah mencegahnya (dari hasrat itu). &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Dan tentu raja (dengan hasratnya itu), mudah-mudahan ia akan memperolehnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sebab, kesenangan-kesenangan surga (yang diperolehnya) semata didasarkan atas cinta Allah kepadanya, dan cintanya kepada Allah adalah kadar ma'rifat-nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Selanjutnya, kebahagiaan sejati (dalam spiritual) adalah ma'rifat yang&lt;br /&gt;ditunjukkan Allah lewat keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CINTA HANYA&lt;br /&gt;KEPADA KEBAJIKAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana apabila seorang hamba dapat mengerti bahwa ada kebahagiaan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;di dalam menatap Wajah Allah Yang Maha Tinggi,&lt;br /&gt;apabila ia hanya mencintai pada hal-hal yang bijak saja? &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bagi orang semacam ini tidak terdapat adanya pandangan &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;atau bentuk dan apalah artinya bagi hamba tersebut tentang janji Allah &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;yang akan memberikan seluruh rahmat terbesar-Nya?&lt;br /&gt;Tetapi bagi hamba yang mengenal Allah,&lt;br /&gt;mengetahui bahwa semua kebahagiaan&lt;br /&gt;(kecuali kebahagiaan yang ada dalam nafsu-nafsu duniawi) termasuk dalam kebahagiaan ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5138266398435286740?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5138266398435286740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5138266398435286740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/imam-ghozali.html' title='Imam Ghozali'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5809550295880752852</id><published>2007-05-09T18:02:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T18:11:31.190-07:00</updated><title type='text'>Imam Syafi'i</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;CINTA KEPADA ALLAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau durhaka kepada Allah dan sekaligus menaruh cinta kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ini adalah suatu kemustahilan. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Apabila benar engkau mencintai-Nya, pastilah engkau taati semua perintah-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Sesungguhnya orang menaruh cinta tentulah bersedia menaati perintah orang yang dicintainya. Dia telah kirimkan nikmat-Nya kepadamu setiap saat &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dan tak ada rasa syukur yang engkau panjatkan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENCINTAI WANITA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang menyenangi wanita, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;tetapi mereka berkata, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;"Mencintai wanita adalah awal sebuah derita." &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bukan wanita yang membuat derita, tetapi mencintai wanita&lt;br /&gt;yang tidak mencintaimulah yang akan menciptakan derita bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SENDA GURAU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaqut al-Hamawi meriwayatkan dari Ibnu Umar al-Syafi'i, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dia mengatakan bahwa&lt;br /&gt;Abu Abdillah al-Syafi'i pernah menikahi seorang wanita Quraisy di Mekkah.&lt;br /&gt;Kemudian al-Syafi'i pernah mencandai istrinya itu dengan mengatakan:&lt;br /&gt;Di antara malapetaka yang sangat dahsyat adalah &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;jika kamu mencintai wanita atau laki-laki yang tidak mencintai kamu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ia akan selalu berpaling darimu. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Meskipun kamu menungguinya dengan penuh kesabaran, ia tak akan menggubrismu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENCINTAI WANITA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Malapetaka paling besar adalah bila&lt;br /&gt;engkau mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain. Atau jika engkau mengharap kebaikan seseorang, akan tetapi justru orang itu berharap agar kita celaka atau binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENCINTAI&lt;br /&gt;ORANG-ORANG SALEH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintai orang-orang saleh, meskipun aku bukan termasuk golongan mereka. Aku tetap berharap semoga aku mendapatkan syafaat dari mereka.&lt;br /&gt;Aku membenci orang-orang durhaka meskipun sebenarnya, mugkin aku pun termasuk golongan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEWAJIBAN MENCINTAI&lt;br /&gt;KELUARGA RASULULLAH&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wahai keluarga Rasul, mencintai kalian wajib hukumnya menurut Al-Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kami bangga dengan kalian. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Orang yang tidak membaca shalawat untuk kalian, tidak akan mendapat rahmat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5809550295880752852?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5809550295880752852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5809550295880752852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/imam-syafii.html' title='Imam Syafi&apos;i'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5160675119169004613</id><published>2007-05-09T17:54:00.001-07:00</published><updated>2007-04-09T18:00:56.744-07:00</updated><title type='text'>Hadist</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;CINTA ALLAH&lt;br /&gt;PADA MANUSIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. bersabda,&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;Hamba-Ku yang beriman masih terus mendekatkan diri kepada-Ku sampai Aku mencitainya. Maka bila Aku mencintainya, jadilah Aku pendengarnya, penglihatannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ZUHUD DUNIA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;Zuhudlah engkau pada dunia,&lt;br /&gt;pasti Allah akan mencintaimu.&lt;br /&gt;Zuhudlah pada apa yang ada&lt;br /&gt;pada manusia, pasti manusia&lt;br /&gt;mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CINTA SANG RASUL&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sampai Rasul SAW yang tercinta, menengadahkan dua hastanya, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;"Tuhan, limpahkanlah rizki mencintaMu, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dan mencintai orang yang mencintaiMu, &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;bahkan mencintai segala yang mendekatkanku pada CintaMu.&lt;br /&gt;Jadikanlah, Tuhan, DiriMu lebih kucintai dibanding air yang sejuk."&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; Lalu Allah Ta'ala menyambutnya dengan pelukan rindu dendam keabadian, karena Dia telah dipandang dengan mata ma'rifat kekasih-kekasihNya. Lalu sebuah kegembiraan yang memenuhi mayapada, ketika Sang rasul SAW bersabda, "Seseorang akan bersama yang dicintainya." Seperti sorak gembira yang tiada tara, sebagaimana diungkapkan oleh sahabat Anas, ra,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5160675119169004613?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5160675119169004613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5160675119169004613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/hadist_09.html' title='Hadist'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7377104345274508080</id><published>2007-05-05T20:04:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T20:05:34.118-07:00</updated><title type='text'>Syariat dan Tharekat itu Menyatu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur kepada Allah (Swt) atas nikmat, rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad (saw), keluarga dan sahabatnya. Amin. Saya sering mendengar kata syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat; tetapi saya belum begitu paham apa arti semua itu. Tolong jelaskan satu per satu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah caranya jika saya berbaiat langsung, bolehkan melalui surat, atau datang sendiri? Bolehkah seorang santri memiliki dua atau tiga guru tarekat? Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Riyadiy Pamiritan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Syariat, tarekat, dan hakikat itu tidak bisa dipisah-pisahkan. Bertarekat meninggalkan syariat, tidak benar. Karena, tarekat adalah buah syariat. Jadi, kalau bertarekat, tidak terlepas melalui pintunya dahulu, yaitu syariat. Syariatlah yang mengatur kehidupan kita, dengan menggunakan hukum, dari mulai akidah, keimanan, keislaman, sehingga kita beriman kepada Allah, Malaikat, kitab Allah, Rasul, hari akhir, dan takdir baik dan buruk. Dari syariat pula kita mengetahui rukun Islam, yaitu dua kalimat syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Serta keutamaan shalat, juga hubungan antara manusia, seperti jual-beli, pernikahan, dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalankan syariat dengan baik, kita bertarekat, untuk menuju jalan kepada Allah dengan baik. Jadi, secara sederhana menuju jalan kepada Allah disebut tarekat. Bertarekat perlu dibimbing para mursyid, yang akan mengantar murid dari mengerti dan mengenal Allah sampai nanti "dikenal" Allah (swt), yakni dekat dan disayang oleh Dia (Swt). Amalan utama tarekat adalah berzikir.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hanya, perlu dipahami, pengertian tarekat tidak terbatas hal itu. Yang dituntut oleh tarekat di jalan Allah adalah perilaku para pengikut tarekat yang mulia. Terutama membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dalam batin dan lahirnya, sehingga secara lahir dan batin kita bersih dalam menuju ke jalan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh berwudhu. Wudhu adalah peraturan syariat, guna menjalankan shalat dan lain-lainnya. Biasanya kita hanya berwudhu untuk mendapatkan keutamaan wudhu, serta sebagai syarat untuk menjalankan shalat. Sedangkan tarekat menuntut buah wudhu. Berapa kali kita membasuh muka ketika berwudhu. Dan berapa kali kita membasuh tangan setiap hari untuk menjalankan ibadah. Coba kita aplikasikan dalam kehidupan kita, sosialisasikan untuk kehidupan kita masing-masing. Kalau sudah sering membersihkan muka, kita harus lebih mengerti serta merendahkan hati, malu kalau kita berlaku sombong.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil wudhu, kita cari buahnya yaitu lebih berakhlak, lebih rendah hati, lebih beradab, sehingga ada peningkatan dari hari ke hari. Itulah buahnya, sehingga kita semakin dekat kepada Allah. Sebab, justru di hadapan Allah, kita semakin menundukkan kepala. Karena semua itu adalah pemberian-Nya semata-mata. Kalau bukan karena pemberian-Nya (Swt), bagaimana bisa mengerti segala yang kita miliki ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, kita pun diberi pemahaman oleh Allah terhadap junjungan kita Nabi Muhammad (saw) atas limpahan rahmat kepadanya, sehingga kita menjadi pengikutnya yang setia. Untuk itulah kita selalu memuji Rasulullah (saw) dengan tujuan supaya kita lebih dekat kepada Rasulullah. Dengan begitu, sosok Rasulullah akan menjadi idola bagi kita dalam menapaki kehidupan hingga akhir hayat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bertarekat akan memupuk sikap rendah hati kita kepada para wali, ulama, dan guru-guru kita yang telah memberikan pemahaman tentang kebenaran ajaran syariat dan tarekat. Itu baru dari segi membersihkan muka secara lahiriah dan batiniah. Begitu pula kalau kita selalu membasuh kedua tangan, lahirah maupun batiniah, hal itu akan mencegah tangan kita dari berbuat maksiat. Kita akan selalu diperingatkan untuk tidak mengambil yang bukan hak kita, apalagi melakukan korupsi, misalnya, yang sangat merugikan rakyat. Sebab tangan kita sudah disucikan setiap hari. Kalau kita bisa mempelajari banyak hal dari wudhu saja, insya Allah, masalah korupsi itu bisa terberantas. Lalu telinga kita yang digunakan untuk mendengarkan sesuatu yang baik. Kita tidak akan menyampaikan yang kita dengar kalau informasi itu justru akan memancing masalah atau memanaskan situasi, apalagi menimbulkan pecah belah dan kekacauan. Tentu saja, hal itu berlaku pula bagi mata kita, kedua kaki kita, dan anggota badan lainnya. Itulah hasil karya, hasil didikan, yang mendapatkan bimbingan dari Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus berwudhu ketika akan mendirikan shalat? Berwudhu tidak hanya membersihkan kotoran lahiriah kita, tetapi pada hakikatnya juga membersihkan kotoran batiniah. Al-Qur'an menyebutkan bahwa shalat mencegah dari kemungkaran dan kerusakan, karena kita sudah memahami makna wudhu dan shalat itu secara tarekat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi para murid yang ingin belajar tarekat, saya anjurkan, mulailah dari seorang guru yang dipercaya. Tapi sebaliknya, bagi guru yang ingin ditaati muridnya, cobalah didik para murid itu seperti timba yang mendekati sumurnya, bukan sumur yang mendekati timbanya. Maka akan terbentuklah kewibawaan guru terhadap muridnya. Bagi murid, saya anjurkan untuk belajar hanya pada satu guru. Sebagai contoh mudahnya, kalau air teh dicampur susu lalu dicampur dengan kopi atau lainnya, meskipun halal, apa jadinya? Bagaimana rasanya? Jadi kalau ingin minum teh, minum saja teh tanpa dicampur dengan lainnya. Nikmati minum teh dengan gula, kemudian cari manfaatnya bagi tubuh. Begitu juga kalau ingin minum kopi, susu, atau lainnya. Itu hanya sebagai perumpamaan. Jadi, kalau ingin belajar tarekat, jangan sekadar melihat organisasi itu besar. Meski organisasi tarekat itu kecil, kalau lebih berpengaruh terhadap jiwa kita, sehingga lebih mendekatkan diri kepada Allah, tidak perlu ragu lagi untuk mengikutinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7377104345274508080?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7377104345274508080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7377104345274508080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/syariat-dan-tharekat-itu-menyatu.html' title='Syariat dan Tharekat itu Menyatu'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7143803236852003232</id><published>2007-05-05T20:02:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T20:03:13.308-07:00</updated><title type='text'>Thorekat dan Aliran Kejawen</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di Indonesia banyak sekali aliran yang bercorak kebatinan. Di antaranya tarekat dan kejawen. Selain memiliki kesamaan, keduanya berseberangan dalam banyak hal. Aliran kejawen mengajarkan Tapa Pendhem. Pelakunya ditanam layaknya orang meninggal. Mereka yang berhasil, mendapatkan kesaktian, mengetahui peristiwa jarak jauh, tahu isi hati orang, dan lain-lain. Sebaliknya, aliran tarekat tidak mengajarkan kesaktian. Tarekat mengarahkan pengikutnya agar hatinya bersih, sabar, dan mencari kerelaan Tuhan semata.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya yang pertama, seandainya kedua aliran tersebut dipersandingkan, apakah kejawen yang lebih unggul daripada tarekat, atau sebaliknya? Kedua, seandainya ada pengikut aliran tarekat minta agar bisa sakti, bagaimana solusinya? Apakah harus bergabung dengan aliran kejawen? Apakah Kejawen itu selalu dianggap ilmu hitam? Mohon penjelasan. Atas jawabannya, kami ucapkan terima kasih. Wassala-mualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman Kardiaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bagi pengikut tarekat, karamah bukanlah tujuan. Karamah itu bagi para kekasih Allah, tanpa diminta pun, Allah (Swt) akan memberinya. Dan itu bukan suatu kebanggaan. Sekali lagi, itu bukan tujuan bagi para waliyullah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau mereka diberi kelebihan yang luar biasa seperti Syeikh Abdul Qadir Jailani, itu semata-mata karena Allah. Bahkan mereka malu kepada Allah (Swt) apabila diberi kelebihan yang luar biasa. Kalau seseorang sudah dekat dan semakin dekat dengan Allah (Swt), mungkinkah ada ilmu yang bisa mengalahkan orang yang dekat pada Sang Pencipta. Kami tidak mau mengatakan kejawen itu lebih rendah, itu tidak. Sekali lagi, apakah ada orang yang sudah dekat benar kepada Allah (Swt) lantas bisa dikalahkan?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maaf, tarekat tidak mengajarkan ilmu kanuragan atau kebal tembak dan bacok. Itu ada bagiannya tersendiri. Sedangkan tarekat itu urusannya adalah bagaimanakah caranya agar diri mampu semakin berdekatan dengan Allah dan Rasul-Nya. Adapun ilmu kekebalan di atas itu merupakan nilai ikhtiar menjaga keselamatan diri secara lahiriah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat, orang yang tidak mempan ditembak atau dibacok itu belum tentu seorang yang selalu melakukan pendekatan kepada Allah. Sebab, hal ini terkadang bisa menimbulkan kesombongan dan berakibat menjauhkan dirinya dari Allah (Swt). Terkecuali orang-orang yang makrifatnya tinggi. Dia akan lebih memahami makna dan rahasia kebesaran ayat-ayat Allah. Jadi semua itu tergantung pada manusianya. Tapi tidak semua kejawen itu aliran hitam. Perlu diketahui, ilmu kejawen itu dirintis oleh tokoh-tokoh ulama pada zaman Wali Sembilan dulu dan para ulama sesudahnya. Mereka itu mencari jalan untuk menerjemahkan kitab-kitab fikih dan kitab-kitab tasawuf, khususnya dengan bahasa Jawa. Maka kitab itu disebut kitab kejawen, karena peralihan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa, baik yang Kawi atau krama inggil. Misalnya, kitab yang dikarang oleh Kiai Saleh Darat Semarang. Kitab Majmu' dan kitab Munjiyat, misalnya, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa, sehingga sering juga disebut kitab kejawen.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab itu bermaksud menjembatani para penganut agama pada waktu itu—zaman Wali Sembilan atau sesudahnya—untuk memudahkan memahami agama yang baru, yaitu Islam, dari agama sebelumnya. Para wali itu memberikan warna tersendiri dalam dunia tasawuf, dan dari situlah muncul Kejawen. Misalkan orang bertapa. Dalam Islam bertapa ini kemudian diganti dengan khalwat (menyendiri). Dalam khalwatnya mereka selalu menjaga wudhu, dan tidak boleh melepaskan zikir kepada Allah (Swt). Tapi, memang, ada nilai-nilai kejawen yang bertujuan mencari kesaktian atau yang lain, termasuk untuk pengobatan dan sebagainya. Ada pula Kejawen yang tumbuh terlepas dari ajaran Islam. Nah, dari sinilah kita harus pandai-pandai memilah dalam masalah ini.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7143803236852003232?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7143803236852003232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7143803236852003232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/thorekat-dan-aliran-kejawen.html' title='Thorekat dan Aliran Kejawen'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7047256713670384086</id><published>2007-05-05T19:58:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T20:00:42.807-07:00</updated><title type='text'>Apakah Wirid dan Doa Harus Dihafal</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami ingin bertanya tentang ilmu, ijazah, dan barakah. Pertama, suatu saat ada seorang kiai mengatakan kepada saya, ilmu itu letaknya di dalam dada, Bukan di buku atau kitab. Artinya, sewaktu menjalankan wirid, harus di luar kepala, harus hafal. Kalau menjalankan atau mengamalkannya masih dengan membaca, berarti masih belum menguasai wirid tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, apabila kita diberi sebuah ijazah zikir oleh seorang kiai dan kita berikan kepada orang lain, apakah keberkahan wind tersebut akan pindah kepada orang yang kita beri ijazah itu? Diumpamakan, kita hanya menerima gelasnya, sedangkan isinya diambil oleh orang yang kita beri amalan tersebut. Apakah, meskipun kepada istri atau anak, kita tidak boleh memberikannya? Mohon penjelasan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahrurrozi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jadikanlah ilmu itu berada di dalam dada (fi shudur), jangan jadikan ilmu itu sebatas tulisan (fis sutur). Jadikanlah ilmu itu disimpan mengukir, mewarnai di dalam hati. Jangan hanya menghiasi atau berada hanya di mulut atau menyimpan ilmu hanya di rak, lemari. Tapi jadikanlah kita ini bagaikan kitab-kitab yang sudah berjalan. Maksudnya, kalau ilmu kita letakkan di dalam sanubari, perilaku kehidupan kita selalu bagaikan kitab-kitab yang berjalan. Itu yang dimaksud sebetulnya. Masalah ijazah, tinggal bagaimana cara memetik pada waktu kita menerima ijazah. Kalau dari guru, ijazah itu boleh diberikan kepada siapa pun, lebih-lebih keluarga, tidak ada masalah. Yang menjadi persoalan bilamana tidak mendapatkan izin dari guru, karena akan mengurangi kedudukan barakahnya. Istilahnya, kurang garamnya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7047256713670384086?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7047256713670384086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7047256713670384086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/apakah-wirid-dan-doa-harus-dihafal.html' title='Apakah Wirid dan Doa Harus Dihafal'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7779251454289553364</id><published>2007-05-05T19:56:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:57:40.921-07:00</updated><title type='text'>Cara Memilih Amalan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Banyaknya amalan yang saya dapati dan jelas semakin memperkaya spiritualitas seseorang. Amalan-amalan itu tersari dari berbagai kitab salaf dan memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan. Seperti Khasiat istighfar, shalawat, basmalah, Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Kanzul Arsy, Ratib Haddad, ayat Kursi, Doa Akasah, dan masih banyak lagi. Karena semua amalan di atas khasiatnya sama-sama baik, mereka yang berniat mengamalkan bisa jadi mengalami kesulitan memilih amalan yang terbaik, bahkan mungkin bingung. Dengan segala kerendahan hati, kami mohon kepada pengasuh spiritual kiranya berkenan memberikan arahan, bagaimana sebaiknya memilih amalan. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumirlan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Semua amalan yang datang dari Baginda Rasulullah (saw) adalah yang terbaik. Tapi, perlu diketahui, amalan atau bacaan-bacaan itu dalam rangka meningkatkan pendekatan diri kepada Allah dan Rasul-Nya, selain menunaikan kewajiban shalat lima waktu. Amalan itu berfungsi untuk meningkatkan nilai tambah kita.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya melaksanakan kewajiban, tidak diringi shalat sunnah atau wirid lainnya, kita akan mendapatkan sebatas fardhiyah atau shalat-shalat wajib. Padahal pendekatan kita, dalam arti pendekatan diri, bukan hanya dalam shalat lima waktu. Wirid itu sendiri bentuknya bisa apa saja yang keluar dari Baginda Nabi (saw). Adapun keutamaannya itu adalah keistimewaan yang diberikan Allah kepada umat Nabi Muhammad (saw). Bagaimana baiknya seorang pengamal? Pilihlah salah satu di antaranya, namun yang terpenting adalah istiqamah atau konsistensi, dan amalan itu tidak harus dibaca semua. Silakan bila ada yang mau membaca Ratib Haddad, misalnya, amalkan secara konsisten. Nanti bacaan itu bagaikan pisau, yang setiap hari diasah makan akan semakin tajam dan lebih tajam lagi.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7779251454289553364?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7779251454289553364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7779251454289553364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/cara-memilih-amalan.html' title='Cara Memilih Amalan'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-9140551417997945243</id><published>2007-05-05T19:54:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:55:28.900-07:00</updated><title type='text'>Antara Tharekat dan Keluarga</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya adalah pengikut Tarekat Qadiriyyah wan Naqshabandiyyah (PP Suralaya, Tasikmalaya) yang ingin sekali mencapai cita-cita tasawuf yaitu makrifatullah menyeluruh, termasuk suluk (jalan ke arah kesempurnaan batin), zuhud, dan memperbanyak zikir kepada Allah. Namun saya juga seorang ayah dua anak yang masih balita, sehingga sulit sekali mengatur waktu untuk kedua hal tersebut. Padahal dalam batin, saya tersiksa oleh kerinduan melihat Al-Haq, Allah (Swt). Mohon kiranya  membantu memberikan jalan keluar sekaligus mendoakan saya agar Allah berkenan memakmurkan jasad, ruh, dan sirr (hal yang gaib dan tersembunyi) saya dalam ketaatan, mahabah (kasih sayang), makrifat, dan musyahadah (penyaksian). Mudah-mudahan Allah membalas kebaikan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Faqir adh-Dhaif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Insya Allah akan saya doakan, dan saya mendukung apa yang menjadi cita-cita Anda. Tapi perlu diingat, kewajiban, harapan, dan dambaan anda bukanlah untuk pribadi saja. Anak dan istri Anda adalah harapan dan kebanggaan di dunia sampai akhirat nanti. Beruntunglah seorang bapak atau kedua orangtua yang bisa mencetak putra-putrinya menjadi generasi yang utama, baik bagi umat Islam khususnya maupun bangsa pada umumnya. Sehingga mereka tidak akan memalukan kedua orangtuanya di hadapan Allah (Swt). Dan itu, saya kira, merupakan harapan semua orang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, tanpa didukung sarana yang berbentuk materi, mungkin keinginan Anda akan sedikit tersendat. Sebab, sarana itu pula yang akan menjadi sebab peningkatan diri kepada Allah (Swt), walaupun tidak harus terfokus ke sana. Seperti ketika kita ingin berhaji, atau membayar zakat, hal tersebut tentu tidak terlepas dari urusan dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka, dalam menempuh dan menggapai cita-cita, pelihara dan pupuklah niat yang baik itu di dalam hati Anda. Jangan sampai niat yang baik itu tercampuri emosi atau nafsu. Dukunglah niat itu dengan pancaran kecintaan kita kepada Allah dan Rasulullah (saw), dan angkatlah sesuai dengan kemampuan kita, dari mana harus memulai. Jangan membebani dan memberatkan diri sendiri sebelum waktu kemampuan itu ada.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-9140551417997945243?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/9140551417997945243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/9140551417997945243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/antara-tharekat-dan-keluarga.html' title='Antara Tharekat dan Keluarga'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-142164163245684152</id><published>2007-05-05T19:50:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:51:37.733-07:00</updated><title type='text'>Amalan mencari Ilmu Laduni</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ada pertanyaan singkat saja. Apakah ada amalan yang menjadikan pengamalnya bisa memiliki ilmu Laduni. Mohon jawabannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zain H.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kita harus percaya, ilmu Laduni itu memang ada. Namun tidak mudah menggapainya, dan tidak sembarang orang bisa mendapatkan. Tata cara untuk mendapatkan ilmu Laduni itu juga ada dan bisa dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal terpenting, kuatkan dahulu fondasi syarat mendapatkan ilmu Laduni. Bagai sebuah bangunan rumah, bila kita tidak membuat fondasinya terlebih dahulu, mana mungkin bangunannya akan kukuh. Termasuk letak ruangannya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya orang yang akan mendapatkan ilmu Laduni harus memiliki syarat seperti dikatakan Rasulullah, "Barang siapa bertakwa dan mendekat diri kepada Allah dengan baik, Allah (Swt) akan memberikan satu ilmu yang tidak diberikan kepada semua orang ('allamahullahu ma lam ya'lam)." Itulah salah satu syaratnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan awrad atau serangkaian wirid yang bisa diamalkan untuk mendapatkan ilmu Laduni, banyak sekali. Di antaranya, shalawat Nabi, kemudian Asma al-Husna dengan membaca Ya 'Allam al-Ghuyub, Ya 'Alim, tapi tetap dengan keharusan tidak meninggalkan fondasi yang utama tadi. Yaitu, selalu bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-142164163245684152?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/142164163245684152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/142164163245684152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/amalan-mencari-ilmu-laduni.html' title='Amalan mencari Ilmu Laduni'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-3826207556929920684</id><published>2007-05-05T19:44:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:48:40.022-07:00</updated><title type='text'>Thoriqoh Yang Mu'tabaroh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh. Pada suatu pengajian, guru saya, KH. Syeikh Abdul Jalil Thoyyib as-Said (Gus Jalil) di Kudus, menyatakan, tarekat itu ada yang muktabarah dan ada yang tidak. Setelah pengajian usai, saya memberanikan diri bertanya. Beliau menjawab, "Tanyalah pada ahlinya." Maka lewat surat ini saya ingin sekali mengetahuinya. Pertama, bagaimanakah yang muktabarah itu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya, ada berapakah tarekat yang muktabarah? Wasalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tarekat muktabarah yang ada di Indonesia ada sebanyak 43 buah, tetapi yang belum muktabarah banyak sekali. Antara yang muktabarah dan yang bukan muktabarah, muamalahnya hampir sama. Perbedaan antara yang muktabarah dan bukan muktabarah adalah dari sanadnya. Seperti kriteria Hadist, ada yang sahih, dhaif (lemah), dan ada pula yang maudhu' (palsu). Kalau yang muktabarah, sudah jelas keabsahannya dan kemutawatirannya, di atas sekadar sahih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekadar mengembalikan ingatan, tarekat ialah ilmu untuk mengetahui hal ihwal nafsu dan sifat-sifatnya, mana yang tercela kemudian dijauhi dan ditinggalkan, dan mana yang terpuji kemudian diamalkan. Tarekat muktabarah adalah aliran tarekat yang memiliki sanad yang muttashil atau bersambung sampai kepada Rasulullah (saw). Beliau menerima dari Malaikat Jibril (as), dan Malaikat Jibril (as) menerimanya dari Allah (Swt). Adapun aliran-aliran tarekat yang dinilai muktabarah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;(1) Abbasiyyah, (2) Maulawiyyah, (3) Akhbariyyah, (4) 'Alawiyyah, (5) Baerumiyyah, (6) Bakdasyiyyah, (7) Bakriyyah, (8) Bayumiyyah, (9) Buhuriyyah, (10) Dasuqiyyah, (11) Idrisiyyah, (12) Ghazaliyyah, (13) Haddadiyyah, (14) Hamzawiyah, (15) Idrisiyyah, (16) 'Idrusiyyah, (17) 'Isawiyyah, (18) Jalawiyyah, (19) Justiyyah, (20) Kalsyaniyyah, (21) Khadiriyyah, (22) Khalwatiyah, (23) Khalidiyyah wa an-Naqshabandiyyah, (24) Kubrawiyyah, (25) Madbuliyyah, (26) Malamiyyah, (27) Zainiyyah, (28) Qadiriyyah wa an-Naqshabandiyyah,&lt;br /&gt;(29) Rifa'iyyah, (30) Rumiyyah, (31) Sa'diyyah, (32) Sammaniyyah, (33) Sumbuliyyah, (34) Sya'baniyyah, (35) Syadzaliyah, (36) Syattariyyah, (37) Syuhrawiyyah, (38) Tijaniyyah, (39) 'Umariyyah, (40) 'Usyaqiyyah, (41) 'Utsmaniyyah, (42) Uwaisiyyah, dan (43) Ahmadiyyah (bukan aliran Ahmadiyah).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-3826207556929920684?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/3826207556929920684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/3826207556929920684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/thoriqoh-yang-mutabaroh.html' title='Thoriqoh Yang Mu&apos;tabaroh'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-8320294121995471556</id><published>2007-05-05T19:43:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:44:17.595-07:00</updated><title type='text'>Syarat Belajar Thoriqoh</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya seorang pemuda berumur 27 tahun, belum menikah, ingin belajar tarekat, tetapi tidak diperbolehkan oleh bapak saya. Katanya, saya baru boleh belajar tarekat setelah berumur 40 tahun. Benarkah hanya orang-orang yang sudah berumur 40 tahun atau lebih yang boleh mempelajari tarekat? Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jawaban saya untuk Sdr. Amiruddin, untuk sementara patuhilah nasihat orang tua. Karena umur Anda masih muda, lebih baik memperkaya ilmu, entah itu melalui jalur sekolah, madrasah, maupun pesantren. Kesempatan yang baik itu saya namakan peluang emas. Jangan disia-siakan. Adapun bahwa mengikuti tarekat harus setelah umur 40 tahun, perlu saya luruskan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tarekat itu untuk orang-orang yang sudah cukup ilmunya. Terutama sudah mengetahui yang sudah diwajibkan syariat Allah, seperti mengetahui mana yang wajib, mustahil, ja'iz (mungkin) bagi Allah. Maksudnya, dia telah mengerti 20 sifat Allah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dia telah mengetahui hukum-hukum ibadah, seperti rukun wudhu, rukun iman, yang membatalkan wudhu, rukun shalat, yang membatalkan shalat, dan bisa membedakan mana yang halal dan haram. Bilamana itu sudah tercukupi, dipersilakan menambah amalan-amalan atau ibadah dalam tarekat, karena tarekat tidak mengatur yang zahir belaka. Tarekat juga mengatur hati supaya bersih dari sifat-sifat yang tidak dibenarkan oleh Allah dan RasulNya. Hal demikian itu, perlu kita rintis dari sedini mungkin. Ya, kita belajar untuk membersihkan lahiriah maupun hatiniah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, nasihat ayah Anda bahwa mengikuti tarekat menunggu setelah umur 40 tahun, itu pun tidak salah. Karena dia mengambil kebijaksanaan seorang bapak yang sayang kepada anaknya, supaya anaknya mempersiapkan diri lebih matang. Tuntunan seseorang ayah kepada anaknya merupakan tanggung jawab, dengan harapan bahwa anaknya akan semakin dewasa. Karena, si anak akan menghadapi berbagai tantangan yang nanti hasilnya akan menjadi bekal hidupnya. Sebagai seorang ayah, ia berharap kepada anaknya untuk bisa mendapatkan pekerjaan, misalnya. Pertama-tama, untuk diri Anda sendiri. Yang kedua, tentu Anda harus bisa memperingankan beban kepada kedua orang tua Anda dalam menyongsong masa tua mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, tidak selamanya nanti Anda sendirian. Paling tidak, sebagaimana manusia yang normal, ingin mendapatkan pasangan untuk teman hidup di dunia sampai akhirat. Apakah Anda sudah mempersiapkan itu semua? Dari situlah orang tua yang bijak lebih jauh pandangannya dalam memberikan nasihat.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-8320294121995471556?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8320294121995471556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/8320294121995471556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/syarat-belajar-thoriqoh.html' title='Syarat Belajar Thoriqoh'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-7378011057427038447</id><published>2007-05-05T19:40:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:41:55.971-07:00</updated><title type='text'>Meneruskan Thoriqoh Yang Terhenti</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Saya pernah menjalani tarekat, tetapi karena suatu hal saya berhenti hingga lima tahun. Pada suatu hari saya ingin menjalaninya lagi, apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus berbai'at lagi kepada guru tarekat saya? Mohon petunjuk . Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Sahrul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saudara Sahrul, coba kita menengok kembali saat kita masuk tarekat yang dahulu. Ketika masuk ke tarekat tersebut, apakah tarekat tersebut benar-benar menjadi keperluan kita apa tidak? Apakah pada waktu mengambil tarekat itu semata-mata hanya untuk bacaan kita atau menambah nilai ibadah? Sedangkan dalam tarekat dituntut adanya ihsan yaitu merasa selalu diawasi Allah. Dan ihsan itu semakin mantap, di antaranya, dengan sebab tarekat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui dengan benar tentang Islam dan iman, barulah kita mengetahui ihsan. Akan tetapi kalau kita mengetahui kedudukan ihsan untuk pribadi kita masing-masing, sudah pasti bahwa tarekat akan dijadikan pegangan, dan sulit bagi kita untuk meninggalkannya. Sebab tarekat, yang isinya pendekatan kepada Allah dalam membersihkan hati, bernilai di atas segala-galanya. Jangan sampai keperluan untuk tarekat itu kalah dengan keperluan makan, minum, dan lain-lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang, makan dan minum adalah keperluan sehari-hari dan kita berani membanting tulang untuk bisa mendapatkannya, namun setelah kita mati, apa yang kita makan dan minum itu tidak dibawa ke dalam alam barzakh. Yang dibawa adalah buah zikir kita, yaitu pendekatan diri kepada Allah, khususnya melalui tarekat. Maka, kalau Anda ingin kembali kepada tarekat, perbaharuilah amalan tarekatnya. Tapi, sebelumnya, saya sarankan untuk mempelajari dan mengenal sejauh mana pengertian atas keperluan tarekat untuk pribadi kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-7378011057427038447?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7378011057427038447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/7378011057427038447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/meneruskan-thoriqoh-yang-terhenti.html' title='Meneruskan Thoriqoh Yang Terhenti'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5353326575518111143</id><published>2007-05-05T19:33:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:36:14.785-07:00</updated><title type='text'>Muslim Berthariqoh dan Tidak Berthoriqoh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Saya ingin mengajukan pertanyaan penting yang berhubungan dengan masalah kemurniaan dan kesempurnaan iman.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, apakah, di dalam mendalami masalah keimanan, setiap muslim lebih baik menjadi jamaah tarekat? Kedua, apakah dengan cara menjadi anggota jamaah tarekat di bawah bimbingan mursyidnya, seseorang dapat lebih tenang dan mantap dalam mengamalkan tuntunan agama Islam, karena dianggap merujuk pada ajaran Nabi Muhammad (saw) melalui bimbingan mursyid tersebut? Bagaimana dengan para ulama atau ustad yang mengajarkan Islam tanpa menjadi anggota jamaah tarekat? Demikian pertanyaan dari saya, semoga menjadi manfaat. Amin ya rabb al-alamin. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusman Ependi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tentang keimanan seseorang sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah, jika kamu mencintai Allah..."&lt;br /&gt;(Ali Imran: 31).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ayat ini turun, seorang sahabat bertanya kepada Baginda Nabi Muhammad (saw), "Matta akunu mu'minan shadiqan?" atau "Bilamanakah aku menjadi mukmin yang sesungguhnya?" Dijawab oleh Baginda Nabi (saw), "Idza ahbabtallah," atau "Apabila engkau mencintai Allah."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya sahabat itu bertanya lagi, dan dijawab oleh Rasulullah (saw), "Orang itu mencintai Rasul-Nya. Berikutnya mengikuti sunnah-sunnahnya, dan mencintai orang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, Nabi Muhammad (saw) bersabda lagi, "Wayatawaffatuna fil- imani qadri tawannutihim fi mahabati," atau "Dan keimanan mereka bertingkat-tingkat menurut tingkatan kecintaan kepada Allah." Itu diucapkan sampai tiga kali oleh Rasulullah (saw). Hadist itu melanjutkan bahwa kadar bobot iman seseorang, tergantung pada kecintaannya kepada Nabi Muhammad (saw). Sebaliknya kadar kekafiran seseorang juga tergantung pada kebenciannya kepada beliau (saw). Kalau kecintaannya kepada Rasulullah (saw) bertambah, keimanannya kepada Allah (Swt) pun akan bertambah. Bertambah dalam arti bersinar, bercahaya, dan semakin menerangi hidupnya. Maka, apabila kita melihat ayat,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampunimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"&lt;br /&gt;(Ali Imran: 31).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah cara mencintai Allah dan apa yang terkandung di dalam makna mencintai tersebut? Jawabannya, di antaranya bahwa Allah dan Rasul-Nya jelas tidak bisa dipisah-pisahkan. Kalau seseorang mencintai Allah, pasti dan harus mencintai Nabi-Nya. Dan tentu saja, dia akan menjalankan sunnah serta mencintai orang yang dicintai Rasul-Nya. Di sinilah pengertian tarekat yang sebenarnya, yakni untuk membimbing orang itu mencapai keimanan sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keimanan terbentuk secara terbimbing. Di situlah peran para mursyid, sehingga tingkatan tauhid kita, makrifat kita, tidak salah dan tidak sembarangan menempatkan diri, sebab Ada bimbingan dari mursyid tersebut. Bagaimana orang yang tidak bertarekat? Saya jelaskan dulu, syaratnya bertarekat itu harus tahu syariat dulu. Artinya, kewajiban-kewajiban yang harus dimengerti oleh individu sudah dipahami. Di antaranya, hak Allah (Swt): wajib, mustahil, dan jaiz (berwenang). Lalu hak para rasul, apa yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengenal Allah dan Rasul-Nya, kita meyakini apa yang disampaikannya. Seperti rukun Islam, yaitu membaca syahadat, mengerjakan shalat, melaksanakan puasa, berzakat bagi yang cukup syaratnya, serta naik haji bagi yang mampu. Begitu juga kita mengetahui rukun iman, serta beberapa tuntunan Islam seperti shalat, wudhu', dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun Anda harus bisa membedakan, orang yang menempuh jalan kepada Allah dengan sendirian, tentu tidak sama dengan orang yang menempuh jalan kepada Allah bersama-sama, yaitu melalui seorang mursyid. Kalau kita mau menuju Mekkah, sebagai satu contoh, seseorang yang belum mengenal Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah, tentu berbeda dengan orang yang datang ke dua tempat tersebut dengan disertai pembimbing atau mursyid.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak mengenal sama sekali kedua tempat itu, karena meyakini berdasarkan informasi dan kemampuannya, sah-sah saja. Namun orang yang disertai mursyid akan lebih runtut dan sempurna, karena si pemimbing tadi sudah berpengalaman dan akan mengantar ke rukun zamani, sumur zam-zam, makam Ibrahim, dan lainnya. Meski seseorang itu sudah sampai di Ka'bah, namun kalau tidak tahu rukun zamani, dia tidak akan mampu untuk memulai tawaf, karena tidak tahu bagaimana memulainya. Itulah perbedaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5353326575518111143?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5353326575518111143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5353326575518111143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/muslim-berthariqoh-dan-tidak.html' title='Muslim Berthariqoh dan Tidak Berthoriqoh'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4481434095904527010</id><published>2007-05-05T19:28:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:32:06.338-07:00</updated><title type='text'>Merasa Panas Ketika berdzikir Setelah Mimpi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada tahun 1997, setelah selesai kuliah, saya menemukan pengalaman yang sangat berbekas. Diawali dari sebuah mimpi pada suatu malam. Saya menggemari bacaan tasawuf karangan Imam Al-Ghazali dan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saya berkeinginan merantau ke Jakarta. Saat itu saya bertemu seorang ustad dari Lubuk Basung, Pasaman, Sumatra Barat. Dari mata batinnya beliau mengatakan, saya lebih baik tetap tinggal di kampung tanpa perlu pergi jauh dari orangtua. Karena, menurut beliau, saya termasuk orang yang suka membantah. Sejak saat itu saya sering bermimpi. Bahkan mimpi-mimpi yang saya temui sempat berpengaruh terhadap kejiwaan. Berikut ini mimpi-mimpi yang saya alami secara berturut-turut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu mimpi, saya bertemu dengan orang yang tidak dikenal. Ia berambut hitam legam, tidak bisa dilihat untaian rambutnya. Waktu itu saya akan masuk rumah, sementara beliau duduk. Saya coba menyapa, namun beliau diam dan hanya memandang. Pandangan matanya yang tajam, mampu menembus hati saya. Makin dalam memandang, makin terasa seperti melihat ke batin sendiri. Mata beliau berwarna hijau, sedangkan bulatan mata seperti batas antara laut dan langit. Batas itulah yang makin saya pandang makin jauh hingga ke dalam lubuk hati. Peristiwa ini terjadi di Padang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya bermimpi melihat orang disiksa pada hari Kiamat. Bangun tidur saya berkeringat dan pucat, dan itu terjadi di Tangerang. Pada saat di Tangerang pula, saya bermimpi mengenal seseorang yang mengaku bernama Zaid bin Haritsah. Waktu itu saya belum mengenal nama tersebut. Setelah itu timbul keinginan membaca buku agama, sehingga mengetahui siapakah Zaid bin Haritsah. Kemudian saya bermimpi melihat dua orang berbadan cokelat hitam dan berbulu. Orang di depan mengatakan, ia orang baik-baik. Sedangkan di belakangnya mengatakan, ia orang jahat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian keduanya masuk ke dalam jasad tubuh saya. Habis itu saya terbangun di waktu subuh. Mimpi ini terjadi di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lantas, saya bermimpi bahu belakang dipegang sepasang tangan. Itu kira-kira pukul 24.15 WIB tanggal 01 Maret 2004 di kampung halaman kami di Batu Sangkar, Sumatra Barat. Kebetulan rumah tersebut berada di atas makam yang sudah hilang pusaranya. Orang di kampung sering melihat penunggu yang hanya bisa dilihat oleh keturunan dari pihak Ibu. Almarhum adalah seorang datuk atau pemimpin kampung kami. Dari kedua tangan tersebut, terasa seperti ada tusukan jarum yang menusuk ke seluruh aliran darah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya merasakan pada saat-saat tertentu berada dalam kondisi yang baik, dan di lain saat dalam kondisi tidak stabil. Saya merasakan perjuangan dalam batin ini dan benar-benar sadar, sehingga berusaha melawannya, namun sering gagal, karena kurangnya ilmu dan bimbingan - belum pernah belajar secara serius pada seorang guru. Dan setelah kejadian itu, jika saya berzikir, merasa panas dan berkeringat. Sampai sekarang pun saya masih merasakan, jika berzikir dikhusyukkan pada pikiran dengan hati hanya ke Allah (Swt), terasa badan tersentak-sentak dan bergetar. Demikianlah ungkapan hati saya. Wassalamualaikum warah-matullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riswandi Nazar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya sarankan saja, perbanyaklah membaca shalawat Nabi. Zikirnya sementara dikurangi sedikit dari jumlahnya, tapi bukan berarti meninggalkan sama sekali. Hanya mengurangi, dan diganti dengan memperbanyak shalawat kepada Baginda Nabi (saw). Semoga dengan adanya shalawat akan mendatangkan syafaat Baginda Nabi (saw) dalam menjalankan kebaikan dan ketaatan kepada Allah (Swt), kepada RasulNya, dan juga kepada kedua orangtua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anda sebaiknya bertanya kepada orang yang ahli. Saya ingin mengingatkan Anda, jangan sampai terpengaruh oleh bujukan dan rayuan yang datang dari nafsu sendiri. Itu satu gambaran saja. Mungkin dengan bisa menahan diri dari bisikan atau rayuan nafsu, kita akan mengurangi perbuatan-perbuatan yang kurang baik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi masalah mimpi, baiknya kita berpegang pada suatu Hadist Nabi (saw). Kalau mimpi itu ada kaitannya dengan Baginda Nabi, itu satu hal yang baik sekali. Sesungguhnya beliau bersabda, "Seorang yang melihat aku dalam mimpi orang, ia dalam keadaan yang sesungguhnya. Karena sesungguhnya setan itu tidak bisa menyerupaiku."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Itu Hadist tentang mimpi yang bisa kita pegang kuat. Namun adakalanya mimpi itu sebagai isyarat atau perlambang, tapi sulit untuk bisa memecahkannya. Dan hal-hal yang demikian memerlukan uraian atau bahasan yang ukup panjang. Ringkasnya, menurut hemat saya, jangan terlalu banyak mengikuti kata mimpi. Kita kembalikan semuanya kepada Allah (Swt). Kalau kemudian perlambang itu memiliki pertanda yang baik, mari kita ikuti. Tapi kalau perlambang itu kurang baik dan kurang kita pahami, jangan kita yakini. Sekalipun yang baik, jangan terlalu percaya. Sebaiknya kita hanya percaya kepada Sang Maha Pemberi, yang memberikan perlambang itu, yaitu Allah (Swt).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4481434095904527010?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4481434095904527010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4481434095904527010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/merasa-panas-ketika-berdzikir-setelah.html' title='Merasa Panas Ketika berdzikir Setelah Mimpi'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-6442793158630551637</id><published>2007-05-05T19:25:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:27:06.618-07:00</updated><title type='text'>Amalan bertemu Nabi (saw)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya senang dapat berkonsultasi. Saya mohon penjelasan tentang beberapa hal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, benarkah ada wirid dan amalan agar dapat bertemu dengan Nabi Khidhir dan Wali Sanga? Jika benar, apa wirid dan amalan tersebut?&lt;br /&gt;Kedua, ada beberapa orang yang katanya dapat bertemu dengan Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Benarkah yang mereka temui untuk berkonsultasi itu adalah Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bolehkah penganut tarekat belajar menjadi paranormal? Samakah paranormal dengan Kahin yang disebutkan dalam Hadist Rasulullah (saw)?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bolehkah seseorang berbaiat kepada dua orang mursyid sekaligus, misalkan Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah dan Sadziliyah? Demikian pertanyaan kami. Atas penjelasannya, kami haturkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Taufiq S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Amalan atau wirid yang bisa mengantar atau membantu kita agar bertemu Nabi Khidhir dan Nabi Muhammad itu memang betul ada. Tapi masalah bertemu dengan para Wali Sembilan atau bertemu dengan para wali lainnya itu adalah bagian dari nilai tambah membaca amalan itu. Beberapa wirid yang insya Allah bisa membantu maksud dan tujuan Anda, antara lain dengan membaca al-Ismu al-A'zham yang tertera dalam kitab Sa'adatu Ad-Darrayn. Shalawat tersebut adalah milik Syekh Muhammad Taqiyyudin al-Hambali. Bunyi shalawat itu cukup panjang dan dimulai dengan kata-kata "Allahumma Inni as'aluka bismika al-a'zham" yang artinya, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan berkat nama-Mu Yang Maha Agung." Atau bacaan lain berupa kalimat shalawat. Beberapa wirid itu dapat membantu mempermudah untuk bertemu dengan Baginda Nabi Muhammad (saw) atau Nabi Khidir (as).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masalah bertemu dengan para wali Allah, seperti pertanyaan Anda yang kedua, bisa dikatakan mudah. Para wali Allah yang sudah sempurna kedudukan dan kewaliannya adalah bagian dari para pewaris Nabi. Sedangkan setan tidak bisa menyerupai Nabi. Makanya para wali Allah yang benar-benar mencapai derajat yang tinggi adalah bagian dari pewaris Nabi, yang tidak mampu diserupai oleh setan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, orang yang bertemu itu sendiri harus bisa memahami, ilmu tauhidnya harus benar, bisa membedakan mana Sunan Bonang yang sebenarnya dan mana yang mengaku sebagai Sunan Bonang (bukan menyerupai). Mengaku berbeda dengan menyerupai. Kalau menyerupai, setan dijamin tidak bisa menyerupai para wali Allah. Kebenarannya, semua berpulang kepada apa yang diberikan oleh beliau, melanggar syariah atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, pertama, yang membedakan antara zat yang sekadar mengaku dan yang sebenarnya, terletak pada apa yang diperintahkan. Kedua, bila sudah bertemu, bagaimanakah orang tersebut, apakah ia semakin kuat dalam agamanya atau tidak. Kalau semakin tekun terhadap agamanya, itulah yang disebut khaddam. Tapi, kalau maksiatnya semakin menjadi-jadi, berarti yang datang itu sekadar mengaku. Belajar untuk memenuhi kewajiban dalam menuntut ilmu, termasuk belajar menjadi paranormal, itu tidak ada persoalan. Yang jadi masalah kalau seorang ahli tarekat yang sudah benar mau belajar menjadi paranormal. Alasannya pertama karena, pembukaan hijab (tirai) paranormal itu sudah ada dalam tarekat. Kalau paranormal hanya enam buah hijab, sedangkan tarekat itu ada sebelas buah. Makanya, sesungguhnya malah tidak masuk akal dan tidak akan terurai sebenarnya, di mana seorang ahli tarekat belajar menjadi paranormal (yang derajatnya lebih rendah).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa para ahli tarekat enggan mempelajari ilmu paranormal. Karena ada batasan atau koridor bahwa ahli tarekat itu tidak mau mendahului kehendak Allah. Ada paranormal yang bisa dikatakan sebagai seorang Kahin, dan ada yang tidak. Perbedaannya adalah bagaimana memulainya. Kalau pemahaman agamanya kuat, maka ia merupakan seorang yang beretika, beradab, dan hanya tunduk kepada-Nya. Dengan keahlian batinnya, justru akan menambah keimanan, karena ia tahu berbagai rahasia yang diberikan kepada hamba-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada masalah kalau berbaiat terhadap dua orang mursyid, asalkan memahami benar koridor yang harus diperhatikan. harus diperhatikan bahwa baiat yang pertama itu sifatnya mutlak. Persoalannya, setelah menjalani baiat yang kedua, apakah dia menanggalkan baiat yang pertama atau tidak. Kalau sampai meninggalkan, itu berbahaya, karena bisa terkena dosa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kenapa banyak mursyid yang tidak memperkenankan dua kali baiat, karena ada asrar (rahasia) yang berbeda dari kedua tarekat yang diikutinya. Ini bisa sangat berbahaya bagi orang yang dibaiat, apalagi kalau dia belum mengetahuinya. Satu orang mengikuti dua tarekat sekaligus bisa diumpamakan satu rumah dengan dua mesin listrik yang berasal dari mesin diesel dan listrik PLN. Diesel digunakan untuk menggantikan listrik sewaktu padam. Tapi bagaimana bisa dibayangkan kalau diesel dan listrik itu dinyalakan secara bersama-sama. Demikian, semoga Anda puas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-6442793158630551637?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6442793158630551637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/6442793158630551637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/amalan-bertemu-nabi-saw.html' title='Amalan bertemu Nabi (saw)'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-5307597142560023828</id><published>2007-05-05T19:22:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:24:50.227-07:00</updated><title type='text'>Mungkinkah Saya Bisa Melihat Jin?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya memang tertarik dengan masalah alam gaib. Sewaktu tinggal di desa, saya sering mendengar cerita tentang alam jin, tentang Mushalah yang dijaga jin, hingga tentang pohon beringin tua angker yang konon banyak dihuni oleh makhluk jin. Sewaktu belajar agama, saya juga sering mendengar tentang jin. Salah seorang ustad saya mengaku pernah melihat jin ketika keluar dari kamar mandi di tengah malam. Seorang ustad saya yang lain pernah diserang jin ketika menunaikan shalat Shubuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kini, yang menjadi pertanyaan di otak saya, mungkinkan jin itu bisa berhubungan dengan manusia? Mungkinkah saya bisa melihat jin, mengenal dan menjadikannya sebagai sahabat? Dapatkah jin dipercaya untuk menjadi sahabat? Bagaimana pula hukumnya menjadikan jin sebagai sahabat. Terima kasih atas jawabannya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Totok Afianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas perhatian Anda dengan mengajukan pertanyaan ini. Jin adalah makhluk Allah yang sama dengan kita. Allah menegaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah dan jin diciptakan dari api. Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas"&lt;br /&gt;(AI-Hijr: 26-27).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jin juga diciptakan untuk menghamba kepada Allah. Jadi, jin seperti juga manusia, diperintahkan untuk beriman dan beribadah kepada Allah, tentunya yang beramal baik di antara merekalah yang akan menikmati surga Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa pendapat seperti dikutip Syaikh Farid Wajdi dalam Dairat al-Ma'arif Lil Qarnil 'Ishrin, jin disebutkan sama dengan manusia sebagai makhluk Tuhan. Yang membedakannya hanya soal jasad sebagai baju jiwa itu saja. Jin hanya rüh, seperti kita setelah mati dan meninggalkan kehidupan wadak kita. Jin juga mengalami sakit dan kematian. Bahkan, Syaikh Farid Wajdi mengutip seorang ulama, jin justru lebih rentan dari manusia, lebih gampang sakit dan cepat mati. Jin juga bereproduksi seperti manusia. Tapi, dari semua itu, hanya Allah yang tahu tentang alam jin yang sulit dimasuki itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alam ruh adalah sebuah alam yang misterius meskipun harus diyakini keberadaannya. Orang yang mengingkari keberadaannya sama dengan mengingkari keberadaan Al-Qur'an, karena kitab suci umat Islam itu juga membahas tentang jin di dalam sebuah surah yang disebut Surah Jin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentu, jin dan manusia memliki alam yang bebeda. Alam manusia adalah alam wadak atau alam nyata. Berbeda dengan alam ruh yang halus, luas dan tak terbatas. Boleh jadi pada suatu ruang akan terjadi pertemuan tempat antara jin dan manusia. Tapi, tak bisa bertemu karena masing-masing memiliki matra yang berbeda. Jin dan manusia selalu bisa berhubungan dan bahkan bersentuhan. Karena ada Hadist. Rasulullah (saw) yang menyatakan bahwa jin itu makanannya tulang binatang sisa makanan manusia dan kotoran lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lantas seperti yang dipertanyakan, mungkinkah manusia bertemu jin dan bersentuhan? Jawabannya adalah sangat mungkin, bahkan ada yang menyebutkan tentang kemungkinan perkawinan antara dua jenis makhluk Tuhan itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mungkin bertemu dengan jin lantaran dua hal. Pertama, karena kemampuan manusia itu sendiri dengan amalan-amalan tertentu sehingga bisa melihat dan berkomunikasi dengan jin. Bisa juga terjadi karena keturunan. Karena ayahnya memiliki kemampuan melihat dan memelihara jin, maka anaknya atau keturunannya yang lain juga bisa mewarisi kemampuan itu. Dalam beberapa kitab klasik memang disebutkan jika ingin melihat jin maka perbanyaklah membaca surah Jin. Ada yang menyatakan membaca surah itu di malam hari di sebuah Masjid tua. Nanti akan muncul seseorang yang menyapa dengan tutur sapa yang baik. Mengapa dipilih Masjid sebagai tempat berburu jin? Karena di tempat itulah jin-jin muslim bertempat tinggal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua adalah kemampuan jin itu sendiri untuk menjelma sehingga dapat terlihat manusia. Hal ini bisa dilihat ketika seseorang menyaksikan jin yang menakutkan. Hal tersebut bukan berarti muncul dari kemampuan manusianya, tapi karena kemampuan jin itu untuk menyapa manusia dan menakutinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mungkinkah memanfaatkan jin? Mungkin saja. Tapi, terus terang tak bisa dijadikan pegangan karena akan menimbulkan fitnah. Beberapa ulama yang bersentuhan dengan jin selalu merahasiakan hubungannya dengan mereka lantaran takut akan fitnahnya. Sehingga, bisa kita lihat, jika ada seseorang yang memamerkan kemampuannya menggunakan jin dengan cara menampilkan beberapa keajaiban tertentu, itu adalah orang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-5307597142560023828?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5307597142560023828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/5307597142560023828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/mungkinkah-saya-bisa-melihat-jin.html' title='Mungkinkah Saya Bisa Melihat Jin?'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-1472015550453522674</id><published>2007-05-05T19:18:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:22:26.581-07:00</updated><title type='text'>Cara Memilih Khodam Makhluk Halus</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya ingin berkonsultasi tentang hal sebagai berikut. Saya kira semua tahu bahwa kita dilahirkan dalam keadaan fitrah. Allah meniupkan ruh ke dalam jasad kita sebagai mesin dan penggerak untuk hidup. Yang saya pertanyakan, benarkah dalam jasad kita itu terdapat ruh atau khadam (pembantu dari kalangan makhluk halus). Kalau benar, bagaimana solusinya untuk mewujudkan serta menguasainya? Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safe'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas pertanyaan Anda yang cukup unik. Sebenarnya dalam tubuh kita memang ada malaikat yang senantiasa mencatat perbuatan kita. Sebagaimana ayat Al-Qur'an menyebutkan :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Tiada satu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir"&lt;br /&gt;(Surah Qaf ayat 18).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di sini menunjukkan bahwa malaikat itu (Raqib dan Atid) diberi tugas untuk mencatat amal perbuatan kita untuk kemudian dilaporkan kepada Allah pada Hari Kiamat. Malaikat itu tidak diberi tugas menghamba kepada kita untuk menjadi khadam. Untuk tataran malaikat, tak mungkin manusia bisa memerintahnya apalagi mengendalikannya. Malaikat memiliki pekerjaan yang telah ditentukan oleh Allah. Para malaikat itu telah memiliki tugas sendiri dari Allah yang tidak diwakilkan dan tidak pula digantikan. Karena itu jika pengertian khadam ditujukan kepada malaikat, maka hal itu tidaklah mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memang pada beberapa buku hikmah disebutkan adanya beberapa malaikat yang mengawal ayat-ayat Al-Qur'an serta asma-asma Allah yang indah (asma al-Husna). Namun ini pun tidak bisa diartikan menjadi khadam kita.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya pada asma Allah Al-Hasib, menurut Imam al-Buni nama itu dikawal oleh malaikat Matha'il. Pada asma Allah al-Karim dikawal malaikat Kalya'il. Namun, para malaikat itu sudah ditugasi Allah sesuai dengan pekerjaannya. Misalnya, Malaikat Kalya'il akan bertugas mengawal asma Allah al-Karim agar melancarkan rezeki pembacanya. Maka, ketika asma Allah itu dibaca oleh seseorang, maka malaikat itu mengerjakan tugasnya yang telah diberikan Allah, bukan dalam rangka mengikuti kehendak kita. Tapi, hal tersebut akan mungkin terjadi pada kalangan jin yang memiliki nafsu, keinginan, dan "kenakalan" sebagaimana manusia. Namun, sejauh mana kemampuan memiliki khadam yang bisa mempengaruhi majikannya, misalnya menambah kekayaan dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, yang harus Anda ingat, jin itu tak ubahnya seperti manusia juga. Ia hamba Allah semata yang tak memiliki kemampuan memberi dan kemuliaan lainnya. Hanya, karena jin itu bersifat tak tampak, maka hal tersebut dijadikan kelebihan dari manusia. Misalnya, jin bisa disuruh mencuri informasi. Tapi, banyak ulama yang meragukan informasi yang diberikan jin, mengingat jin dianggap lebih nakal dari manusia. Seburuk-buruknya manusia, masih lebih baik daripada jin yang terbaik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menaklukkan jin tentu saja tidak mudah. Anda harus kuat olah batinnya. Jika tidak, justru Anda yang akan tejermus pada hal-hal yang tak diinginkan. Misalnya, karena tak kuat mengamalkan wiridnya, bisa terganggu pikirannya. Bahkan, bisa jadi justru Anda nanti yang akan menjadi khaddam jin.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat kami, sesuai dengan usia Anda yang masih muda, tak perlu mencoba menguasai hal-hal seperti itu. Anda—dan juga kami—lebih baik hidup wajar seperti Rasulullah (saw). Hidup sederhana dan apa adanya. Tidak menuntut banyak dan menjalani hidup dengan penuh keikhlasan. Maka, perkuatlah batin Anda dengan ilmu dan amal, sehigga membawa Anda pada martabat yang lebih tinggi di sisi Allah. Anda pun akan bisa menguasai segala hal yang diinginkan, tentunya atas izin Allah (Swt).&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-1472015550453522674?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1472015550453522674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/1472015550453522674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/cara-memilih-khodam-makhluk-halus.html' title='Cara Memilih Khodam Makhluk Halus'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-2103068627473559455</id><published>2007-05-05T19:15:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:18:03.556-07:00</updated><title type='text'>Tak Perlu Takut Orang Mati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin menanyakan beberapa hal tentang jenazah atau mayat orang meninggal. Setiap daerah punya cara yang berbeda dalam memperlakukannya. Kata orang, jenazah itu rohnya masih berada di sekitar halaman rumah sebelum empat puluh hari terhitung sejak kematiannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pernah mengalami kecelakaan di sekitar kota Semarang. Mobil yang saya kemudikan terselip hingga masuk jurang. Saat itu saya terlempar keluar, dan sempat melayang di udara. Pada saat itu, ada yang menangkap tubuh saya dan meletakannya di pinggiran jurang. Begitu saya membuka mata, ternyata yang menangkap badan saya adalah Mas Son, kakak saya yang baru meninggal seminggu sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah saya diselamatkan Allah lewat almarhum Mas Son. Saya cepat pulang ke Jogya dan berziarah ke makamnya. Pertanyaan pertama, siapakah sebenarnya yang menolong saya, apakah itu jin ataukah memang almarhum kakak saya? Kedua, apakah jenazah yang belum dimandikan boleh didoakan dan dishalatkan? Dulu pernah ada perselisihan, seorang ustad mengatakan tidak boleh karena jenazah itu masih kotor, dan doanya tidak akan sampai. Tapi ada ustad lain yang mengatakan boleh didoakan, soal sampai atau tidak, hanya Allah yang tahu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ketiga, pernah saya memikul jenazah di bagian terdepan tanpa ada seorang pun yang menggantikannya hingga tiba di perkuburan, padahal orang yang memikul di bagian lain sudah berkali-kali digantikan. Setelah itu terasa sakit di bagian leher saya selama seminggu. Pertanyaannya, ada apakah sebenarnya sehingga banyak orang yang enggan dan takut untuk memikul jenazah di bagian terdepan? Atas perhatian dan jawaban, saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didik Wasono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pertanyaan Anda cukup menggelitik. Memang cara memperlakukan jenazah secara adat sangat banyak dan beragam. Tapi, dalam Islam, ada tuntunan baku. Sementara adat hanya menjadi tuntunan pelangkap. Sebagai tuntutan pelengkap, maka adat tidak boleh melanggar agama. Jika soal berdoa atau tahlil, itu juga soal adat yang tidak bertentangan dengan agama. Namun, bagaimana dengan peringatan hari ketiga, ketujuh hingga hari keempat puluh? Saya dapat katakan bahwa hal itu juga masalah adat. Ada Hadist Nabi yang menyatakan, "Ma ra'ahu al-mukminuna hasanan wahuwa 'indalláh hasan"atau artinya, "Apa saja yang dianggap baik oleh kaum beriman, maka bagi Allah itu juga baik." Jadi, ukurannya melanggar agama atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lantas soal empat puluh hari, memang ada pendapat yang menyatakan seperti itu. Tapi, terus terang saya tidak tahu pastinya, karena masalah ruh ini adalah masalah yang hanya diketahui Allah sebagaimana yang dikatakan Al-Qur'an,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Katakan (wahai Muhammad), sesungguhnya ruh itu adalah urusan Tuhanku. Dan ilmu yang diberikan kepadamu hanyalah sedikit."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu masalah doa kepada mayit tidak harus menunggu dimandikan. Doa bebas dilakukan kapan dan di mana saja, serta untuk siapa saja. Hanya mungkin, kawan Anda itu melihatnya pada persyaratan shalat untuk jenazah, dan itu benar. Jenazah yang akan dishalati harus terlebih dahulu dimandikan dan dikafani. Shalat jenazah dilakukan sebagai proses terakhir sebelum dimakamkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapakah yang menolong Anda kala kecelakaan itu? Sebenarnya dalam menolong hamba-Nya, Allah (Swt) memiliki cara-Nya tersendiri. Jadi, yang menyelamatkan Anda semata-mata hanyalah Allah, yang bisa saja melalui malaikat-Nya. Sebab, jika malaikat akan behubungan dengan manusia ia akan menjelma menjadi manusia juga. Berkali-kali malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad dengan menyamar seperti laki-laki jembel dan kemudian menyampaikan sesuatu yang penting kepada Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika malaikat, lalu apakah maksudnya jika ia harus menyamar menjadi kakak Anda yang baru sepekan meninggal? Wallahu ‘alam. Mungkin saja, bermaksud lebih mendekatkan diri Anda kepadanya. Malaikat memilihnya karena kakak Anda termasuk orang baik yang perlu dikenang. Atau, Anda telah melupakannya sehingga kurang berdoa untuknya, dan lain sebagainya. Karena itu, langkah Anda untuk segera berziarah ke makamnya adalah tepat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jelas, orang yang sudah meninggal tidak bisa berbuat upaya penyelamatan fisik seperti itu dengan cara hidup kembali. Orang yang sudah mati itu kini tengah hidup di alam arwah yang kita tidak ketahui. Tentu, yang menyelamatkan Anda bukan kakak Anda yang telah almarhum tadi, tapi Allah sendiri melalui para malaikatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa orang takut memikul jenazah? Ini memang unik juga. Sebenarnya tak perlu ditakuti. Mengapa harus takut? Justru itu perbuatan yang sangat mulia. Ada sebuah Hadist yang menyatakan bahwa Allah akan malu menyiksa hamba yang suka bertakziah, menshalatkan jenazah saudaranya, memandikan, menguburkan, dan lain sebagainya. Kesan takut seperti itu harus dihilangkan. Apakah takut menjadi hantu? Sebenarnya itu kepercayaan salah yang kemudian dimanfaatkan oleh setan untuk menganggu manusia. Orang yang mati adalah saudara kita yang kini tengah menghadap kepada Allah. Mengapa harus ditakuti? Seharusnya kita iringi kepergiannya menuju sisi Allah dengan doa agar segala amalnya diterima, bukan harus dihadapkan dengan kepercayaan yang aneh-aneh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-2103068627473559455?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2103068627473559455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2103068627473559455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/tak-perlu-takut-orang-mati.html' title='Tak Perlu Takut Orang Mati'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-4303587718652497486</id><published>2007-05-05T19:11:00.001-07:00</published><updated>2007-04-02T19:13:57.078-07:00</updated><title type='text'>Nenek Misterius Mengajarkan Al-Ikhlas</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Beberapa bulan yang lalu saya hampir putus asa, karena saya tidak dipercaya lagi oleh atasan tanpa diketahui apa alasannya. Maklum, suasana perusahaan tempat saya bekerja, banyak saingan yang saling cari muka dan menjatuhkan untuk mendapatkan posisi yang lebih bagus. Saya pun baru sadar bahwa saya kena fitnah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebingungan dan keputusasaan itu, sepulang dari tempat kerja pada pukul 20.00 wib, saya bertemu dengan nenek berkerudung yang jalan menuju halte. Tidak tahu kenapa, nenek tersebut memberi nasihat agar setiap jam 24.00 wib saya shalat sunnah dua rakaat, dan bila sudah maka bacalah surah Al-Ikhlas sebanyak 40 kali sambil membayangkan wajah atasan atau sambil melihat fotonya. Kalau bisa, selama satu minggu jangan sampai putus. Pesan nenek asing itu, waktu membaca surah Al-Ikhlas jangan membaca bacaan yang lain. Saya tanyakan kenapa harus membaca surah Al-Ikhlas, bukan surah yang lain, nenek itu menjawab,"Saya cuma menjalankan perintah! Kalau mau tanya, ya tanya saja sama kiai atau ustad."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ritus dari nenek tersebut saya jalankan sampai tujuh hari tanpa putus. Sekarang, alhamdulillah, hasilnya cukup mengejutkan. Atasan saya percaya lagi pada saya, bahkan saya dipercaya menjadi supervisor. Terima kasih, ya Allah, dan terima kasih saya untuk nenek misterius. Sampai sekarang saya mencari-cari nenek misterius tersebut, tetapi belum juga bertemu. Pertanyaan saya yang pertama, sewaktu saya tanyakan surat Al-Ikhlas, nenek itu bilang tidak tahu, beliau hanya menjalankan perintah. Menurut  kira-kira nenek tersebut diperintah oleh siapa? Sampai sekarang saya ragu, nenek tersebut benar adanya atau gaib? Atas jawabannya saya haturkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S. Rochnawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pertanyaan dan pengalaman Anda menarik. Banyak cara Allah membantu mengatasi kesulitan hamba-Nya. Misalnya, dengan perantara mimpi dan berbagai cara lainnya. Seperti yang Anda alami itu, yang secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang lantas mengajarkan sesuatu kepada Anda untuk memecahkan masalah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini, menurut istilah sufi, banyak wali, kekasih Allah, yang selalu membantu hamba Allah dalam menyelesaikan persoalan-persoalannya. Karena itu dilarang mencaci dan menghina orang, karena ditakutkan orang yang kita hina dan caci itu justru adalah seorang wali Allah. Menurut kami, orang yang datang secara tiba-tiba dan mengetahui persoalan Anda itu adalah seorang wali Allah yang memiliki kewaskitaan tinggi. Seorang wali, apakah wali qutub atau abdal, bisa saja berada di mana-mana, dan bisa membantu hamba Allah yang mengalami kesulitan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang memerintah nenek itu? Saya kira nenek itu sendiri, karena ia adalah seorang wali, yang mengetahui kebutuhan saudaranya. Perkataan nenek yang menyuruh Anda bertanya kepada seorang kiai atau ustad adalah isyarat bahwa yang ia anjurkan itu tidak melenceng dari sudut agama.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana mencari nenek gaib itu? Bisa saja Anda membaca surah Al-Fatihah untuknya. Seorang wali akan merasakan terpanggil bila ada seseorang yang menghadiahkan bacaan tersebut kepadanya, dan siapa tahu, ia tergerak untuk menemui Anda. Dan, dalam hal ini ada sebuah hikmah bahwa jika Anda merasa berada pada pihak yang benar, maka Anda tidak perlu takut, karena yang benar akan selalu dimenangkan. Jika Anda membela yang benar, Allah akan membantu Anda, yang otomatis para wali, malaikat, serta jin-jin muslim, juga berdiri di belakang Anda.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tentang manfaat surah Al-Ikhlas, harus diakui memang sangat besar. Dalam Hadist disebutkan, "Barang siapa membaca Qul Huwallahu Ahad sekali saja, maka Allah akan memberinya pahala seperti pahala seratus orang syahid." Dalam Hadist lain juga disebutkan, jika kita membaca Qul Huwallahu Ahad, maka Allah akan mengampuni kita atas dosa kita selama lima puluh tahun.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa Hadist lain juga disebutkan bahwa membaca surah Al-Ikhlas tiga kali memiliki pahala seperti mengkhatamkan Al-Qur'an. Jika membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 11 kali, kita akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Banyak Hadist lainnya yang mengetengahkan keutamaan surah itu. Apalagi membaca surah Al-Ikhlas pada tengah malam setelah menunaikan shalat Tahajud atau shalat Hajat. Kami kira, pengalaman spiritual Anda ini sangat menarik. Dan, teruslah mendekat kepada Allah dengan memperkaya ibadah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabara katuh.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-4303587718652497486?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4303587718652497486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/4303587718652497486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/nenek-misterius-mengajarkan-al-ikhlas_05.html' title='Nenek Misterius Mengajarkan Al-Ikhlas'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-2368216632423349255</id><published>2007-05-05T19:06:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:08:54.284-07:00</updated><title type='text'>Hubungan Wirid Dengan Jin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Singkat saja, sebagai seorang muslim yang tergolong awam dalam hal dunia spiritual Islam, saya ingin mempertanyakan masalah artikel yang berjudul M. Jasan Munadi, Menolong Sesama dengan Bantuan Jin. Yang menjadi pertanyaan saya:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimanakah hukumnya meminta bantuan jin? Apakah tidak syirik?&lt;br /&gt;2. Mengapa orang yang rajin membaca wirid atau zikir justru malah didatangi jin?&lt;br /&gt;3. Bukankah seluruh amalan wirid dan zikir, yang menjaga adalah Allah Swt sendiri?&lt;br /&gt;4. Konon, orang yang mempunyai jin akan mengalami kesulitan ketika menghadapi sakratulmaut. Benarkah hal itu, dan kesulitannya itu seperti apa? Dan bagaimana solusinya sehingga mereka yang mempunyai jin, matinya bisa husnul khatimah?&lt;br /&gt;Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ika Permana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalani warahmatullahi wabarakatuh. Sebenarnya sangat tepat jika pertanyaan Anda ditujukan kepada bapak M. Jasan Munadi sendiri. Namun, pada masalah yang terkait secara umum akan kami jawab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meminta bantuan jin, memang ada dua pendapat. Pendapat pertama menyatakan boleh dalam batas-batas tertentu. Karena jin juga seperti manusia. Sepanjang bantuan yang dimintanya adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh jin, maka hal itu diperbolehkan. Jika yang dimintakan adalah bantuan yang mustahil dilakukan jin namun sudah masuk wilayah kekuasaan Ilahi, dilarang. Itu yang namanya syirik. Misalnya, meminta penyembuhan kepada jin, maka hal itu jelas salah. Sama dengan meminta kesembuhan kepada manusia juga. Tetapi, jika meminta obat kepada jin atau manusia, bukan merupakan masalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua melarang, karena akan mengundang fitnah bagi orang yang tidak mengerti dan mengarah kepada hal yang bukan-bukan. Sebab, bertemu dengan jin adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi, sehingga ditakutkan timbul syirik dengan menyekutukan Tuhan dan menjadikan jin memiliki kekuatan. Jadi, dalam pengertian permintaan bantuan ini adalah dalam lingkaran bantuan yang bisa dilakukan makhluk. Seperti juga manusia. Jika kita meyakini seorang dokter bisa menyembuhkan penyakit, kita bisa jadi syirik. Jika kita menganggap dokter hanya memberi obat yang menjadi penyebab kesembuhan, maka hal itu diperbolehkan. Sebab, yang menyembuhkan itu hanyalah Allah (swt).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wirid sebenarnya aman saja dilaksanakan. Hanya, menurut kami, jika Anda hendak mengamalkan wirid, sebaiknya, pertama, yang diwiridkan itu adalah doa-doa atau wirid yang ma'tsur dari Rasulullah. Misalnya membaca ayat-ayat Al-Qur'an, doa dari Nabi, tahlil, tahmid, tasbih, dan sebagainya. Kedua, berwirid dengan niat yang baik untuk mencari ridha Allah, bukan untuk mencari hal yang lain. Ketiga, sebaiknya melalui seorang guru, ijazah, agar tahu ilmunya dan lebih aman. Sebab, jika di luar hal tiga ini, biasanya jin suka mengganggu. Tentu dengan wirid itu kekuatan Tuhan yang muncul. Tuhan memberi kekuatan kepada kita berkat kedekatan kita melalui wirid tersebut. Ingat, wirid itu juga dalam rangka dzikrullah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Soal pemilik jin yang mengalami kesulitan jika hendak mati, bisa saja hal itu terjadi karena jin tersebut telah dimanfaatkan untuk tujuan negatif. Tetapi, jika memiliki jin untuk tujuan positif, bahkan mengarahkan jin itu ke arah yang benar, tidak ada masalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kesulitan dalam menghembuskan napas terakhir itu terlihat ketika seseorang begitu sakit saat dicabut nyawanya. Berguling-guling di tanah, mengerang sakit yang luar biasa, sehingga menimbulkan rasa kasihan, iba, dan juga takut, bagi yang melihatnya. Cara mengatasinya tak lain dengan bertobat. Biasanya, sulit mati itu karena memiliki tanggungan. Segeralah bertobat dan selesaikan tanggungan yang ada. Misalnya, tanggungan hutang, belum meminta maaf kepada orang yang pernah dizaliminya, dan sebagainya. Dengan cara itu insya Allah kematiannya akan menjadi mudah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6738231933006668759-2368216632423349255?l=quran-et-sains.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2368216632423349255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6738231933006668759/posts/default/2368216632423349255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quran-et-sains.blogspot.com/2007/05/hubungan-wirid-dengan-jin.html' title='Hubungan Wirid Dengan Jin'/><author><name>QuranSains</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6738231933006668759.post-846658178164905831</id><published>2007-05-05T19:03:00.000-07:00</published><updated>2007-04-02T19:05:23.528-07:00</updated><title type='text'>Mungkinkah Bertemu Malaikat?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"
